Sampit, Aktual.com – Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, diminta mewaspadai penyakit leptospirosis atau leptospirosa yang ditularkan melalui perantara tikus.

“Masyarakat Kotawaringin Timur diharapkan meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. Selain ancaman penularan DBD (demam berdarah dengue), kasus leptospira bisa muncul karena tikus yang biasanya bersarang di selokan dan bantaran sungai akan beralih ke pemukiman, karena debit air meningkat saat musim hujan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur dr Faisal Novendra Cahyanto di Sampit, Jumat (13/11).

Fase akut leptospirosis ditandai dengan gejala sakit kepala, demam, nyeri otot, menggigil, sakit tenggorokan, ruam pada kulit, sensitif cahaya, warna kulit kekuningan, diare dan muntah.

Jika penderita terlambat mendapat pertolongan, katanya, bisa menimbulkan kondisi yang memprihatinkan.

Perantara penularan penyakit itu, katanya, sudah diketahui secara pasti yaitu tikus.

Untuk itu, katanya, cara pencegahannya dengan membersihkan lingkungan agar tikus tidak bersarang di dalam rumah sehingga tidak rentan menularkan berbagai penyakit.

“Penerapan pola hidup bersih dan sehat adalah cara ampuh untuk pencegahan leptospirosis karena bakteri leptospira akan mati kalau terkena paparan sinar matahari dan terkena sabun. Di Kotawaringin Timur saat ini belum ditemukan kasus leptospira, tapi kita tentu tetap harus waspada,” kata Faisal.

Ia menjelaskan menjaga kebersihan lingkungan sudah seharusnya dilakukan untuk mencegah munculnya berbagai penyakit.

Terlebih, katanya, saat musim hujan seperti sekarang, lingkungan yang kotor juga bisa menjadi tempat bersarangnya nyamuk Aedes Aegepty yang menularkan penyakit DBD.

Pencegahan penyakit mematikan itu, katanya, bisa dilakukan dengan mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air tempat bersarangnya nyamuk.

Ia mengatakan tempat penampungan air, seperti bak mandi dan lainnya, harus sering dikuras sehingga tidak sampai menjadi tempat berkembangbiaknya jentik nyamuk.

Ia mengatakan penggunaan bubuk abate juga efektif membunuh jentik.

Masyarakat, katanya, bisa mendapatkannya di puskesmas terdekat secara gratis sehingga diharapkan dapat mencegah terjadinya wabah demam berdarah di daerah itu.

()

()