Selain memperingati Hari Kerja Layak Sedunia para buruh perempuan menuntut agar para pengusaha pabrik untuk memperhatikan kesehatan buruh perempuan, karena buruh perempuan melewati sejumlah siklus seperti haid, hamil, dan melahirkan.

Jakarta, Aktual.com — Komunitas Solidaritas Perempuan Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, menyatakan kondisi buruh/pekerja perempuan di daerah tersebut sangat memprihatinkan.

Ketua Badan Eksekutif Komunitas Solidaritas Perempuan Kendari Sulhani mengatakan kondisi tersebut disebabkan oleh kurangnya perhatian pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan kaum perempuan dan tidak memberikan hak mereka sebagai tenaga kerja.

“Contohnya kecilnya, hari ini kita bisa melihat kondisi eks buruh perkebunan sawit PT Damai Jaya Lestari (DJL) dan Mulya Tani yang berasal dari NTT, dari hari ke hari semakin sengsara di penampungan Dinas Sosial Sulawesi Tenggara,” ujarnya, di Kendari, Senin (16/11).

Ia menambahkan, dari contoh kasus tersebut jumlah eks buruh sawit asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mencapai 204 orang jiwa, diantaranya 84 orang laki-laki, 49 orang perempuan dan 71 anak-anak yang sangat membutuhkan perhatian dari seluruh pihak.

Jika terus dibiarkan berlarut maka kondisi para buruh tersebut akan semakin parah dan dapat menimbulkan masalah baru.

“Ini ibaratkan gunung es terhadap kondisi pekerja perempuan yang ada di Sultra, Kami yakin masalah-masalah seperti ini masih banyak terjadi,”ujarnya.

Maka dari itu, lanjutnya, sangat diperlukan kepekaan pemerintah, dalam hal ini Pihak Dinas Ketenaga Kerjaan untuk lebih memperketat pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan buruh perempuan.

Artikel ini ditulis oleh: