4 April 2026
Beranda blog Halaman 22

Serangan AS-Israel Picu Pemadaman Listrik di Teheran dan Sekitarnya

Arsip - Asap membubung ke udara setelah suara ledakan terdengar di Teheran, Iran (28/3/2026). (ANTARA/Xinhua/Shadati/am)
Arsip - Asap membubung ke udara setelah suara ledakan terdengar di Teheran, Iran (28/3/2026). (ANTARA/Xinhua/Shadati/am)

Teheran, aktual.com – Ibu kota Teheran dan sejumlah provinsi di sekitarnya di Iran utara mengalami pemadaman listrik akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel, kata Kementerian Energi Iran pada Ahad (29/3).

“Beberapa menit lalu, akibat serangan AS dan Israel terhadap pembangkit listrik di Provinsi Teheran serta sejumlah distrik di Teheran dan Provinsi Alborz, listrik terputus. Tim teknis Kementerian Energi sedang berupaya mengatasi masalah ini,” kata kementerian tersebut seperti dikutip Nour News.

Dilaporkan, pecahan proyektil menghantam menara listrik tegangan tinggi di Alborz yang menyebabkan pemadaman.

Serangan itu juga merusak gardu induk di wilayah Dowshan Tappeh sehingga memutus aliran listrik di sejumlah distrik di Teheran dan Karaj.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Perluas Jajahan, Israel Bunuh 3 Jurnalis Lebanon

BEIRUT – Di Choueifat, selatan Beirut, Minggu (30/3/2026), pemakaman itu berjalan dalam diam yang berat. Hujan turun tipis, tanah basah, dan tiga peti diturunkan satu per satu. Mereka bukan tentara. Mereka membawa kamera, bukan senjata. Mereka adalah pewarta yang menjadi sasaran target penjajah Zionis Israel.

Ali Shoeib, Fatiman Ftouni, dan Mohammad Ftouni tewas sehari sebelumnya di Jezzine. Kendaraan yang mereka tumpangi dihantam serangan udara Israel saat mereka meliput perang.

Ratusan orang datang. Sebagian menangis, sebagian lain berdiri kaku. Di tengah duka itu, kalimat sederhana terdengar dari kerabat mereka.

“Fatima dan Ali adalah pahlawan,” kata Qassem.

Tidak ada jeda panjang antara liputan dan kematian. Serangan itu langsung memutus segalanya. Tanpa peringatan, tanpa ruang untuk menghindar.

Militer Israel mengakui telah menargetkan Ali Shoeib. Juru warta itu dituduh sebagai ‘teroris’ dan dituduh sebagai agen intelijen Hizbullah, meski tanpa bukti yang dipaparkan. Untuk dua korban lainnya, tidak ada penjelasan resmi.

Di lapangan, para jurnalis memahami risiko itu. Namun yang kini berubah adalah batasnya. Mereka tidak lagi hanya berada di dekat bahaya. Lebih dari itu, mereka mulai menjadi bagian dari target para penjajah Israel itu sendiri.

Obaida Hitto, jurnalis Al Jazeera yang melaporkan dari wilayah selatan, menggambarkan suasana yang tidak hanya dipenuhi duka, tetapi juga ketegangan yang terus meningkat.

Kematian tiga jurnalis itu terjadi hampir bersamaan dengan keputusan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk memperluas invasi ke Lebanon selatan.

Dari Komando Utara, Netanyahu menyampaikan arah baru operasi militern Zionis untuk emperluas zona penyangga dan mendorong pasukan mendekati Sungai Litani.

“Saya baru saja menginstruksikan untuk memperluas lebih lanjut zona penyangga keamanan yang ada. Kami bertekad untuk mengubah secara fundamental situasi di utara [Israel],” katanya.

Pasukan Israel bergerak ke beberapa titik. Di front timur, mereka dilaporkan telah mencapai area yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari Sungai Litani. Pergerakan ini disebut sebagai perubahan strategis besar, yang berarti pertempuran akan semakin dekat, semakin intens.

Dan semakin berbahaya bagi siapa pun yang berada di sana, termasuk jurnalis.

Serangan terhadap pekerja media di Lebanon bukan peristiwa tunggal. Ia bagian dari pola yang mulai terlihat sejak konflik dengan Hizbullah kembali memanas.

Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) mencatat terdapat 11 jurnalis dan pekerja media Lebanon telah tewas akibat serangan Israel sejak 2023.

Angka itu belum termasuk Gaza, wilayah lain yang menjadi saksi betapa mahalnya harga sebuah laporan. Di sana, 210 jurnalis dan pekerja media Palestina dilaporkan tewas sejak Oktober 2023 hingga gencatan senjata 2025 yang terus dilanggar.

Kecaman mulai datang dari luar kawasan. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menegaskan bahwa jurnalis tidak boleh dijadikan sasaran, apa pun posisi mereka dalam konflik.

“Jika memang terkonfirmasi bahwa para jurnalis yang dimaksud sengaja menjadi sasaran tentara Israel, maka ini sangat serius dan merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional,” katanya.

Namun di lapangan, kecaman sering kali tidak cukup cepat untuk menghentikan serangan berikutnya.

Di seluruh Lebanon selatan, dampak perang terus meluas. Kementerian Kesehatan mencatat sedikitnya 1.238 orang tewas sejak konflik kembali meletus awal Maret. Di antaranya 124 anak-anak, dan ribuan lainnya terluka.

Dalam dua hari terakhir saja, 49 orang tewas—termasuk tiga jurnalis yang dimakamkan di Choueifat. Lebih dari 1,2 juta orang kini mengungsi, meninggalkan rumah yang mungkin tidak akan mereka lihat lagi.

Di pemakaman itu, tanah ditutup perlahan. Tidak ada pidato panjang. Hanya tatapan yang tertahan, dan kesadaran bahwa perang telah berubah bentuk. Bukan hanya bangunan yang runtuh. Bukan hanya warga sipil yang menjadi korban.

Di Lebanon selatan, kamera juga kini diburu, seperti halnya di Gaza, Palestina.

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

Menhaj: Pemberangkatan Jemaah Haji 2026 Sesuai Jadwal

Jakarta, aktual.com – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan pemberangkatan jamaah calon haji pada musim haji 2026 masih sesuai dengan jadwal yang sudah disusun sebelumnya.

“Terkait pemberangkatan jamaah calon haji sampai saat ini belum ada perubahan, masih tetap tanggal 21 April 2026 jamaah calon haji masuk asrama haji, kemudian pada 22 April berangkat,” kata Mochamad Irfan Yusuf, Minggu (29/3/2026).

Ia mengungkapkan Kementerian Haji dan Umrah sudah membuat persiapan dan tinggal menunggu hari pemberangkatan.

“Semuanya sudah siap, tinggal menunggu hari pemberangkatan jamaah calon haji,” kata dia.

Pihaknya juga terus memantau konflik di Timur Tengah. Pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak sehingga nantinya proses haji bisa berjalan dengan baik.

“Mudah-mudahan pertikaian di Timur Tengah bisa segera menurun dan kami berharap mereka yang berseteru di sana menghormati proses haji umat Islam dari seluruh dunia,” ujar dia.

Gus Irfan, sapaan akrabnya, juga ingin konflik tersebut bisa reda sehingga nantinya umat Muslim bisa melaksanakan ibadah haji dengan tenang.

“Dengan menghormati itu mereka akan menurunkan tensi konflik sehingga umat Islam bisa melaksanakan haji dengan tenang dan menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya,” kata dia.

Kementerian Haji dan Umrah juga berkomitmen penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 harus mencerminkan pelayanan publik yang lancar, bersih, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan.

