3 April 2026
Beranda blog Halaman 16

Idzes Rindu Timnas, Bidik Kebangkitan Garuda Menuju Piala Dunia 2030

Jakarta, aktual.com – Kapten timnas Indonesia Jay Idzes mengaku sangat bahagia akhirnya bisa berkumpul kembali dengan para pemain tim Garuda yang baru saja menyelesaikan dua laga FIFA Series 2026.

Idzes terakhir kali berkumpul dengan pemain-pemain timnas pada lima bulan lalu di Arab Saudi dalam ajang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dari dua laga itu, Indonesia menelan kekalahan dari Arab Saudi dan Irak, yang membuat mimpi mereka ke Piala Dunia pupus.

Sejak momen itu, Idzes mengaku semua pemain sudah sangat rindu untuk menantikan momen ini, untuk berkumpul dan kembali membangun sebuah mimpi besar lolos Piala Dunia edisi selanjutnya tahun 2030.

“Saya rasa yang paling penting adalah bisa kembali berkumpul bersama tim. Terakhir kali kami bersama itu di Arab Saudi. Tentu saja kami kehilangan mimpi untuk ke Piala Dunia 2026,” kata Idzes di mixed zone Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, setelah laga final FIFA Series 2026 yang berakhir kekalahan Indonesia 0-1 dari Bulgaria.

“Dalam beberapa bulan terakhir saya banyak berbicara dengan rekan setim. Mereka semua menunggu untuk kembali dan berkumpul lagi, bermain bersama, dan bermain untuk semua orang. Bisa kembali ke sini, memakai jersey ini lagi, saya sangat merindukannya,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Idzes juga mengomentari dua laga pertama dari sebuah era baru yang dipimpin pelatih John Herdman. Dari dua laga ini, Herdman memetik satu kemenangan (4-0 Saint Kitts dan Nevis) dan satu kekalahan (0-1 Bulgaria).

Ia mengatakan dari dua laga ini penampilan timnya sudah baik, namun masih bisa ditingkatkan untuk beberapa aspek, baik dalam bertahan dan juga menyerang.

“Kami tentu masih bisa meningkatkan banyak hal, karena ini adalah pertama kalinya bersama pelatih baru. Dia punya banyak hal baru yang ingin diterapkan dan dicoba, dan saya pikir kami sudah melakukannya dengan sangat baik dalam banyak aspek,” kata pemilik 15 cap untuk timnas Indonesia tersebut.

Lebih lanjut, saat diminta pendapatnya soal sosok Herdman, yang sangat enerjik di pinggir lapangan, Idzes mengaku tak kaget.

“Ya, dia punya gairah yang besar, itu pasti. Saya sudah bermain di Italia selama tiga tahun, jadi saya tahu di sana pelatih dan orang-orangnya sangat penuh semangat. Jadi, ya, bagus untuk dilihat. Senang melihatnya,” kata Idzes, bek tengah yang musim ini bermain untuk Sassuolo di Serie A Italia.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Jakarta Kembali Sibuk Pasca Lebaran, Kualitas Udara Memburuk dan Lalu Lintas Lumpuh

Ilustrasi - Suasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena polusi udara di Jakarta, Kamis (6/3/2025). ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh/sgd/Spt/pri.
Ilustrasi - Suasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena polusi udara di Jakarta, Kamis (6/3/2025). ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh/sgd/Spt/pri.

Jakarta, aktual.com – Kualitas udara di Jakarta berdasarkan laman IQAir pada Selasa pagi masuk kategori tidak sehat, seiring aktivitas warga yang sudah kembali normal pascalibur panjang Lebaran 2026.

Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) yang dipantau pada pukul 06.30 WIB menunjukkan Jakarta menempati peringkat ke-10 kota dengan kualitas udara tak sehat.

Jakarta berada di angka 127 dengan nilai konsentrasi partikel halus PM2.5 berada di angka 46 mikrogram per meter kubik, yang berarti dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Masyarakat pun diimbau agar tetap menjaga kesehatan dan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

Sementara itu, kualitas udara dengan kategori baik, yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika, dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

Kemudian, kategori sedang, yaitu kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan, tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299, artinya kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, kategori berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius terhadap populasi.

Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama, yaitu Delhi, India dengan angka 198, lalu Chiang Mai, Thailand di urutan kedua dengan angka 190, urutan ketiga ditempati Kinshasa, Republik Demokratik Kongo dengan angka 177, urutan keempat diduduki Kathmandu, Nepal dengan angka 166, dan Tashkent, Uzbekistan di urutan kelima dengan angka 163.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah meluncurkan platform pemantau kualitas udara terintegrasi yang didukung 31 titik Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang tersebar di wilayah kota metropolitan tersebut. Data dari SPKU itu kemudian ditampilkan melalui platform pemantau kualitas udara.

Laman tersebut juga menampilkan data dari 31 SPKU di Jakarta yang mengintegrasikan data dari SPKU milik DLH Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), World Resources Institute (WRI) Indonesia dan Vital Strategies.

Sebelumnya, arus kendaraan di Jalan Basuki Rachmat, Jatinegara, Jakarta Timur, kembali padat hingga menimbulkan kemacetan panjang usai libur panjang Lebaran 2026.

Terlihat pada hari pertama masuk kerja, Senin (30/3) pagi, kepadatan kendaraan terlihat di sejumlah ruas jalan utama, salah satunya di Jalan Basuki Rachmat, Jatinegara, Jakarta Timur, menuju Jalan Raya Casablanca, Tebet, Jakarta Selatan.

Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan kendaraan memadati ruas jalan tersebut sejak pagi hari. Arus lalu lintas tampak tersendat dengan kondisi padat merayap.

Kendaraan pribadi dan sepeda motor mendominasi jalanan, seiring kembali normalnya aktivitas warga setelah libur panjang Idul Fitri.

Kondisi kemacetan itu diperparah dengan meningkatnya volume kendaraan dari arah Bekasi yang menuju kawasan perkantoran di Tebet hingga Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Jalur tersebut memang dikenal sebagai salah satu akses utama bagi para pekerja dari wilayah penyangga menuju pusat bisnis di ibu kota.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Lestari Moerdijat: Kehadiran AI Harus Mampu Memperkuat Proses Berpikir Kritis Peserta Didik

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) 7 Menteri terkait pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) merupakan langkah penting dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi pada dunia pendidikan.

“Pemanfaatan AI di dunia pendidikan tidak bisa dihindari. Namun, kehadirannya harus dikelola dengan baik agar tidak menggantikan proses berpikir kritis peserta didik, melainkan memperkuatnya,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/3).

Pemerintah resmi menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 7 menteri tentang Pedoman Pemanfaatan Teknologi Digital dan kecerdasan buatan (AI) di Dunia Pendidikan.

Penetapan SKB itu dilakukan dalam rapat yang dipimpin oleh Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno pada Kamis (12/3), dan ditandatangani tujuh menteri, yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Komunikasi dan Digital, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Pedoman tersebut mengatur pemanfaatan kecerdasan buatan pada seluruh jalur pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi, termasuk pendidikan formal dan informal.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan penggunaan kecerdasan buatan di lingkungan pendidikan berjalan secara bijak, terarah, dan melindungi peserta didik dari berbagai risiko digital.

Menurut Lestari, regulasi yang disepakati lintas kementerian ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan digital yang aman dan berkelanjutan.

Literasi Digital dan Peran Guru dalam Pemanfaatan AI

Meski begitu, Rerie, sapaan akrab Lestari, mengingatkan bahwa implementasi kebijakan itu harus diiringi dengan penguatan literasi digital di semua level.

“Literasi digital dan etika penggunaan teknologi harus menjadi prioritas. Tanpa hal itu, pemanfaatan AI justru berpotensi menimbulkan ketergantungan dan menurunkan kualitas pembelajaran,” tegas Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu.

Rerie juga mendorong peningkatan kapasitas tenaga pendidik agar mampu memanfaatkan kecerdasan buatan secara tepat dalam proses pembelajaran.

Dia menilai peran guru menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas pendidikan di tengah derasnya arus digitalisasi.

“Guru harus menjadi fasilitator yang mampu mengarahkan penggunaan AI sebagai alat bantu belajar, bukan sebagai pengganti proses belajar itu sendiri,” ujar Rerie.

Lebih lanjut, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan SKB tersebut.

Agar, tambah Rerie, tujuan utama kebijakan tersebut menciptakan generasi yang cakap teknologi sekaligus berpikir kritis, dapat tercapai.

“Transformasi digital di sektor pendidikan harus berjalan seimbang antara pemanfaatan teknologi dan penguatan karakter, serta nalar peserta didik,” pungkasnya.

KPK Tetapkan 2 Tersangka Baru dalam Kasus Kuota Haji, Salah Satunya Direksi Maktour

Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat akan diperiksa Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) dalam penyidikan kasus dugaan korupsi penambahan kuota haji tahun 2024. Aktual/HO

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan penetapan tersangka baru dalam pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait kuota haji untuk penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 2023-2024.

Lembaga antirasuah itu, menetapkan dua orang dari pihak swasta sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu menyampaikan bahwa kedua tersangka baru tersebut adalah Ismail Adham selaku Direktur Operasional PT Makassar Toraja atau Maktour dan Asrul Azis Taba selaku Komisaris PT Raudah Eksati Utama sekaligus Ketua Umum Asosiasi Kesthuri.

“Kami akan menyampaikan perkembangan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait kuota haji,” ujar Asep, Senin (30/1/2026).

Dengan penetapan ini, total tersangka berjumlah empat orang setelah sebelumnya KPK menetapkan Menteri Agama periode 2020-2024 Yaqut Cholil Qoumas dan mantan Staf Khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Aziz atau Gus Alex.

Konstruksi perkara bermula dari temuan penyidik mengenai peran aktif para tersangka dalam pengaturan pengisian kuota haji khusus tambahan yang tidak sesuai ketentuan.

Ismail dan Asrul bersama pihak lainnya diduga melakukan pertemuan dengan Yaqut dan Gus Alex untuk meminta penambahan kuota haji khusus melebihi ketentuan 8 persen. Dalam prosesnya, dilakukan pembagian kuota haji reguler dan khusus dengan skema 50 persen banding 50 persen.

Kedua tersangka diduga mengatur pengisian kuota haji khusus tambahan bagi perusahaan yang terafiliasi dengan PT Maktour, termasuk kuota dengan skema percepatan keberangkatan atau T0.

Ismail Adham diduga memberikan uang sebesar USD 30.000 kepada Alex serta kepada Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief sebesar USD 5.000 dan 16.000 SAR.

Atas perbuatan tersebut, PT Maktour memperoleh keuntungan tidak sah pada tahun 2024 mencapai sekitar Rp27,8 miliar.

Sementara itu, tersangka Asrul diduga memberikan uang kepada Alex sebesar USD 406.000.

Dampaknya, delapan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus yang terafiliasi dengan Asrul memperoleh keuntungan tidak sah pada tahun 2024 dengan total Rp40,8 miliar.

Penerimaan uang oleh Alex dan Hilman diduga sebagai representasi dari Yaqut selaku Menteri Agama saat itu.

KPK menyangkakan para tersangka melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

“Kita menyadari, perkara ini menyangkut hajat hidup masyarakat banyak,” kata Asep.

Penanganan perkara ini dianggap penting karena menyangkut 242 juta penduduk muslim di Indonesia. Penyidik saat ini terus melengkapi berkas perkara agar bisa segera dilimpahkan ke tahap penuntutan.

Langkah penindakan ini diharapkan menjadi catatan penting untuk perbaikan pada ranah pencegahan agar penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 berlangsung transparan.

“KPK melalui fungsi pencegahan mendukung penuh langkah-langkah perbaikan yang dilakukan,” ujar Asep.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Darah Penjaga Perdamaian dan Ujian Ketegasan Indonesia

terutama Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. Aktual/DOK MABESAD

Oleh: Dr. Selamat Ginting
Analis Politik dan Militer Universitas Nasional (UNAS)

Jakarta, aktual.com – Gugurnya satu prajurit TNI dan lukanya beberapa personel lainnya dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akibat serangan Israel di Lebanon bukan sekadar kabar duka.

Peristiwa ini adalah alarm keras bahwa pasukan penjaga perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kini tidak lagi kebal dari eskalasi konflik modern yang semakin kabur batasnya.

Dalam doktrin klasik, pasukan penjaga perdamaian adalah simbol netralitas, pelindung stabilitas, dan perpanjangan tangan komunitas internasional untuk mencegah konflik meluas.

Ketika mereka menjadi korban, yang terluka bukan hanya personel militer, tetapi juga legitimasi sistem keamanan global. Pertanyaannya: bagaimana Indonesia harus merespons?

Bukan Sekadar Belasungkawa

Langkah pertama tentu penghormatan kepada prajurit yang gugur. Namun berhenti pada seremoni adalah kekeliruan strategis. Indonesia tidak boleh memposisikan insiden ini sebagai “risiko biasa” dari penugasan luar negeri.

Ada perbedaan mendasar antara risiko tempur dan pelanggaran terhadap pasukan penjaga perdamaian. Jika serangan tersebut terjadi akibat kelalaian atau bahkan kesengajaan, maka ini masuk dalam ranah pelanggaran hukum humaniter internasional.

Oleh karena itu, respons Indonesia harus naik kelas: dari emosional menjadi struktural.

Indonesia perlu mengirimkan nota protes keras melalui jalur multilateral kepada pihak terkait, khususnya melalui PBB.

Ini bukan sekadar formalitas diplomatik, tetapi penegasan bahwa darah prajurit Indonesia tidak bisa dinegosiasikan.

Dalam konteks ini, diam atau respons lunak justru berbahaya. Ia menciptakan preseden bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dapat ditoleransi selama dibungkus narasi “kesalahan operasional”.

Padahal, jika standar ini dibiarkan, maka seluruh pasukan perdamaian dunia berada dalam risiko yang sama.

Investigasi Independen

Kunci dari kasus ini adalah transparansi. Indonesia harus mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membentuk investigasi independen.

Ada tiga kemungkinan yang harus diuji:

1. Salah sasaran (misidentifikasi target),
2. Kelalaian dalam operasi militer,
3. Pelanggaran disengaja.

Tanpa kejelasan, keadilan tidak akan pernah tercapai. Dan tanpa keadilan, kepercayaan terhadap misi perdamaian akan runtuh.

Insiden ini seharusnya tidak berhenti di laporan internal. Indonesia bersama negara kontributor pasukan lainnya perlu mendorong pembahasan serius di Dewan Keamanan.

Masalahnya selama ini jelas bahwa pasukan penjaga perdamaian sering ditempatkan di zona konflik aktif, tetapi dengan mandat terbatas. Mereka diminta menjaga perdamaian, tetapi tidak diberi kewenangan memadai untuk melindungi diri secara optimal. Paradoks ini harus diakhiri.

Aturan Main di Lapangan

Indonesia juga harus melakukan evaluasi internal terhadap Rules of Engagement (ROE) bagi pasukan United Nations Interim Force in Lebanon.

Apakah prajurit memiliki perlindungan yang cukup?

Apakah sistem peringatan dini memadai?
Apakah koordinasi dengan pihak bertikai berjalan efektif?

Jika jawabannya tidak, maka pengiriman pasukan tanpa perbaikan hanya akan memperbesar risiko korban berikutnya.

Indonesia tidak sendiri. Banyak negara mengirimkan pasukan ke UNIFIL. Di sinilah pentingnya membangun koalisi negara kontributor pasukan (Troop Contributing Countries/TCC).

Tekanan kolektif akan jauh lebih kuat dibandingkan langkah unilateral. Ini juga akan memaksa PBB untuk tidak sekadar menjadi pengamat, tetapi bertindak sebagai penjamin keamanan pasukan yang berada di bawah mandatnya.

Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu kontributor utama pasukan penjaga perdamaian dunia. Ini adalah kebanggaan sekaligus instrumen diplomasi internasional.

Namun ada garis batas yang tidak boleh dilanggar, yakni keselamatan prajurit. Jika sistem tidak mampu menjamin keamanan minimum, maka Indonesia perlu berani mengevaluasi tingkat keterlibatan, bukan sebagai bentuk mundur, tetapi sebagai tekanan politik agar sistem diperbaiki.

Insiden ini adalah ujian, bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi sistem global yang selama ini mengandalkan pasukan penjaga perdamaian sebagai penyangga konflik.

Jika Indonesia bersikap biasa saja, maka dunia akan mencatat: satu nyawa prajurit perdamaian bisa hilang tanpa konsekuensi berarti.

Namun jika Indonesia bersikap tegas, melalui diplomasi keras, dorongan investigasi, dan tekanan kolektif, maka ini bisa menjadi titik balik, pasukan penjaga perdamaian bukan target yang bisa diserang tanpa pertanggungjawaban.

Darah yang tumpah di Lebanon tidak boleh berhenti sebagai duka. Ia harus menjadi dasar bagi perubahan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kejagung Geledah 14 Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Tambang PT AKT

Samin Tan tersangka kasus dugaan korupsi di sektor pertambangan batu bara PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT). Aktual/HO

Jakarta, aktual.com – Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Khusus (JAM PIDSUS) melakukan penggeledahan di 14 lokasi yang tersebar di empat provinsi dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan pertambangan PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Murung Raya, Kalimantan Tengah periode 2017–2025.

Korps Adhyaksa mengungkapkan, sejumlah lokasi yang digeledah di antaranya merupakan rumah beneficial owner PT AKT, Samin Tan, serta kantor perusahaan induknya, PT Borneo Lumbung Energi.

“Penggeledahan sudah selesai, tinggal dirincikan nanti, dikompilasi, dikumpulkan dulu, didata, nanti kemudian diajukan penyitaan,” kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, dikutip Senin (30/3/2026).

Anang menjelaskan, sebanyak 10 titik penggeledahan berada di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Lokasi tersebut meliputi kantor PT AKT, rumah Samin Tan, kantor PT MCM, serta rumah sejumlah saksi terkait kasus ini.

Selain itu, penyidik juga menggeledah tiga lokasi di Kalimantan Tengah, yakni kantor PT AKT, Kantor KSOP, dan kantor PT ARTH. Sementara satu lokasi lainnya berada di Kalimantan Selatan, yaitu kantor PT MCM.

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menemukan berbagai dokumen penting yang berkaitan dengan aktivitas operasional tambang batu bara PT AKT beserta afiliasinya. Barang bukti yang diamankan meliputi dokumen pengeboran, perangkat elektronik seperti alat komunikasi, CPU, dan server, serta uang tunai dalam mata uang asing.

“Tim penyidik menemukan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kegiatan operasional tambang batu bara PT AKT beserta afiliasinya, untuk kemudian dilakukan penyitaan,” ujar Anang.

Meski demikian, pihaknya belum merinci lebih jauh hasil penggeledahan tersebut. Ia hanya memastikan bahwa penyitaan uang tunai dan sejumlah aset merupakan bagian dari upaya pemulihan kerugian negara.

Di sisi lain, Kejaksaan Agung masih menunggu hasil audit kerugian negara dari BPKP dalam perkara ini. Anang menyebutkan, nilai kerugian tersebut berpotensi berbeda dari sanksi administratif yang sebelumnya dijatuhkan oleh Satgas PKH kepada Samin Tan dan PT AKT sebesar Rp4,2 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Berita Lain