7 April 2026
Beranda blog Halaman 342

Jadi Tersangka, KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Staf Khususnya Gus Alex

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dan mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2024. Penetapan status hukum tersebut disertai rencana penahanan dalam waktu dekat guna mempercepat proses penyidikan.

“Terkait penahanan nanti kami akan update. Tentu secepatnya, karena KPK tentu juga ingin agar proses penyidikan bisa berjalan efektif,” kata Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Januari 2026.

Budi menjelaskan kedua tersangka dijerat dengan pasal tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian keuangan negara. Namun hingga kini, nilai pasti kerugian negara masih dalam proses penghitungan oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

“BPK saat ini masih terus melakukan kalkulasi untuk menghitung besarnya nilai kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dari perkara ini,” ujarnya.
Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Yaqut dan Gus Alex telah beberapa kali diperiksa KPK dengan status saksi dan juga sempat dicegah bepergian ke luar negeri. Kasus ini berkaitan dengan kebijakan pembagian tambahan 20 ribu kuota haji pada 2024, yang diperoleh Indonesia setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan lobi kepada pemerintah Arab Saudi.

Tambahan kuota tersebut semula ditujukan untuk mengurangi masa tunggu jemaah haji reguler yang di sejumlah daerah bisa mencapai lebih dari 20 tahun. Namun, KPK menilai pembagian kuota oleh Kementerian Agama saat itu tidak sesuai ketentuan karena dibagi rata, masing-masing 10 ribu untuk haji reguler dan 10 ribu untuk haji khusus.

Dalam aturan perundang-undangan, kuota haji khusus dibatasi maksimal 8 persen dari total kuota nasional. Pada penyelenggaraan haji 2024, Indonesia tercatat menggunakan kuota 213.320 jemaah haji reguler dan 27.680 jemaah haji khusus.

KPK menilai kebijakan tersebut berdampak pada sekitar 8.400 jemaah haji reguler yang telah mengantre lebih dari 14 tahun dan seharusnya bisa berangkat setelah adanya tambahan kuota, namun akhirnya gagal berangkat.

KPK menyebut terdapat dugaan awal kerugian negara yang nilainya mencapai sekitar Rp 1 triliun dalam perkara ini. Dalam proses penyidikan, penyidik telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset, mulai dari rumah, kendaraan, hingga uang dalam bentuk dolar Amerika Serikat yang diduga terkait dengan perkara tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Hormati Proses Hukum, Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Sikap Kooperatif Kliennya

Jakarta, aktual.com – Penasihat hukum mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Mellisa Anggraini menyampaikan pernyataan resmi terkait penetapan kliennya sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi penentuan kuota haji Indonesia Tahun 2023–2024. Mellisa, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai langkah hukum yang diambil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.

“Kami telah menerima informasi terkait penetapan klien kami sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ujarnya.

Ia menegaskan tim kuasa hukum menghormati proses hukum yang sedang berjalan. “Atas hal tersebut, kami menyatakan menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan,” kata Mellisa.

Ia menjelaskan sejak awal pemeriksaan, Yaqut telah menunjukkan sikap kooperatif dan terbuka dengan memenuhi seluruh panggilan dan prosedur hukum. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen kliennya terhadap penegakan hukum.

“Sejak awal proses pemeriksaan, klien kami telah bersikap kooperatif dan transparan,” ujarnya.

Mellisa juga menekankan pentingnya prinsip-prinsip hukum yang melekat pada setiap warga negara. Ia mengingatkan bahwa hak atas perlakuan yang adil dan asas praduga tidak bersalah harus tetap dijunjung hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

“Setiap warga negara memiliki hak-hak hukum yang dijamin oleh undang-undang,” katanya.

Sebagai penasihat hukum, Mellisa memastikan pihaknya akan mendampingi kliennya secara profesional dan bertanggung jawab. Ia menyebut seluruh langkah hukum akan ditempuh sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk melindungi hak-hak hukum kliennya.

“Kami akan mendampingi klien kami secara profesional dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Mellisa mengimbau seluruh pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Ia juga meminta agar KPK diberikan ruang untuk menjalankan tugasnya secara independen dan objektif. “Kami mengimbau kepada seluruh pihak untuk menghormati proses hukum yang tengah berlangsung,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi kuota haji. Hal itu dibenarkan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto pada Jumat, 9 Januari 2026.

