Madura united
Madura united

Pamekasan, Aktual.com — Operator Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 putaran kedua akhirnya mengubah jadwal tanding Madura United FC dengan sejumlah klub sepak bola, yang hendak digelar di Stadion Gelora Bangkalan.

“Jadwal laga yang diubah itu yang pelaksaannya bersamaan dengan waktu azan dan ini demi menghormati budaya lokal Madura yang dikenal agamis,” kata Manajer Madura United FC Haruna Soemitro di Pamekasan, Minggu (4/9).

Perubahan jadwal tanding oleh operator ISC dari PT Gelora Trisula Semesta itu atas usulan manajemen MU dengan memperhatikan saran, dan masukan dari tokoh masyarakat dan ulama Madura.

Menurut Haruna, semula laga kandang banyak digelar pukul 16.00 WIB, dan kini dimajukan menjadi pukul 15.30 WIB. Perubahan waktu pertandingan jika mengacu pada jadwal semula dianggap mepet dengan waktu shalat maghrib.

“Terhadap pengajuan dimajukannya jam kick off untuk pertandingan kandang Madura United yang dimulai jam 16.00 WIB, pihak GTS sudah menyampaikan persetujuannya bahwa jam kick offnya pukul 15.30 WIB.”

Selain itu, pihak GTS juga menyetujui perubahan jadwal pertandingan pekan ke-19. Menurutnya, dalam laga yang mempertemukan kesebelasan Madura United dengan PS TNI dimajukan pada tanggal 10 September.

Hal ini juga atas permintaan sejumlah tokoh masyarakat Madura yang disampaikan ke Presdien Klub Achsanul Qosasi, yakni yang semula ditetapkan 11 September 2016, maka dimajukan ke 10 September 2016.

“Alasannya karena bila dihelat tanggal 11 September, malam harinya umat muslim di Madura merayakan takbiran, yakni Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah yang jatuh pada tanggal 12 September 2016.”

Sehingga, sambung Haruna, kurang etis bila jadwal pertandingan dibenturkan dengan kegiatan keagamaan di masyarakat Madura. “Jadi, sama halnya dengan pengajuan dimajukanya jam kick off, itu dilakukan untuk menghormati kultur sosial Madura. Kalau tetap main tanggal 11 September, selesai pertandingan sudah malam Hari Raya Idul Adha atau malam takbiran.”

Sedangkan, di Madura, Idul Adha lebih sakral dari pada hari-hari besar lainnya, sehingga banyak warga setempat yang mudik, apalagi yang keluarganya menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah.

(Wisnu)