13 April 2026
Beranda blog Halaman 1016

KPK Didesak Usut Dugaan Korupsi Rp 278 Miliar Antara Foster Oil & Energy dan PT Migas Bekasi

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera membongkar dugaan praktik korupsi antara perusahaan asing asal Singapura, Foster Oil & Energy Pte. Ltd, dengan PT Migas Bekasi Jaya terkait pengelolaan Lapangan Migas Jatinegara yang dinilai merugikan keuangan negara hingga ratusan miliar rupiah.

Desakan ini disampaikan oleh Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (Kompak) bersama Center for Budget Analysis (CBA). Ketua Kompak, Gabriel Goa, mengingatkan bahwa pihaknya telah melaporkan kasus ini sejak 12 Oktober 2020 ke KPK, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas.

“Izma A. Bursman selaku Managing Director Foster Oil & Energy Pte. Ltd dan Dhan Akbar Siregar, mantan General Manager KSO, adalah pihak yang patut diduga bertanggung jawab atas kerugian negara yang mencapai sekitar Rp 278 miliar,” ungkap Gabriel.

Perusahaan asing tersebut disebut-sebut meraup keuntungan sebesar USD 348 ribu (sekitar Rp 5,1 miliar) per bulan di luar skema cost recovery. Bila dihitung selama masa produksi selama 54 bulan, maka total potensi kerugian negara mencapai USD 18,79 juta atau setara Rp 278,1 miliar.

Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menilai bahwa hingga kini kerja sama antara Foster Oil & Energy dengan PT Migas Bekasi masih menyimpan banyak kejanggalan dan patut disidik oleh KPK. Ia menyoroti ketidakseimbangan antara pemasukan perusahaan dan dividen yang diterima Pemkot Bekasi.

“Di tahun 2020 saja, pendapatan Foster Oil & Energy mencapai Rp 5,1 miliar per bulan, tapi anehnya, baru tahun ini PT Migas Bekasi hanya menyetor Rp 300 juta sebagai dividen ke kas daerah,” ujarnya, Selasa (22/7/2025).

Uchok mempertanyakan ke mana aliran dana miliaran rupiah tersebut. Menurutnya, ketidakterbukaan pihak perusahaan dan lemahnya pengawasan dari pemerintah daerah menjadi faktor utama dugaan kebocoran keuangan negara.

“Apalagi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono malah menyatakan bahwa persoalan hukum antara Foster Oil & Energy dengan PT Migas sudah selesai dan bangga dividen Rp 300 juta bisa disetor ke PAD. Ini jelas membingungkan publik,” kata Uchok.

CBA menegaskan bahwa KPK harus segera turun tangan dengan memanggil semua pihak terkait, termasuk Managing Director Foster Oil & Energy yang baru, Apung Widadi, dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Rakyat Bekasi berhak tahu ke mana hasil sumber daya alam mereka mengalir. Jangan sampai sumber daya strategis dikuasai dan dinikmati oleh pihak asing, sementara rakyat hanya mendapat sisa-sisanya,” pungkas Uchok.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

KPK Usut Dugaan Korupsi Google Cloud, Nama Nadiem Makarim Mungkin Dipanggil

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim (kiri) usai menjalani pemeriksaan di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (23/6/2025). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/tom.

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan korupsi dalam pengadaan layanan Google Cloud di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Dalam pengusutan perkara ini, KPK membuka peluang untuk memanggil mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, guna memberikan keterangan terkait kasus tersebut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan pemanggilan Nadiem, menyatakan bahwa KPK akan meminta keterangan dari pihak-pihak.

“Tentu dalam prosesnya KPK akan melakukan permintaan keterangan kepada pihak-pihak yang diduga mengetahui dari konstruksi perkara tersebut,” ucapnya pada Selasa, (22/7).

Namun, Budi menegaskan bahwa kasus ini masih berada pada tahap penyelidikan dan belum meningkat ke penyidikan. Oleh karena itu, ia belum bersedia memaparkan rincian lebih lanjut mengenai proses yang sedang berjalan.

“Perkara ini belum naik ke penyidikan jadi belum bisa kami sampaikan secara detail jadi kita tunggu saja,” tuturnya.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, juga turut memberikan penjelasan. Ia menegaskan bahwa perkara Google Cloud ini merupakan kasus yang terpisah dari dugaan korupsi dalam pengadaan laptop Chromebook, yang ditangani oleh Kejaksaan Agung.

“Chromebook-nya sudah pisah, ada Google Cloud dan lain-lain bagian dari itu, ini masih lidik. Jadi saya belum bisa menyampaikan secara gamblang,” jelasnya, seperti dikutip pada Jumat, (18/7).

Sementara itu, kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek terjadi pada periode 2020–2022, saat Nadiem Makarim masih menjabat sebagai Menteri. Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung, Abdul Qohar, menyampaikan bahwa pengadaan laptop tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp9,3 triliun, yang berasal dari APBN dan Dana Alokasi Khusus (DAK), dan didistribusikan ke berbagai kabupaten/kota di Indonesia.

Pengadaan Chromebook tersebut merupakan bagian dari program digitalisasi pendidikan yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek di era Nadiem. Laptop-laptop itu ditujukan untuk digunakan oleh siswa-siswi yang berada di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Namun dalam pelaksanaannya, pengadaan laptop ini diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kejagung menyatakan bahwa 1,2 juta unit laptop yang dibeli berdasarkan arahan Mendikbudristek saat itu, ternyata tidak dapat digunakan secara optimal oleh guru maupun murid.

Atas dasar temuan tersebut, Kejaksaan Agung menetapkan empat tersangka, yakni:

– Sri Wahyuningsih (SW) – Direktur SD pada Ditjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek tahun 2020–2021, sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

– Mulyatsyah (MUL) – Direktur SMP pada Ditjen yang sama, periode 2020–2021.

– Ibrahim Arief (IBAM) – Konsultan perorangan untuk Rancangan Perbaikan Infrastruktur Teknologi Manajemen Sumber Daya Sekolah pada Kemendikbudristek.

– Jurist Tan (JT/JS) – Mantan Staf Khusus Mendikbudristek pada era Nadiem Makarim.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Subuh, Waktu Emas untuk Bertilawah, Disaksikan Malaikat dan Setara Pahala Haji

Ilustrasi Penghafal al-Qur'an

Jakarta, aktual.com – Al-Qur’an memang bisa dibaca kapan saja dan dalam keadaan suci. Namun, tahukah Anda bahwa waktu subuh menyimpan keistimewaan luar biasa untuk membaca kitab suci ini? Para ulama menyebut waktu ini sebagai “waktu yang disaksikan” – momen ketika langit dan bumi penuh keberkahan.

Salah satu ulama terkemuka, Syekh Dr. Aidh bin Abdullah al-Qarni, dalam bukunya Durus al-Syaikh Aidh al-Qarni, menekankan pentingnya membaca Al-Qur’an pada waktu subuh. Anjuran ini selaras dengan sabda Rasulullah SAW yang menegaskan bahwa shalat subuh adalah momen berkumpulnya para malaikat siang dan malam.

يتعاقبون فيكم ملائكة بالليل، وملائكة بالنهار، ويجتمعون في صلاة الفجر وصلاة العصر، ثم يعرج الذين باتوا فيكم، فيسألهم ربهم -وهو أعلم بهم: كيف تركتم عبادي؟ فيقولون: تركناهم وهم يصلون، وأتيناهم وهم يصلون

“Dan para malaikat malam dan para malaikat siang akan berkumpul dalam shalat subuh.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah)

Karena itu, Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk memperpanjang bacaan Al-Qur’an dalam shalat subuh. Ayat-ayat suci yang dilantunkan saat itu tak hanya mengalirkan pahala, tapi juga disaksikan langsung oleh para malaikat.

Allah SWT berfirman:

اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوۡكِ الشَّمۡسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيۡلِ وَقُرۡاٰنَ الۡـفَجۡرِ‌ؕ اِنَّ قُرۡاٰنَ الۡفَجۡرِ كَانَ مَشۡهُوۡدًا

Artinya: “Laksanakanlah shalat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula shalat) subuh. Sungguh, shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS al-Isra: 78)

Dalam kitab Limaadza Nusholli, Muhammad al-Muqoddam menjelaskan bahwa yang dimaksud “Qur’an al-Fajri” dalam ayat ini adalah bacaan Al-Qur’an dalam waktu shalat subuh. Inilah yang menjadi sebab utama keutamaan bertadarus saat fajar menyingsing.

Bahkan, setelah menunaikan shalat subuh, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berzikir hingga matahari terbit. Beliau menjanjikan pahala luar biasa bagi yang melakukannya:

من صلى الفجر في جماعة، ثم قعد يذكر الله تعالى حتى تطلع الشمس، ثم صلى ركعتين، كانت له كأجر حجة وعمرة تامة تامة تامة

“Siapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian duduk, berzikir sampai matahari terbit, lalu shalat dua rakaat, itu seperti pahala haji dan umrah.” (HR at-Tirmidzi dari Anas bin Malik)

Jadi, membaca Al-Qur’an di waktu fajar bukan hanya memberi ketenangan jiwa, tapi juga membawa pahala luar biasa, setara dengan ibadah haji dan umrah—amal yang diimpikan banyak orang.