Dalam pengelolaan haji, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp18 triliun, sehingga pemerintah pun mengutamakan pentingnya aspek akuntabilitas dalam setiap proses pengelolaan anggaran.

Kementerian Haji dan Umrah juga melibatkan unsur profesional dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, dan Polri dalam pengawasan pengadaan serta tata kelola keuangan dalam musim haji 2026.

Dubes Arab Saudi Tegaskan Ibadah Haji Akan Berlangsung Aman di Tengah Konflik Timteng

Sebelumnya, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 akan berlangsung aman dan sesuai rencana meski kawasan Timur Tengah sedang dilanda ketegangan geopolitik.

“Kerajaan Arab Saudi Alhamdulillah sampai saat ini tetap aman,” kata Dubes Faisal

Menurutnya, seluruh persiapan tahun ini juga berjalan lancar sesuai rencana pemerintah Arab Saudi. “Bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa penerbangan menuju Arab Saudi juga akan mengangkut jemaah haji sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Untuk itu, katanya, Pemerintah Saudi mengimbau masyarakat Indonesia agar tidak khawatir karena persiapan haji tetap berjalan sesuai dengan rencana.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Silaturahmi dengan Muhammadiyah Jaksel, HNW Soroti Peran Ijtihad untuk Kemajuan Bangsa

Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid didampingi Ketua PP Muhammadiyah tahun 2005-2015 Prof. Din Syamsudin, Rektor UTM Jakarta Prof. Agus Suradika, Ketua PDM Jakarta Selatan Dr. Edi Sukardi, bersama pengurus dan warga Muhammadiyah dan Aisyiyah se Jakarta Selata, saat Silaturahim Idul Fitri 1447H bersama PD Muhammadiyah Jakarta Selatan. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid mengungkapkan bahwa tradisi Halal bi Halal yang kini menjadi bagian yang diterima dan tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia memiliki akar sejarah yang kuat, dan laku sosial yang bermanfaat.

HNW sapaan akrabnya menyebutkan itu adalah salah satu warisan ijtihad dari kalangan Muhammadiyah dengan hadirkan terminologi yang awalnya dipopulerkan oleh Rahmad warga Muhammadiyah dari Gombong Jawa Tengah yang menuliskannya dalam Majalah Soeara Moehammadijah edisi 5 tahun 1924 dalam rubrik khusus yang memfasilitasi pembaca untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus menjalin silaturahmi melalui media massa, dengan menggunakan istilah “Alal Bihalal”. Yang kemudian pada jelang Idul Fithri tahun 1926, majalah Soeara Moehammadijah itu menampilkan iklan terkait dengan istilah yang sekarang populer yaitu “Halal bil Halal”

“Maka tradisi yang dengan sebutan “Halal bi Halal” yang kita kenal hari ini tidak lepas dari peran (warga) Muhammadiyah yang mempopulerkan istilah tersebut dalam kehidupan umat, sebagai bagian dari upaya menghadirkan Islam yang mencerahkan dan memperkuat persaudaraan,” ujar Hidayat dalam agenda Silaturahim Idul Fitri 1447H bersama PD Muhammadiyah Jakarta Selatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PP Muhammadiyah tahun 2005-2015 Prof. Din Syamsudin, Rektor UTM Jakarta Prof. Agus Suradika, Ketua PDM Jakarta Selatan Dr. Edi Sukardi, bersama pengurus dan warga Muhammadiyah dan Aisyiyah se Jakarta Selatan.

Hidayat yang juga merupakan Penasihat PD Muhammadiyah Jakarta Selatan menambahkan, dalam perjalanan sejarahnya, tepatnya pada tahun 1948, istilah Halal bi Halal kemudian diadopsi dalam konteks kebangsaan. KH Wahab Hasbullah pada tahun 1948 merespons permintaan Presiden Soekarno yang meminta diselenggarakannya event yang menarik kehadiran para tokoh bangsa selain dengan istilah “Silaturahim”.

Beliau mengusulkan kepada Presiden Soekarno untuk menggunakan istilah Halal bi Halal untuk dapat mempertemukan dan mendamaikan para tokoh bangsa yang saat itu tengah mengalami ketegangan politik. Presiden Soekarno menerimanya dan jadilah ia tradisi yang berlaku di istana negara khususnya dan di Indonesia umumnya.

“Momentum Halal bi Halal pada masa awal kemerdekaan menjadi sarana strategis untuk mempererat persatuan melawan politik devide et imperanya kolonialis Belanda. Ini menunjukkan bahwa tradisi keislaman dapat diterima, dilanjutkan dan berkontribusi besar dalam menjaga keutuhan bangsa, dan mempererat ukhuwah tali persaudaraan di antara para Pimpinan Bangsa dan sesama warga Bangsa,” jelasnya.

Menurut Hidayat, momentum Halal bi Halal pada tahun ini memiliki makna yang lebih luas, tidak hanya sebagai tradisi sosial-keagamaan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi permasalahan global, termasuk agenda besar tahunan Umat Islam pasca Ramadhan, yakni Ibadah Haji.

“Tahun ini pertama kali penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia dilaksanakan oleh Kementerian Haji dan Umrah. Sebagai hasil perjuangan kami di Komisi VIII, tentu diharapkan dapat menghadirkan penyelenggaraan yang lebih baik, profesional, terbebas dari kasus hukum, dan berorientasi pada kemaslahatan jamaah, dan itu semua harus berbasiskan kepada prinsip yang “halal” dan dilakukan dengan “bil halal”. Agar tak terjadi lagi kasus Menteri Agama yang bermasalah dengan KPK,” tegas HNW.

“Komitmen perbaikan penyelenggaraan haji dulunya ternyata juga dimulai oleh Muhammadiyah. Ketika KH A Dahlan melakukan tuntutan perbaikan penyelenggaraan Haji dengan Ordonansi Haji dengan kemudian membentuk Bagian Penolong Haji pada tahun 1922, yang langsung diketuai oleh murid beliau KH M Sudja”, sambungnya.

Selain itu, Hidayat juga mengajak umat Islam untuk menjadikan momentum Halal bi Halal sebagai sarana memperkuat solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina, juga untuk menyelamatkan masjid Al Aqsha. Sikap yang dalam konteks Indonesia, ternyata juga diawali oleh kader muda Muhammadiyah yang nantinya menjadi Bapak Bangsa dan Pahlawan Nasional yaitu Abdul Kahar Mudzakkir.

Saat itu tahun 1931,beliau masih berusia 24 tahun, tapi sudah dipercaya oleh Mufti Jerusalem asSayyid M Al Amin alHusaini, untuk memperjuangkan Palestina dan Masjid Al Aqsha dalam Konferensi Dunia Islam di Al Quds, di mana Kahar Mudzakkir bahkan dipercaya menjadi “Katib”/Sekretarisnya.

“Saat-saat sekarang ini Palestina (Gaza, Tepi Barat) nasibnya bukan makin damai, makin baik, tapi bahkan dengan diberlakukannya perang Israel & AS atas Iran, kondisi mereka makin parah. Perdamaian makin jauh saja,” ungkap Hidayat.

Apalagi ketika militer Israel menutup masjid Al Aqsha sejak awal perang Israel & AS dengan Iran. Peristiwa yang baru kali ini terjadi sejak pendudukan di wilayah Al Quds pada 1967 oleh Israel, untuk pertama kalinya salat Tarawih, I’tikaf, sholat Jumat dan salat Idulfitri dilarang diselenggarakan di Masjid Al Aqsa. Dan penutupan tersebut masih berlangsung hingga bulan Syawal, hingga tanggal 15 April 2026.

Bila tidak ada solidaritas global yang kuat dan tekanan lembaga-lembaga internasional yang efektif, maka bisa jadi penutupan masjid Al Aqsha akan permanen, bahkan masjid kiblat pertama umat Islam itu akan dirobohkan diganti dengan Solomon Temple, sesuai program zionis untuk wujudkan klaim negara Israel Raya. Dan bila itu terjadi maka cita-cita hadirkan negara Palestina habis sudah karena tidak akan bisa diwujudkan.

“Karena itu, Halal bi Halal juga harus menjadi momentum untuk kembalinya umat Islam pada fitrahnya yaitu dengan memperkuat solidaritas terhadap Masjid Al Aqsha dan dukungan bangsa Indonesia untuk penyelamatan Masjid Al Aqsha dan kemerdekaan Palestina, melanjutkan apa yang dulu sudah diperjuangkan oleh Prof Dr. KH Abdul Kahar Mudzakkir, kader muda Muhammadiyah, yang menjadi anggota BPUPK, Panitia 9, dan kemudian menjadi Bapak Bangsa dan Pahlawan Nasional,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Pemeriksaan Penting Mobil Listrik dan Hybrid Pasca Mudik

Jakarta, Aktual.com – Perjalanan mudik Lebaran menempuh ratusan kilometer memberikan tekanan ekstra pada semua jenis kendaraan, termasuk mobil listrik (EV) dan hybrid. Setelah digunakan, pemeriksaan menyeluruh menjadi kunci agar kendaraan tetap aman, nyaman, dan siap digunakan kembali dalam rutinitas harian.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menekankan pentingnya pengecekan komponen utama pasca-mudik. “Pada mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, seluruh pemeriksaan mobil konvensional tetap berlaku mulai dari ban, rem, hingga kaki-kaki, tetapi perlu tambahan perhatian pada sistem kelistrikan dan baterai,” ujar Yannes, Sabtu (29/03/2026).

Yannes menyarankan pemilik mobil untuk memeriksa kondisi aki 12V serta melakukan pemindaian (scan) jika indikator peringatan muncul di panel. Sistem pendinginan baterai, termasuk kipas dan jalur sirkulasi udara di kabin, juga harus diperiksa. “Kabin yang penuh penumpang selama mudik dapat meningkatkan suhu dan membawa debu, sehingga berpotensi mengganggu kinerja sistem,” jelasnya.

Selain itu, sistem pengereman mobil hybrid perlu dicermati. Dalam beberapa kondisi, rem mekanis bekerja lebih keras ketika regenerative braking tidak optimal. “Untuk PHEV, pastikan port charging dan kabel dalam kondisi bersih dan aman,” tambahnya.

Bagi mobil listrik murni (BEV), perhatian utama terletak pada bagian bawah kendaraan. Bobot baterai yang besar menurunkan ground clearance, sehingga risiko benturan pada pelindung baterai meningkat. “Inspeksi underbody menjadi sangat penting untuk memastikan tidak ada kerusakan,” kata Yannes. Sistem pendinginan baterai wajib dicek, terutama jika kendaraan menggunakan fast charging selama perjalanan mudik. Pemilik juga harus memastikan port pengisian berfungsi normal dan aki 12V tetap prima.

Ban dan sistem pengereman EV juga memerlukan perhatian khusus. Ban cenderung lebih cepat aus karena bobot yang lebih berat, sementara rem jarang digunakan akibat regenerative braking sehingga rawan karat atau seret jika tidak diperiksa.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) memastikan kesiapan jaringan pengisian kendaraan listrik untuk mudik Lebaran 2026 dengan menyiapkan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 3.097 titik strategis.

EVP Niaga dan Pemasaran PLN, Nayusrizal, menyatakan, “Dengan kesiapan infrastruktur dan layanan yang kami siapkan, masyarakat dapat merasakan pengalaman mudik dengan kendaraan listrik yang aman, nyaman, dan bebas hambatan.”

PLN memproyeksikan sekitar 23 ribu kendaraan listrik akan digunakan saat mudik Lebaran 2026, meningkat 1,6 kali lipat dari tahun sebelumnya. Untuk jalur Sumatra–Jawa–Bali, 1.681 SPKLU ditempatkan di 994 titik dengan jarak rata-rata antar SPKLU 22 kilometer. Lebih dari 5.000 personel siaga 24 jam dan 15 unit SPKLU Mobile siap membantu EV yang kehabisan daya di perjalanan.

Dengan melakukan pengecekan komponen penting dan memanfaatkan dukungan infrastruktur, pemilik mobil listrik dan hybrid dapat kembali menggunakan kendaraannya dalam aktivitas harian dengan performa optimal, keselamatan terjaga, dan kenyamanan maksimal.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Usai Mudik, Cek Komponen Ini Agar Mobil Tetap Prima

Jakarta, Aktual.com – Libur Lebaran telah usai, dan masyarakat yang menggunakan mobil untuk mudik disarankan melakukan pemeriksaan menyeluruh agar kendaraan tetap prima saat kembali menjalani rutinitas pekerjaan. Pemeriksaan ini penting untuk menjaga performa, kenyamanan, dan keselamatan berkendara pasca-perjalanan jauh.

Auto2000 memberikan sejumlah tips komponen yang wajib diperiksa. Pertama, ban mobil. Perjalanan mudik dengan muatan maksimal dan berbagai kondisi jalan membuat ban bekerja ekstra. Pastikan telapak ban tidak aus, bersihkan kerikil yang menempel, dan cek dinding ban dari benjol atau sobek. Ban yang tidak layak harus segera diganti.

Selain itu, kolong mobil perlu diperiksa, termasuk shock absorber, karet penyangga, selang rem, kampas rem, dan tromol. Waspadai kebocoran pada selang rem dan pastikan sistem pengereman bekerja optimal. Oli mesin dan minyak rem juga harus diperiksa; perubahan warna atau endapan menandakan potensi masalah.

Komponen cairan lain seperti air radiator, minyak kopling, air aki, air pembersih kaca, oli transmisi, dan minyak power steering hidrolis harus dicek agar volumenya sesuai standar pabrikan. Panel instrumen perlu diperiksa dengan menyalakan mesin dan mendengar suara aneh. Jika terdengar indikasi kerusakan, mobil sebaiknya dibawa ke bengkel resmi. Kabin mobil juga perlu dibersihkan menyeluruh, termasuk karpet, rongga, dan kolong kabin, agar nyaman digunakan kembali.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menekankan pentingnya pemeriksaan kendaraan setelah perjalanan mudik jarak jauh, terutama di atas 500 kilometer dengan beban berlebih. “Fokus utama ada pada ban, rem, dan kaki-kaki karena tiga komponen ini yang paling menerima tekanan,” kata Yannes, Sabtu (29/03/2026).

Yannes menambahkan, sistem pengereman harus mendapat perhatian serius. Jika pedal rem terasa lembek, muncul bunyi, getaran, atau bau gosong, pemeriksaan lanjutan wajib dilakukan. Mobil yang bergetar perlu segera dilakukan spooring dan balancing. Komponen kaki-kaki seperti shock absorber, bushing, dan ball joint juga cenderung aus akibat beban mudik.

Mesin dan transmisi juga bekerja ekstra, sehingga pemeriksaan oli, filter, radiator, dan sistem pendingin sangat penting untuk mencegah overheat. Filter udara perlu diperiksa agar performa mesin tetap optimal, dan pada transmisi otomatis, gejala perpindahan gigi yang terlambat atau menghentak harus diwaspadai.

Dengan pemeriksaan menyeluruh, mobil tidak hanya siap digunakan kembali dalam rutinitas pekerjaan, tetapi juga tetap nyaman dan aman bagi pengemudi serta penumpang.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Berita Lain