13 April 2026
Beranda blog Halaman 1015

Koalisi Bayangan Mengintai! Mega–Prabowo Diisukan Main Dua Kaki di Pusat Kekuasaan

Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Bentangan, Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025). Presiden Prabowo Subianto meresmikan kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dipusat kan di Klaten. Aktual/TIM MEDIA PRABOWO SUBIANTO

Jakarta, Aktual.com – Di balik senyum dan kalimat manis yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto soal hubungan “kakak-adik” antara Partai Gerindra dan PDIP, tercium aroma manuver politik tingkat tinggi.

Pernyataan yang tampak sederhana itu, kini mengundang beragam tafsir tajam. Apakah ini kode halus untuk membangun koalisi bayangan di tengah pemerintahan baru?

Ketua DPP PDIP Said Abdullah dengan tegas membantah tafsir bahwa pernyataan Prabowo adalah ajakan resmi untuk PDIP masuk ke lingkar kekuasaan. Namun justru di situlah sinyal politik mencuat. Klarifikasi Said justru memunculkan dugaan: apakah PDIP sedang memainkan politik dua kaki—di dalam dan di luar kekuasaan?

“Yang pertama itu menunjukkan bahwa hubungan Presiden dan Ibu Ketua Umum itu melebihi arti seorang sahabat,” kata Said di kompleks parlemen, Selasa (22/7/2025).

“Kalau Presiden menyampaikan itu di depan Ketua DPR, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi Presiden.”

Baca juga: Prabowo: PDIP dan Gerindra Seperti Kakak Adik, Bung Karno Milik Kita Semua
Baca juga: Dekat dengan PDIP, Guntur Romli: Pak Prabowo Seperti Adik Ibu Megawati

Namun yang menarik bukan pada apresiasi Said, melainkan pada ketegasan yang justru menolak tafsir lebih jauh. Ia meminta publik tidak membacanya sebagai sinyal untuk bergabung ke pemerintahan. Padahal, dalam dunia politik, justru pernyataan yang “tidak dimaksudkan apa-apa” sering kali mengandung banyak makna.

Koalisi Bayangan? PDIP Mainkan Kartu Oposisi Lunak

Kubu internal PDIP disebut tengah terbelah dalam menyikapi manuver politik pasca Pilpres 2024. Satu sisi ingin bertahan sebagai oposisi murni, sisi lain melihat celah strategis untuk menjalin akses informal ke lingkar dalam kekuasaan melalui “hubungan personal” Megawati–Prabowo dan Puan–Prabowo.

“Itu bukan kode. Itu bukan ajakan. Jangan dimaknai begitu, Maknanya adalah modal dasar persatuan bangsa,” kata Said.

Pernyataan yang ambigu ini kian menegaskan satu hal: PDIP tak ingin buru-buru masuk ke kabinet, namun juga tak ingin sepenuhnya ditinggal dari pengaruh kekuasaan. Inilah yang disebut sejumlah analis sebagai politik dua jalur: tetap di luar, namun punya akses dalam.

Sumber Aktual.com menyebut, dalam lingkar elite, komunikasi informal antara Prabowo dan Megawati berjalan mulus. Beberapa pertemuan yang tidak dipublikasikan antara perwakilan PDIP dan Gerindra bahkan disebut sudah berlangsung sejak hasil resmi Pilpres diumumkan.

Prabowo Kirim Kode Keras di Klaten, Seret Nama Bung Karno

Sumber panas ini mencuat usai Prabowo dalam pidato peluncuran Koperasi Desa Merah Putih di Klaten (21/7) menyebut Bung Karno sebagai “bapaknya juga” di hadapan Puan Maharani. Sebuah pernyataan yang tidak hanya menyentuh secara historis, tetapi juga membangun kedekatan psikologis dan politik dengan trah Soekarno.

“Nyuwun sewu, Mbak Puan, Bung Karno bapak saya juga,” ujar Prabowo sambil menyentuh hati politikus PDIP yang hadir.

Tak cukup sampai di situ, Prabowo bahkan menyebut hubungan PDIP dan Gerindra seperti saudara kandung. Pernyataan ini dilempar dalam konteks kritik terhadap sistem politik ala Barat yang membagi tegas antara oposisi dan pemerintah. “Sedulur,” kata Prabowo. Saudara.

Pernyataan Prabowo ini memicu spekulasi: apakah PDIP sedang mempersiapkan diri masuk ke pemerintahan lewat pintu belakang?

Said sendiri berkali-kali menolak pendekatan transaksional, namun justru itu menjadi sorotan. Dalam politik, apa yang ditolak keras seringkali justru adalah apa yang sedang dibangun diam-diam.