Tak hanya itu, membaca Al-Qur’an juga merupakan bentuk zikir terbaik. Bahkan satu huruf yang kita baca akan berbalas pahala berkali lipat. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ ألم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ 

“Siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah, ia akan mendapatkan satu kebaikan yang nilainya sama dengan sepuluh kali lipat ganjaran. Aku tidak mengatakan ‘الٓمّٓ’ itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf. (HR Tirmidzi)

Namun tentu, bacaan Al-Qur’an harus dilakukan dengan penuh adab: pelan, tartil, dan sesuai dengan tajwid. Ibnu Mas’ud memberi nasihat:

“Janganlah kalian membaca Al-Qur’an seperti memungut buah kurma satu per satu, dan jangan pula membacanya seperti membaca syair dengan cepat. Berhentilah pada keajaiban-keajaiban ayatnya, resapilah maknanya, dan jangan jadikan perhatian kalian hanya sekadar mencapai akhir surah.”

Maka, subuh bukan hanya waktu untuk membuka hari, tapi juga membuka pintu-pintu pahala dari langit. Mari jadikan waktu subuh sebagai ladang ibadah yang paling berharga, dengan membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan meneguhkan hati dalam cahaya-Nya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

BNPB Tambah Armada dan Lanjutkan OMC Tahap Tiga Percepat Penanganan Karhutla di Riau

Foto udara kebakaran lahan di Kabupaten Rokan Hilir, Riau. ANTARA/HO-BNPB.

Jakarta, aktual.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah armada helikopter dan melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap tiga untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.

Kepala BNPB Suharyanto di Jakarta, Senin (21/7), mengatakan bahwa seluruh kabupaten/kota di Riau telah terdampak karhutla hingga 20 Juli 2025, sehingga respons terpadu harus segera diperkuat di lapangan.

BNPB mencatat saat ini karhutla secara merata melanda 12 kabupaten/kota di Riau, jumlah luas lahan yang terbakar tertinggi di Kampar dan Bengkalis yang melampaui 100 hektare, kemudian Kabupaten Rokan Hilir, Siak hingga Indragiri Hilir lebih dari 50 hektare.

“Heli patroli dan water bombing ditambah, hari Rabu akan kami masukan. Mudah-mudahan ini bisa membantu, terutama jika OMC tidak menemukan awan hujan yang cukup,” kata dia.

BNPB menambah heli patroli dari satu menjadi dua unit dan helikopter penyiraman air dari udara (water bombing) menjadi lima unit. Langkah ini menyusul perkembangan titik api yang makin meluas di lahan gambut dan kawasan terbuka.

OMC tahap tiga dimulai sejak Senin (21/7) dan direncanakan berlangsung selama lima hari ke depan. Hasil sementara menunjukkan telah turun hujan ringan di beberapa wilayah seperti Indragiri Hilir, Kuala Kampar, Siak, Batang Cenaku, dan Bangkinang.

“Curah hujan masih kecil karena sangat bergantung pada pertumbuhan awan. Tapi kami harap ini membantu membasahi lahan dan mencegah api meluas,” ujarnya.

Selain memperkuat armada udara, BNPB juga mendistribusikan peralatan pemadaman tambahan bagi pasukan darat seperti pompa air, portable water tank, alat bantu pernapasan, motor karhutla, serta pelindung diri.

Personel dari Korem 031/Wira Bima dan Polda Riau turut diterjunkan untuk mendukung pemadaman bersama Manggala Agni Kementerian Kehutanan di Riau.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

DPR Minta BPOM Agar Tingkatkan Inspeksi Guna Cegah Peredaran Obat Berbahaya

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher. ANTARA/HO-DPR RI

Jakarta, aktual.com – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar meningkatkan inspeksi secara berkala guna mencegah peredaran obat berbahaya di tengah masyarakat.

“BPOM tidak boleh hanya reaktif karena adanya kasus. Pengawasan proaktif dan inspeksi berkala harus ditingkatkan,” kata Netty dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (22/7).

Menurut dia, BPOM perlu meningkatkan pengawasan secara berlapis, mulai dari produsen, pemasok bahan baku, hingga jalur distribusi.

Hal tersebut dia sampaikan untuk menanggapi temuan BPOM terkait dengan 15 produk obat bahan alam (OBA) mengandung bahan kimia obat (BKO) berbahaya, seperti sildenafil sitrat. Diketahui bahwa sildenafil adalah obat untuk mengatasi disfungsi ereksi atau impotensi dan juga dapat digunakan pada penderita hipertensi pulmonal. Penggunaannya harus dengan pengawasan dokter.

Selain meningkatkan pengawasan dan inspeksi, Netty juga mengingatkan pentingnya peningkatan literasi kepada masyarakat agar cermat dalam membeli produk herbal. Masyarakat, kata dia, perlu diedukasi agar tidak mudah tergiur iklan yang menjanjikan hasil instan.