Dalam penyidikan, KPK menelusuri aliran dana dugaan korupsi kuota haji 2024 berdasarkan keterangan Yaqut, yang diduga mengalir ke Kementerian Agama (Kemenag) melalui pengelolaan kuota haji tambahan yang diperjualbelikan antara Kemenag dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau biro perjalanan haji, sebagaimana disampaikan juru bicara KPK Budi Prasetyo pada 16 Desember 2025.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Bagaimana GYS Menghadirkan Long Steel Berkualitas Tinggi dengan Keahlian Jepang

Aktual.com – Indonesia tengah mengalami lonjakan pembangunan infrastruktur yang luar biasa. Dari proyek Ibu Kota Nusantara hingga perluasan jalan tol trans-Jawa, kebutuhan akan material konstruksi berkualitas tinggi menjadi semakin mendesak. Nah, di sinilah PT Garuda Yamato Steel (GYS) hadir sebagai game changer dalam industri long steel nasional.

Visi Menjadi Pemimpin Long Steel Indonesia

Berbasis di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, GYS hadir dengan visi yang jelas: menjadi pemimpin dalam industri baja panjang di Indonesia dengan standar internasional dan keahlian tingkat atas, sekaligus berkontribusi nyata dalam pengembangan sektor steel structure nasional. 

Visi ambisius ini didukung oleh misi untuk memberikan kepuasan pelanggan maksimal melalui inovasi produk, produktivitas, dan kualitas luar biasa sambil menjunjung tinggi tanggung jawab lingkungan dan sosial perusahaan.

Kapasitas Produksi Pabrik Baja Terbesar di Indonesia

Sebagai salah satu pabrik baja terbesar di Indonesia dalam kategori long steel, fasilitas modern GYS memiliki kapasitas produksi mencapai 1 juta ton baja per tahun dan kapasitas rolling 900.000 ton per tahun. Angka fantastis ini menjadikan GYS siap memenuhi permintaan domestik yang diproyeksikan tumbuh 5-7% per tahun.

Ternyata, pasar besi baja Indonesia memang sedang dalam fase pertumbuhan eksplosif. Nilai pasar mencapai USD 12,6 miliar pada 2024 dan diperkirakan melonjak menjadi USD 16,58 miliar pada 2033. Khusus untuk segmen long steel, permintaan tumbuh luar biasa sebesar 21,4% year-on-year pada semester pertama 2024 saja.

Keunggulan Teknologi: Electric Arc Furnace dari Jepang

Yang membedakan GYS dari kompetitor adalah adopsi teknologi Electric Arc Furnace (EAF) dari Jepang. Teknologi canggih ini memastikan produk besi baja berkualitas tinggi dengan performa mekanis yang unggul.

Garuda Yamato Steel merupakan penyedia long steel dengan standar internasional, di mana produk-produk seperti besi WF (Wide Flange) dan besi h beam tidak hanya memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), tetapi juga standar Japanese Industrial Standards (JIS), ASTM International, dan European Norms (EN).

GYS berfokus pada tiga pilar utama yang menjadi nilai inti perusahaan:

Kualitas: Menghasilkan baja berkualitas tinggi yang melampaui ekspektasi dan memenuhi standar internasional.

Inovasi: Mendorong kemajuan melalui teknologi dan pengembangan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.

Keberlanjutan: Mengurangi dampak lingkungan melalui efisiensi energi dan praktik ramah lingkungan.


Seismic Grade Steel: Inovasi Pertama di Indonesia

Menariknya, GYS menghadirkan produk unggulan yang revolusioner: Seismic Grade Steel yaitu baja tahan gempa pertama di Indonesia. Produk ini dirancang khusus untuk mendukung konstruksi baja di wilayah rawan bencana gempa. Dengan duktilitas tinggi, baja ini mampu menyerap energi gempa dan mengurangi risiko keruntuhan bangunan secara signifikan.

Ini sangat relevan mengingat Indonesia berada di Cincin Api Pasifik dengan aktivitas seismik tinggi. Material konstruksi baja dengan elastisitas tinggi yang dapat menyerap energi gempa bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan vital untuk keselamatan jangka panjang.

“Kami tidak hanya membangun pabrik baja; kami merancang ketahanan infrastruktur nasional,” tegas Tony Taniwan, President Director GYS yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA). “Dengan menggabungkan standar mutu internasional dari Yamato Kogyo dengan ketangguhan pasar domestik, fokus kami adalah meluncurkan inovasi produk besi wf dan besi h beam yang superior.”

