Didemo Delapan Juta Rakyat AS, Ini 3 Hal yang Bikin Trump Bakal Ketakutan
https://youtu.be/fdBPpDCz5ww?si=lR7c-SPPvpieXm6x
https://youtu.be/fdBPpDCz5ww?si=lR7c-SPPvpieXm6x

Artikel ini ditulis oleh:
Tino Okt
Jakarta, aktual.com — Muhammad Nazaruddin resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Indonesia Pickleball Federation (IPF) periode 2026–2031 dalam Musyawarah Nasional (Munas) IPF yang berlangsung di ARTOTEL Gelora Senayan, Selasa (31/3).
Munas yang dihadiri oleh 29 delegasi pengurus provinsi IPF dari seluruh Indonesia tersebut menetapkan Nazaruddin secara aklamasi untuk memimpin organisasi pickleball nasional lima tahun ke depan. Ia menggantikan Komarudin yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum IPF dan kini fokus menjalankan tugasnya sebagai Rektor Universitas Negeri Jakarta.
Sejumlah tokoh olahraga nasional turut hadir dalam forum tertinggi organisasi tersebut, di antaranya Kepala Bidang Organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Eko Budi Supriyanto yang hadir mewakili Ketua Umum KONI Marciano Norman. Hadir pula Executive Committee National Olympic Academy of Indonesia Ikhsan Tualeka serta sejumlah undangan dari berbagai kalangan olahraga.
Dalam sambutannya usai terpilih, Nazaruddin menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh pengurus provinsi IPF. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas pengembangan olahraga pickleball di Indonesia.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Amanah ini tentu bukan tugas ringan, tetapi saya yakin dengan kebersamaan seluruh pengurus provinsi dan komunitas pickleball di Indonesia, kita dapat membangun organisasi yang lebih solid serta memperluas pembinaan atlet hingga ke daerah-daerah,” ujar Nazaruddin.
Ia juga menegaskan bahwa salah satu fokus utama kepemimpinannya adalah memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan jumlah atlet dan klub, serta mendorong prestasi pickleball Indonesia di level internasional.
“Kita ingin pickleball tidak hanya berkembang sebagai olahraga rekreasi, tetapi juga sebagai cabang olahraga prestasi yang mampu mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan internasional,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan KONI, Eko Budi Supriyanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Munas IPF secara demokratis dan kondusif. Ia berharap kepemimpinan baru IPF dapat semakin mempercepat perkembangan olahraga pickleball di Tanah Air.
“KONI menyambut baik terpilihnya Bapak Muhammad Nazaruddin sebagai Ketua Umum IPF. Kami berharap kepemimpinan yang baru ini mampu memperkuat organisasi, memperluas pembinaan atlet, serta meningkatkan prestasi pickleball Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” kata Eko Budi.
Menurutnya, sebagai cabang olahraga yang relatif baru berkembang di Indonesia, pickleball memiliki potensi besar untuk tumbuh cepat apabila didukung dengan manajemen organisasi yang kuat serta pembinaan yang terstruktur.
Munas IPF 2026 juga menjadi momentum konsolidasi nasional bagi seluruh pengurus provinsi untuk menyatukan visi dalam mengembangkan pickleball sebagai olahraga yang inklusif, kompetitif, dan berprestasi di Indonesia.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain
Jakarta, Aktual.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa Pertamina menanggung selisih harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi sementara waktu, selama harga BBM tidak mengalami penyesuaian di tengah lonjakan harga minyak dunia.
“Sementara sepertinya Pertamina. Sementara, ya,” ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Purbaya menjelaskan Pertamina mampu menanggung selisih harga tersebut karena pemerintah secara rutin membayar kompensasi kepada perusahaan. Kompensasi ini dimaksudkan untuk menutupi perbedaan antara harga jual eceran yang ditetapkan pemerintah dengan harga keekonomian di pasar, baik untuk BBM maupun tarif listrik.
“Sekarang pembayaran dari pemerintah lancar, kompensasi kami bayar tiap bulan 70 persen terus-menerus. Jadi keuangan Pertamina juga amat baik,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah memastikan harga BBM subsidi maupun non-subsidi tetap stabil. Keputusan ini diambil setelah koordinasi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Pertamina, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Harga minyak dunia, seperti Brent dan West Texas Intermediate (WTI), saat ini berada di kisaran 100 dolar AS per barel, meningkat dibandingkan rata-rata Januari 2026 yang mencapai 64 dolar AS per barel.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan pihaknya siap menjalankan kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah krisis energi global. Pertamina fokus pada penyediaan energi dan optimalisasi rantai pasok agar distribusi energi tetap lancar ke seluruh pelosok negeri.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menambahkan bahwa perusahaan melakukan negosiasi dengan pemasok dan optimalisasi distribusi untuk memastikan ketersediaan energi tetap aman. Masyarakat dihimbau menggunakan energi secara bijak dan tidak terpengaruh informasi yang berpotensi memicu panic buying.
Langkah ini diharapkan menjaga kelancaran distribusi BBM, menstabilkan harga, dan memastikan masyarakat tetap memperoleh energi sesuai kebutuhan.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi