Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi (kiri) berbincang dengan Danjen Kopassus Mayjen TNI Muhammad Herindra (kanan) usai mengikuti Upacara Gabungan TNI, Polri dan Aparat Pemprov DKI Jakarta di Markas Kodam Jaya/Jayakarta, Cawang, Jakarta, Rabu (17/2). Upacara tersebut merupakan upaya peningkatan koordinasi dari unsur TNI, Polri dan Pemprov DKI Jakarta dalam menangani berbagai masalah seperti keamanan, banjir, peredaran narkoba dan gerakan radikalisme di ibu kota. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/foc/16.

Jakarta, Aktual.com – Nama Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi muncul sebagai salah satu kandidat calon Ketum PSSI yang dinominasikan Madura United.

Namun demikian, kelompok 85 (K85) masih belum bersedia buka suara soal siapa nama yang mereka ajukan sebagai calon ketua umum PSSI dalam Kongres Luar Biasa yang akan dimulai pada Rabu hari ini, 3 Agustus 2016.

Hal tersebut diungkapkan oleh Manajer Persib Umuh Muchtar yang merupakan salah satu pentolan dalam kelompok 85 yang kini beranggotakan 92 pemilik suara tersebut.

“Nanti saja kita godog-godog terus dan setelah mantap nanti usai pembukaan Kongres Luar Biasa (KLB) mungkin akan kita umumkan,” kata Umuh di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (2/8).

Terkait dengan kemungkinan calon yang diinginkan maju oleh Madura United yaitu Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi untuk menjadi calon yang diajukan K85, Umuh masih enggan mengakuinya.

“Madura United boleh saja menyebut nama pak Edy, saya juga bisa misalnya mengajukan anda, apa yang diungkapkan Madura United itu bisa saja jadi suara kelompok 85 tapi tunggu dulu lah,” ucap Umuh.

Sementara itu, Manajer Madura United Haruna Sumitro ketika ditemui di lokasi yang sama mengatakan Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi memang sudah mendapat dukungan dari Kelompok 85 semenjak mereka gencar menyerukan KLB PSSI.

Haruna menyatakan kelompoknya yang saat ini diikuti oleh 92 pemegang suara sudah merapatkan barisan untuk mendukung Edy maju sebagai bakal calon Ketum PSSI pada Mei 2016.

“Ini murni dari Madura United, karena menilai pak Edy Rahmayadi memenuhi kriteria dari Kelompok 85. Tapi ini tidak mewakili Kelompok 85, karena setiap klub punya jagoan sendiri. Alasan kami mendukung Pak Edy karena kami butuh sosok yang tegas dan berkarakter kuat untuk memimpin PSSI,” ucap Haruna.

Sementara, kuasa hukum dan juru bicara K85 menyebut tak menutup kemungkinan ada nama lain yang dimunculkan kelompoknya meski nama yang disebutkan Haruna juga kuat dalam K85.

“Sampai saat ini kami belum bisa umumkan calon yang kami usung secara resmi karena komitenya belum terbentuk dan harus melewati proses. Tapi K85 sudah punya kriteria ketua umum salah satunya orang kuat dalam PSSI,” ucap Gusti.

Lewat KLB, lanjut Gusti, pihaknya ingin PSSI bisa bersinergi dengan pemerintah serta kompetisi dan pembinaan berjalan.

Pangkostrad EdyRahmayadi adalah Direktur PS TNI yang juga dipercaya sebagai ketua Kelompok 85. Namanya memang menjadi kandidat kuat calon Ketua Umum PSSI yang akan dipilih lewat KLB.

Untuk menuju KLB pemilihan Ketum, terlebih dahulu digelar KLB yang berlangsung pada 3-5 Agustus di Jakarta dengan agenda memilih anggota Komite Pemilihan dan Komite Banding. Sedangkan untuk KLB pemilihan ketua umum paling lambat digelar 31 Oktober. (Ant)