Anggota Komisi IX DPR RI Anas Thahir (kedua dari kiri) dan Sekertaris Fraksi PPP Achmad Baidowi (kedua dari kanan) dalam Seminar Fraksi PPP DPR RI bertajuk ‘Pasca Putusan MA tentang Vaksin Halal: Umat Islam Butuh Vaksin Halal’ di Ruang Rapat BAKN Gedung Nusantara I DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (15/6).

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi IX DPR RI Anas Thahir mempertanyakan komitmen Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pasca putusan Mahkamah Agung (MA) terkait penggunaan vaksin halal Covid-19 bagi masyarakat Indonesia.

“Sebenarnya dalam kesempatan raker dengan Menkes, beberapa kali kami sudah menyampaikan hal ini dengan bahasan yg sangat tajam. Tapi saya tidak tahu sampai saat ini belum muncul kemauan pemerintah untuk segera memberlakukan vaksin halal kepada umat Islam,” ujar Anas.

Hal ini disampaikan dalam Seminar Fraksi PPP DPR RI bertajuk ‘Pasca Putusan MA tentang Vaksin Halal: Umat Islam Butuh Vaksin Halal’ di Ruang Rapat BAKN Gedung Nusantara I DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (15/6).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut berharap menteri atau siapapun dari Kementerian Kesehatan bisa hadir dalam forum tersebut. “Karena jika hari ini tidak datang, saya mungkin berfikir ini bukan tidak bisa hadir, jangan2 sengaja tidak hadir,” kata Anas.

Hal senada juga disampaikan Sekertaris Fraksi PPP Achmad Baidowi bahwa pihaknya belum mendengar sampai saat ini apa langkah-langkah konkret dari pemerintah pasca putusan MA tersebut.

“Cuma sayangnya saat ini dari pihak kementerian Kesehatan tidak bisa hadir untuk bisa kita dengarkan apa yang sudah dilakukan terhadap putusan MA terkait vaksin halal,”

Baidowi menduga ketidakhadiran Menkes terkait dengan Isu Reshuffle Kabinet Indonesia Maju Presiden Jokowi.

“Tapi dugaan itu sudah terjawab tidak ada reshuffle kabinet di Kementerian Kesehatan tentu ini menjadi tanda tanya kenapa Kemenkes dalam forum seperti ini tidak bisa hadir”, ujar Baidowi.

Menurutnya, forum-forum seperti ini bukan forum penghakiman apa yang menjadi kebijakan dari pemerintah. “Kalau kita sering mengadakan dialog insyaallah akan mendapatkan pemahaman yang utuh dan jika kita mencari solusi akan mendapatkan solusi untuk kemaslahatan umat terkait vaksin halal”.

(Dede Eka Nurdiansyah)