Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang Ahmad Atang menilai, postur dan figur Kebinet Kerja Jokowi-JK yang baru saja diumumkan tidak mengejutkan bagi publik karena sudah beredar luas sebelum diumumkan.
“Kabinet Kerja ini menggambarkan perpaduan antara politisi, akademisi, militer dan profesional, namun yang lebih mendominasi adalah politisi dan profesional, kecuali politisi murni,” kata Ahmad Atang, Minggu (26/10).
Menurut dia, tidak bisa disangkal lagi kalau posisi menteri dari partai politik adalah politik balas jasa sehingga akan terbuka peluang bagi publik untuk mengoreksi kinerja menteri ke depan.
“Akan banyak sorotan terhadap beberapa nama yang pernah dikenal publik sebelumnya. Bahkan bisa diduga dalam waktu tiga bulan bekerja akan ada desakan untuk dilakukan perombakan kabinet jika kinerjanya tidak mengembirakan,” kata dia.
Mengenai kebinet yang bersih, dia mengatakan, Presiden Jokowi mengulur-ulur waktu untuk mencari menteri yang bersih, namun fakta menunjukan bahwa banyak menteri di masa Presiden SBY dan Megawati yang bersih ternyata terjerat kasus korupsi juga.
“Jadi tidak ada jaminan menteri yang bersih akan bagus ketika menjadi menteri sepanjang sistem politik, birokrasi tidak berubah maka orang baik akan menjadi jahat,” katanya.
Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf kalla sudah mengumumkan 34 orang menterinya di halaman belakang Istana Negara, Jakarta Pusat, Minggu (26/10/2014) pukul 17.20 WIB.
Dalam sambutannya, Jokowi menamakan kabinetnya sebagai Kabinet Kerja. Hampir semua calon menteri yang dipanggil mengenakan kemeja putih seperti dikenakan Jokowi-JK.

()

()