Ilustrasi

Jakarta, Aktual.com – Ada anggapan yang diyakini sebagian masyarakat bahwa cuaca dingin seperti saat musim hujan dapat memicu serangan asam urat.

Beberapa orang kerap mengeluhkan asam uratnya kambuh ketika berada di lingkungan dengan suhu atau kelembapan yang tinggi.

Lantas apa hubungannya antara suhu dingin dan penyakit asam urat?

Ada beberapa alasan yang mendasari bahwa suhu dingin bisa membuat asam urat semakin meradang.

Cuaca atau iklim ternyata juga berperan besar bagi penderita asam urat. Sebab, suhu lingkungan yang lembap bisa saja menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi.

Dehidrasi inilah yang dapat memicu serangan asam urat secara berulang.

Sebagai gambaran jika di negara empat musim, tidak sedikit pasien merasakan serangan asam urat berulang di momen pergantian musim, seperti musim gugur ke musim semi.

Dalam jangka waktu ini, suhu lingkungan dapat berubah menjadi lebih dingin dari biasanya.

Terutama pada saat malam ke pagi yang membuat suhu berubah menjadi dingin dari biasanya.

Kondisi ini mirip seperti malam hari, yang mana kita tidak tidak dapat mencukupi kebutuhan cairan tubuh saat tubuh sedang tertidur.

Menurut beberapa penelitian, saat malam hari pasien kerap merasakan serangan asam urat akibat perubahan suhu.

Faktanya adalah kelebihan asam urat di dalam tubuh akan mengkristal di persendian dan memicu serangan asam urat ketika berada di lingkungan yang lebih dingin. 

Tapi, dalam jangka waktu lama suhu cenderung stabil pada kisaran derajat tertentu sehingga tubuh dapat menyesuaikan diri dan mulai terbiasa dengan konsistensi ini.

Jika disamakan dengan kondisi cuaca dingin di negara dua musim, tampaknya perubahan suhu juga kerap terjadi saat peralihan musim kemarau ke musim hujan.

Melansir Lifootcare, penyakit asam urat juga merupakan bentuk artritis yang memiliki tingkat sensitivitas pada suhu lingkungan dan perubahan cuaca.

Namun hal itu merupakan suatu kondisi yang normal, sebab tubuh memang memerlukan penyesuaian terhadap perubahan suhu.

Menjaga suhu tubuh agar tetap stabil dalam suhu lingkungan yang berubah drastis adalah kunci untuk mencegah serangan asam urat.

Penting bagi penderita asam urat untuk memerhatikan kecukupan kebutuhan cairan saat suhu mulai mengalami perubahan.

Sebab kelembapan udara juga dapat membuat keringat keluar lebih banyak untuk menyesuaikan tubuh dengan suhu lingkungan.

Maka dari itu, banyak minum air putih setidaknya dapat membantu tubuh untuk lebih cepat menyesuaikan diri.

Minum air putih juga dikaitkan dengan peningkatan metabolisme tubuh, termasuk ginjal yang bertugas membuang kelebihan kadar asam urat di dalam darah.

Atau bisa juga dengan menggunakan penghangat ruangan jika memang suhu terlampau dingin atau penggunaan selimut juga dapat membantu.

Berbagai upaya untuk mempertahankan tubuh dari perubahan suhu dapat menjadi cara terbaik untuk mencegah serangan asam urat yang mengganggu.

(Arie Saputra)