Pengendara motor antre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU

Jakarta, Aktual.com – Pelaku industri otomotif menyarankan masyarakat memakai BBM berkualitas tinggi atau RON 92, seperti Pertamax series karena dapat membuat mesin kendaraan menjadi tahan lama dan membuat emisi gas buang jadi rendah.

“Bahan bakar standar bisa disamakan dengan Pertamax, tentunya akan membuat emisi gas buang rendah, performa mesin baik dan awet,” kata Dealer Technical Support Dept. Head. PT Toyota-Astra Motor Didi Ahadi dalam keterangannya diterima di Jakarta, Senin (18/7).

Dia melanjutkan mobil bertipe Low Cost Green Car (LCGC) juga mempunyai standar bahan bakar dengan RON92. Selain itu LCGC juga dibuat sebagai kendaraan ramah lingkungan karena emisinya yang rendah.

Tetapi, menurut dia, banyak kendaraan LCGC yang justru diisi dengan BBM di bawah RON92 sehingga mengakibatkan banyak kasus penurunan performa mesin, akibat kerak karbon yang menumpuk di ruang bakar.

“Ini yang mengakibatkan emisi menjadi tinggi dan timbulnya gejala knocking atau ngelitik pada mesin. Selain berpotensi merusak mesin, juga membuat konsumsi BBM menjadi boros,” kata Didi.

Didi menjelaskan, setiap kendaraan memiliki standarisasi penggunaan BBM yang berbeda-beda, namun idealnya, memang dengan menggunakan BBM RON tinggi seperti Pertamax Series.

Dengan BBM RON 92 ke atas, akan menghasilkan emisi yang rendah, performa yang baik, keawetan mesin, dan efisiensi bahan bakar. Selain itu, kendaraan yang tidak memakai BBM sesuai standar, akan berakibat hangusnya garansi kendaraan tersebut.

“Garansi akan hangus. Sebab garansi hanya diberikan jika penggunaan BBM-nya sesuai. Kalau BBM tidak sesuai, maka kerusakan tidak digaransi,” ujarnya.

Dalam konteks itulah Didi mengajak agar masyarakat menggunakan BBM sesuai dengan peruntukannya. Yaitu, seperti sudah direkomendasikan pabrikan saat membeli kendaraan.

“BBM yang sesuai tersebut, agar kendaraan lebih efisien, ramah lingkungan, performa andal serta mesin kendaraan menjadi awet,” ujarnya.

Sedangkan terkait mobil klasik, Didi mengatakan, juga bisa menggunakan BBM berkulitas tinggi. Hanya saja, memang harus memperhatikan kapasitas mesin dan perbandingan kompresi.

 

(Antara)

(Ikhwan Nur Rahman)