Produk Structural Steel untuk Berbagai Aplikasi

Produk structural steel GYS mencakup H-Beam dan Wide Flange (WF) beams dalam berbagai ukuran h beam yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik proyek. GYS adalah spesialis long steel untuk berbagai sektor konstruksi. Produk-produk ini banyak digunakan dalam:

Infrastruktur Transportasi: Jalan tol elevated, proyek kereta api, dan MRT membutuhkan ribuan ton besi h beam untuk struktur penopang

Bangunan Tinggi dan Komersial: Besi WF sebagai balok horizontal dan H-Beam sebagai kolom vertikal untuk gedung-gedung pencakar langit

Fasilitas Industri: Pabrik, warehouse, dan struktur Pre-Engineered Building (PEB) yang mengutamakan efisiensi material

Konstruksi Tahan Gempa: Steel structure dengan kekuatan tarik tinggi dan sifat elastis untuk bangunan yang aman

Solusi Komprehensif untuk Konstruksi Modern

GYS bukan sekadar steel manufacturer indonesia yang memproduksi material mentah. Perusahaan ini menyediakan rangkaian layanan value-added yang menghemat waktu dan biaya di lapangan, termasuk:

  1. Cold Sawing & Oxy Cutting untuk pemotongan presisi
  2. Boring, Drilling, dan Slotting untuk pembuatan lubang koneksi struktural
  3. Bending Services untuk pembentukan baja sesuai desain arsitektural
  4. Produksi T-Beam custom untuk kebutuhan khusus

Layanan terintegrasi ini menjadikan GYS sebagai mitra terpercaya bagi para insinyur, arsitek, dan pengembang proyek di seluruh Indonesia. Dengan lead time 14-21 hari untuk pesanan custom dan ready-stock untuk produk standar, GYS memberikan keunggulan kompetitif signifikan.

Komitmen Keberlanjutan Lingkungan

Masa depan industri baja tak bisa dipisahkan dari tanggung jawab lingkungan. PT Garuda Yamato Steel adalah pelopor long steel ramah lingkungan dengan mengadopsi teknologi Electric Arc Furnace (EAF) yang jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan Blast Furnace tradisional. EAF dapat mengurangi emisi CO₂ hingga 70% karena menggunakan scrap steel sebagai bahan baku utama dan listrik sebagai sumber energi, bukan batu bara.

Tak heran jika komitmen pada keberlanjutan menjadi salah satu pilar utama GYS. Perusahaan mempromosikan efisiensi energi dan praktik ramah lingkungan, memastikan bahwa setiap ton long steel yang diproduksi tidak hanya kuat secara struktural tetapi juga bertanggung jawab secara lingkungan.

Menghadapi Peluang Pasar

Sekitar 50% kebutuhan besi baja nasional masih dipenuhi melalui impor. Situasi ini menunjukkan bahwa GYS memiliki peluang besar untuk substitusi impor di segmen baja struktural premium. Keunggulan GYS terletak pada kemampuannya menggabungkan kapasitas produksi lokal dengan jaminan kualitas internasional—kombinasi yang biasanya hanya ditemukan pada produk impor namun dengan keuntungan geografis dan efisiensi logistik.

Dengan dukungan pengalaman global dari Yamato Kogyo Co., Ltd. yang memiliki lebih dari 80 tahun pengalaman di industri baja dan beroperasi di lebih dari tujuh negara, GYS memiliki fondasi kuat untuk memberikan performa produk yang tak tertandingi.

Kontribusi untuk Pembangunan Infrastruktur

Melalui produk unggulannya, GYS bertujuan menjadi mitra terpercaya dalam pembangunan infrastruktur Indonesia yang lebih kuat, aman, dan berkelanjutan. Dengan konsumsi baja nasional yang diproyeksikan mencapai 19,3 juta ton pada 2025, peluang pertumbuhan sangat besar. Pembangunan IKN saja membutuhkan 9,5 juta ton baja—demonstrasi nyata dari permintaan masif untuk material konstruksi baja berkualitas.

Kesimpulan

PT Garuda Yamato Steel bukan hanya pabrik baja di Indonesia dalam kategori long steel. GYS adalah katalisator perubahan menuju industri konstruksi baja yang lebih berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Dengan memanfaatkan teknologi Jepang terkini, komitmen terhadap standar internasional, dan dedikasi pada kualitas, inovasi, serta keberlanjutan, GYS siap memimpin transformasi industri baja struktural Indonesia.

Dari besi wf untuk balok horizontal hingga besi h beam untuk kolom vertikal, setiap produk steel structure yang keluar dari fasilitas modern Cikarang membawa DNA inovasi dan komitmen terhadap keunggulan. Indonesia sedang membangun, dan fondasi dari pembangunan tersebut adalah structured steel yang kuat, resilient, dan sustainable persis seperti yang diproduksi GYS setiap harinya.

PT Garuda Yamato Steel

Alamat : Jl. Perjuangan No.8, Sukadanau, Kec. Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

https://maps.app.goo.gl/ynzJPHXU2h6YBUNW7 

Telephone : 62 21 890-0222

Email : [email protected]

Website : http://www.garudayamatosteel.com/ 

FAQ

  1. Bagaimana GYS menghadirkan long steel berkualitas tinggi dengan keahlian Jepang?

GYS mengadopsi teknologi Electric Arc Furnace (EAF) dari Jepang yang memastikan produk besi baja berkualitas tinggi dengan performa mekanis unggul. Produk-produknya memenuhi standar SNI, JIS, ASTM, dan EN, serta didukung pengalaman global Yamato Kogyo Co., Ltd. yang memiliki lebih dari 80 tahun pengalaman di industri baja.

  1. Apa keunggulan utama produk GYS dibanding kompetitor?

GYS menghadirkan Seismic Grade Steel yaitu baja tahan gempa pertama di Indonesia dengan duktilitas tinggi untuk menyerap energi gempa. Selain itu, GYS memiliki kapasitas produksi 1 juta ton per tahun, teknologi EAF ramah lingkungan yang mengurangi emisi CO₂ hingga 70%, dan layanan value-added seperti cutting, drilling, dan bending.

  1. Produk apa saja yang dihasilkan oleh GYS?

GYS memproduksi structural steel meliputi H-Beam dan Wide Flange (WF) beams dalam berbagai ukuran untuk infrastruktur transportasi, bangunan tinggi, fasilitas industri, dan konstruksi tahan gempa. GYS juga menyediakan layanan custom seperti cold sawing, boring, drilling, slotting, bending, dan produksi T-Beam.

  1. Berapa kapasitas produksi pabrik GYS?

Fasilitas modern GYS di Cikarang, Bekasi memiliki kapasitas produksi mencapai 1 juta ton baja per tahun dan kapasitas rolling 900.000 ton per tahun, menjadikannya salah satu pabrik baja terbesar di Indonesia dalam kategori long steel.

  1. Bagaimana komitmen GYS terhadap keberlanjutan lingkungan?

GYS mengadopsi teknologi Electric Arc Furnace (EAF) yang jauh lebih ramah lingkungan dengan mengurangi emisi CO₂ hingga 70% dibandingkan Blast Furnace tradisional. EAF menggunakan scrap steel sebagai bahan baku utama dan listrik sebagai sumber energi, bukan batu bara, memastikan produksi yang bertanggung jawab secara lingkungan.



Artikel ini ditulis oleh:

Rohadi M Raja

OJK Waspadai Dampak Jangka Panjang Konflik AS–Venezuela

Jakarta, Aktual.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela hingga awal 2026 belum memberikan dampak langsung terhadap stabilitas sistem keuangan Indonesia. Penilaian tersebut tercermin dari belum adanya tekanan signifikan melalui pergerakan harga minyak dunia maupun komoditas utama ekspor nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan sektor jasa keuangan domestik masih berada dalam kondisi relatif terjaga di tengah meningkatnya tensi geopolitik global. Namun demikian, OJK tetap mewaspadai potensi risiko jangka menengah hingga panjang seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia.

“Dalam jangka pendek, dampaknya belum terlihat dan belum terasa secara langsung bagi Indonesia,” ujar Mahendra dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner OJK yang digelar secara virtual, Jumat (9/1/2025).

Mahendra menjelaskan, eskalasi konflik geopolitik global berpotensi memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi dunia yang sebelumnya telah diproyeksikan melandai. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memicu volatilitas pasar keuangan dan meningkatkan risiko eksternal bagi negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Kondisi ini menuntut kewaspadaan yang lebih tinggi dari seluruh lembaga jasa keuangan,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, OJK mendorong perbankan serta lembaga keuangan nonbank untuk memperkuat pemantauan terhadap risiko pasar, risiko likuiditas, serta kualitas kredit dan pembiayaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketahanan sektor jasa keuangan nasional di tengah potensi tekanan global.

Dari sisi domestik, OJK menilai perekonomian Indonesia masih ditopang oleh inflasi yang relatif terkendali, kinerja sektor manufaktur yang berada di zona ekspansif, serta neraca perdagangan yang mencatatkan surplus. Faktor-faktor tersebut menjadi penyangga utama stabilitas sistem keuangan nasional.

Ke depan, OJK memastikan akan terus menyiapkan kebijakan yang bersifat antisipatif dan responsif terhadap dinamika global. “Kami memastikan stabilitas sistem keuangan tetap menjadi prioritas utama,” kata Mahendra.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

PDIP Gelar HUT ke-53 dan Rakernas di Ancol, Tegaskan Peran sebagai Partai Penyeimbang

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menjawab pertanyaan wartawan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (29/12/2025). ANTARA//Fianda Sjofjan Rassat.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menjawab pertanyaan wartawan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (29/12/2025). ANTARA//Fianda Sjofjan Rassat.

Jakarta, aktual.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan menggelar peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDIP dan dilanjutkan dengan rapat kerja nasional (Rakernas) di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, pada 10-12 Januari 2026.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan Rakernas ini bukan sekadar agenda rutin tahunan namun menegaskan konsolidasi PDIP sebagai Partai Penyeimbang dalam kerja nyata di tengah rakyat.

“Di dalam Rakernas ini akan dibahas sikap politik, termasuk jawaban Partai atas berbagai persoalan geopolitik, krisis ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakan hukum, hingga program internal Partai dan tanggung jawab kerakyatan Partai,” kata Hasto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/1).

Hasto menerangkan rangkaian agenda dimulai dari Pembukaan HUT ke-53 PDIP pada 10 Januari yang kemudian dilanjutkan dengan penyelenggaraan Rakernas hingga 12 Januari 2026 yang akan dihadiri pengurus pusat Partai dan pengurus daerah, anggota DPR RI Fraksi PDIP, anggota DPRD provinsi/kabupaten/kota, serta kepala daerah/wakil kepala daerah PDIP. Rakernas ini menindaklanjuti hasil Kongres ke-VI PDIP yang dilaksanakan Agustus 2025 lalu.

Lebih lanjut Hasto mengatakan PDIP akan terus meneguhkan perjuangan bagi kemanusiaan dan keadilan serta keberpihakan pada rakyat sebagaimana terlihat pada penanganan bencana yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna PDIP) di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sulawesi Utara, Jawa Barat dan wilayah lain yang terkena bencana.

“PDI Perjuangan menegaskan diri sebagai Partai Penyeimbang dengan kerja nyata di tengah rakyat di tengah berbagai bencana yang melanda di Tanah Air, dengan spirit kemanusian, keadilan dan keberpihakan kepada rakyat,” ujarnya.

Untuk agenda ini, Hasto menambahkan PDIP memilih tema Satyam Eva Jayate, dengan sub tema Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya. Satyam Eva Jayate, adalah slogan berbahasa Sanskerta yang artinya “Kebenaran akan Menang”.

“Tema Satyam Eva Jayate menjadi perisai moral dengan standar kebenaran ideologi Pancasila dengan spirit kelahirannya pada tanggal 1 Juni 1945. Bagi para pemuda, Satyam Eva Jayate bukan sekedar slogan, namun pesan moral dalam dunia digital untuk berani berbicara kritis sebagai cermin kebebasan berpendapat yang dilindungi Konstitusi serta berani menempuh jalan ‘anti mainstream’ di dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan,” urai Hasto.

Pria asal Yogyakarta itu menuturkan penegasan “Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya” yang dikutip dari Lagu Kebangsaan Indonesia Raya karya W.R. Supratman menggambarkan daya tahan (resilience) yang menyertai Satyam Eva Jayate.

“Keteguhan terhadap posisi “di sanalah aku berdiri” juga menggambarkan kesetiaan pada jalan kerakyatan di tengah godaan pragmatisme politik,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain