Jakarta, Aktual.com – Pemilihan Walikota dan Walikota Makasar tidak digelar pada tahun 2017, 15 Februari 2017 besok, melainkan tahun 2018 mendatang. Meski masih lama, namun warga sangat antusias menyambut hajat demokrasi daerah serentak tahap tiga mendatang.

Buktinya, warga Makasar melakukan ‘pemanasan’ terlebih dahulu sebelum mencoblos di Pilwalkot 2018. Sama-sama dilakukan serentak. Bedanya, keserentakan warga Makasar ini dilakukan dalam lingkup yang lebih kecil yakni pencoblosan tingkat Ketua Rukun Tetangga dan Rukun Warga.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Senin (13/2), mengatakan, pencoblosan tingkat RT/RW ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah administrasi ketatanegaraan. Sebab pencoblosan dilakukan secara serentak.

Untuk mensukseskan pencoblosan RT/RW serentak, Pemkot pun menggelar rapat koordinasi bersama Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Endi Sutendi, Dandim 1408/BS Letkol Kav Otto Sollu beserta Kepala SKPD.

Danny, sapaan akrab Ramdhan Pomanto, menyatakan, seluruh perhatian masyarakat nasional akan tertuju ke Makassar. Karena itu sosialisasi, konsolidasi serta kordinasi semua pihak sudah harus intens dilakukan.

“Ini akan menjadi barometer demokrasi di Indonesia karena Makassar adalah kota pertama yang menggelar pemilihan ketua RT dan RW,” katanya.

Ia mengimbau seluruh camat, Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat (BPM), Kepala Badan Kesbangpol serta seluruh jajaran terkait memberi perhatian serius utamanya mengantisipasi berbagai kerawanan yang timbul dalam masyarakat.

Wali kota juga mengharapkan agar potensi kerawanan sedini mungkin bisa dideteksi dan langsung dikordinasikan dengan pihak Tripika setempat. Diharapkan pula sosialisasi maksimal mulai dari mekanisme pencoblosan hingga kepastian undangan memilih sampai ke tangan kepala keluarga (KK) bersangkutan.

“Deteksi kerawanan dan segera kordinasikan ke Tripika setempat. Apapun rencana kita ke depan partisipasi masyarakat adalah ukurannya. Tugas camat/lurah memastikan orang sebanyak-banyaknya datang,” jelas Danny.

Kepada semua lurah untuk membuat undangan dan menyerahkan undangannya itu paling lambat dua hari sebelum hari pencoblosan digelar atau pada 24 Februari.

“Lurah harus buat undangannya dan tanggal 24 itu adalah waktu terakhir pembagian undangan memilih. Pemilih yang datang itu boleh salah satu anggota keluarga,” katanya.

Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Iskandar Lewa sebelumnya mengungkapkan 998 TPS yang disiapkan untuk pemilihan tersebut. Sementara yang terdata saat ini sebanyak 258.162 KK wajib pilih se-kota Makassar.

Ia optimistis partisipasi masyarakat akan tinggi terbukti dari munculnya berbagai inovasi kreatif warga mensosialisasikan pesta demokrasi tersebut.

“Warga begitu antusias dan secara bersama-sama pemerintah mempersiapkan dan menyediakan perlengkapan pemilihan,” paparnya.

Untuk menghindari perpecahan warga selama proses hingga pasca pemilihan, Iskandar menyampaikan telah menyiapkan berbagai formulasi. Seperti dibolehkannya satu KK memberi empat rekomendasi kepada calon RT/RW. Termasuk adanya deklarasi damai dan penandatanganan pernyataan siap menang dan kalah dalam pemilihan.

Pendaftaran Calon RT/ RW akan dilakukan pada 15 Februari 2017. Ketentuan untuk bisa mencalonkan diri yakni untuk calon ketua RT minimal mendapatkan dukungan 10 persen dari jumlah wajib pilih sementara untuk calon RW minimal 5 persen dari jumlah RT setempat.

Kampanye calon dilakukan usai pendaftaran hingga tanggal 25 Februari atau sehari sebelum pencoblosan. Ada pun kampanyenya hanya diperbolehkan melalui medsos. (Ant)

()