DPP PKB melaksanakan pemotongan hewan kurban pada peringatan Idul Adha, pembagian hewan kurban ditujukan untuk warga masarakat yang berhak.

Jakarta, Aktual.com – Berqurban merupkan konsep Islam yang memiliki semangat hablumminannas atau hubungan antar sesama yang tinggi. Tak hanya sekadar menjalankan kewajiban dari Allah SWT bagi yang mampu.

Secara historis, kewajiban berqurban seperti yang disebutkan dalam kitab suci Alquran, Allah memberi perintah melalui mimpi kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam untuk mempersembahkan anaknya, Nabi Ismail Alaihissalam.

Dengan penuh keyakinan dan ketaqwaan, Ibrahim dan Ismail mematuhi perintah tersebut. Tapi tepat ketika Ismail akan disembelih, Allah menggantinya dengan domba.

“Jadi berqurban yang kita laksanakan, sebagai bagian untuk meneladani ketaqwaan dari Nabi Ibrahim dan Ismail,” terang Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding, dalam acara qurban PKB yang dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, di Jakarta, Selasa ditulis Rabu (14/9).

Di dalam Alquran, katanya, penjelasan berqurban yang digambarkan oleh Ibrahim dan Ismail itu diterangkan secara gamblang dalam surat Ashafaat ayat 102-107.

“Berqurban itu harus menjadi kerutinan. Ini yang kami lakukan. Karena ini sebagai bagian untuk mewujudkan keikhlasan kita terhadap sesama,” jelas Karding. PKB sendiri berqurban17 sapi dan 48 ekor kambing.

Sehingga, dengan keikhlasan itu, menurut dia, qurban yang dilakukan itu memang semestinya tak semata-mata karena perinrah Allah. Melainkan juga sebagai bentuk hubungan baik dengan sesama manusia (hablumminannas).

“Jadi kita bantu masyarakat kita, yang selama ini jarang konsumsi daging, kali ini untuk makan daging,” jelasnya.

Semangat berqurban ini, kata dia, tak hanya di DPP PKB, tapi juga pengurus di daerah-daerah. “Semga semangat berbagi dan menolong di Hari Raya Idul Adha ini menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup kita itu,” pungkas Karding.

(Andy Abdul Hamid)