Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdul Kadir Karding berharap aparat keamanan bersikap cepat dan tanggap dalam menangani kasus bernuasa Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan karena kasus seperti itu sangat mudah membuat masyarakat terprovokasi.

“Masyarakat kita sangat sensitif. Mereka mudah beraksi saat ada informasi kasus berbasis SARA,” kata Karding di Jakarta, Rabu (14/12).

Hal itu dikatakannya menanggapi kasus penyerangan massa ke salah seorang tahanan di Mapolsek Sabu Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu.

Sekretaris Jendral DPP PKB itu mengatakan peran tokoh masyarakat dan agama juga sangat penting dalam mengantisipasi kasus bernuansa SARA.

Dia menjelaskan yang tidak kalah penting, ketegasan pemerintah dalam menyikapi berbagai informasi bernuansa SARA yang menyebar di berbagai media sosial.

“Pemerintah harus tegas menindak dan mengantisipasi informasi berbasis SARA,” ujarnya.

Karding mengatakan peran media massa juga tidak kalah penting dalam menjaga keharmonisan di masyarakat. Menurut dia, media massa harus banyak menyajikan berita yang menyejukan, bukan malah sebaliknya bertindak memanas-manasi keadaan.

“Berita-berita positif dan konstruktif harus banyak disajikan kepada masyarakat,” katanya.

Dia berharap tewasnya tahanan kepolisian karena aksi massa tidak terulang lagi, negara harus menjamin rasa aman dan keadilan masyarakat melalui penegakan hukum.

Sebelumnya ribuan massa menyerang seorang tahanan Polsek Sabu Barat yang menjadi pelaku penusukan terhadap tujuh orang siswa SDN 1 Meba.

Akibat kejadian itu pelaku tewas di tangan massa yang berhasil membobol sel tahanan Mapolsek Sabu Barat.

(Antara)

(Arbie Marwan)