18 April 2026
Beranda blog Halaman 35827

Penyanyi Tasya Ajak Masyarakat Jadi Konsumen Cerdas & Cinta Produk Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Mantan Penyanyi cilik, Tasya Kamila mengajak masyarakat Sumatera Selatan khususnya warga Palembang menjadi konsumen yang cerdas dan cinta produk Indonesia.

“Sekarang tiap belanja wajib periksa komposisi dan teliti barang yang kita beli,” kata gadis yang juga Duta Lingkungan hidup ini saat mengisi acara sosialisasi konsumen cerdas di halaman Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Selatan di Palembang, Jumat (29/5).

Pada kesempatan itu, Tasya juga membagi beberapa pengalamannya saat berbelanja pada puluhan peserta sosialisasi yang hadir di acara tersebut.

“Kita harus tahu apa produk yang dipakai dan dikonsumsi, serta yang terkandung di dalamnya, “ungkap lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.

Ia juga menekankan, kualitas barang buatan dalam negeri tidak kalah dengan barang impor.

Tasya juga tidak malu mengakui pakaian dan aksesoris yang dikenakannya merupakan barang dalam negeri.

“Jadi konsumen cerdas dan cermat itu penting,” katanya sebelum mengakhiri acara.

Mantan penyanyi cilik ini didaulat menyanyikan dua lagu, salah satunya berjudul “Aku Bisa”.

Sementara pantauan di lokasi, usai acara peserta sangat antusias untuk berfoto dengan gadis manis berambut panjang ini.

Artikel ini ditulis oleh:

PSSI Sayangkan Sikap Menpora

Jakarta, Aktual.co — Direktur Hukum PSSI, Aristo Pangaribuan, menyayangkan sikap keras kepala yang ditampilkan oleh Menpora Imam Nahrawi, sehingga Indonesia akan disanksi oleh FIFA.

Dijelaskan Aristo, jika Menpora asal Partai Kebangkitan Bangsa itu, mau mematuhi putusan sela dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), yang meminta agar Menpora mencabut Surat Keputusan (SK) pembekuan PSSI itu, maka sepakbola nasional tidak akan dikenai sanksi oleh FIFA.

“Seharusnya mereka tunduk dengan keputusan pengadilan,” kata Aristo di Jakarta, Jumat (29/5).

Dengan demikian, kata Aristo, Menpora telah melanggar putusan sela yang ditetapkan oleh PTUN.

Menurut dia dengan dikeluarkan putusan sela PTUN tersebut maka secara otomatis SK Pembekuan itu sudah tidak berlaku lagi.

“Mereka melanggar karena tidak mematuhi putusan sela PTUN yang telah mengabulkan gugatan PSSI,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ditjen Pajak: Penerapan “Tax Amenesty” Masih Dalam Kajian Awal

Jakarta, Aktual.co — Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan penerapan “tax amnesty” atau penghapusan pajak bagi masyarakat yang menyimpan dananya di luar negeri hingga kini masih terus dikaji, agar kebijakan tersebut efektif meningkatkan pendapatan negara.

“Kami tegaskan mengenai rencana pelaksanaan ‘tax amnesty’ baru terbatas sebagai wacana yang berada di tahap awal, ini masih perlu ada beberapa perundingan untuk mendapatkan masukan,” ujar Direktur Jenderal Pajak Sigit Priadi Pramudito di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (29/5).

Ia menuturkan latar belakang dilaksanakannya “tax amnesty”, didasari oleh banyaknya warga negara Indonesia yang menyimpan hartanya di luar negeri, tanpa pengenaan pajak pada sumber penghasilannya, sehingga rencana kebijakan ini bertujuan untuk mendorong repatriasi (pengembalian) dana ke dalam negeri.

Dalam wacana ini, pihak yang melakukan repatriasi dana ke Indonesia hanya diwajibkan membayar uang tebusan yang berkisar antara 10-15 persen dari aset bersih yang dilaporkan.

Rencana kebijakan tersebut juga akan mencakup pengampunan pidana umum atau khusus, selain pidana perpajakan, tambahnya.

Untuk mempersiapkan hal tersebut, menurut dia, Ditjen Pajak sudah mengumpulkan berbagai masukan yang berasal dari beberapa komisi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Selain itu, saat ini institusi penegak hukum juga sedang dilibatkan dalam mengembangkan “tax amnesty” menjadi “special amnesty” yang akan diusulkan ke DPR jika mendapat persetujuan dari banyak pihak.

Selanjutnya, pertemuan dengan para pengusaha dan akademisi akan digelar Ditjen Pajak dalam dua minggu ke depan, guna mendapat input-input bermanfaat serta agar wacana ini dapat cepat terealisasi.

“Kita persiapkan ini bukan hanya untuk jangka panjang saja, tapi bisa saja ini menjadi rekonsiliasi nasional yang datangnya dari wajib pajak,” tutur Sigit.

