Jakarta, aktual.com – Memproduksi mobil di dalam negeri memang tak semudah yang dibayangkan. Selain infrastruktur penunjang, juga dibutuhkan SDM mumpuni untuk mencapai hal itu. Tak heran, mobil nasional menjadi mimpi bagi banyak negara.

Inilah yang ingin dicapai Turki sejak 60 tahun silam. Setelah rencana produksi mobil nasional pertama mereka Devrim, gagal diproduksi, bahkan tidak sampai ke uji sertifikasi produk itu gagal karena berbagai hambatan.

Kini Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Jumat (27/12) meluncurkan prototipe mobil listrik yang diproduksi di dalam negerinya. Erdogan dengan bangga memperkenalkan dua jenis kendaraan sekaligus. Yang pertama adalah model SUV yang memang tengah laris manis di pasaran dan kedua adalah sedan.

Erdogan meluncurkan produk itu dalam sebuah acara di Gebze, kawasan jantung industri barat laut Turki.

“Hari ini, kita bersama-sama menyaksikan sejarah baru di mana kita mencapai mimpi 60 tahun bersama Turki,” kata Erdogan berbicara pada upacara peluncuran mengutip Dailymail.

Mobil ini diproduksi Automobile Joint Venture Group atau TOGG Turki, merupakan gabungan dari lima perusahaan. Didirikan pada tahun 2018 oleh lima kelompok industri, yaitu Anadolu Group, BMC, Kok Group, Turkcell, dan Zorlu Holding.

Turki turut melibatkan perusahaan desain Italia Pininfarina yang juga membantu mobnas Vietnam.

Pimpinan TOGG, Gürcan Karakas, menyatakan bahwa dua mobil kebanggaannya tersebut memiliki dua model motor listrik, masing-masing dengan sumber tenaga 200 HP (horse power) atau versi lebih besar dengan tenaga mencapai 400 HP. Versi dengan baterai yang lebih besar diklaim mampu dipacu dari nol hingga 100 km/jam dalam 4,8 detik.

Mobil ini juga ingin menyaingi Tesla dengan klaim mampu menempuh jarak hingga lebih dari 500 KM dan baterainya bisa diisi ulang hingga 80 persen dalam waktu kurang dari 30 menit.

Sementara untuk model kedua, bisa melakukan akselerasi dari nol hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 7,6 detik dan dengan jarak tempuh mencapai kurang lebih 300 KM. Namun belum jelas dua mesin itu akan diadopsi untuk model yang mana saja.

Pemerintah Turki menginvestasikan senilai total 22 miliar lira atau Rp 51,5 triliun. Target produksi awal sekitar 175.000 unit per tahun dalam 13 tahun ke depan. Sementara untuk produksi massal pertama direncanakan pada 2022.

Erdogan juga mengatakan untuk mengekspor mobilnya ke mancanegara dengan sasaran awal ke Eropa.

Sedan dan SUV Turki memang tampak memukau dari desain dan interior yang ditawarkannya. Apalagi dengan kemampuan yang diklaim akan mampu mengalahkan Tesla. Produsen mobil milik Elon Musk di Amerika.

Namun, jika dilihat lebih teliti mobil nasional Turki yang dirancang Pininfarina memiliki desain seperti crossover HKG K350 atau crossover VinFast buatan Vietnam. Begitu pun dengan mobil sedannya.

Dalam foto yang beredar di media sosial, kemiripan mobil Turki dengan Chinese Hybrid Kinetic K550 dan K750 Concept menarik perhatian warga dunia maya. Mobil produksi TOGG Turki sekilas memang mirip dengan prototipe model Hybrid Kinetic K550 dan K750 Concept yang dipamerkan di Shanghai Auto Show 2017, melansir laman carnewschina.com.

Belum diketahui apakah Pininfarina memang dengan sengaja membuat model berkiblat pada mobil besutan negeri Panda tersebut. Karena, Hybrid Kinetic K550 dan K750 Concept sudah diperkenalkan dua tahun lalu di Shanghai Auto Show, lantas menyusul mobnas Vietnam, Vinfast setahun sesudahnya.

(Zaenal Arifin)