3 April 2026
Beranda blog Halaman 15

Jelang Penyesuaian BBM Non Subsidi, Eddy Soeparno Minta Pemerintah Antisipasi Migrasi ke Pertalite

Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Jelang pengumuman harga BBM Non Subsidi yang diperkirakan pada 1 April mendatang, Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno meminta pemerintah untuk mengantisipasi migrasi pengguna BBM Non-Subsidi ke Pertalite yang merupakan BBM subsidi.

Bagi Eddy Soeparno, migrasi ke BBM subsidi tanpa kontrol dari pemerintah justru akan membuat APBN semakin terbebani karena potensi subsidi energi yang tidak tepat sasaran.

“Saat ini adalah momentum untuk membenahi subsidi hanya kepada yang membutuhkan dan memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran kepada mereka yang berhak. Karena itu harus ada antisipasi yang komprehensif agar disparitas harga tidak menyebabkan migrasi ke BBM subsidi,” tegasnya.

Waketum PAN ini menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan dan distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran. Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Eddy telah mengingatkan bahwa kebijakan subsidi energi harus terus dibenahi agar tidak dinikmati oleh kelompok yang tidak berhak.

“Keadilan dalam distribusi energi adalah kunci. Subsidi harus benar-benar menyasar masyarakat yang tidak mampu dan membutuhkan dan tidak justru dinikmati oleh kelompok yang tidak berhak,” tegasnya.

Doktor Ilmu Politik UI ini juga memandang perlunya evaluasi terhadap mekanisme pemberian subsidi, dari subsidi ke produk menjadi subsidi kepada penerima langsung.

“Sebagai pimpinan Komisi Energi di DPR RI pada periode sebelumnya, kami melakukan simulasi pemberian subsidi BBM dan LPG 3 kg langsung kepada penerima subsidi berdasarkan pendataan yang lebih akurat. Jika usulan ini dilanjutkan maka kita bisa menghemat subsidi dan kompensasi energi secara signifikan, karena tidak ada lagi harga subsidi BBM dan LPG 3 kg di pasaran. Masyarakat penerima subsidi akan menerima langsung dana tunai untuk digunakan membeli BBM dan LPG berdasarkan harga pasar,”

Eddy juga mengingatkan bahwa setiap langkah reformasi kebijakan energi harus tetap mempertimbangkan aspek ketahanan fiskal dan daya beli masyarakat.

“Mengingat ruang fiskal kita terbatas, “right sizing” dan “right targetting” subsidi merupakan keharusan. Dengan demikian kebijakan energi ke depannya memiliki keseimbangan antara keberlanjutan fiskal dan perlindungan sosial,” tutup Anggota Komisi XII DPR RI ini.

Harga BBM Berpotensi Disesuaikan 1 April, Pemerintah Pertimbangkan Dampak Global dan Daya Beli

Sejumlah kendaraan antre pengisian BBM dalam perjalanan mudik lebaran 2024

Jakarta, aktual.com – Pemerintah diperkirakan akan melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mulai berlaku pada 1 April 2026 pukul 00.00 WIB.

Publik diminta untuk menunggu pengumuman resmi terkait kebijakan tersebut pada awal April, sebagaimana pola yang selama ini berlaku, di mana perubahan harga BBM umumnya dilakukan setiap awal bulan.

Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau laman resmi Pertamina guna mengetahui perkembangan harga BBM di masing-masing wilayah. Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah harga BBM, baik bersubsidi maupun non-subsidi, akan naik atau justru turun.

Ketidakpastian tersebut dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang menjadikan Selat Hormuz sebagai titik krusial dalam jalur perdagangan energi dunia. Ketegangan geopolitik di kawasan itu turut mendorong kenaikan harga minyak dalam beberapa waktu terakhir, yang berpotensi memengaruhi kebijakan dalam negeri.

Selain faktor global, mekanisme penetapan harga BBM juga mengacu pada formula dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang mempertimbangkan harga acuan, nilai tukar rupiah, serta komponen pajak.

Pada periode Februari hingga Maret 2026, sejumlah BBM non-subsidi telah mengalami kenaikan harga. Pertamax naik dari Rp11.800 menjadi Rp12.300 per liter, Pertamax Green (RON 95) dari Rp12.450 menjadi Rp12.900, serta Pertamax Turbo dari Rp12.700 menjadi Rp13.100 per liter.