Lebih lanjut ia menambahkan, selain untuk meningkatkan basis pajak, kegiatan “mematangkan” konsep penghapusan pajak ini dilakukan untuk memajukan perekonomian Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Tiap Hari, RSUP Sanglah Denpasar Layani 80 Pasien Jantung

Denpasar, Aktual.co —Jumlah pasien yang mengeluhkan sakit jantung dan pembuluh darah di RSUP Sanglah Denpasar, Bali, tercatat cukup tinggi.
Kepala Instalasi Pusat Pelayanan Jantung Terpadu RSUP Sanglah Denpasar, Prof I Wayan Wita menuturkan, tiap harinya ada 80 orang yang datang. Rata-rata dari mereka adalah perokok yang memeriksakan jantungnya. 
“Tiap hari rata-rata pasien akibat rokok itu 80 orang,” kata Prof Wita di sela seminar “Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2015” di Denpasar, Jumat (29/5).
Kendati menderita sakit jantung, tutur Wita, para perokok itu ternyata tetap sulit untuk berhenti dari kebiasaannya. Padahal mereka sudah diimbau untuk berhenti merokok. “Kalau tidak penyakitnya itu bakal kumat lagi, kumat,” ujar mantan Rektor Universitas Udayana itu.
Lantaran tingginya pasien jantung akibat rokok, Prof Wita mengaku RSUP Sanglah membuka klinik stop merokok. “Di klinik stop merokok ada ahli jiwa, penyakit dalam dan ahli jantung. Ternyata cukup efektif untuk berhenti merokok,” papar dia.
Menurut dia, saat ini semua pihak harus bersinergi memerangi bahaya akibat merokok. Ia pun mendukung langkah Pemerintah Kota Denpasar yang melarang iklan rokok di ruang publik.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar,  Luh Putu Sri Armini menuturkan, saat ini Peraturan Wali Kota tentang larangan iklan rokok di tempat umum terus dalam pematangan materi.
Ia berharap hal itu akan efektif memerangi bahaya akibat rokok. “Kita masih susun. Target kita secepatnya Perwali ini ini selesai,” harap dia.
Koordinator Bali Tobacco Control Initiative, Made Kerta Dhuana menyambut baik pelarangan iklan rokok di ruang publik. Apalagi, katanya, pendapatan dari iklan rokok tak begitu besar. “Dari Rp11 miliar pendapatan pajak iklan, rokok hanya menyumbang Rp900 jutaan,” kata dia.
Yang patut menjadi pertimbangan, kata dia adalah 225 ribu orang tewas tiap tahunnya akibat rokok. “Di Bali saat ini perokok perempuan mencapai 7,5 persen dari 5,2 persen dari perokok nasional,” terangnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Hinca: Cabut SK Pembekuan Syarat Hindari Sanksi FIFA

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan, mengkonfirmasi bahwa, sepakbola sudah tidak bisa diselamatkan dari sanksi FIFA. Kecuali Menpora Imam Nahrawi, langsung mencabut Surat Keputusan (SK) pembekuan PSSI.

“Hanya itu (cabut SK pembekuan), syarat supaya FIFA tidak menghukum sepakbola Indonesia,” kata Hinca melalui pesan singkatnya, Jumat (29/5) malam.

Hinca yang saat ini berada di Zurich, Swiss untuk mengikuti kongres untuk memilih Presiden FIFA yang baru.

Dikatakan Hinca, rencana pemberian sanksi kepada sepakbola Indonesia oleh FIFA, dibahas dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) FIFA dan tidak dibawa dalam agenda Kongres FIFA.

FIFA dalam surat yang diberikan kepada PSSI pada April lalu, meminta kepada federasi sepakbola Indonesia itu untuk bisa menyelesaikan permasalahan dengan Menpora. FIFA memberikan tenggat waktu hingga hari ini untuk bisa menyelesaikannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pejabat: FIFA Harus Ubah Budaya

Jakarta, Aktual.co — Pejabat senior FIFA, Domenico Scala mengatakan, federasi sepakbola dunia itu harus mengubah budayanya jika ingin merebut kembali kredibilitasnya sebagai organisasi yang terbuka dan jujur.

Setelah Presiden FIFA Sepp Blatter berbicara pada awal kongres, mengulangi analogi di lautan mengenai mengemudikan kapal FIFA yang baik untuk menenangkan gejolak, Scala yang menjabat sebagai Ketua Komite Audit dan Kepatuhan FIFA, mengeluarkan peringatan kerasnya.

“Perubahan budaya dalam FIFA adalah penting jika organisasi ingin menghilangkan perilaku yang tidak benar,” kata pria asal Swiss-Italia itu kepada delegasi, dan menambahkan bahwa perubahan itu harus diartikulasikan oleh para pemimpin sepak bola, dikutip dari Reuters, Jumat (29/5).

FIFA terguncang pada Rabu (27/5) ketika tujuh pejabatnya ditangkap dalam sebuah razia pagi hari di Zurich, sebagai bagian dari investigasi bersama Amerika Serikat dan Swiss atas dugaan malpraktek secara luas yang melibatkan kegiatan FIFA sejak awal 1990-an.

Scala mengatakan kepada para delegasi bahwa FIFA telah banyak merestrukturisasi badan internal, dengan kontrol dan batasan yang lebih besar, dalam upaya untuk menghentikan praktek korupsi.

Dia mengulangi bahwa badan dunia yang mengatur sepak bola memberitahu pihak berwenang Swiss pada November lalu, tentang kemungkinan penyimpangan mengenai penawaran tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022, tetapi persetujuan harus dilakukan.

“FIFA telah menyampaikan daftar mengesankan dari materi perubahan ke pemerintahannya,” kata dia.

“Namun, untuk memberlakukan perubahan ini di seluruh piramida sepak bola membutuhkan lebih dari satu set instrumen. Hal ini membutuhkan pengakuan bahwa budaya perlu diubah untuk memastikan bahwa perubahan menjadi bagian dari DNA baru tentang bagaimana organisasi, dan komunitas sepak bola, beroperasi,” tambahnya menjabarkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain