Banyumas, Aktual.com – Kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, khususnya Lokawisata Baturraden masih minim.

“Sampai saat ini, kunjungan wisatawan memang masih dibatasi 25 persen dari kapasitas maksimal dan khusus untuk Lokawisata Baturraden belum ada peningkatan signifikan sejak Banyumas menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 2,” kata Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Wakhyono Ghozali di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (8/11).

Dalam hal ini, kata dia, volume wisatawan yang mengunjungi Lokawisata Baturraden sejak PPKM level 2 khususnya pada hari Sabtu dan Minggu masih relatif sama dengan saat uji coba pada masa PPKM level 3, yakni berkisar 1.000-1.500 orang per hari.

Kendati demikian, dia mengaku optimistis kunjungan wisatawan ke Lokawisata Baturraden akan berangsur meningkat karena saat sekarang pembelajaran tatap muka (PTM) sudah mulai dilakukan di berbagai sekolah.

“Semoga dengan adanya PTM, sekolah-sekolah yang telah melaksanakanyanya bisa mengadakan kegiatan study tour ke Lokawisata Baturraden,” katanya.

Wakhyono optimistis Lokawisata Baturraden masih mampu menampung kunjungan wisata dari berbagai sekolah meskipun dibatasi 25 persen dari kapasitas maksimal karena luas objek wisata itu secara keseluruhan kurang lebih 16,85 hektare, sedangkan luas lahan yang bisa dijamah manusia sekitar 10 hektare.

Ia mengatakan jika dari lahan seluas 10 hektare itu mampu menampung 100.000 orang, sehingga ketika jarak antarmanusianya dibatasi 2 meter, lahan tersebut mampu diisi sekitar 50.000 orang.

Dengan demikian ketika jumlah pengunjungnya dibatasi maksimal 25 persen, kata dia, Lokawisata Baturraden masih dapat dikunjungi oleh lebih kurang 12.500 wisatawan.

“Kami pun telah melengkapi Lokawisata Baturraden dengan sarana prasarana pendukung protokol kesehatan. Bahkan, Lokawisata Baturraden juga telah mengantongi sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability),” katanya.

Terkait dengan penerapan aplikasi PeduliLindungi di seluruh objek wisata, dia mengatakan pihaknya telah memfasilitasi pengelola objek wisata untuk mendapatkan aplikasi tersebut dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Para pengelola objek wisata sudah mencantumkan alamat surat elektronik masing-masing dan saat sekarang tinggal melakukan pendaftaran secara mandiri sudah terdata di Kemenkes,” kata Wakhyono

(Antara)

(Wisnu)