Sementara itu, Dexlite naik dari Rp13.250 menjadi Rp14.200 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp13.500 menjadi Rp14.500 per liter. Di sisi lain, BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar masih dipertahankan masing-masing di angka Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

Lonjakan harga minyak dunia yang telah menembus 100 dolar AS per barel mulai memberi tekanan terhadap harga BBM dalam negeri, khususnya jenis non-subsidi. Kondisi ini dipandang sebagai konsekuensi dari meningkatnya tensi geopolitik global, terutama konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Ekonom Universitas Airlangga (Unair), Wisnu Wibowo, menjelaskan bahwa penentuan harga BBM non-subsidi memang mengikuti dinamika pasar internasional, termasuk acuan Mean of Platts Singapore (MOPS).

“Kenaikan harga BBM non-subsidi dinilai sebagai konsekuensi logis karena skema penetapannya mengikuti harga pasar internasional,” kata Wisnu Wibowo kepada awak media, Senin (30/3/2026), dilansir dari WartaKota.

Wisnu memperkirakan kenaikan harga BBM non-subsidi masih berada dalam kisaran moderat.

“Kenaikan BBM nonsubsidi saya prediksi masih di bawah 10 persen, sekitar 5 sampai 10 persen,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa fluktuasi harga acuan dan nilai tukar membuat penyesuaian harga menjadi hal yang wajar dalam sistem pasar.

“Variabel harga acuan dan kurs saat ini sangat dinamis, sehingga wajar jika terjadi penyesuaian harga di tingkat eceran,” jelasnya.

Wisnu juga menuturkan bahwa badan usaha memiliki kewenangan untuk menentukan harga jual BBM non-subsidi dengan tetap melaporkan kepada pemerintah, sehingga harga lebih mencerminkan kondisi pasar sekaligus mendorong konsumsi energi yang lebih rasional.

Di sisi fiskal, kenaikan harga minyak dunia juga memberi tekanan terhadap APBN. Setiap kenaikan 1 dolar AS harga minyak berpotensi menambah beban negara hingga Rp6,7 triliun.

Meski demikian, pemerintah diperkirakan akan berhati-hati dalam mengambil keputusan, terutama terkait BBM bersubsidi, yang selama ini menjadi penopang daya beli masyarakat.

Di kawasan Asia Tenggara, sejumlah negara telah lebih dulu menaikkan harga BBM sejak akhir Februari 2026. Negara seperti Thailand dan Vietnam mengalami kenaikan lebih tajam karena mengikuti mekanisme pasar penuh, sementara Malaysia relatif mampu menahan kenaikan berkat subsidi besar.

Singapura, yang tidak memberikan subsidi dan menerapkan pajak energi tinggi, mencatat harga BBM tertinggi di kawasan.

Dalam konteks ini, posisi Indonesia dinilai masih relatif stabil. Kenaikan BBM non-subsidi tergolong moderat, sementara BBM bersubsidi tetap menjadi instrumen utama untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

KPK Ungkap Peran Ismail Adham dan Asrul Taba dalam Skandal Kuota Haji, Diduga Raup Puluhan Miliar

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan Direktur Operasional Maktour Ismail Adham (ISM) dan Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Aziz Taba (ASR) aktif minta kuota haji tambahan pada tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan Ismail dan Asrul aktif meminta hal tersebut bersama Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU) Fuad Hasan Masyhur (FHM).

“ISM dan ASR bersama-sama dengan FHM serta pihak-pihak lainnya melakukan pertemuan dengan saudara YCQ dan IAA dengan maksud meminta penambahan kuota haji khusus yang melebihi ketentuan delapan persen sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Hingga dalam prosesnya dilakukan pembagian kuota haji reguler dan khusus dengan skema 50 persen sama,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (30/3).

Selain itu, dia mengatakan Ismail dan Asrul bersama-sama dengan Kemenag mengatur pengisian kuota haji khusus tambahan bagi perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Maktour, sehingga mendapatkan kuota haji dengan skema percepatan keberangkatan atau T0.

“T0 itu, jadi yang daftar dan berangkat di tahun yang sama. Jadi, tidak ada menunggunya, sehingga itu bayarannya menjadi lebih mahal,” jelasnya.

Oleh sebab itu, KPK menduga Ismail memberikan 30.000 dolar Amerika Serikat kepada Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex selaku Staf Khusus Menteri Agama pada saat itu, serta 5.000 dolar AS dan 16.000 riyal Arab Saudi kepada Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief.

KPK menduga Maktour kemudian meraih untung secara tidak sah hingga Rp27,8 miliar.

