Sekjen NasDem Johnny G Plate

Jakarta, Aktual.com – Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G Plate menegaskan hak prerogatif Presiden bersifat absolut atau mutlak terkait perombakan atau “reshuffle” kabinet, dan tidak ada kewajiban bagi kepala pemerintahan untuk berdiskusi dengan partai politik pengusung.

“Hak prerogatif sesuai konstitusi itu absolut. Itu sepenuhnya kewenangan ada di Presiden,” ujar Jhoni Plate kepada wartawan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/1).

Apa yang diutarakan Plate berbeda dengan opini rekan satu partainya yakni Ketua DPP NasDem Effendy Choirie yang berpandangan hak prerogatif Presiden itu tidak absolut.

Effendy yang akrab disapa Gus Choi berpandangan sejak UUD 1945 diamandemen dan syarat pendaftaran Presiden diberlakukan, maka hak itu tidak lagi absolut, di mana menurutnya Presiden harus berdiskusi dengan koalisi partai pengusung dalam hal melakukan perombakan kabinet.​​​​​​​

Plate selaku Sekjen NasDem mengatakan hak Presiden soal “reshuffle” kabinet absolut. Menurut Plate, Presiden dimungkinkan berdiskusi dengan staf, Kantor Staf Presiden atau berdiskusi dengan pimpinan partai koalisi soal perombakan kabinet, namun secara konstitusi tidak diwajibkan.

“Bahwa apabila Presiden ingin berdiskusi, apakah itu dengan masukan-masukan dari staf, dari KSP, atau berdiskusi dengan pimpinan partai koalisi, itu opsinya ada pada Presiden. Konstitusi tidak mengatur sama sekali, hak prerogatif itu betul-betul absolut prerogatif Presiden, makanya disebut prerogatif karena itu absolut,” jelasnya.​​​​​​​

Plate menegaskan Partai NasDem menghormati konstitusi dan menghormati hak prerogatif Presiden. Menurut dia, diskusi-diskusi yang berlaku atau sedang hangat di ruang publik harus dibedakan mana yang merupakan pendapat orang pribadi, mana yang mewakili institusi partai politik, dan mana yang merupakan teoritik akademik.

​​​​​​​Dia juga menekankan partainya sebagai bagian dari koalisi tetap solid bersama Presiden Jokowi.

(Arie Saputra)