Jakarta, Aktual.com – Secretary of State for International Trade (Menteri Koordinator bidang Perdagangan Internasional) Inggris Dr Liam Fox mengatakan bahwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa tidak mempengaruhi pandangan Inggris yang menganggap Indonesia sebagai pasar yang penting.

“Pemerintah Inggris berniat untuk terus memperkuat kerjasama dagangnya dengan Indonesia, karena Indonesia merupakan elemen kunci di kawasan ASEAN,” kata Menteri Liam usai acara Ministerial Series yang diadakan oleh Kamar Dagang Inggris di Indonesia di Jakarta, Kamis (6/4).

Hal tersebut dikatakan Liam terkait dokumen pengunduran diri Inggris dari Uni Eropa (UE) yang ditandatangani oleh Perdana Menteri Theresa May pada tanggal 29 Maret lalu.

Dengan diajukannya dokumen tersebut, ‘countdown’ atau hitung mundur masa negosiasi selama dua tahun antara Inggris dan UE resmi dimulai, apabila kedua belah pihak tidak dapat mencapai keputusan bersama dua tahun dari sekarang, maka Inggris akan dinyatakan resmi keluar dari Uni Eropa.

Pergerakan Inggris yang disebut bersejarah oleh Perdana Menteri Theresa May banyak menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan kerjasama dagang Inggris dengan berbagai negara, termasuk Indonesia.

Menteri Liam mengatakan bahwa apabila Inggris melangkah keluar dari UE, maka negara tersebut akan dapat menandatangani berbagai perjanjian dagang baru, namun sangat banyak hal yang dapat dilakukan untuk sementara waktu, seperti menggerakkan investasi bagi Indonesia dan Inggris dan membangun kerjasama strategis antara kedua negara.

“Perjanjian dagang bebas bukanlah satu-satunya elemen penting dalam sebuah hubungan bilateral,” tegasnya.

Ia mengatakan lebih lanjut bahwa keadaan dan kebijakan di Inggris memang akan berubah dengan keluarnya Inggris dari UE, namun hal tersebut tidak akan merubah pandangan pemerintah Inggris yang menganggap Indonesia sebagai pasar yang sangat besar.

“Indonesia tetap menjadi “mesin” ekonomi yang sangat penting di kawasan ASEAN, dan kami tetap menginginkan kerjasama yang terus meningkat dengan Indonesia,” jelasnya.

Menurut Liam, ada banyak potensi kerjasama yang besar di bidang infrastruktur Indonesia.

“Pemerintah Indonesia tentu sangat sadar akan pentingnya infrastruktur sebagain hal yang krusial dalam pengembangan ekonomi negara ini di masa depan, dan Inggris memiliki banyak keahlian yang dapat membantu Indonesia dalam sektor tersebut,” ungkapnya.

Secretary of State Liam Fox melakukan kunjungan ke Indonesia untuk pertama kalinya sejak Ia resmi menjabat sejak Juli 2016 lalu setelah sebelumnya mengunjungi Malaysia dan Filipina.

Menteri partai konservatif Inggris itu dijadwalkan untuk melakukan pertemuan dengan kepala BKPM Thomas Lembong dan mengunjungi Kementerian Kelautan dan Perikanan hari ini.

Menteri Liam juga akan bertemu dengan sejumlah anggota KADIN, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, serta meninjau proyek Light Rail Transit (LRT) Velodrome yang juga didukung oleh perusahaan asal Inggris.

ANT

(Arbie Marwan)