Maulana Syarif Sidi Syaikh Dr. Yusri Rusydi Sayid Jabr Al Hasani saat menggelar Ta’lim, Dzikir dan Ihya Nisfu Sya’ban (menghidupkan Nisfu Say’ban) di Ma’had ar Raudhatu Ihsan wa Zawiyah Qadiriyah Syadziliyah Zawiyah Arraudhah Ihsan Foundation Jl. Tebet Barat VIII No. 50 Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019). AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, aktual.com – Kasih sayang merupakan sebuah bentuk rasa yang harus ditanam oleh setiap orang, terutama kasih sayang kepada seorang anak.

Maulana Syekh Yusri Rusydi Sayyid Jabr al-Hasani menjelaskan bahwa diantara bentuk kasih sayang seseorang kepada anaknya adalah dengan mencium dan memeluknya. Baginda nabi SAW datang membawa revolusi mental yang ada di zaman jahiliah, yang diantaranya adalah seorang laki-laki yang tangguh tidaklah pernah mencium anaknya. Mereka menganggap, bahwa mencium anak adalah symbol kelemahan, yang harus dihindari oleh seorang pejuang tangguh.

Telah diriwayatkan oleh imam Bukhari, bahwa baginda Rasulullah Saw mencium Hasan bin Ali RA.

Ketika itu seorang sahabat yang bernama Aqra’ bin Habis At tamimi sedang bersama baginda, lalu ia pun spontan berkata, “Aku punya sepuluh anak, dan aku tidak pernah mencium satupun diantara mereka,”

Lalu bagindapun memandangnya, dan berkata:

مَنْ لاَ يَرْحَمُ لاَ يُرْحَمُ

“Barang siapa yang tidak mengasihi, maka dia tidak akan dikasihi,” (HR. Bukhari).

Sebagaimana diketahui, bahwa Aqra’ bin Habis adalah seorang pemimpin sebuah kaum dan beranggotakan puluhan ribu orang dari qabilah bani Tamim, hingga ia dijuluki dengan Al ahmaq Al mutha’ yang berarti orang bodoh yang ditaati.

Dirinya merasa heran ketika melihat baginda mencium salah satu dari cucunya. Bagaimana hal ini terjadi, baginda rasulullah yang begitu mulia, seorang yang telah menaklukkan bangsa arab, dan ditakuti oleh bangsa ajam, seperti Persia dan Romawi, akan tetapi ia mencium anak kecil.

Sungguh hal ini sangat bertentangan sekali dengan budaya mereka ketika masa jahiliyah, dimana hal itu masih melekat pada hati sebagian dari mereka.

Baginda nabi SAW telah membawa revolusi mental pada budaya ini, bahwa ciuman adalah sebuah bentuk kasih sayang, dan kasih sayang inilah yang membuat seseorang juga dikasihi.

Dalam riwayat lain dari imam Bukhari dikatakan, bahwa baginda nabi SAW yang notabennya adalah sebagai rahmat bagi seluruh alam, bagindapun terheran atas ucapan Aqra’ tersebut.

Baginda berkata, “Apakah Allah telah mencabut rasa kasih sayang itu dari hatimu?!”

“Barang siapa yang tidak menyayangi diri sendiri dengan melakukan ketaatan kepada Allah dan meninggalkan laranganNya, maka Allah tidak akan mengasihinya,” pungkas Maulana Syekh Yusri.

Wallahu a’lam.

(Rizky Zulkarnain)