12 April 2026
Beranda blog Halaman 280

Panic Selling Usai MSCI, Hans Kwee Prediksi IHSG Rebound Pekan Depan

Seorang wanita berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). BEI menghentikan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 13.43 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah penurunan IHSG mencapai delapan persen ke posisi 8.261,79 imbas dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara (hold) proses rebalancing indeks untuk saham-saham di pasar saham Indonesia. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar
Seorang wanita berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). BEI menghentikan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 13.43 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah penurunan IHSG mencapai delapan persen ke posisi 8.261,79 imbas dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara (hold) proses rebalancing indeks untuk saham-saham di pasar saham Indonesia. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar

Jakarta, aktual.com – Ekonom keuangan dan praktisi pasar modal Hans Kwee menilai tekanan yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis ini, imbas dari panic selling pelaku pasar pasca pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait penangguhan rebalancing indeks saham-saham Indonesia.

Ia memproyeksikan sentimen negatif ini bersifat jangka pendek, dan IHSG akan rebound (berbalik menguat) setidaknya pada pekan depan.

“Pasar masih panik karena MSCI,” ujar Hans dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis (29/1).

Selain itu, Hans menyebut pelaku pasar khawatir terhadap proyeksi Goldman Sachs, yang memproyeksikan potensi arus dana keluar (capital outflow) mencapai 2,2 hingga 7,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

“Ditambah Goldman Sachs yang memperkirakan potensi arus keluar dana pasif dari pasar saham Indonesia bisa mencapai 2,2 miliar hingga 7,8 miliar dolar AS pasca-penilaian MSCI,” ujar Hans.

Hans memproyeksikan tekanan terhadap IHSG akan bersifat jangka pendek, dan memproyeksikan akan kembali pulih setidaknya pekan depan.

Namun demikian, Ia menyebut rebound IHSG tidak akan terlalu signifikan, dan cenderung menguat secara bertahap.

“Hal ini bersifat jangka pendek. Kami pikir akhir pekan atau minggu depan pasar saham sudah normal, tapi mungkin indeks kita tidak akan naik terlalu kencang lagi. Cenderung sideways menanti hasil final MSCI, ” ujar Hans.

Di tengah koreksi IHSG saat ini, Hans merekomendasikan pelaku pasar untuk melakukan aksi beli (net buy), serta melakukan akumulasi secara bertahap terhadap saham-saham berfundamental bagus.

“Investor jangka menegah dan panjang bisa lakukan beli waktu melemah, dan lakukan akumulasi bertahap terhadap saham-saham Big Cap dengan fundamental bagus ketika pasar terkoreksi akibat kepanikan,” ujar Hans.

Pada perdagangan hari ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menghentikan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan pada Kamis pukul 09.26 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah penurunan IHSG mencapai 8 persen.

Pada perdagangan sesi I pukul 09.26 WIB di Jakarta, Kamis, IHSG tercatat melemah 665,89 poin atau 8,00 persen ke posisi 7.654,66, dan perdagangan telah dilanjutkan pukul 09.56 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Hetifah Ingatkan Sensus Ekonomi 2026 Jangan Elitis, Kepercayaan Publik Jadi Kunci

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. Aktual/HO

Jakarta, Aktual.com — Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya ditentukan oleh kekuatan metodologi statistik, tetapi sangat bergantung pada strategi komunikasi publik yang berlapis, realistis, dan tidak elitis.

Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Badan Pusat Statistik (BPS) di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Hetifah menilai persiapan Sensus Ekonomi 2026 masih perlu diperkuat, terutama dalam membangun kepercayaan dan partisipasi masyarakat. Tanpa pendekatan yang tepat, ia mengingatkan sensus berpotensi menghadapi sikap apatis dari masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor informal.

“Sensus Ekonomi 2026 harus melibatkan seluruh masyarakat. Strateginya tidak boleh elitis, tetapi tetap realistis mengingat keterbatasan anggaran. Kuncinya ada pada kepercayaan publik,” ujar Hetifah.

Menurutnya, seluruh tahapan sensus, mulai dari perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaan, harus dirancang secara inklusif dan menyentuh akar rumput. Ia mendorong BPS mengoptimalkan komunikasi publik yang dekat dengan keseharian masyarakat melalui pelibatan tokoh lokal seperti RT, RW, karang taruna, ibu-ibu pengajian, serta komunitas pasar tradisional.

Selain itu, pemanfaatan media yang akrab digunakan masyarakat, seperti grup WhatsApp, radio komunitas, dan media lokal, dinilai penting untuk memperluas jangkauan sosialisasi. Hetifah juga membuka opsi pembentukan posko sensus di tingkat desa atau kelurahan guna memperkuat kehadiran negara dan meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Sensus Ekonomi tidak boleh terasa sebagai urusan elite statistik. Ini harus menjadi ruang bagi rakyat untuk bersuara melalui data, yang kelak kembali kepada mereka dalam bentuk kebijakan yang adil dan berpihak,” tegasnya.

Hetifah juga menyoroti pentingnya fase pascasensus. Menurutnya, transparansi hasil dan diseminasi data dalam bahasa yang mudah dipahami publik menjadi faktor krusial untuk menjaga legitimasi BPS dan merawat kepercayaan masyarakat.

Menanggapi masukan tersebut, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan pihaknya menyambut baik pandangan Komisi X DPR RI. Ia menegaskan strategi Sensus Ekonomi 2026 tidak akan bersifat elitis, melainkan mendorong tumbuhnya rasa kepemilikan masyarakat terhadap sensus.

BPS, lanjut Amalia, akan memperkuat kolaborasi dengan tokoh lokal serta menggelar diskusi kelompok terarah bersama Komisi X DPR RI untuk merumuskan strategi komunikasi yang lebih tepat sasaran.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

DPR Soroti Kasus Hogi Minaya, Dinilai Masuk Kategori Pembelaan Diri

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. Aktual/TINO OKTAVIANO

Jakarta, Aktual.com — Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan penanganan perkara hukum yang menjerat Hogi Minaya perlu dievaluasi secara menyeluruh karena dinilai tidak mencerminkan rasa keadilan. Berdasarkan pendalaman dan keterangan para pihak, Komisi III DPR RI menilai terdapat dasar hukum yang kuat untuk menghentikan perkara tersebut demi kepentingan hukum.

“Komisi III DPR RI meminta agar perkara ini dihentikan demi kepentingan hukum,” kata Habiburokhman dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI bersama Kepala Kejaksaan Negeri Sleman, Kapolresta Sleman, serta kuasa hukum Hogi Minaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, keputusan Komisi III DPR RI mengacu pada ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru.

“Dengan berpedoman pada Pasal 65 huruf m Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP dan alasan pembenar sebagaimana diatur dalam Pasal 34 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,” ujarnya.

Ia menerangkan, Pasal 34 KUHP secara tegas mengatur pembelaan terpaksa terhadap serangan atau ancaman yang melawan hukum. Dalam konteks perkara Hogi Minaya, Komisi III DPR RI menilai peristiwa tersebut merupakan bentuk pembelaan diri terhadap kejahatan pencurian dengan kekerasan, sehingga tidak dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana.

Habiburokhman juga mengingatkan aparat penegak hukum untuk memedomani prinsip keadilan sebagaimana diatur dalam Pasal 53 ayat (2) KUHP, yang menegaskan bahwa keadilan harus lebih diutamakan daripada kepastian hukum semata.

“Penegakan hukum bukan hanya soal menerapkan pasal, tetapi memastikan keadilan benar-benar dirasakan masyarakat. Korban kejahatan tidak boleh dikriminalisasi,” tegasnya.

Selain itu, ia meminta kepolisian, khususnya Polresta Sleman, lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada publik agar tidak menimbulkan kegaduhan dan persepsi keliru.

Komisi III DPR RI, lanjut Habiburokhman, berkomitmen mengawal penegakan hukum agar berjalan profesional, akuntabel, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. “Tujuan kami bukan melemahkan aparat penegak hukum, melainkan memperkuat penegakan hukum yang adil dan manusiawi,” pungkasnya.

Sebelumnya, diketahui dua penjambret berinisial RDA dan RS, warga Pagar Alam, Sumatera Selatan, tewas setelah tertabrak, terpental, lalu membentur tembok. Keduanya meninggal dunia usai terlibat kejar-kejaran dengan Hogi Minaya suami Arsita, korban penjambretan di Sleman.

Dalam peristiwa tersebut, kedua pelaku sempat beberapa kali bersenggolan dengan kendaraan yang dikemudikan Hogi Minaya menggunakan mobil Mitsubishi Xpander. Saat kejadian, Hogi diketahui tengah mendampingi Arsita yang mengendarai sepeda motor.

Insiden penabrakan itu menimbulkan dua perkara hukum, yakni kasus penjambretan yang telah dihentikan atau diterbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) karena pelaku meninggal dunia di tempat, serta perkara dugaan tindak pidana kecelakaan lalu lintas.

Aparat kepolisian telah melakukan mediasi terhadap para pihak terkait dan menempuh mekanisme restorative justice dalam penanganan perkara tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Kunjungi PNM, Gubernur Maluku Utara Berbagi Nilai Perjuangan Perempuan

Jakarta, aktual.com – Upaya memperkuat peran perempuan dalam ekonomi daerah terus diperkuat Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui kolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Hal ini tercermin dalam kunjungan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, ke Menara PNM, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Sherly membahas penguatan program pemberdayaan perempuan di Maluku Utara, salah satunya melalui Program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang selama ini menyasar perempuan prasejahtera pengusaha ultra mikro.

Gubernur Maluku Utara juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan sejumlah nasabah PNM Mekaar yang telah mendapatkan pendampingan usaha. Para nasabah tersebut menjalankan beragam usaha, mulai dari kuliner, batik, hingga produksi makanan ringan.

Dalam dialog bersama nasabah, Gubernur Sherly menyoroti pentingnya kedisiplinan dan kebersamaan sebagai kunci keberhasilan perempuan dalam membangun usaha. Ia juga menggali pengalaman para nasabah sebagai inspirasi bagi perempuan di Maluku Utara yang tengah merintis usaha.

Dewi Susanti, nasabah PNM Mekaar Cabang Depok, membagikan pengalamannya selama enam tahun bergabung dalam program PNM Mekaar.

“Saya sudah menjadi nasabah PNM Mekaar kurang lebih enam tahun. Kuncinya disiplin. Kami sangat terbantu dengan adanya program PNM Mekaar karena bisa membuka usaha untuk membantu ekonomi keluarga. Kebetulan saya juga ketua kelompok dan di kelompok inilah kami saling menguatkan serta berbagi pengalaman usaha,” ujar Dewi pada Selasa (27/ 1/2026)

Pengalaman serupa dirasakan Wiwin Winarti, nasabah PNM Mekaar Cabang Depok. Ia tak menyangka mendapat kesempatan berdialog langsung dengan Gubernur Maluku Utara.

“Benar-benar tidak menyangka bisa bertemu langsung dengan Ibu Gubernur. Melalui pendampingan PNM, kami juga diajari cara mengelola sampah di rumah. Sekarang jadi tahu mana sampah yang bisa dipilah dan dimanfaatkan, bahkan bisa bernilai. Lumayan sekali, bisa membantu ekonomi keluarga,” tutur Wiwin.

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan komitmen PNM dalam memperluas akses pemberdayaan perempuan hingga ke wilayah timur Indonesia.

“Kami terus berkomitmen memperkuat pemberdayaan perempuan di desa-desa. Di Maluku Utara, saat ini PNM tengah mengembangkan beberapa unit layanan untuk menjangkau dan melayani ibu-ibu agar dapat tumbuh dan berdaya secara ekonomi,” ujar Dodot.

Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan PNM diharapkan dapat memperluas dampak program pemberdayaan perempuan, sekaligus mendorong tumbuhnya usaha ultra mikro yang berkelanjutan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan daerah.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Bareskrim Sita Rp4 Miliar dalam Kasus Dugaan Investasi Fiktif PT Dana Syariah Indonesia

Jakarta, Aktual.com – Polri terus mendalami kasus dugaan investasi viktif atau fraud yang melibatkan PT Dana Syariah Indonesia (DSI). Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menyita uang senilai lebih dari Rp4 miliar dalam proses penyidikan perkara tersebut.

“Penyidik telah melakukan penyitaan uang sebesar Rp4.074.156.192 dari 41 rekening milik terlapor maupun pihak afiliasinya yang sebelumnya telah diblokir,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol. Ade Safri Simanjuntak di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Selain menyita uang, penyidik juga menyita sejumlah aset tidak bergerak berupa sertifikat hak milik (SHM) dan sertifikat hak guna bangunan (SHGB) milik borrower yang dijaminkan melalui PT DSI.

Penyidik turut mengamankan aset bergerak milik PT DSI, antara lain satu unit mobil dan dua unit sepeda motor. Selain itu, sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik yang berkaitan dengan perkara juga telah disita untuk kepentingan penyidikan.

Terkait pemeriksaan saksi, Ade menjelaskan bahwa hingga Selasa (27/1/2026), penyidik telah memeriksa sebanyak 46 orang saksi. Mereka terdiri atas saksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), para lender, borrower, serta saksi internal dari PT DSI.

Ke depan, penyidik berencana memeriksa sejumlah ahli dari berbagai bidang guna memperkuat pembuktian. “Ahli yang akan dimintai keterangan antara lain ahli financial technology dari OJK, ahli ITE, ahli digital forensik, ahli pidana, serta ahli keuangan syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia,” ujar Ade.

Ia menegaskan, penyidikan kasus dugaan fraud PT DSI akan dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Sebelumnya, Bareskrim Polri mengungkap adanya indikasi kecurangan dalam kasus dugaan gagal bayar PT DSI kepada para pemberi pinjaman. Salah satu modus yang diduga digunakan adalah pembuatan proyek fiktif dengan memanfaatkan data borrower yang telah ada tanpa proses konfirmasi dan verifikasi ulang.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Vespa 946 Horse Resmi Meluncur, Padukan Desain Ikonik dan Fashion Culture

Jakarta, Aktual.com – Vespa kembali menegaskan posisinya sebagai ikon otomotif yang lekat dengan gaya hidup dan fashion culture melalui peluncuran Vespa 946 Horse, edisi terbatas Lunar yang terinspirasi dari Tahun Kuda.

Setelah Dragon dan Snake, Vespa menghadirkan interpretasi baru yang menyasar generasi muda urban yang memandang kendaraan bukan sekadar alat mobilitas, melainkan bagian dari identitas dan ekspresi diri.

Tahun Kuda dipilih sebagai simbol nilai dinamis, berwibawa, dan tangguh, karakter yang selaras dengan DNA Vespa 946 sebagai model flagship. Nilai tersebut diterjemahkan ke dalam desain yang memadukan kebebasan bergerak dengan kemewahan modern, sekaligus mempertahankan karakter klasik Vespa.

Secara visual, Vespa 946 Horse tampil mencolok lewat warna bay, nuansa cokelat tua yang terinspirasi dari kilau alami bulu kuda. Bodi baja dipoles dengan kombinasi finishing matte dan glossy, menciptakan kontras halus yang menonjolkan lekuk ikonis Vespa. Aksen emas menjadi penanda eksklusivitas, termasuk monogram huruf “V” timbul yang terletak pada bagian tapal kuda di bawah jok.

Dari sisi craftsmanship, Vespa tetap menonjolkan sentuhan khas Italia. Jok kulit premium terinspirasi dari perlengkapan berkuda dibuat secara handmade oleh perajin Italia, dilengkapi detail kulit senada pada setang dan spion. Pendekatan ini memperkuat kesan bahwa Vespa 946 Horse bukan sekadar skuter, melainkan objek desain bernilai tinggi.

Vespa juga melengkapi edisi ini dengan aksesori eksklusif, mulai dari tas penyimpanan belakang berbahan kulit, windshield dengan penyangga aluminium, hingga helm jet khusus dengan logo “V” emas tiga dimensi. Seluruh elemen dirancang selaras dengan tema berkuda yang elegan dan fungsional.

Tak hanya fokus pada kendaraan, Vespa memperluas narasi gaya hidup lewat peluncuran “In Sella”, rilisan ketiga koleksi fashion “Al Vento”. Koleksi ini menegaskan kedekatan Vespa dengan dunia fashion dan anak muda kreatif. Royal Crest terbaru yang menampilkan ilustrasi kuda dan anjing dachshund menjadi simbol pertemuan antara warisan klasik dan interpretasi kontemporer.

Didominasi warna biru navy, koleksi ini menghadirkan jaket varsity wol, rajutan motif kepang, hingga kaus dan kemeja dengan grafis playful khas Vespa. Rangkaian lifestyle dilengkapi Vespa Royal Blanket, memperluas ekosistem Vespa sebagai merek otomotif yang hidup di ruang fesyen dan budaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Berita Lain