11 April 2026
Beranda blog Halaman 277

Wamenhaj Tegaskan Diklat PPIH Ketat, Peserta Gugur Dipulangkan karena Kesehatan hingga Indisipliner

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (kiri) bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak berbincang dengan awak media saat meninjau persiapan penutupan diklat di Lapangan Markas Komando Daerah TNI Angkatan Udara (Makodau) I, Jakarta, Kamis. ANTARA/HO-MCH 2026
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (kiri) bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak berbincang dengan awak media saat meninjau persiapan penutupan diklat di Lapangan Markas Komando Daerah TNI Angkatan Udara (Makodau) I, Jakarta, Kamis. ANTARA/HO-MCH 2026

Jakarta, aktual.com – Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa tidak semua peserta yang mengikuti pendidikan dan pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tahun 2026 otomatis lolos menjadi petugas.

Menjelang penutupan diklat, setidaknya enam orang peserta dinyatakan gugur dan dipulangkan karena berbagai faktor, mulai dari masalah kesehatan hingga indisipliner.

Wamenhaj menegaskan bahwa proses seleksi berjalan sangat objektif tanpa pandang bulu. Faktor kesehatan menjadi salah satu penyebab utama gugurnya peserta. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan ulang, ditemukan peserta yang memiliki risiko tinggi jika diberangkatkan.

“Ada yang ternyata hasil MCU-nya menunjukkan penyakit jantung, bahkan ada yang harus dipasang ring. Kami tidak mungkin mengambil risiko dengan memberangkatkan mereka. Rekomendasi dokter menyatakan tidak layak, maka dengan berat hati harus dicopot,” ujar Wamenhaj di sela-sela pemantauan persiapan penutupan diklat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (29/1).

Wamenhaj juga memperingatkan keras agar para calon petugas haji tidak memiliki mentalitas “nebeng” berhaji gratis. Menurut dia, tugas utama PPIH adalah melayani jamaah, sementara kesempatan berhaji hanyalah bonus dari Allah SWT.

“Jangan sampai niatnya itu nebeng naik haji melalui jalur petugas. Luruskan niat untuk menjadi pelayan tamu Allah. Hajinya itu bonus saja. Jika mentalitasnya hanya ingin haji gratis, biasanya akan terlihat dari kedisiplinan selama diklat,” ujar Wamenhaj.

Wamenhaj memastikan bahwa peserta yang akan mengikuti upacara penutupan bersama Presiden Prabowo Subianto esok hari adalah mereka yang dinyatakan lulus murni oleh tim instruktur.

Bagi yang belum berhasil tahun ini, ia menyarankan untuk mempersiapkan diri lebih baik, baik secara fisik maupun kepatuhan terhadap aturan, untuk mencoba kembali pada tahun depan.

“Besok yang ikut penutupan adalah mereka yang lulus. Kita berharap semua teman-teman di sini lulus, namun ingat, haji itu panggilan Allah. Kekuatan Allah bermain di sini. Jika belum terpanggil tahun ini, coba lagi tahun depan dengan persiapan yang lebih matang,” ujar Wamenhaj.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Usai Bea Cukai, Menkeu Purbaya Siapkan Perombakan Besar di Ditjen Pajak Pekan Depan

Jakarta, aktual.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan akan melakukan perombakan jajaran pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada pekan depan, menyusul langkah serupa yang telah dilakukan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Langkah tersebut diambil setelah Purbaya melantik 31 pejabat di lingkungan DJBC, sebagai bagian dari strategi pembenahan kinerja penerimaan negara guna menjaga ketahanan fiskal.

“Kemarin kan saya sudah tuh obrak-abrik bea cukai, minggu depan pajak. Jadi income akan membaik ke depan sehingga fondasi fiskal ga masalah lagi,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (29/1/2026).

Menurut Purbaya, optimalisasi penerimaan negara dari sektor pajak dan kepabeanan akan menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

“Dan uang yang diperoleh akan dipakai untuk membangun pertumbuhan ekonomi. Menciptakan pertumbuhan ekonomi. Jadi gak usah takut.,” ujarnya.

Sebelumnya, Purbaya menegaskan bahwa perombakan besar di DJBC dilakukan untuk menutup celah kebocoran penerimaan negara yang selama ini terjadi. Ia menilai langkah tersebut krusial demi mengamankan penerimaan negara, mengingat besarnya kebutuhan belanja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Bea cukai dan pajak saya tangani langsung karena itu penting buat penerimaan tahun ini dan untuk menekan defisit anggaran kita,” tegas Purbaya.

Ia juga memastikan pengganti pejabat di lingkungan Bea Cukai tidak akan berasal dari luar institusi. Menurutnya, mendatangkan pejabat eksternal justru berisiko karena tidak memahami teknis operasional di lapangan.

Sebagai gantinya, Purbaya memilih melakukan rotasi internal serta memberikan kesempatan kepada pegawai muda untuk menempati posisi strategis, sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Pemerintah Pastikan MBG Tetap Jalan Selama Ramadhan, Mekanisme Disesuaikan dengan Ibadah Puasa

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) (kedua kiri) dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (kedua kanan) dalam rapat koordinasi terbatas penguatan implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan MBG di Jakarta, Kamis (29/1/2026). (ANTARA/Aria Ananda)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) (kedua kiri) dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (kedua kanan) dalam rapat koordinasi terbatas penguatan implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan MBG di Jakarta, Kamis (29/1/2026). (ANTARA/Aria Ananda)

Jakarta, aktual.com – Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah dengan penyesuaian mekanisme layanan bagi peserta didik dan kelompok penerima manfaat.

Penyesuaian tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan terkait penguatan implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan MBG di Jakarta, Kamis (29/1).

“Pelaksanaan MBG pada bulan Ramadhan tetap berjalan,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas).

Ia menjelaskan penyesuaian dilakukan agar layanan tetap tepat sasaran tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa bagi peserta didik Muslim.

Menurut dia, anak sekolah di daerah yang mayoritas menjalankan puasa akan menerima makanan kering yang dapat dikonsumsi saat berbuka.

Sementara itu, sekolah di wilayah yang mayoritas tidak berpuasa tetap mendapatkan layanan MBG seperti hari biasa.

Untuk kelompok balita, ibu hamil dan ibu menyusui, pemerintah memastikan layanan MBG tetap diberikan secara normal selama bulan Ramadhan.

“Sekolah yang non-Muslim (distribusi MBG) seperti biasa. Ibu hamil, balita juga seperti biasa,” ujar dia.

Zulhas menambahkan layanan MBG di pesantren akan menyesuaikan waktu distribusi, yakni digeser ke sore hari untuk konsumsi saat berbuka puasa.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan skema Ramadhan tersebut telah disiapkan oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di daerah.

Menurut dia, menu yang disiapkan tetap memperhatikan kecukupan gizi meskipun dikemas dalam bentuk makanan kering.

“Untuk anak sekolah yang puasa, dibagikan saat pulang sekolah untuk berbuka,” ungkap Dadan.

Pemerintah menegaskan penyesuaian ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan Program MBG sekaligus menghormati pelaksanaan ibadah masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pangan, hingga akhir Januari 2026 Program MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Jumlah tersebut dilayani oleh 22.091 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi.

Program MBG juga tercatat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Pemerintah mencatat sebanyak 924.424 tenaga kerja langsung terlibat di SPPG, didukung 68.551 pemasok bahan pangan serta 21.413 mitra usaha, yang sebagian besar berasal dari pelaku UMKM lokal.

Pemerintah menilai keberlanjutan pelaksanaan MBG selama Ramadhan penting untuk menjaga konsistensi pemenuhan gizi masyarakat, sekaligus memastikan dampak ekonomi program tetap berjalan di tingkat daerah.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Indonesia Tolak Permintaan AS Beli Drone dalam Negosiasi Dagang

Jakarta, aktual.com – Indonesia menolak tuntutan Amerika Serikat untuk membeli drone buatan AS sebagai bagian dari perjanjian perdagangan antara kedua negara, demikian dilaporkan surat kabar The Straits Times dengan mengutip sumber-sumber terkait.

Indonesia telah menyetujui sejumlah besar persyaratan yang diajukan Amerika Serikat dalam perundingan perdagangan, termasuk rencana untuk mengimpor bahan bakar dari AS sebagai pengganti Singapura, menurut laporan tersebut pada Rabu (28/1).

Namun demikian, Indonesia menolak ketentuan yang dinilai melanggar konstitusi, termasuk tuntutan untuk membeli drone AS guna mengawasi Laut China Selatan, tambah laporan itu.

Menurut surat kabar tersebut, kedua pihak hampir mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif AS dari 32 persen menjadi 19 persen. Indonesia juga dilaporkan berencana melonggarkan pembatasan impor mobil asal Amerika serta menghapus hambatan terhadap pasokan peralatan teknologi dan medis dari AS.

Perundingan antara kedua pihak masih berlangsung dan saat ini berfokus pada finalisasi kesepakatan serta penyelesaian masalah-masalah administratif, demikian isi laporan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Mengurai Peran Sekolah Negarawan dan Partai Politik dalam Demokrasi yang Sehat

Rinto Setiyawan, Ketua Umum IWPI, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Wakil Direktur Sekolah Negarawan X Institute

Oleh: Rinto Setiyawan , A.Md., S.H., CTP (Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Wakil Direktur Sekolah Negarawan)

Jakarta, aktual.com – Salah satu problem mendasar demokrasi Indonesia hari ini bukan terletak pada kurangnya pemilu, melainkan pada kaburnya peran antar-institusi dan jalur pembentukan kepemimpinan. Semua seolah diserahkan pada mekanisme elektoral, sementara pertanyaan paling mendasar jarang diajukan: siapa yang seharusnya menjaga negara, dan siapa yang seharusnya menjalankan pemerintahan?

Di titik inilah pentingnya mengurai secara jernih peran Sekolah Negarawan, partai politik, dan demokrasi agar tidak saling tumpang tindih.

Sekolah Negarawan pada dasarnya bukan lembaga politik praktis. Ia tidak didesain untuk mencetak pemenang pemilu, melainkan mendidik calon negarawan, sosok yang memahami negara sebagai amanah rakyat, konstitusi sebagai perjanjian bersama, dan kekuasaan sebagai tanggung jawab moral. Dalam analogi rumah tangga kenegaraan, negarawan adalah kepala negara, atau suami rakyat, yang bertugas menjaga arah, nilai, dan keselamatan rumah bersama bernama negara.

Negarawan tidak bekerja di dapur kekuasaan sehari-hari. Ia tidak sibuk membagi anggaran, mengatur birokrasi teknis, atau mengelola administrasi rutin. Tugasnya adalah menjaga kedaulatan rakyat, memastikan aturan hidup bersama ditegakkan, dan mengawasi agar pemerintahan tidak menyimpang dari tujuan keadilan dan kesejahteraan.

Berbeda dengan itu, partai politik memang memiliki fungsi yang sah dan penting, yakni menyiapkan calon pejabat pemerintahan. Partai melatih kadernya untuk mengelola kekuasaan, menjalankan kebijakan publik, dan memimpin birokrasi. Dalam analogi yang sama, peran ini setara dengan kepala pemerintahan, atau asisten rumah tangga rakyat, pelaksana tugas yang dipekerjakan untuk mengurus kebutuhan operasional rumah.

Masalah muncul ketika partai politik tidak berhenti sebagai penyiap pelaksana pemerintahan, tetapi sekaligus mengklaim diri sebagai penentu arah negara. Ketika kepala pemerintahan diperlakukan seolah-olah juga kepala negara. Pada titik ini, negara kehilangan penjaga nilai, dan demokrasi berubah menjadi sekadar kompetisi kekuasaan tanpa pengawasan substantif.

Demokrasi yang sehat seharusnya ditempatkan secara proporsional. Demokrasi bukan alat untuk memilih pemilik negara, melainkan proses untuk memilih pelaksana pemerintahan. Dalam kerangka ini, demokrasi adalah mekanisme pemilihan pejabat pemerintahan dan kepala pemerintahan, setelah terlebih dahulu diseleksi melalui musyawarah oleh para negarawan, yakni mereka yang bertugas menjaga kedaulatan rakyat dan arah negara.

Musyawarah di sini bukan nostalgia masa lalu, melainkan proses kebijaksanaan. Ia memastikan bahwa calon-calon pelaksana pemerintahan yang diajukan ke rakyat telah memenuhi standar moral, kapasitas, dan kesetiaan pada konstitusi. Demokrasi kemudian bekerja untuk memberikan mandat operasional, bukan legitimasi kepemilikan negara.

Dengan pembagian peran yang jelas ini, tidak ada satu pun institusi yang merasa paling berkuasa. Sekolah Negarawan menjaga negara, partai politik menyiapkan pemerintahan, dan demokrasi menjadi mekanisme legitimasi pelaksana. Rakyat tetap menjadi pemilik kedaulatan, bukan sekadar pemilih lima tahunan.

Demokrasi tanpa negarawan akan kehilangan

gan arah. Sebaliknya, negarawan tanpa demokrasi akan kehilangan legitimasi. Keduanya harus berjalan berdampingan, dengan partai politik berada pada peran yang tepat: sebagai penyedia pelaksana kekuasaan, bukan penentu kedaulatan.

Jika peran-peran ini ditempatkan secara benar, demokrasi tidak lagi bising tetapi hampa. Ia menjadi tenang namun bermakna. Negara pun kembali bekerja sebagai rumah bersama, dijaga oleh negarawan, dikelola oleh pemerintahan, dan dimiliki sepenuhnya oleh rakyat.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Menkeu Nilai Trading Halt IHSG Efek Kejut Sementara, Optimistis Tembus 10.000 Akhir 2026

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (batik), dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (jas) usai menandatangani nota kesepahaman untuk meningkatkan PNBP di sektor kehutanan, di Jakarta, Rabu (29/10/2025). Foto: Nur Aida Nasution/Aktual.com

Jakarta, aktual.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai penghentian sementara perdagangan (trading halt) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kedua kalinya merupakan efek kejut (shock) sementara di pasar.

Ia memperkirakan tekanan tersebut hanya berlangsung singkat, sekitar dua hingga tiga hari saja.

“Ini mungkin orang shock akan possibility. Kita pasarnya dianggap pasar frontier level. Tapi saya kira enggak akan turun ke sana karena fondasi kita bagus,” kata Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1).

Menurut dia, gejolak di pasar saham tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Dirinya juga menyoroti pergerakan saham-saham spekulatif yang sejak lama diingatkan untuk dibersihkan dari bursa.

“Kalau yang jatuh bursa saham-saham gorengan kan saya sudah ingatkan dari dulu, bersihkan bursa dari saham gorengan kan. Tapi yang (saham) besar-besar kan masih ada, yang saham-saham blue chip. Kalau anda takut lari aja ke situ,” ujar dia.

Sebagaimana diketahui, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham pada Kamis, pukul 09.26 WIB, dalam sistem Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah IHSG anjlok hingga 8 persen.

Pada saat itu, IHSG tercatat turun 665,89 poin atau 8,00 persen ke level 7.654,66. Sesuai ketentuan, perdagangan dilanjutkan kembali pada pukul 09.56 WIB tanpa perubahan jadwal sesi perdagangan.

Menkeu Purbaya memandang tekanan pasar utamanya dipengaruhi sentimen terkait evaluasi indeks oleh MSCI terhadap transparansi bursa efek Indonesia. Dirinya mengatakan sejumlah catatan yang disampaikan akan ditindaklanjuti oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pengawas.

Meski terjadi trading halt hingga dua kali, ia mengatakan tetap optimistis kinerja IHSG ke depan akan menguat bisa menembus level 10.000 pada akhir 2026.

“Optimistis (IHSG) 10.000. Enggak usah takut,” ujar Purbaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain