Makasar, Aktual.com — Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah meluncurkan beras sehat ramah lingkungan atau lebih dikenal dengan beras “sila” di Unit Bisnis Centre Gedung Iqra, Universitas Muhammadiyah Makassar, Minggu (28/6).

Hadir Konsultan ahli MPM PP Muhammadiyah Ir Syafii Latuconsina, MPM PP, Wakil Rektor I Unismuh Dr H Abdul Rahman Rahim, MM, dosen Unismuh Agus Salim, HR, SE, MM, pengurus MPM Sulsel, Drs H Mahung Sangaji, Nasrullah Rahim, Idham Halid dan puluhan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unismuh Makassar.

Syafii Latuconsina dalam acara tersebut menjelaskan beras “sila” adalah merek beras yang diproduksi petani Indonesia dengan sistem pertanian ramah lingkungan atau sistem pertanian yang terintegrasi (Integrated Farming) yang dikembangkan oleh MPM Muhammadiyah di berbagai wilayah di Indonesia.

“Termasuk yang akan dikembangkan di Sulsel kerja sama MPM Wilayah Sulsel dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia dengan dibina langsung oleh MPM Muhammadiyah,” ujar Syafii Latuconsina.

Sebagai konsultan ahli MPM PP Muhammadiyah, Syafii mengatakan kegiatan pemberdayaan masyarakat baik yang dilaksanakan secara mandiri maupun lewat berbagai lembaga masyarakat ini sudah dilakukan sejak 1993 .

“Sejak 1998 sudah memulai gerakan membangun kedaulatan pangan Indonesia dengan cara menanam sendiri berbagai komoditi pangan, sebagai percontohan bagi para petani di berbagai daerah di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Unismuh, Dr H Abdul Rahman Rahim, MM, mengatakan beras sehat ramah lingkungan ini atau yang dikenal beras “sila” adalah produk beras yang dibina oleh MPM PP Muhammadiyah di sejumlah daerah di Indonesia.

“Beras ini memang belum di produksi di Sulsel, berharap diwaktu-waktu mendatang juga bisa dikembangkan di Sulsel. Dimana diketahui bahwa Sulsel ini termasuk salah satu pemasuk beras terbesar di Indonesia. Nantinya Unismuh akan menjadi distributor utama produk beras ‘sila’ di Sulsel. Pemasarannya akan ditangani oleh UBC,” katanya.

Dia mengatakan pemasaran tahap awal akan ditawarkan untuk masyarakat kalangan menengah ke atas, tetapi setelah beras ini dikenal masyarakat luas, maka pemasarannya sudah bisa menyentuh masyarakat luas.

“Memang untuk langkah awal perkenalan produk beras ‘sila’ ini untuk kelas menengah ke atas, pasalnya harganya sampai Rp45 ribu per kilo,” kata Rahman.

Dia mengatakan pasar awal ditujukan bagi seluruh dosen Unismuh yang jumlahnya 400-an orang lebih dan juga keluarga yang berkemampuan.

Selama ini, katanya, beras yang dimakan ini adalah beras yang dihasilkan adalah beras yang menggunakan pupuk kimia tetapi beras “sila” ini beras yang menggunakan pupuk organic atau perlakuannya non pupuk kimia.

Makanya, hasilnya juga lebih baik, termasuk rasa dan aromanya yang lebih harum,” ujar Rahman Rahim.

Beberapa produk beras “sila” yakni, beras coklat (pecah kulit),, beras hitam, beras ungu, beras Jepang/Melati Wangi, beras premium mix (semi organic).

Artikel ini ditulis oleh: