17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 1013

Agama Jawa dalam Perspektif Kajian Antropologi

Agus Widjajanto. Penulis adalah praktisi hukum dan pemerhati masalah sosial, budaya, hukum, politik, dan sejarah.

Buku klasik tulisan dari Clfford Geertz, seorang ahli dan peneliti Antropologi dari Amerika Serikat yang meneliti kehidupan masyarakat Indonesia, khusus nya di Jawa pada tahun 1952 hingga 1954, saat Pemerintahan orde lama berkuasa, yang mengetengahkan ide pembagian dalam beragama yang berkaitan dengan budaya di Jawa menjadi.

1. Abangan
2. Santri
3. Priyayi

Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Clifford Geertz, terus menimbulkan perdebatan dan pembahasan baik secara akademis maupun dikalangan praktisi pemerhati sosial budaya dan ahli ahli agama diseluruh dunia.

Tulisan dan penelitian dari Clifford Gaardz dipandang sebagai salah satu kajian kebudayaan yang paling berpengaruh dan terus menbulkan perdebatan, dan menginspirasi kajian kajian baru baik ditingkat nasional maupun international. Bahkan baru baru ini terbit jurnal yang berjudul: Journal of Social Issues in Southest Asia dinyatakan sebagai The Most Unfluinteal Books of Southeast Asian Studiest, dimana buku ini berasal dari disertasi Clifford Geertz pada tahun 1952 hingga 1954 yang ditulis dan diteliti menyimpang dari tradisi Antropologi pada umumnya yang memberi perhatian utama kepada komunitas kecil petani atau penggembala juga suku suku terasing yang diperkirakan akan hilang. Salah satu kota kecil di Jawa Timur disebut dalam tulisan Clifford Geertz adalah “Modjokutho” yang dimaksud mungkin Mojokerto saat ini, dimana telah terjadi benturan budaya, dimana agama mayoritas yakni Islam dengan agama lama Hinduisme dan tradisi animisme berbaur dalam Satifi sistem sosial.

Atas penelitian nya Geertz dijuluki penemu ilmu pengetahuan baru, yakni “Antropologi Spekulatif” dan Geertz dinobatkan sebagai salah seorang teoritikus Antropologi paling terkemuka di dunia akademis akibat dari penelitiannya pada disertasi “Agama Jawa”

Apakah diterima atau tidak oleh kaum agama di Indonesia, yang pasti memang terjadi kaum agama masih kental menjalankan tradisi secara Kebudayaan seperti bulan suro diawali dengan puasa yang merupakan bulan suci dan keramat bagi orang Jawa, yang sebetulnya mengadopsi dari peristiwa Azzura terbunuh nya cucu Nabi Muhammad di kota Karbala. Banyak sekali kaum terpelajar hanya menjalankan ibadah, sholat, puasa, zakat dan haji tapi belum bisa membaca kitab suci dalam huruf arab atau huruf Alquranul Kharim, ini adalah fenomena yang terjadi hingga saat ini

Membicarakan agama dan kepercayaan yang ada di Nusantara khusus nya Jawa, yang sudah ada ribuan tahun sebelum datang nya agama agama besar baik dari agama Samawi maupun dari Hindustan India, tidak bisa dilepaskan akan sejarah dari bangsa ini, yang diyakini para ahli disekitar pulau pulau yang jumlahnya ribuan pulau di Nusantara ini pernah ada benua yang hilang, yang tenggelam karena mencairnya Es di kutub utara, yang berakibat dunia mengalami banjir besar, dimana daratan menjadi terpisah dan membentuk pulau pulau, yang oleh peneliti Inggris Stephen OpenHeimer tahun 1998 dengan teorinya daratan tersebut dulu disebut Sunda Land, atau benua Sunda dimana antara Sumatera Jawa Bali Nusa Tenggara Barat dan Timur serta Kalimantan merupakan satu hamparan daratan, yang saat itu kosong karena tenggelamnya benua yang hilang lalu terjadi migrasi besar besaran dari utara ke selatan dan mendiami pulau pulau di Nusantara ini, yang apabila dikaitkan dengan firman Tuhan dalam kitab suci agama Samawi mungkin berkaitan saat banjir bandang Nabi Nuh.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

FIFA Umumkan Hadiah Piala Dunia Antarklub 2025 Sebesar Rp16,2 Triliun

Presiden FIFA Gianni Infantino (kiri), mantan pesepak bola Brasil Ronaldo (tengah), dan mantan pesepak bola Italia Alessandro del Piero (kanan) saat menghadiri pengundian Piala Dunia Antarklub 2025 di Miami, Amerika Serikat (5/12/2024)
Presiden FIFA Gianni Infantino (kiri), mantan pesepak bola Brasil Ronaldo (tengah), dan mantan pesepak bola Italia Alessandro del Piero (kanan) saat menghadiri pengundian Piala Dunia Antarklub 2025 di Miami, Amerika Serikat (5/12/2024)

Jakarta, Aktual.com – Federasi sepak bola dunia (FIFA) telah mengumumkan total hadiah untuk Piala Dunia Antarklub 2025 sebesar 1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp16,2 triliun.

“Piala Dunia Antarklub FIFA tidak hanya akan menjadi puncak sepak bola antarklub, tetapi juga demonstrasi nyata solidaritas yang akan menguntungkan klub-klub secara luas dalam skala yang belum pernah dilakukan oleh kompetisi lain,” kata Presiden FIFA Gianni Infantino dalam pernyataan resminya, Rabu (5/3) waktu setempat.

Piala Dunia Antarklub 2025 diikuti 32 klub dari enam konfederasi pada 14 Juni sampai 13 Juli. Turnamen ini akan diikuti klub-klub terbaik dari berbagai belahan dunia dan dimainkan di 12 stadion di Amerika Serikat.

Lincoln Financial Field, Audi Field, Stadion Lumen Field, Rose Bowl, Stadion TQL, Stadion Bank of America, Stadion Mercedez-Benz, Stadion Hard Rock, Geodis Park, Stadion Camping Wolrd, Stadion Inter&Co, dan Stadion MetLife, adalah 12 stadion yang digunakan untuk Piala Dunia Antarklub. Dari stadion-stadion yang dipilih ini, lima stadion di antaranya digunakan di Piala Dunia 2026.

Konfederasi UEFA menjadi penyumbang klub terbanyak pada turnamen ini, dengan jumlah 12 klub. Sebanyak 12 klub itu adalah Chelsea, Real Madrid, Manchester City, Bayern Muenchen, Paris Saint-Germain, Inter Milan, Porto, Benfica, Borussia Dortmund, Juventus, Atletico Madrid, dan Red Bull Salzburg.

“Semua pendapatan yang dihasilkan oleh turnamen akan didistribusikan ke klub-klub yang berpartisipasi dan melalui solidaritas klub di seluruh dunia karena FIFA tidak akan menyimpan satu dolar pun,” ucap Infantino.

“Cadangan FIFA, yang ada untuk pengembangan sepak bola global, tidak akan tersentuh,” lanjut dia.

Lionel Messi dan Inter Miami akan memainkan laga pembuka melawan Al Ahly di Stadion Hard Rock pada 14 Juni 2025.

Final Piala Dunia Antarklub akan dimainkan di Stadion MetLife pada 9 Juli. Stadion ini juga digunakan untuk menggelar final Piala Dunia 2026.

Artikel ini ditulis oleh:

Arie Saputra

Wamenpora Apresiasi DPR Setujui Proses Naturalisasi Tiga Pemain

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat (tengah) bersama dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kanan) melakukan rapat kerja (raker) dengan Komisi X dan Komisi XIII DPR RI dengan agenda membahas permohonan pertimbangan pemberian kewarganegaraan RI kepada tiga atlet sepak bola asal Belanda dan Italia, Rabu (5/3/2025)
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat (tengah) bersama dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kanan) melakukan rapat kerja (raker) dengan Komisi X dan Komisi XIII DPR RI dengan agenda membahas permohonan pertimbangan pemberian kewarganegaraan RI kepada tiga atlet sepak bola asal Belanda dan Italia, Rabu (5/3/2025)

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat mengapresiasi Komisi X dan Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menyetujui permohonan pemberian kewarganegaraan atau naturalisasi tiga pemain untuk tim nasional Indonesia.

DPR baru saja menyetujui naturalisasi pemain yakni Dean Ruben James, Joey Mathijs Pelupessy, dan Emil Audero Mulyadi untuk menjadi warga negara Indonesia.

“Ketiga pemain ini memiliki pengalaman bermain di level Eropa dengan menit bermain yang tinggi, kondisi fisik yang prima, serta fleksibilitas dalam permainan,” kata Wamenpora Taufik Hidayat dikutip dari keterangan resmi, Kamis (6/3).

“Selain meningkatkan skuad Timnas, mereka juga diharapkan dapat mentransfer pengetahuan dan meningkatkan kualitas pemain lokal, baik untuk Tim Nasional maupun kompetisi profesional dalam negeri,” sambung Taufik.

Kemenpora dan PSSI menilai bahwa dengan proses naturalisasi ketiga pemain tersebut nantinya menjadi langkah strategis untuk mencapai target jangka pendek dan jangka panjang yang telah ditetapkan.

Program jangka pendek yakni target untuk lolos ke Piala Dunia 2026 serta berprestasi di Piala Asia 2027.

Lalu untuk jangka panjang kehadiran pemain naturalisasi ini diharapkan untuk mampu meloloskan tim Garuda ke Kualifikasi Piala Dunia 2030 dan meningkatkan peringkat Indonesia masuk dalam 50 besar dunia.

“Hasil rapat kerja hari ini akan disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 6 Maret 2025 untuk diambil keputusan. Kami sepakat bahwa penetapan kewarganegaraan dilakukan oleh instansi yang berwenang berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani.

Dean James, Joey Pelupessy dan Emil Audero diharapkan sudah dapat bergabung dengan tim asuhan Patrick Kluivert pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Indonesia akan memulai langkah untuk bisa menembus Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Australia pada 20 Maret mendatang.

Artikel ini ditulis oleh:

Arie Saputra

Bantu Warga Terdampak Banjir, Brimob Metro Jaya Gelar Dapur Lapangan di Bekasi

Satuan Brimob Polda Metro Jaya menggelar dapur lapangan di Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi Kota pada Kamis, (6/3).

Bekasi, Aktual.com – Satuan Brimob Polda Metro Jaya terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menggelar dapur lapangan di Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi Kota.

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu warga yang terdampak banjir agar tetap mendapatkan asupan makanan, terutama selama bulan Ramadan.

Dalam aksi kemanusiaan ini, tim dapur lapangan Brimob Metro Jaya memasak dan menyalurkan makanan siap santap kepada masyarakat, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Sahur Bersama Warga, Sebanyak 108 porsi makanan yang terdiri dari nasi, mie, dan telur disiapkan dan dibagikan kepada warga yang melaksanakan sahur.
  2. Penyediaan Makan Siang, Untuk warga yang tidak menjalankan ibadah puasa, dapur lapangan juga menyediakan makan siang guna memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi.
  3. Pembagian Bahan Makanan, Selain makanan siap saji, tim Brimob Metro Jaya juga membagikan bahan makanan berupa mie instan kepada warga terdampak Banjir.
  4. Buka Puasa Bersama, Sebanyak 300 porsi makanan disediakan untuk berbuka puasa bagi seluruh warga terdampak banjir. Dapur lapangan ini beroperasi selama 24 jam untuk membantu warga yang tengah berkonsentrasi membersihkan rumah dari sisa-sisa banjir.

“Brimob akan terus hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat dan memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari semangat kemanusiaan dan pengabdian Brimob untuk negeri,” ujar Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Gatot Mangkurat Putra, Kamis (6/3).

Antusiasme warga sangat terlihat ketika menerima makanan yang disediakan oleh tim Brimob Metro Jaya. Mereka merasa sangat terbantu di tengah kesibukan membersihkan rumah masing-masing akibat banjir.

Kehadiran dapur lapangan ini menjadi bukti nyata pengabdian Satuan Brimob Polda Metro Jaya dalam membantu masyarakat di masa-masa sulit.

Artikel ini ditulis oleh:

Sandi Setyawan

KPK Limpahkan Perkara Hasto Kristiyanto ke JPU

Tersangka kasus dugaan suap Hasto Kristiyanto tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK
Tersangka kasus dugaan suap Hasto Kristiyanto tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK

Jakarta, Aktual.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, telah melimpahkan barang bukti dan tersangka Hasto Kristiyanto ke jaksa penuntut umum (JPU) KPK untuk segera disidangkan.

“Pada hari ini, Kamis, tanggal 6 Maret 2025, telah dilaksanakan kegiatan pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepada penuntut umum untuk perkara tersangka HK,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (6/3).

Pelimpahan tersebut diketahui untuk dua perkara sekaligus, yakni dugaan suap dan dugaan perintangan penyidikan dalam perkara Harun Masiku.

Penyidik KPK pada Selasa, 24 Desember 2024, menetapkan dua orang tersangka baru dalam rangkaian kasus Harun Masiku, yakni Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (HK) dan advokat Donny Tri Istiqomah (DTI).

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkapkan bahwa HK mengatur dan mengendalikan DTI untuk melobi anggota KPU Wahyu Setiawan agar dapat menetapkan Harun Masiku sebagai calon anggota DPR RI terpilih dari Dapil Sumsel I.

HK juga diketahui mengatur dan mengendalikan DTI untuk aktif mengambil dan mengantarkan uang suap untuk diserahkan kepada Wahyu Setiawan melalui Agustiani Tio Fridelina.

Selain itu, penyidik KPK juga turut menetapkan Hasto sebagai tersangka dalam perkara perintangan penyidikan (obstruction of justice).

Atas penetapan status tersangka tersebut, Hasto kemudian mengajukan gugatan praperadilan, namun hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Djuyamto pada Kamis (13/2) menyatakan tidak dapat menerima gugatan praperadilan status tersangka Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Hakim mengabulkan eksepsi dari termohon (KPK), menyatakan permohonan praperadilan pemohon (Hasto) tidak dapat diterima dan membebankan biaya perkara kepada pemohon sejumlah nihil.

Artikel ini ditulis oleh:

Arie Saputra

Putusan Kasus Kredit Macet Ted Sioeng Ditunda, Ada Drama Baru Pekan Depan?

Sidang kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan terkait peminjaman kredit Rp 133 miliar di Bank Mayapada, dengan agenda pembacaan putusan terdakwa Ted Sioeng di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (5/3/2025). Aktual/HO

Jakarta, aktual.com – Putusan terhadap terdakwa pengemplang kredit Bank Mayapada Ted Sioeng ditunda hakim pengadilan negeri (PN) Jakarta Selatan. Penundaan dilakukan hingga Senin (10/3/2025), lantaran Ted tidak dapat hadir karena menjalani perawatan di Rumah Sakit Adhyaksa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pompy Polansky mengungkapkan, satu hari menjelang pembacaan putusan hari ini, Ted mengeluh nyeri dada dan meminta untuk dibawa ke rumah sakit.

“Setelah diperiksa dan dirawat oleh tim dokter, pihak rumah sakit mengeluarkan surat yang telah diserahkan. Ada indikasi ke arah jantung karena terdakwa memiliki riwayat penyakit tersebut,” ujar Jaksa Pompy kepada majelis hakim di ruang sidang 05 PN Jaksel, Rabu (5/3/2025) sore.

Lebih jauh dikatakan Jaksa, sejatinya berdasarkan rekomendasi tim dokter, Ted masih bisa mengikuti sidang pembacaan putusan secara daring.

“Tadi pagi, dokter spesialis jantung yang melakukan pemeriksaan menyampaikan kepada tim kami bahwa terdakwa saat ini bisa mengikuti persidangan secara online,” kata Pompy.

Ketua Majelis Hakim Fitrah Renaldo, lantas melihat kondisi Ted melalui Zoom, yang ditampilkan di layar televisi ruang sidang. Dari tayangan tersebut, Ted tampak meringkuk lemas di atas kasur, berselimut, dan kesulitan berkomunikasi.

Melihat kondisi itu, Hakim Fitrah berdiskusi dengan hakim lainnya sebelum akhirnya memutuskan menunda sidang hingga Senin (10/3/2025).

“Kita semua sudah menyaksikan (via Zoom). Beliau (Ted) sedang dirawat, jadi dengan ini majelis hakim memutuskan sidang ditunda untuk pembacaan putusan pada hari Senin,” ujar Hakim Fitrah.

Sementara itu, Legal Staff Bank Mayapada, Tony Aries, menduga Ted sengaja pura-pura sakit sehingga sidang pembacaan putusan di tunda oleh Majelis Hakim PN Jaksel. Padahal, kata Tony, tim dokter telah mengecek kondisi Ted masih bisa ikut sidang secara daring.

“Penundaan karena sakit hanya alasan dari Terdakwa untuk menunda putusan saja karena berdasarkan surat keterangan dokter dari RS Adyaksa Terdakwa hari ini dalam keadaan sehat walafiat,” ujar Tony usai sidang.

Menurut Tony, Ted yang diduga pura-pura sakit agar Majelis Hakim PN Jaksel iba melihat kondisinya dan dapat mengurangi hukuman terdakwa kasus penipuan itu.

“Terdakwa berupaya menunda agar vonis majelis hakim bisa dirubah padahal majelis hakim terlihat sudah ada putusan yg siap dibacakan pada hari ini,” ucap Tony.

Sebagai informasi, Ted Sieong dituntut hukuman penjara selama 3 tahun 10 bulan. Jaksa meyakini bahwa Ted terbukti melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP terkait peminjaman kredit di Bank Mayapada.

Ted dianggap terbukti melakukan penipuan dan penggelapan senilai Rp133 miliar terhadap PT Bank Mayapada Internasional Tbk.

Ted Sieong diketahui sempat menjadi buronan internasional dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Interpol melalui red notice. Kemudian Ted Sioeng tertangkap oleh Kepolisian di RRC dan selanjutya diserahkan ke Hubinter Polri sebagai tahanan buronan internasional POLRI.

Sepak Terjang Ted Sioeng

Dari penelusuran, diketahui juga kalau Ted bukanlah orang sembarang. Pada 1980-an Ted dikenal dengan nama Gatot Sundut. Hal ini merujuk dari Ted yang diduga kerap mengakali klaim asuransi dengan cara membakar aset atau menenggelamkan kapal yang ia miliki.

Aksi Ted Sioeng menjadi pergunjingan dan sampai ke telinga pemerintah Orde Baru. Alhasil, Gatot menjadi incaran aparat penegak hukum, karena dianggap meresahkan. Namun, Ted Sioeng yang lebih dahulu mengetahui bocoran mengenai rencana pemerintah kala itu, dan langsung melarikan diri ke luar negeri ke Amerika Serikat (AS).

Di AS, Ted kembali bermasalah. Banyak kasus hukum menderanya. Mulai dugaan pemalsuan rokok dan dugaan suap era Presiden Bill Clinton. Ia akhirnya dinyatakan persona non grata di AS, dan memilih untuk kabur ke China lewat Hong Kong dan Makau.

Meski sempat tertangkap, kedekatan dengan pejabat lokal membuat Ted aman di China. Ia kemudian kembali ke Indonesia dan memperoleh kewarganegaraan dengan nama Ted Sioeng

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Berita Lain