“Itulah problem kita, cara pandang selalu transaksional,” ujarnya.
“Presiden dengan tulus menyampaikan kakak beradik, jangan ditafsirkan macam-macam.”

Namun, publik menilai justru dari situlah potensi arah baru muncul. Ketika PDIP tidak ingin diartikan sedang didekati, bisa jadi karena proses itu sudah berjalan di balik layar.

Analisis: PDIP dan Gerindra Menuju Reunifikasi Politik?

Sejumlah pengamat menyebut narasi “kakak-adik” merupakan bagian dari soft diplomacy Prabowo untuk memperluas basis legitimasi kekuasaan di periode awal pemerintahannya. Dengan merangkul PDIP secara moral dan historis, Prabowo berpotensi mematikan oposisi kritis dari dalam.

Sementara itu, PDIP sedang melakukan rebranding oposisi: tidak frontal, tapi tetap punya daya tawar. Posisi Ketua DPR yang dipegang Puan menjadi jembatan strategis antara “dalam pemerintahan” dan “luar kabinet”.

Apakah ini akan berakhir dengan reshuffle kabinet dan masuknya nama-nama PDIP ke kursi menteri? Atau justru menjadi alat tekan terhadap partai-partai pengusung utama Prabowo yang kini dominan di kabinet?

Penutup: PDIP-Gerindra, Koalisi Senyap atau Drama Kosmetik?

Di tengah santernya wacana perombakan kabinet, pernyataan “kakak-adik” antara PDIP dan Gerindra bukanlah kalimat kosong. Ia bisa menjadi kunci pembuka skenario besar rekonsiliasi politik, atau sebaliknya, menjadi bagian dari permainan citra yang dikendalikan elite untuk menavigasi badai politik pasca pilpres.

Apakah bangsa ini sedang menyaksikan babak baru koalisi raksasa? Atau PDIP sedang memainkan strategi oposisi lunak demi bertahan di pusaran kekuasaan? Hanya waktu dan peta reshuffle yang bisa menjawab

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

BNN Gandeng BSI, Perang Melawan Narkoba Masuk Babak Baru: Indonesia Bersinar Tak Sekadar Slogan!

Jakarta, Aktual.com – Perang melawan narkoba kini memasuki babak baru. Badan Narkotika Nasional (BNN) resmi menggandeng PT Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilakukan di Jakarta, Senin (21/7). Kolaborasi ini bukan hanya simbolis, melainkan penguatan strategis dalam mendukung gerakan nasional Indonesia Bersinar—Bersih dari Narkoba.

PKS diteken oleh Sekretaris Utama BNN Irjen Pol. Tantan Sulistyana dan Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna. Kerja sama ini mencakup pemanfaatan layanan dan produk perbankan berbasis syariah dalam mendukung langkah konkret pencegahan serta pemberantasan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika (P4GN).

“Narkoba bukan hanya persoalan kriminal, ini sudah menjadi ancaman eksistensial bangsa!” tegas Irjen Tantan dalam pernyataannya, Selasa (22/7).

Jalur Laut Jadi Akar Masalah, Sindikat Internasional Mengintai
Tantan membeberkan bahwa Indonesia kini berada dalam tekanan lintas kawasan. Gelombang narkoba terus membanjiri wilayah Tanah Air dari tiga poros sentra produksi global: Golden Triangle (Myanmar, Thailand, Laos), Golden Crescent (Afghanistan, Iran, Pakistan), dan Golden Peacock (Amerika Selatan). Jalur laut menjadi pintu masuk utama peredaran gelap yang kian sulit dipantau.

Laporan World Drug Report 2023 mencatat 296 juta orang terjerat narkoba secara global. Di Indonesia, angka penyalahgunaan narkoba mencapai 3,3 juta jiwa, mayoritas di antaranya berusia produktif (15–49 tahun), menurut survei BNN 2023.

Lebih mengkhawatirkan, Indonesia bukan hanya target pasar, namun juga sudah dijadikan lumbung produksi. Terungkapnya laboratorium narkotika gelap (clandestine lab) di Bali, Banten, dan Jawa Barat mempertegas bahwa sindikat narkoba internasional telah menjadikan Indonesia sebagai titik strategis produksi.

Serangan Zat Baru: 172 NPS Gentayangan di Indonesia
Ancaman juga datang dari kemunculan Narkotika Jenis Baru atau New Psychoactive Substances (NPS) yang terus berevolusi. Hingga kini, BNN mencatat 172 jenis NPS telah beredar di Indonesia dari total 1.247 jenis yang terdeteksi dunia internasional. Artinya, Indonesia tak hanya darurat distribusi, tapi juga darurat varian narkotika!

Menghadapi kompleksitas itu, BNN tidak bisa berjalan sendiri. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi keniscayaan.

“Perang melawan narkoba adalah pekerjaan kolektif! Pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, hingga komunitas harus terlibat aktif,” tandas Tantan.

BSI Siap di Garis Depan, Sinergi Ekonomi Syariah dan Perang Narkoba
Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari Nota Kesepahaman antara Kepala BNN Komjen Pol. Marthinus Hukom dan Dirut BSI periode 2020–2024 Hery Gunardi, yang telah diteken 10 Juli lalu.

Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, menegaskan bahwa pihaknya akan menjadi mitra strategis BNN. Dukungan BSI akan diwujudkan dalam bentuk pemanfaatan layanan data, produk, hingga pengelolaan keuangan untuk mendukung program-program BNN di pusat dan daerah.

Anton memaparkan BSI telah mengelola dana giro dan payroll untuk 13 satuan kerja BNN provinsi dan satu di pusat, dengan portofolio gaji 970 rekening pegawai serta pembiayaan kepada 479 rekening. Tak hanya itu, BSI turut menawarkan sinergi dalam tiga pilar pertumbuhan: spiritual (pengelolaan dana haji dan umrah), sosial (zakat dan CSR), serta finansial (layanan perbankan syariah).

“BSI akan terus menjadi mitra tepercaya dalam misi negara memerangi kejahatan narkotika,” ujar Anton.

Secara performa, BSI mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 12,01 persen (YoY) dan laba naik 10,05 persen per Maret 2025. Artinya, bank syariah terbesar di Indonesia ini bukan hanya kuat secara ideologis, tetapi juga siap menopang secara struktural.

Indonesia Bersinar: Hanya Bisa Terwujud Lewat Kolaborasi Total
Penandatanganan ini menjadi bukti bahwa pencegahan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat, tapi memerlukan ekosistem dukungan—termasuk dari sektor keuangan nasional. Sinergi BNN dan BSI diharapkan menjadi langkah konkret menuju Indonesia yang benar-benar Bersinar, bukan hanya slogan belaka.

 

MU Dikabarkan Tertarik Bawa Emiliano Martinez dari Aston Villa

Kiper Aston Villa Emiliano Martinez. (X/@AVFCOfficial)

Jakarta, aktual.com – Manchester United dikabarkan tertarik memboyong Emiliano Martinez dari Aston Villa demi mengatasi situasi ketidakpastian di sektor penjaga gawang mereka.

Dilaporkan Daily Mail, Selasa (22/7), Martinez menjadi salah satu kiper incaran Manchester untuk mengisi spot penjaga gawang menyusul cedera hamstring yang bakal memaksa kiper utama Andre Onana absen pada awal musim Liga Inggris.

United sempat mempertimbangkan untuk mengajukan tawaran peminjaman terhadap Martinez, tetapi pihak mereka ragu Villa berkenan menerima tawaran tersebut. Terlebih Martinez awal musim panas ini membantah peluang untuk hijrah ke Liga Arab Saudi.

Villa dikabarkan membanderol Martinez, yang musim lalu baru diikat kontrak jangka panjang hingga 2029, dengan nominal 40 juta poundsterling.

Apabila United gagal menemui angka yang cocok dengan Villa untuk Martinez, mereka kabarnya juga tengah mempertimbangkan kiper Antwerp Senne Lammens sebagai opsi lain.

Ruben Amorim sejauh ini telah merekrut Matheus Cunha dan Bryan Mbuemo untuk memperkuat skuad United menyongsong musim baru. Selain itu mereka juga telah mendatangkan talenta muda asal Paraguay, Diego Leon.

United dijadwalkan memulai Liga Inggris 2025/26 dengan menjamu Arsenal di Old Trafford pada 17 Agustus 2025.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Awas Salah Ukur! Ini Panduan Cek Tekanan Darah di Rumah yang Benar Menurut Ahli Jantung

Ilustrasi Jantung/Antara
Ilustrasi Jantung/Antara

Jakarta, aktual.com – Memeriksa tekanan darah secara mandiri di rumah merupakan cara ampuh untuk menjaga kesehatan jantung terutama jika memiliki masalah kesehatan hipertensi atau kondisi kardiovaskular.

Ditulis laman Hindustan Times, Senin (21/7), ahli jantung mengatakan memeriksa tekanan darah mandiri juga harus dibekali dengan beberapa cara yang tepat agar hasil yang didapatkan akurat.

“Bagaimana kita memastikan pasien mendapatkan hasil terbaik? Persiapan, posisi lengan, dan faktor-faktor kecil lainnya dapat mengubah hasil tekanan darah Anda hingga 10 persen atau lebih,” kata Ahli jantung Danielle Belardo.

Danielle menjelaskan cara sederhana yang bisa menambah akurat hasil pemeriksaan tekanan darah di rumah dan menghindari kesalahan umum yang biasa terjadi.

Ia merekomendasikan menggunakan perangkat pengukur tekanan darah dengan model manset brakialis (lengan atas) karena lebih akurat daripada manset yang dipakai di pergelangan tangan.

“Ukuran manset penting – pastikan manset pas di lengan Anda untuk hasil pembacaan yang akurat,” katanya.

Pasangkan manset pada lengan atas, gulung lengan baju dan pasangkan manset sekitar satu inci di atas lipatan siku.​​​​​​​

Danielle juga mengatakan untuk menghindari perangkat manual (auskultasi), kecuali pasien atau penjaga memiliki keahlian membaca alat pengukur tekanan darah manual.

“Monitor otomatis lebih andal untuk penggunaan di rumah,” katanya.

Selain itu, gunakan alat pengukur tekanan darah yang memiliki monitor dengan memori agar bisa menyimpan hasil pembacaan atau menggunakan alat yang bisa terhubung ke ponsel melalui Bluetooth.

Hasil yang tersimpan dalam perangkat bisa di bawa ke klinik dokter atau apotek untuk membandingkan hasil pembacaannya dengan peralatan mereka di rumah sakit.

Selain itu, Danielle mengatakan sebelum memeriksa tekanan darah usahakan menghindari merokok, kafein, atau berolahraga 30 menit sebelumnya.

“Beristirahatlah dengan tenang selama 5 menit sebelum mengukur,” sarannya.

Saat memeriksa tekanan darah, pastikan juga untuk duduk dengan benar, dengan punggung tegak dan ditopang. Jaga agar kaki tetap rata di tanah, dan jangan menyilangkan kaki, dan letakkan lengan pada permukaan datar, jaga agar lengan atas sejajar dengan jantung.

Untuk membandingkan hasil pertama dan kedua, atur jarak pengambilan data sedikitnya satu menit.

“Ukur sekali pada pagi hari (sebelum minum obat) dan sekali pada malam hari (sebelum makan malam),” sarannya.

Melacak tekanan darah setiap hari, atau bahkan dua kali sehari jika disarankan, membantu dokter membuat keputusan perawatan yang lebih akurat.

Ini juga membantu membedakan antara hipertensi sejati, hipertensi terselubung, dan hipertensi “jas putih” atau jenis hipertensi labil yang terjadi ketika tekanan darah seseorang melonjak saat bertemu dengan tenaga medis tanpa ada kondisi medis tertentu.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

KPK Didesak Usut Dugaan Korupsi Rp 278 Miliar Antara Foster Oil & Energy dan PT Migas Bekasi

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera membongkar dugaan praktik korupsi antara perusahaan asing asal Singapura, Foster Oil & Energy Pte. Ltd, dengan PT Migas Bekasi Jaya terkait pengelolaan Lapangan Migas Jatinegara yang dinilai merugikan keuangan negara hingga ratusan miliar rupiah.

Desakan ini disampaikan oleh Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (Kompak) bersama Center for Budget Analysis (CBA). Ketua Kompak, Gabriel Goa, mengingatkan bahwa pihaknya telah melaporkan kasus ini sejak 12 Oktober 2020 ke KPK, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas.

“Izma A. Bursman selaku Managing Director Foster Oil & Energy Pte. Ltd dan Dhan Akbar Siregar, mantan General Manager KSO, adalah pihak yang patut diduga bertanggung jawab atas kerugian negara yang mencapai sekitar Rp 278 miliar,” ungkap Gabriel.

Perusahaan asing tersebut disebut-sebut meraup keuntungan sebesar USD 348 ribu (sekitar Rp 5,1 miliar) per bulan di luar skema cost recovery. Bila dihitung selama masa produksi selama 54 bulan, maka total potensi kerugian negara mencapai USD 18,79 juta atau setara Rp 278,1 miliar.

Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menilai bahwa hingga kini kerja sama antara Foster Oil & Energy dengan PT Migas Bekasi masih menyimpan banyak kejanggalan dan patut disidik oleh KPK. Ia menyoroti ketidakseimbangan antara pemasukan perusahaan dan dividen yang diterima Pemkot Bekasi.

“Di tahun 2020 saja, pendapatan Foster Oil & Energy mencapai Rp 5,1 miliar per bulan, tapi anehnya, baru tahun ini PT Migas Bekasi hanya menyetor Rp 300 juta sebagai dividen ke kas daerah,” ujarnya, Selasa (22/7/2025).

Uchok mempertanyakan ke mana aliran dana miliaran rupiah tersebut. Menurutnya, ketidakterbukaan pihak perusahaan dan lemahnya pengawasan dari pemerintah daerah menjadi faktor utama dugaan kebocoran keuangan negara.

“Apalagi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono malah menyatakan bahwa persoalan hukum antara Foster Oil & Energy dengan PT Migas sudah selesai dan bangga dividen Rp 300 juta bisa disetor ke PAD. Ini jelas membingungkan publik,” kata Uchok.

CBA menegaskan bahwa KPK harus segera turun tangan dengan memanggil semua pihak terkait, termasuk Managing Director Foster Oil & Energy yang baru, Apung Widadi, dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Rakyat Bekasi berhak tahu ke mana hasil sumber daya alam mereka mengalir. Jangan sampai sumber daya strategis dikuasai dan dinikmati oleh pihak asing, sementara rakyat hanya mendapat sisa-sisanya,” pungkas Uchok.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

KPK Usut Dugaan Korupsi Google Cloud, Nama Nadiem Makarim Mungkin Dipanggil

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim (kiri) usai menjalani pemeriksaan di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (23/6/2025). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/tom.

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan korupsi dalam pengadaan layanan Google Cloud di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Dalam pengusutan perkara ini, KPK membuka peluang untuk memanggil mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, guna memberikan keterangan terkait kasus tersebut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan pemanggilan Nadiem, menyatakan bahwa KPK akan meminta keterangan dari pihak-pihak.

“Tentu dalam prosesnya KPK akan melakukan permintaan keterangan kepada pihak-pihak yang diduga mengetahui dari konstruksi perkara tersebut,” ucapnya pada Selasa, (22/7).

Namun, Budi menegaskan bahwa kasus ini masih berada pada tahap penyelidikan dan belum meningkat ke penyidikan. Oleh karena itu, ia belum bersedia memaparkan rincian lebih lanjut mengenai proses yang sedang berjalan.

“Perkara ini belum naik ke penyidikan jadi belum bisa kami sampaikan secara detail jadi kita tunggu saja,” tuturnya.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, juga turut memberikan penjelasan. Ia menegaskan bahwa perkara Google Cloud ini merupakan kasus yang terpisah dari dugaan korupsi dalam pengadaan laptop Chromebook, yang ditangani oleh Kejaksaan Agung.

“Chromebook-nya sudah pisah, ada Google Cloud dan lain-lain bagian dari itu, ini masih lidik. Jadi saya belum bisa menyampaikan secara gamblang,” jelasnya, seperti dikutip pada Jumat, (18/7).

Sementara itu, kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek terjadi pada periode 2020–2022, saat Nadiem Makarim masih menjabat sebagai Menteri. Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung, Abdul Qohar, menyampaikan bahwa pengadaan laptop tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp9,3 triliun, yang berasal dari APBN dan Dana Alokasi Khusus (DAK), dan didistribusikan ke berbagai kabupaten/kota di Indonesia.

Pengadaan Chromebook tersebut merupakan bagian dari program digitalisasi pendidikan yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek di era Nadiem. Laptop-laptop itu ditujukan untuk digunakan oleh siswa-siswi yang berada di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Namun dalam pelaksanaannya, pengadaan laptop ini diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kejagung menyatakan bahwa 1,2 juta unit laptop yang dibeli berdasarkan arahan Mendikbudristek saat itu, ternyata tidak dapat digunakan secara optimal oleh guru maupun murid.

Atas dasar temuan tersebut, Kejaksaan Agung menetapkan empat tersangka, yakni:

– Sri Wahyuningsih (SW) – Direktur SD pada Ditjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek tahun 2020–2021, sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

– Mulyatsyah (MUL) – Direktur SMP pada Ditjen yang sama, periode 2020–2021.

– Ibrahim Arief (IBAM) – Konsultan perorangan untuk Rancangan Perbaikan Infrastruktur Teknologi Manajemen Sumber Daya Sekolah pada Kemendikbudristek.

– Jurist Tan (JT/JS) – Mantan Staf Khusus Mendikbudristek pada era Nadiem Makarim.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain