Jembrana, Aktual.com – Masyarakat pesisir di Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali, beberapa hari terakhir diresahkan dengan isu tsunami, sehingga sejumlah warga siap mengungsi.

“Saya tidak tahu dari mana asal isu tersebut. Beberapa tetangga saya heboh, katanya hari Rabu (30/9) akan terjadi tsunami. Bahkan, beberapa diantaranya sudah siap-siap mengungsi,” kata Milda, salah seorang warga Dusun Kelapa Balian, Desa Pengambengan, Senin (28/9).

Ia mengungkapkan, selain ke Kota Negara, beberapa tetangganya mengatakan akan ke Jawa hingga lewat hari Rabu (30/9).

Informasi yang sama juga disampaikan Saihurrahman, warga lainnya, yang mengaku beberapa tetangganya bertanya soal isu tersebut yang ia tepis dengan jawaban, tsunami tidak bisa diprediksi jauh-jauh hari.

“Menurut saya, tsunami ini hanya isu saja. Apalagi kata beberapa tetangga, prediksi datangnya tsunami pada hari Rabu berdasarkan perhitungan primbon,” ujarnya.

Selain dari primbon, ia mengatakan, pemasangan rambu-rambu berisi petunjuk jalur evakuasi juga memperkuat dugaan warga akan terjadi tsunami.

Pantauan di lapangan, di seluruh desa-desa pesisir, pemerintah memasang rambu petunjuk jalur evakuasi, termasuk titik kumpul saat terjadi bencana.

“Rambu itu dipasang bukan berarti akan ada tsunami. Hanya untuk jaga-jaga kalau ada bencana seperti itu. Saya sudah sampaikan kepada warga, tapi masih banyak yang khawatir,” kata Kepala Dusun Kelapa Balian Ali Rahman.

Ia menduga, warga tidak terlalu paham bahasa “evakuasi” yang tertera saat rambu tersebut dipasang sekitar satu bulan lalu, sehingga saat mereka paham ditambah dengan perhitungan primbon, mereka heboh sendiri.

Isu akan terjadinya tsunami di Desa Pengambengan ini juga sampai di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, di mana ada beberapa warga sana yang bertanya kebenaran isu tersebut.

“Saya sempat ditelepon seseorang dari Banyuwangi yang menanyakan kebenaran isu itu karena ada keluarganya di desa ini. Ya saya jawab saja itu hanya isu, dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Saya sendiri tidak percaya dengan ramalan primbon itu, kalau ada bencana tsunami pasti ada peringatan setelah gempa,” kata Adi, warga lainnya.

()

()