7 April 2026
Beranda blog Halaman 248

Harga BBM BP, Pertamina, dan Shell Kompak Turun Mulai 1 Februari

Jakarta, aktual.com – Perusahaan migas bp Indonesia melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 1 Februari 2026 seperti halnya yang terjadi dengan bahan bakar minyak Pertamina dan Shell.

Dikutip dari laman resmi BP Indonesia di Jakarta, Minggu (1/2), berikut adalah rincian perubahan harga dari BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) BP.

Untuk jenis BP 92 turun dari semula Rp12.500 per liter pada Januari 2026 menjadi Rp12.050 per liter. Sedangkan BP Ultimate, terjadi penurunan dari Rp13.190 per liter, menjadi Rp12.500 per liter.

Lebih lanjut, untuk BBM BP jenis BP Ultimate Diesel, terjadi penurunan dari Rp13.860 per liter pada Januari 2026, menjadi Rp13.600 per liter mulai Februari 2026.

Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) mengumumkan pembaruan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk beberapa wilayah tertentu yang berlaku mulai 1 Februari 2026.

Seperti di Jabodetabek, tercatat harga BBM jenis Pertamax (RON 92) turun ke angka Rp11.800 per liter dari Rp12.350 per liter, begitu pula Pertamax Green (RON 95) yang turun menjadi Rp12.450 per liter dari Rp13.150 per liter pada Januari 2026.

Pertamax Turbo (RON 98) juga menunjukkan peningkatan ke angka Rp12.700 per liter dari Rp13.400 per liter.

Pertamina Dex Series di wilayah tersebut turut mengalami penurunan. Harga BBM jenis Dexlite (CN 51) mengalami penurunan menjadi Rp13.250 per liter dari Rp13.500 per liter pada Januari 2026.

Pertamina Dex (CN 53) juga turun menjadi Rp13.500 per liter dari yang sebelumnya Rp13.600 per liter.

Sedangkan, sejumlah BBM penugasan dan subsidi tidak mengalami perubahan harga, yaitu Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Sementara itu, Shell juga menurunkan harga bahan bakar minyaknya meski masih mengalami kelangkaan stok. Untuk jenis Shell Super menjadi Rp12.050 dari sebelumnya Rp12.700 per liter pada Januari 2026.

Sedangkan untuk jenis Shell V-Power menjadi Rp13.190 menjadi Rp12.500 per liter. Untuk BBM Shell jenis Shell V-Power Diesel, terjadi penurunan sebesar Rp260 per liter, yakni dari Rp13.860 per liter pada Januari 2026, menjadi Rp13.600 per liter mulai 1 Februari 2026.

Kemudian, untuk BBM Shell jenis Shell V-Power Nitro+, terjadi penurunan dari Rp13.480 per liter pada Januari 2026, menjadi Rp12.720 per liter mulai 1 Februari 2026.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

DPR Ungkap Pergantian Pimpinan OJK Tidak Pengaruhi Pasar Modal

Jakarta, aktual.com – Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menilai dinamika pergantian kepemimpinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berlangsung secara terukur, konstitusional, dan tidak mengganggu stabilitas sektor jasa keuangan maupun pasar modal nasional.

Misbakhun dalam keterangan di Jakarta, Minggu (1/2) mengatakan pengunduran diri jajaran pimpinan OJK merupakan keputusan profesional yang patut dihormati, sekaligus mencerminkan komitmen kuat terhadap etika jabatan dan tata kelola institusi yang sehat.

“Keputusan tersebut perlu dipahami sebagai bentuk tanggung jawab profesional. Ini menunjukkan bahwa standar integritas dalam lembaga keuangan negara terus diperkuat,” ujar Misbakhun.

Pada Jumat (30/1), empat pejabat OJK mengundurkan diri, yakni Mahendra Siregar (ketua Dewan Komisioner OJK), Mirza Adityaswara (Wakil Ketua DK OJK), Inarno Djajadi (kepala eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK), serta I.B. Aditya Jayaantara (deputi komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK).

Selanjutnya, rapat Dewan Komisioner OJK pada Sabtu (31/1) menetapkan Friderica Widyasari sebagai anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua DK OJK. Sebelumnya, Friderica merupakan kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK.

Selain itu, rapat DK OJK juga menetapkan Hasan Fawzi sebagai anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon. Sebelumnya, Fawzi merupakan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK.

Seiring dengan itu, Misbakhun mengapresiasi langkah cepat OJK dalam menetapkan pejabat pengganti guna memastikan kesinambungan kepemimpinan dan operasional lembaga.

Pimpinan di Komisi Perbankan dan Keuangan DPR itu menyebut penunjukan Friderica Widyasari Dewi dan Hasan Fawzi mencerminkan kesiapan institusional OJK dalam menghadapi transisi.

“Tidak ada kekosongan kepemimpinan. Mekanisme internal OJK berjalan dengan baik dan responsif, seluruh fungsi pengawasan, perlindungan konsumen, dan pengaturan pasar tetap berjalan normal,” ujar Misbakhun.

Lebih lanjut, ia menganggap langkah cepat OJK itu menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar bahwa stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, sekaligus memastikan kepastian regulasi bagi investor domestik maupun global.

Dalam konteks pasar modal, sebutnya, transisi tersebut juga menjadi momentum untuk mempercepat penajaman kebijakan tata kelola dan transparansi, sejalan dengan praktik terbaik internasional.

Misbakhun memastikan DPR bersama OJK berkomitmen memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan guna meningkatkan kepercayaan investor dan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global.

“Isu-isu yang menjadi perhatian investor internasional, termasuk standar transparansi dan perlindungan investor, menjadi fokus bersama. Langkah-langkah perbaikan akan terus dilakukan secara terukur dan konsisten,” ucapnya.

Selain itu, Misbakhun juga menegaskan fundamental ekonomi Indonesia memiliki resiliensi dan tetap solid. Oleh karena itu, ia mengimbau pelaku pasar tetap tenang dan menilai perkembangan yang ada secara objektif sebagai bagian dari proses penguatan kelembagaan.

“Transisi ini justru menunjukkan kedewasaan institusi dan keseriusan Indonesia dalam menjaga kredibilitas sektor keuangan. DPR akan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan reformasi berjalan dan stabilitas pasar tetap terjaga,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Gudang Petasan Meledak, Satu Orang Tewas di TKP

Sebuah gudang dan pembuatan petasan meledak di Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026) malam Peristiwa ini menewaskan satu korban jiwa, polisi masih menyelidiki penyebab terjadinya ledakan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Foto: Pradesta Bagus/Aktual.com

Indramayu, aktual.com – Insiden berdarah terjadi di Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026) malam. Sebuah gudang dan pembuatan petasan meledak hingga menewaskan satu korban jiwa, polisi masih menyelidiki penyebab terjadinya ledakan di Tempat Kejadian Perkara (TKP)

Peristiwa meledaknya gudang dan pembuatan petasan ini bermula saat pemilik, sekaligus korban tewas, yakni berinisial Car (35) diduga tengah meracik bahan petasan, tiba-tiba muncul percikan api dan seketika meledak hingga merusak beberapa bangunan dan menghanguskan bahan baku petasan yang mudah terbakar.

Menurut salah satu warga yang enggan menyebutkan identitasnya, peristiwa itu terjadi pada pukul 17.00 WIB. Saat itu, sempat terdengar ledakan cukup keras dan warga setempat di sekitar lokasi kejadian langsung melakukan pemadaman serta evakuasi korban yang mengalami luka bakar 90 persen.

Usai kejadian, petugas dari Polsek Jatibarang dan Satuan Reserse Kriminal Polres Indramayu mendatangi TKP langsung memasang garsi polisi, serta mengumpulkan keterangan sejumlah saksi serta barang bukti berupa bekas ledakan, sisa bahan baku petasan untuk diselidiki lebih lanjut.

Kapolsek Jatibarang, Kompol Darli membenarkan terjadinya ledakan, bahkan pihaknya langsung bergerak cepat dengan melokalisir TKP agar menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi. Darli juga mengimbau masyarakat agar masyarakat menghentikan sementara aktivitas terlarang tersebut.

“Betul kemarin sore ada ledakan, ini masih kita selidiki penyebab pastinya, kita juga imbau agar masyarakat hentikan aktivitas terlarang agar dapat menghindari insiden buruk terulang” ungkap Darli, kepada aktual.com, Minggu (1/2/2026).

Peristiwa ledakan gudang petasan ini sudah berulang kali terjadi, mengingat beberapa desa di dua Kecamatan yakni di Kecamatan Jatibarang dan Kecamatan Indramayu belum dapat menghentikan produksi kembang api dan petasan, meski pemerintah daerah dan Polisi sudah melakukan imbauan hingga pencegahan.

Laporan: Pradesta Bagus (Indramayu)

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

DPR Tegaskan Kursi OJK dan BEI Tak Akan Diisi Pejabat BUMN atau Danantara

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Mohamad Hekal dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Banggar DPR RI bersama Wakil Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu, Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI Kiki Verico, serta Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti, di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2025). Foto : Azka/Andri

Jakarta, aktual.com — Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal, merespons dinamika terbaru di sektor pasar keuangan nasional, termasuk mundurnya sejumlah pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pejabat eksekutif Bursa Efek Indonesia (BEI) yang beriringan dengan terbitnya laporan evaluasi MSCI terhadap pasar modal Indonesia.

“Sehubungan dengan itu, saya perlu menyampaikan klarifikasi dan penegasan kepada masyarakat luas,” kata Mohamad Hekal, Sabtu (31/1).

Ia menegaskan, tidak ada keterlibatan pejabat dari Danantara, Badan Pengelola BUMN, direksi perusahaan BUMN, maupun pihak-pihak yang berafiliasi dengan institusi tersebut untuk mengisi jabatan pimpinan di OJK atau posisi eksekutif di BEI.

“Pertama, saya menegaskan bahwa tidak ada pejabat dari Danantara, Badan Pengelola BUMN, direksi perusahaan BUMN, maupun pihak-pihak yang berafiliasi dengan institusi tersebut yang akan menggantikan atau menduduki jabatan pimpinan di OJK maupun posisi pejabat eksekutif di BEI,” ucapnya.

Hekal memastikan seluruh posisi yang saat ini kosong, baik di OJK maupun BEI, akan diisi oleh figur-figur profesional yang memiliki kompetensi terbaik di bidangnya.

“Seluruh posisi yang saat ini kosong atau ditinggalkan, baik di OJK maupun di BEI, akan diisi oleh putra putri yang kompeten dan terbaik di bidang tersebut,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan Komisi XI DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan konstruktif guna menjaga independensi OJK dan BEI, sekaligus memperkuat kredibilitas serta daya saing pasar keuangan nasional.

“Saya juga tetap menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan konstruktif guna memastikan independensi OJK dan BEI tetap terjaga, sekaligus memperkuat kredibilitas dan daya saing pasar keuangan Indonesia di mata investor domestik maupun global,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Hekal mengimbau seluruh pemangku kepentingan agar tidak terjebak spekulasi yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar, serta bersama-sama mendukung agenda pembenahan dan penguatan infrastruktur pasar keuangan nasional.

“Saya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan—regulator, pelaku pasar, dan masyarakat—untuk tidak terjebak pada spekulasi yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar, serta bersama-sama mendukung proses pembenahan dan penguatan infrastruktur pasar keuangan nasional secara berkelanjutan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Pengunduran Diri Dirut BEI Redam Tekanan Jangka Pendek, Ekonom: Krisis Kepercayaan Pasar Belum Terjawab

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pengunduran diri Iman Rachman selaku Direktur Utama PT BEI. Pengunduran ini sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi Pasar Modal Indonesia selama beberapa waktu ke belakang. Foto: Ist

Jakarta, aktual.com — Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,18% pada perdagangan Jumat (30/1) pasca pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai lebih mencerminkan technical rebound setelah kondisi oversold, bukan pemulihan kepercayaan investor terhadap tata kelola pasar modal Indonesia.

Analis Ekonomi Politik Kusfiardi, menilai, rebound IHSG tersebut merupakan respons teknikal yang lazim terjadi setelah koreksi tajam hampir 10% dalam dua hari perdagangan sebelumnya.

“Pasar berada dalam kondisi jenuh jual. Rebound hari ini lebih bersifat teknikal dan psikologis, bukan refleksi perubahan fundamental atau pemulihan kepercayaan,” ujar Kusfiardi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/1).

Ia menjelaskan, pola pergerakan IHSG yang sangat volatil—sempat menguat lebih dari 2%, berbalik ke zona negatif pasca pengumuman pengunduran diri Dirut BEI, lalu kembali menguat—menunjukkan pasar masih rapuh secara psikologis dan belum memiliki keyakinan arah yang solid.

Dari sisi perilaku investor, khususnya investor asing, Kusfiardi menilai belum terdapat indikasi akumulasi jangka menengah-panjang. Aktivitas asing masih bersifat selektif dan trading-oriented, berfokus pada saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid untuk memanfaatkan volatilitas jangka pendek.

“Tidak terlihat broad-based buying yang biasanya muncul ketika kepercayaan struktural mulai pulih. Saham-saham dengan isu tata kelola, free float rendah, dan kepemilikan terkonsentrasi tetap berada di bawah tekanan,” ujarnya.

Menurut Kusfiardi, pengunduran diri Dirut BEI lebih berfungsi sebagai shock absorber simbolik untuk meredam tekanan jual jangka pendek, namun tidak menyentuh akar persoalan yang menjadi perhatian utama investor global.

Sebagaimana disorot dalam keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI), masalah struktural pasar modal Indonesia mencakup rendahnya free float efektif, ketidakjelasan struktur kepemilikan saham—terutama di bawah ambang 5%—serta praktik perdagangan yang dinilai mengganggu mekanisme price discovery.

“MSCI dan investor global tidak menilai stabilitas dari pergantian figur, melainkan dari perubahan struktur, kualitas pengawasan, dan konsistensi penegakan aturan,” kata Kusfiardi.

Ia menambahkan, respons regulator dan pengelola bursa pasca-keputusan MSCI sejauh ini masih berada pada level komitmen normatif. Pasar, menurutnya, kini menunggu bukti implementasi nyata, termasuk penegakan aturan free float minimum, peningkatan transparansi kepemilikan, serta penerapan sanksi yang kredibel—bahkan terhadap emiten besar dan kelompok pengendali yang selama ini menikmati kelonggaran.

Tenggat waktu hingga Mei 2026 yang diberikan MSCI untuk melihat meaningful transparency improvements dipandang sebagai batas uji kredibilitas pasar modal Indonesia. Kegagalan memenuhi ekspektasi tersebut berisiko menurunkan bobot Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets atau bahkan memicu reklasifikasi ke frontier market.

“Rebound IHSG hari ini sebaiknya dipahami sebagai stabilisasi teknikal pasca koreksi ekstrem, bukan resolusi krisis kepercayaan. Tanpa perubahan tata kelola yang terukur dan konsisten, volatilitas akan tetap tinggi dan risiko koreksi lanjutan masih terbuka,” tegas Kusfiardi.

Tata Kelola Pasar Modal Indonesia

Sementara itu, koreksi tajam IHSG yang sempat terjadi setelah pengumuman MSCI pada 27 Januari 2026 dinilai bukan sekadar dampak teknis dari kebijakan indeks global, melainkan akumulasi persoalan tata kelola pasar modal Indonesia yang telah lama diabaikan.

Kata Kusfiardi, untuk Indonesia, kondisi ini menunjukkan pola berulang dalam beberapa tahun terakhir, di mana lembaga keuangan global seperti MSCI, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley secara berkala memberikan sinyal negatif terhadap pasar Indonesia, baik melalui penurunan peringkat, rekomendasi underweight, maupun kebijakan pengetatan metodologi indeks.

“Episode terbaru terjadi pada 28–29 Januari 2026, ketika keputusan MSCI disusul penurunan rating saham Indonesia oleh Goldman Sachs,” ujarnya.

Ia menilai keputusan MSCI untuk menerapkan interim freeze terhadap penyesuaian indeks saham Indonesia berfungsi sebagai pemicu, tetapi bukan penyebab utama koreksi pasar.

“MSCI tidak menyoroti kejadian insidental. Yang disorot adalah isu-isu struktural yang berulang dan belum ditangani secara meyakinkan,” kata Kusfiardi.

Dalam pengumuman resminya, MSCI menekankan tiga persoalan utama: ketidakjelasan struktur kepemilikan saham, terutama terkait pengendali akhir di bawah ambang 5%; rendahnya free float efektif, dengan batas minimal 7,5% yang sering tidak mencerminkan likuiditas riil; serta indikasi perdagangan terkoordinasi yang dinilai merusak mekanisme pembentukan harga dan keadilan pasar.

Saham Gorengan

Menurut Kusfiardi, ketiga isu tersebut bukan anomali, melainkan konsekuensi dari desain dan penegakan tata kelola pasar yang permisif. Selama bertahun-tahun, pasar modal Indonesia mentoleransi emiten dengan free float sangat rendah, kepemilikan terkonsentrasi, dan likuiditas semu.

“Fenomena saham berisiko tinggi yang populer disebut saham gorengan berkembang bukan karena ketiadaan regulasi, melainkan akibat pengawasan yang lambat, penegakan yang tidak konsisten, serta sanksi yang gagal menciptakan efek jera,” paparnya.

Sebagai ilustrasi historis, media dan otoritas pasar modal kerap merujuk pada saham-saham yang terkait dengan skandal Asuransi Jiwasraya pada 2020, seperti PT Hanson International Tbk. dan PT Trada Alam Minera Tbk., yang menunjukkan volatilitas ekstrem, free float rendah, serta struktur kepemilikan tertutup.

Dalam konteks yang lebih mutakhir, BEI secara rutin memasukkan saham-saham berkapitalisasi kecil dengan pergerakan harga ekstrem dan likuiditas tipis ke dalam daftar pemantauan khusus. Praktik ini, menurut pelaku pasar, menciptakan distorsi price discovery dan meningkatkan risiko bagi investor ritel.

Pada 28 Januari 2026, MSCI juga memberikan sinyal potensi reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market ke Frontier Market. Kebijakan sementara yang diumumkan meliputi pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak adanya penambahan saham Indonesia ke MSCI IMI atau migrasi ukuran saham hingga review Mei 2026. Sehari setelahnya, Goldman Sachs menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight.

Pola ini bukan yang pertama. Pada Maret 2025, Goldman Sachs menurunkan rating saham Indonesia dari overweight ke market weight, disusul Morgan Stanley yang menurunkan peringkat saham Indonesia ke underweight pada Februari 2025.

Pada Juni 2024, kedua lembaga tersebut juga menurunkan rekomendasi ekuitas Indonesia dalam alokasi Asia dan Emerging Markets. Bagi investor global, rangkaian sinyal ini memperkuat persepsi bahwa persoalan tata kelola di pasar modal Indonesia bersifat kronis.

Dampaknya tercermin jelas dalam pergerakan pasar. IHSG tercatat terkoreksi sekitar 7,35% hingga mendekati 8–9% hanya dalam dua hari perdagangan, disertai trading halt berulang dan penghapusan sekitar US$80 miliar nilai kapitalisasi pasar.

Kusfiardi menilai koreksi tersebut lebih mencerminkan krisis kepercayaan dibandingkan pelemahan fundamental ekonomi nasional yang relatif masih solid.

Co-Founder FINE Institute ini juga menyoroti pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut telah lama mengingatkan perlunya membersihkan bursa dari saham gorengan. Menurutnya, pernyataan tersebut justru menegaskan persoalan fragmentasi otoritas dan lemahnya akuntabilitas kelembagaan.

“Pengawasan pasar modal berada di bawah OJK. Ketika peringatan publik berulang kali datang dari luar otoritas pengawas, itu menunjukkan adanya kesenjangan antara kewenangan formal dan efektivitas penegakan,” ujarnya.

Menurut Kusfiardi, reformasi tata kelola pasar modal kini memasuki fase penentuan. Setiap penundaan membawa biaya reputasi dan finansial yang nyata, dan pasar global akan menilai hasilnya dari perubahan struktur yang terlihat, bukan dari janji kebijakan.

“Pasca-keputusan MSCI, ruang kompromi terhadap praktik lama praktis telah tertutup. Dalam beberapa bulan ke depan, pasar akan melihat apakah reformasi ini benar-benar mengubah struktur kekuasaan dan insentif di bursa, atau hanya menunda koreksi berikutnya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa arah pasar modal Indonesia ke depan akan ditentukan oleh tindakan konkret dan perubahan struktur pasar yang terukur, bukan oleh niat atau retorika.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Geng Motor Konvoi Bawa Sajam, Enam Anak di Bawah Umur Diamankan

Keenam anggota geng motor yang diamankan Polres Indramayu karena melakukan konvoi dan membawa senjata tajam. Foto: Pradesta Bagus/Aktual.com

Indramayu, aktual.com – Diduga hendak melakukan kejahatan, enam anak di bawah umur diamankan petugas patroli Satuan Sabhara Polres Indramayu, Sabtu (31/1/2026) dini hari, di Jalan RA Kartini, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Ke enam orang anak di bawah umur ini diduga berandalan (geng) bermotor yang berhasil diamankan saat mereka berkonvoi bareng menggunakan sepeda motor.

Di saat bersamaan, patroli malam Satuan Sabhara Polres Indramayu mengetahui konvoi mereka dan melakukan pengejaran, hingga ke enamnya berhasil diamankan, sementara beberapa orang lainnya melarikan diri dari kejaran petugas.

Saat diamankan, petugas mendapati sejumlah barang bukti berupa senjata tajam sebanyak 3 bilah celurit panjang, 1 batang besi pajang dan 1 buah tongkat base ball. Petugas pun menyita 3 unit sepeda motor yang digunakan oleh mereka saat berkonvoi.

Sementara itu, guna pengembangan lebih lanjut petugas Sat Sabhara membawa ke enam anak di bawah umur ini ke Mapolres Indramayu untuk dimintai keterangan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Indramayu.

Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bahar saat dikonfirmasi membenarkan jika pihaknya kini tengah menyelidiki dan mengembangkan ke enam anak di bawah umur yang diamankan tersebut.

“Benar ke enam anak di bawah umur ini itu masih kita periksa dan mintai keterangan, jika terbukti pelanggaran hukumnya maka kita akan proses lebih lanjut,” tegas Arwin.

Laporan: Pradesta Bagus (Indramayu)

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Berita Lain