Sementara untuk Asrul, KPK menduga yang bersangkutan memberikan 406.000 dolar AS kepada Gus Alex.

“Atas pemberian itu, delapan penyelenggara ibadah haji khusus yang terafiliasi dengan tersangka ASR memperoleh keuntungan tidak sah pada 2024 dengan total sebesar Rp40,8 miliar,” kata Asep.

Adapun baik Ismail maupun Asrul memberikan uang kepada Gus Alex dan Hilman karena sebagai representasi Yaqut Cholil Qoumas selaku Menag pada saat itu.

Sebelumnya, pada 9 Agustus 2025, KPK mulai menyidik kasus dugaan korupsi terkait kuota haji untuk Indonesia tahun 2023–2024.

KPK pada 9 Januari 2026 mengumumkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex selaku staf khusus Yaqut sebagai tersangka kasus tersebut.

Sementara Fuad Hasan Masyhur selaku pemilik biro penyelenggara haji Maktour tidak dijadikan sebagai tersangka, meski sempat dicekal ke luar negeri.

Pada 27 Februari 2026, KPK mengumumkan telah menerima audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengenai kerugian keuangan negara akibat kasus kuota haji.

Kemudian pada 4 Maret 2026, KPK mengumumkan kerugian keuangan negara akibat kasus tersebut mencapai Rp622 miliar.

Pada 12 Maret 2026, KPK menahan Yaqut Cholil di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Kemudian pada 17 Maret 2026, KPK menahan Gus Alex di Rutan Cabang Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK.

Pada tanggal yang sama, keluarga Yaqut Cholil memohon kepada KPK agar mantan Menag tersebut menjadi tahanan rumah. KPK kemudian mengabulkan permohonan itu dan Yaqut menjadi tahanan rumah sejak 19 Maret 2026.

Pada 23 Maret 2026, KPK mengumumkan sedang memproses pengalihan penahanan Yaqut Cholil dari tahanan rumah menjadi tahanan rutan kembali. Pada 24 Maret 2026, Yaqut resmi menjadi tahanan Rutan KPK.

Pada 30 Maret 2026, KPK mengumumkan dua tersangka baru pada kasus tersebut. Mereka adalah Direktur Operasional Maktour Ismail Adham, dan Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Aziz Taba.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

KPK Ungkap Kerugian Negara Rp622 Miliar dalam Kasus Kuota Haji, Libatkan Ratusan Travel

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi Asep Guntur Rahayu memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (5/11/2025). ANTARA/Rio Feisal
Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi Asep Guntur Rahayu memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (5/11/2025). ANTARA/Rio Feisal

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap kerugian keuangan negara dalam kasus dugaan penyimpangan kuota haji mencapai Rp622 miliar. Angka tersebut disampaikan Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, yang menjelaskan sumber perhitungan berasal dari distribusi kuota kepada ratusan penyelenggara perjalanan ibadah haji khusus di Indonesia.

Asep mengatakan, nilai kerugian negara dihitung dari pembagian kuota yang melibatkan lebih dari 300 travel penyelenggara haji. Ia menyebut bahwa kuota yang dialokasikan tidak sesuai dengan porsi yang seharusnya diberikan kepada jemaah haji reguler.

“Jadi kerugian negara dalam kasus kuota haji sebesar Rp622 miliar itu diperoleh dari sekitar 300-an travel penyelenggara haji yang ada di Indonesia. Mereka ini yang menperoleh bagian ya dari 50 persen itu,” kata Asep, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, dari total kuota yang seharusnya diberikan kepada jemaah reguler, terdapat pengurangan yang tidak semestinya. Dalam perhitungan tersebut, kuota awal sekitar 10 ribu dikurangi porsi sah sebesar 8 persen, sehingga tersisa sekitar 8.400 kuota yang semestinya dialokasikan untuk jemaah haji reguler.

“Ini 8.400 kuota yang seharusnya diberikan kepada jemaah haji reguler dan kemudian karena diputuskan 50 persen menjadi masuk ke kuota haji khusus,” ujarnya.

Menurut dia, kuota tersebut kemudian terdistribusi kepada lebih dari 300 travel penyelenggara haji. Dari proses inilah muncul angka kerugian negara yang saat ini masih dalam pendalaman lebih lanjut oleh auditor.

Asep menegaskan, perhitungan final terkait kerugian negara akan menjadi kewenangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ia berharap perkara tersebut dapat segera dilimpahkan ke persidangan agar metode perhitungan dapat diuji secara terbuka.

“Nanti di persidangan bisa lebih jelas lagi bagaimana metodologi penghitungannya dan dari mana saja bisa ketemu angka Rp622 miliar seperti itu,” kata dia.

Dalam penanganan perkara ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Dua di antaranya ditetapkan lebih awal, sementara dua lainnya ditetapkan pada perkembangan terbaru penyidikan.

Sebelumnya KPK telah menetapkan Menteri Agama periode 2020-2024 Yaqut Cholil Qoumas dan mantan Staf Khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Aziz atau Gus Alex. Sedangkan, dua tersangka baru adalah Ismail Adham selaku Direktur Operasional PT Makassar Toraja atau Maktour dan Asrul Azis Taba selaku Komisaris PT Raudah Eksati Utama sekaligus Ketua Umum Asosiasi Kesthuri.

Asep menyebut para tersangka dijerat dengan pasal yang berkaitan dengan kerugian keuangan negara. “Jadi ini kan yang dipersangkakan untuk 4 orang karena yang duluan sudah 2 orang dan yang hari ini 2 orang itu menggunakan pasal 2, pasal 3 atau pasal 603, 604 di undang-undang nomor 1 tahun 2023 tentang KUH pidana itu tentunya yang dipersangkannya ya sama pasal 2, pasal 3,” ujarnya.

Ia menilai penggunaan pasal tersebut memiliki cakupan lebih luas karena mengandung unsur kerugian keuangan negara. Selain itu, pendekatan hukum dalam perkara ini juga diarahkan pada pemulihan aset negara.

“Penggunaan pasal 2, pasal 3 itu ada unsur pasal kerugian keuangan negara sedangkan rejim dari undang-undang anti-korupsi di negara kita ini itu lebih berpihak kepada asset recovery bagaimana negara dengan politik hukumnya itu bisa mengembalikan kerugian keuangan negara yang diambil secara tidak sah atau melawan hukum oleh para koruptor,” kata Asep.

KPK menekankan bahwa pemulihan aset menjadi bagian penting dalam penanganan perkara ini. Aset yang berhasil dikembalikan nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji bagi masyarakat.

“Kalau bisa diambil alih tentunya nanti aset negara tersebut bisa digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat dalam hal ini untuk pelayanan haji yang lebih baik,” ujar dia.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dana yang berhasil dipulihkan melalui proses hukum akan diarahkan untuk memperbaiki layanan haji di masa mendatang.

“Uang-uang tadi yang bisa kami hitung oleh auditor kemudian nanti dikembalikan melalui proses hukum ini bisa digunakan untuk memberikan pelayanan atau meningkatkan pelayanan haji di tahun-tahun berikutnya,” kata Asep.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Idzes Rindu Timnas, Bidik Kebangkitan Garuda Menuju Piala Dunia 2030

Jakarta, aktual.com – Kapten timnas Indonesia Jay Idzes mengaku sangat bahagia akhirnya bisa berkumpul kembali dengan para pemain tim Garuda yang baru saja menyelesaikan dua laga FIFA Series 2026.

Idzes terakhir kali berkumpul dengan pemain-pemain timnas pada lima bulan lalu di Arab Saudi dalam ajang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dari dua laga itu, Indonesia menelan kekalahan dari Arab Saudi dan Irak, yang membuat mimpi mereka ke Piala Dunia pupus.

Sejak momen itu, Idzes mengaku semua pemain sudah sangat rindu untuk menantikan momen ini, untuk berkumpul dan kembali membangun sebuah mimpi besar lolos Piala Dunia edisi selanjutnya tahun 2030.

“Saya rasa yang paling penting adalah bisa kembali berkumpul bersama tim. Terakhir kali kami bersama itu di Arab Saudi. Tentu saja kami kehilangan mimpi untuk ke Piala Dunia 2026,” kata Idzes di mixed zone Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, setelah laga final FIFA Series 2026 yang berakhir kekalahan Indonesia 0-1 dari Bulgaria.

“Dalam beberapa bulan terakhir saya banyak berbicara dengan rekan setim. Mereka semua menunggu untuk kembali dan berkumpul lagi, bermain bersama, dan bermain untuk semua orang. Bisa kembali ke sini, memakai jersey ini lagi, saya sangat merindukannya,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Idzes juga mengomentari dua laga pertama dari sebuah era baru yang dipimpin pelatih John Herdman. Dari dua laga ini, Herdman memetik satu kemenangan (4-0 Saint Kitts dan Nevis) dan satu kekalahan (0-1 Bulgaria).

Ia mengatakan dari dua laga ini penampilan timnya sudah baik, namun masih bisa ditingkatkan untuk beberapa aspek, baik dalam bertahan dan juga menyerang.

“Kami tentu masih bisa meningkatkan banyak hal, karena ini adalah pertama kalinya bersama pelatih baru. Dia punya banyak hal baru yang ingin diterapkan dan dicoba, dan saya pikir kami sudah melakukannya dengan sangat baik dalam banyak aspek,” kata pemilik 15 cap untuk timnas Indonesia tersebut.

Lebih lanjut, saat diminta pendapatnya soal sosok Herdman, yang sangat enerjik di pinggir lapangan, Idzes mengaku tak kaget.

“Ya, dia punya gairah yang besar, itu pasti. Saya sudah bermain di Italia selama tiga tahun, jadi saya tahu di sana pelatih dan orang-orangnya sangat penuh semangat. Jadi, ya, bagus untuk dilihat. Senang melihatnya,” kata Idzes, bek tengah yang musim ini bermain untuk Sassuolo di Serie A Italia.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Jakarta Kembali Sibuk Pasca Lebaran, Kualitas Udara Memburuk dan Lalu Lintas Lumpuh

Ilustrasi - Suasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena polusi udara di Jakarta, Kamis (6/3/2025). ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh/sgd/Spt/pri.
Ilustrasi - Suasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena polusi udara di Jakarta, Kamis (6/3/2025). ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh/sgd/Spt/pri.

Jakarta, aktual.com – Kualitas udara di Jakarta berdasarkan laman IQAir pada Selasa pagi masuk kategori tidak sehat, seiring aktivitas warga yang sudah kembali normal pascalibur panjang Lebaran 2026.

Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) yang dipantau pada pukul 06.30 WIB menunjukkan Jakarta menempati peringkat ke-10 kota dengan kualitas udara tak sehat.

Jakarta berada di angka 127 dengan nilai konsentrasi partikel halus PM2.5 berada di angka 46 mikrogram per meter kubik, yang berarti dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Masyarakat pun diimbau agar tetap menjaga kesehatan dan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

Sementara itu, kualitas udara dengan kategori baik, yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika, dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

Kemudian, kategori sedang, yaitu kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan, tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299, artinya kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, kategori berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius terhadap populasi.

Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama, yaitu Delhi, India dengan angka 198, lalu Chiang Mai, Thailand di urutan kedua dengan angka 190, urutan ketiga ditempati Kinshasa, Republik Demokratik Kongo dengan angka 177, urutan keempat diduduki Kathmandu, Nepal dengan angka 166, dan Tashkent, Uzbekistan di urutan kelima dengan angka 163.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah meluncurkan platform pemantau kualitas udara terintegrasi yang didukung 31 titik Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang tersebar di wilayah kota metropolitan tersebut. Data dari SPKU itu kemudian ditampilkan melalui platform pemantau kualitas udara.

Laman tersebut juga menampilkan data dari 31 SPKU di Jakarta yang mengintegrasikan data dari SPKU milik DLH Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), World Resources Institute (WRI) Indonesia dan Vital Strategies.

Sebelumnya, arus kendaraan di Jalan Basuki Rachmat, Jatinegara, Jakarta Timur, kembali padat hingga menimbulkan kemacetan panjang usai libur panjang Lebaran 2026.

Terlihat pada hari pertama masuk kerja, Senin (30/3) pagi, kepadatan kendaraan terlihat di sejumlah ruas jalan utama, salah satunya di Jalan Basuki Rachmat, Jatinegara, Jakarta Timur, menuju Jalan Raya Casablanca, Tebet, Jakarta Selatan.

Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan kendaraan memadati ruas jalan tersebut sejak pagi hari. Arus lalu lintas tampak tersendat dengan kondisi padat merayap.

Kendaraan pribadi dan sepeda motor mendominasi jalanan, seiring kembali normalnya aktivitas warga setelah libur panjang Idul Fitri.

Kondisi kemacetan itu diperparah dengan meningkatnya volume kendaraan dari arah Bekasi yang menuju kawasan perkantoran di Tebet hingga Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Jalur tersebut memang dikenal sebagai salah satu akses utama bagi para pekerja dari wilayah penyangga menuju pusat bisnis di ibu kota.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain