Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan sambutan saat acara penandatanganan kerjasama di Jakarta, Selasa (18/12/2018). Dalam rangka merayakan 60 tahun kerja sama antara Jepang dan Indonesia, Plaza Indonesia dan Hankyu Hanshin Properties Corp menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Penandatangan kerjasama tersebut mencakup penegembangan properti dan bisnis kedua negara. AKTUAL/Eko S Hilman

Jakarta, Aktual.com – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku optimistis target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,3 persen pada tahun 2020 dapat tercapai, salah satunya melalui konsumsi dalam negeri.

“Harus (optimis), tidak ada pilihan. Kita melihat ada ‘opportunity’, yang pasti adalah ‘domestic consumption’ yang harus didorong, karena pertumbuhan ekonomi dari konsumsi domestik itu besar,” kata Mendag usai menghadiri Penyampaian Nota Keuangan di Kompleks DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Jumat (16/8).

Dalam RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2020 beserta Nota Keuangan, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,3 persen pada tahun 2020 dengan konsumsi dan investasi sebagai motor penggerak.

Angka ini lebih tinggi dari target pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2019 sebesar 5,2 persen. Namun demikian, Enggar mengaku pengaruh dari konsumsi dalam negeri dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut.

Beberapa hari lalu, Menteri Enggartiasto mendampingi Presiden Joko Widodo pada peluncuran Indonesia Great Sale yang digelar pada 14-25 Agustus 2019.

Ajang yang diselenggarakan atas kerja sama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) ini menggandeng produk-produk usaha kecil dan menengah (UKM) terutama dari sektor fesyen dan kuliner.

“Itu tujuannya bukan hanya untuk memberi diskon, tetapi mendorong konsumsi domestik dan itu akan memberikan kontribusi yang besar,” katanya.

Selain melalui konsumsi dalam negeri, Enggar menjelaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi dicapai melalui peningkatan kinerja ekspor dari sejumlah perjanjian dagang yang mulai dapat diaplikasikan.

Dia mengatakan selain Indonesia-Cile Comprehensive Economic Partenership Agreement (IC-CEPA) yang sudah diimplementasikan tahun ini, pada tahun depan Indonesia-Australia CEPA (IA-CEPA) juga ditargetkan mulai dapat diimplementasikan.

“Australia kan percepatan untuk otomotif. Kita mendapatkan tarif yang terbaik terutama untuk mobil listrik. Presiden sudah melakukan percepatan dan akan mendorong peningkatan ekspor,” kata Enggar.

(Arbie Marwan)