“Masyarakat juga perlu diberi literasi agar lebih cermat sebelum membeli produk herbal,” kata dia.

Berikutnya, Netty mengingatkan bahwa penggunaan bahan kimia, seperti sildenafil tanpa pengawasan medis bisa berdampak serius pada kesehatan, bahkan berujung pada kematian.

“Bahan kimia seperti sildenafil hanya boleh digunakan atas resep dokter dan dengan pengawasan ketat. Jika disalahgunakan dalam produk herbal tanpa izin, ini jelas pelanggaran hukum dan etika kesehatan,” kata dia.

Netty lantas mendukung langkah BPOM yang telah menarik dan memusnahkan produk-produk tersebut dari pasaran serta menindak pelaku usaha yang terlibat.

Namun ia menilai, langkah jangka panjang harus diarahkan pada penguatan sistem sertifikasi, pelabelan yang transparan, dan koordinasi lintas lembaga untuk perlindungan konsumen.

“Kesehatan publik tidak boleh dikorbankan karena ambisi bisnis. Saya mendorong BPOM, Kemenkes, dan stakeholder terkait untuk membuat sistem yang tidak memberi celah bagi pelaku usaha yang curang,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Dekat dengan PDIP, Guntur Romli: Pak Prabowo Seperti Adik Ibu Megawati

Politikus PDI Perjuangan H. Mohamad Guntur Romli. (Masuki M. Astro)

Jakarta, aktual.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa relasi antara Partai Gerindra dan PDIP diibaratkan seperti hubungan antara saudara kandung. Hal ini mendapat tanggapan dari politikus PDIP Guntur Romli, yang menyebut bahwa Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDIP memang memiliki kedekatan dengan Prabowo.

“Pernyataan itu untuk menunjukkan Pak Prabowo sebagai pengagum Bung Karno, kedekatan Pak Prabowo dengan Ibu Megawati dan Gerindra dengan PDI Perjuangan yang sama-sama partai nasionalis,” kata Guntur kepada wartawan, Selasa (22/7).

Menurut Guntur, Megawati sebagai Presiden kelima RI telah menganggap Prabowo layaknya adik sendiri. Ia juga menegaskan bahwa hubungan antara Prabowo dan PDIP berjalan harmonis.

“Juga hubungan baik dengan Ibu Megawati, bahwa Pak Prabowo sebagai adik Ibu Megawati. Hubungan Pak Prabowo dengan PDI Perjuangan akan tetap baik-baik saja,” jelas dia.

Kendati demikian, Guntur menegaskan bahwa hingga saat ini PDIP masih berada di luar pemerintahan yang dipimpin Prabowo. Keputusan terkait arah politik partai, menurutnya, akan ditentukan dalam forum resmi partai.

“Namun posisi PDI Perjuangan sampai saat ini berada di luar pemerintahan, kalau pun ada perubahan biasanya akan diputuskan di Kongres,” tutur dia.

Baca juga: Prabowo: PDIP dan Gerindra Seperti Kakak Adik, Bung Karno Milik Kita Semua

Pernyataan Prabowo tentang kedekatan Gerindra dan PDIP disampaikan dalam acara peluncuran Koperasi Desa Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, ia mengibaratkan hubungan kedua partai seperti saudara kandung.

Prabowo juga sempat mengutip semangat Bung Karno mengenai kesejahteraan rakyat. Kepada Ketua DPR RI Puan Maharani yang hadir saat itu, Prabowo menyampaikan bahwa Bung Karno adalah milik seluruh bangsa Indonesia.

“Nyuwun sewu, Mbak Puan, Bung Karno bapak saya juga,” kata Prabowo di Klaten, Senin (21/7).

Sebagai Ketua Umum Gerindra, Prabowo juga melontarkan candaan bahwa dirinya memiliki semangat marhaenisme. Candaan tersebut disambut tawa para elite PDIP yang hadir, seperti Bambang Pacul (Wakil Ketua MPR RI) dan Utut Adianto (Ketua Komisi I DPR).

“Mungkin kalau dipotong ini (menunjuk dadanya, red), yang keluar marhaen juga ini,” ujar Prabowo.

Lebih lanjut, ia kembali menegaskan kedekatan Gerindra dan PDIP, seraya menyentil sistem demokrasi ala Barat yang menurutnya tidak memungkinkan semua pihak berada dalam koalisi yang sama.

“Sebenernya PDIP sama Gerindra kakak adik ini. Tapi bener, kita ini karena apa ya, demokrasi kita kan diajarkan oleh negara barat jadi nggak boleh koalisi satu itu, memang bener, harus ada yang di luar. Ngoreksi kita, gitu, ngoreksi. Tapi, ya… sedulur,” kata Prabowo.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain