19 April 2026
Beranda blog Halaman 35819

Rute Bus Transjakarta Alami Perubahan Terkait Jakarta Internasional 10K

Jakarta, Aktual.co — PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan perubahan layanan di beberapa koridor terkait pelaksanaan lomba lari Jakarta Internasional 10K pada Minggu (31/5).

“Sehubungan dengan penyelenggaraan lomba lari Jakarta International pada esok hari, maka layanan bus Tranajakarta di sejumlah koridor akan mengalami penyesuaian,” kata Direktur Utama PT Transjakarta Antonius Kosasih di Jakarta, Sabtu (30/5).

Menurut dia, beberapa koridor tersebut, antara lain Koridor 1 rute Blok M-Kota yang akan mengalami perpendekan rute menjadi Monas-Kota-Monas mulai pukul 05.00 hingga pukul 10.00 WIB.

Kemudian, Koridor 2 rute Pulogadung-Harmoni yang juga akan mengalami perpendekan rute menjadi Pulogadung-Pecenongan. Selain itu, koridor tersebut juga tidak melayani di halte Monas, halte Balai Kota dan halte Gambir 2.

Selanjutnya, Koridor 3 rute Kalideres-Harmoni yang hanya akan melayani dari Kalideres hingga Grogol dan Koridor 8 rute Lebak Bulus-Harmoni yang hanya melayani dari Lebak Bulus sampai Grogol.

Terakhir, dia mengungkapkan, yaitu bus Transjakarta rute Pusat Grosir Cililitan (PGC)-Harmoni yang hanya akan melayani mulai dari PGC hingga Pecenongan.

“Dengan dilakukannya perubahan layanan di sejumlah koridor bus Transjakarta, kami berharap para penumpang dapat menyesuaikan waktu perjalanannya sesuai dengan operasional yang kami ajukan,” ungkap Kosasih.

Sebagai informasi, rute Jakarta Internasional 10K 2015 akan dimulai (start) di Silang Monas Barat Daya, kemudian melintasi Jalan Budi Kemuliaan, Jalan Abdul Muis, Jalan Majapahit, Jalan Gajah Mada, lalu berputar balik di depan pos polisi Glodok menuju Jalan Hayam Wuruk, melewati Jalan Medan Merdeka dan berhenti di garis finis, yakni kembali ke Silang Monas Barat Daya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ahok Didekati Nasdem, Fadli Zon: Dia Memang Terkenal Kutu Loncat

Jakarta, Aktual.co — Kabar Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang ‘dekat’ dengan Partai Nasdem ditanggapi sinis oleh Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Meski mempersilahkan Ahok bergabung dengan partai mana saja, namun Fadli Zon tak bisa menutupi kekesalannya kepada Ahok.

“Oh silahkan aja. Dekat dengan siapapun, politik individual kan? Apalagi dia (Ahok) terkenal memang kuntut loncat,” kata Fadli Zon di Jakarta, Sabtu (30/5).

Ahok memang sebelumnya pernah satu partai dengan Fadli Zon di Gerindra. Namun karena tidak sejalan, dan terancam dipecat, Ahok lebih dulu melayangkan surat pengunduran diri dari keanggotaan Gerindra. Sebelum di Gerindra, Ahok juga pernah tercatat ‘berseragam’ kuning, warna khas Partai Golkar.

Jadi menurut Fadli Zon, jika kini Ahok ‘mesra’ dengan Nasdem demi Pilkada 2017, Fadli Zon tidak kaget dan hal itu menunjukkan konsistensi Ahok dalam urusan “kutu loncat.”

“Dia konsisten dong. Konsisten dengna kutu loncatnya,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

KPU Tak Mau Disalahkan Jika Golkar dan PPP Tak Bisa Ikut Pilkada Serentak

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik, tidak mau disalahkan jika Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak dapat mengikuti Pilkada serentak Desember 2015 mendatang.

Menurut Husni, bila Golkar dan PPP nanti tidak dapat ikut dalam Pilkada, itu disebabkan karena partai masing-masing yang tak juga menuntaskan konflik.

“Itu bukan salah penyelenggara (Pilkada) tapi karena mereka enggak mau menyelesaikan konflik,” kata Husni dalam diskusi bertema ‘Menghitung Problematika Pilkada Serentak’ di Jakarta, Sabtu (30/5)‎.

Husni mengingatkan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi jika partai ingin mengikuti Pilkada serentak. Selain partai yang mengikuti Pemilu 2014, syarat lain yakni‎ sesuai UU Nomor 8/2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota.

Dalam UU tersebut jelas disebutkan bahwa partai yang dapat mengajukan calon dalam pilkada adalah partai yang memiliki kursi di DPRD Kabupaten/Kota dan provinsi. Partai peserta pilkada juga harus memenuhi syarat minimal 20 kursi di DPRD.

“Kalau mereka (Golkar dan PPP) tidak mau bergabung dengan partai lain, ya mereka tidak bisa ikut. Itu aturan undang-undang,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Soal Anggaran, Pilkada Di Sulawesi Selatan Terancam Batal

Makasar, Aktual.co — Rencana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar secara bersamaan di sebelas  kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan terancam tidak terlaksana di beberapa daerah. Pasalnya, penyelenggara pemilihan seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu)  mengeluhkan masalah anggaran di beberapa daerah tersebut. Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latif, mengatakan, hampir seluruh daerah yang akan melaksanakan pilkada mengeluhkan persoalan anggaran. Sebelas kabupaten yang akan melaksanakan pilkada adalah Gowa, Maros, Barru, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, Toraja Utara, Pangkep, Soppeng, Selayar, dan Bulukumba.
“Semuanya mengeluhkan soal anggaran, khususnya di Kabupaten Selayar dan Barru bahkan terancam tidak bisa ikut pilkada 9 Desember mendatang,” kata Iqbal Latif, Sabtu (30/5). Iqbal latif berharap, pemerintah khususnya di daerah dan anggota legislatif segera memberikan perhatian khusus persoalan ini.“Kita berharap pemerintah daerah dan legislatif di daerah bisa berkoordinasi secepatnya dalam hal anggaran. Iqbal menjelaskan, struktur anggaran pilkada didominasi oleh honor penyelenggara. Ada sekitar 60 persen dari total anggaran pilkada dialokasikan untuk honor, selebihnya adalah sosialisasi dan logistik.
“Memang porsi anggaran pilkada banyak diserap di honorium penyelenggara,” jelasnya. Iqbal juga menyebutkan, anggaran pilkada pendanaannya selain berharap  dari APBD Pokok, pelaksana di daerah dalam hal ini KPU juga  mengajukan penambahan anggaran di APBD perubahan.

Artikel ini ditulis oleh:

Unjuk Rasa Ijazah Palsu Jombang

Polisi dan mahasiswa Universitas Darul Ulum terlibat bentrok saat menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (30/5). Dalam orasinya mahasiswa memprotes ijazah yang diindikasikan asli tapi palsu’ berdar di kampus mereka. ANTARA FOTO/Syaiful Arif

Pasar Teh Organik Indonesia

Sejumlah buruh memetik teh organik di perkebunan teh Jamus, Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (30/5). Eksekutif Asosiasi Teh Indonesia mencatat, minimnya investasi dan pengembangan dari produsen teh membuat produksi teh dalam negeri kini menurun, padahal pasar ekspor teh organik Indonesia diminati banyak negara terutama Amerika Serikat. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Berita Lain