18 April 2026
Beranda blog Halaman 35826

Dishub Kota Bekasi Akan Gelar Mudik Gratis

Jakarta, Aktual.co —Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jawa Barat akan kembali menggelar program mudik gratis dalam rangka Lebaran bagi warganya pada pada musim pemberangkatan 2015.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Supandi Budiman mengatakan pihaknya akan siapkan angkutan mudik gratis bagi warga Kota Bekasi yang hendak mudik.
Sedikitnya 20 armada bus disiapkan untuk mengangkut para pemudik ke sejumlah lokasi tujuan. Bus tersebut disewa dari sejumlah perusahaan otobus di wilayah setempat yang melayani trayek luar kota dan luar provinsi.
Untuk pendaftarannya, ujar Supandi dibuka mulai H-7 Lebaran. “Di Kantor Dinas Perhubungan Kota Bekasi,” kata dia, Jumat (29/5).
Syaratnya, memiliki KTP warga Kota Bekasi, memiliki surat izin berkendaraan, memiliki kendaraan roda dua dan berkeluarga.
Dijelaskan dia, mudik gratis merupakan bagian dari upaya Dishub untuk ikut mengurangi penggunaan kendaraan pribadi para pemudik, khususnya kendaraan roda dua.
“Tujuannya agar meningkatkan keselamatan berlalu lintas, serta mengurangi kemacetan akibat volume kendaraan yang berlebihan,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Pasien HIV/AIDS di Kabupaten Bekasi Mencapai 700 Orang

Jakarta, Aktual.co —Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Bekasi di 2015 tercatat mencapai 700 pasien.
Jumlah itu berdasarkan catatan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kabupaten Bekasi. 
Pengelola Program Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Bekasi Ade Bawono mengatakan jumlah itu tiap tahunnya pasti mengalami peningkatan. 
“Seiring dengan potensi penularannya ke masing-masing penderita yang berbeda-beda,” kata dia, di Cikarang, Jumat (29/5).
Ternyata, ujar dia, kaum pria cenderung lebih dominan mengidap virus yang mematikan itu dibanding kaum perempuan. “Sebab adanya kecenderungan pria untuk bergonta-ganti pasangan,” kata dia.
Ade mencatat, usia penderita HIV/AIDS di Kabupaten Bekasi umumnya mencapai 24 tahun hingga 49 tahun.
“Kaum laki-laki yang sudah tertular HIV/AIDS berpotensi dapat menularkan ke pasangannya yang sah sehingga menyebabkan jumlah ibu rumah tangga yang tertular penyakit tersebut juga semakin banyak,” kata dia.
KPA Kabupaten Bekasi hingga kini tengah memperbanyak kader di sekolah-sekolah dan beberapa komunitas untuk menyosialisasikan dampak penularan virus HIV/AIDS sejak dini kepada masyarakat.
“Tujuan memperbanyak kader adalah untuk memberikan sosialisasi terhadap bahaya HIV/AIDS agar angka peredaran penyakit berbahaya itu bisa ditekan,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Mahasiswa Tanjung Pinang Akan Adukan Persoalan Listrik ke Wapres

Jakarta, Aktual.co —Kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau bakal diwarnai aksi unjuk rasa mahasiswa.
Aktivis gabungan mahasiswa Kepulauan Riau bahkan berencana mencegat JK saat tiba di simpang pintu Bandara Raja Haji Fisabilillah, Minggu (31/5).
Kepada JK, mereka bakal mengadukan berbagai permasalahan di Kota Tanjungpinang, terutama soal krisis listrik.
“Kami sudah mengajukan surat permohonan untuk melakukan aksi di simpang bandara. Kami ingin Wapres mendengar dan ikut menyelesaikan permasalahan di Tanjungpinang,” kata salah seorang aktivis Gabungan Mahasiswa Kepri, Suaid, di Tanjungpinang, Jumat (29/5).
Wapres dijadwalkan tiba di Tanjungpinang pada Minggu pagi (31/5) untuk melakukan kunjungan kerja di Lagoi dan Tanjunguban meresmikan beberapa resor dan delapan masjid.
Terkait kedatangan Wapres, Suaid menjelaskan ada permasalahan yang sudah belasan tahun terjadi tetapi tidak dapat dibenahi. Permasalahan itu yakni krisis listrik. Sampai sekarang masih terjadi pemadaman listrik selama berjam-jam setiap hari.
Wapres seharusnya mengetahui permasalahan itu, karena aksi unjuk rasa di halaman Kantor PLN Kepri kecuali Batam sudah sering diberitakan di media massa lokal dan nasional. “Kami yakin Wapres mampu menyelesaikan permasalahan ini. Reformasi PLN sampai ke akar-akarnya,” ujarnya.
Selain Gabungan Mahasiswa Kepri, sejak Kamis LSM LAPAK juga menggelar aksi unjuk rasa dan membagikan selebaran kepada pengguna jalan raya di Lapangan Pamedan. Koordinator aksi Juandi menyatakan pihaknya menolak kedatangan Wapres jika hanya melakukan kegiatan serimonial.
Juandi mengatakan permasalahan listrik di Tanjungpinang sudah sejak 15 tahun terjadi seharusnya diselesaikan. Dia yakin permasalahan itu mudah diatasi pemerintah pusat jika ada kemauan.
“Ada hal yang lebih penting dibanding meresmikan resor milik asing. Urus listrik itu lebih penting dibanding mengurus usaha milik pengusaha asing,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

RS Permata Bunda Medan Diduga Lalai, Pasien Bayi Meninggal

Medan, Aktual.co —Rumah Sakit Permata Bunda, di Jalan SM. Raja Medan, diduga lalai dalam melayani pasien sehingga menyebabkan kematian pasiennya, Bilqis Ulfaira Azwandi (2). 
Paman korban Agus Salim mengatakan Bilqis adalah pasien yang dirujuk dari RS di Tebing Tinggi. Awalnya, dia mengalami bentolan di sekujur tubuh dan terpaksa dirujuk ke RS Permata Bunda. “Dirujuk kemari sejak kemarin Sabtu (23/5) kemarin,” ujar Agus, Kamis (29/5) malam.
Adanya dugaan kelalaian mencuat dari adanya permintaan rumah sakit untuk menandatangani pernyataan agar pasien dibawa ke ICU. “Sekitar jam 12.00 wib, saya diminta menandatangani pernyataan agar pasien dibawa ke ICU,” tutur Agus.
Namun hingga pukul 18.00 Wib, Bilqis ternyata tak juga dirujuk ke ICU. Akibatnya, Bilqis yang sudah dalam kondisi kritis akhirnya meninggal dunia sebelum dibawa ke ICU.
“Saya ditelepon dan ternyata bayi (Bilqis-red) sudah meninggal dunia. Dan ketika saya melihat bayi tersebut ternyata bayi masih di ruang anak dan tidak berada di ruang ICU,” ungkap dia.
Tidak profesionalnya RS Permata Bunda, kata Agus, juga terlihat dari kwitansi biaya perobatan selama di rumah sakit yang begitu mahal hingga mencapai Rp 2 juta. Padahal obat-obat yang selama ini diberikan ke pasien dibeli dari apotik.
“Kalau total tagihan Rp 12 juta itu di luar obat-obatan yang kita beli di apotik. Kalau kita total mencapai Rp20 jutaan lebih. Ke rumah sakit memang yang baru kita bayar Rp10 jutaan,” ucap Agus.
Keanehan lain dari pelayanan, sejak dirujuk selama seminggu pihak RS tidak memberitahukan penyakit pasien. “Setiap kita tanya mana medical record-nya, mereka minta dibayar dulu. Ini kan aneh, pasien kan belum keluar rumah sakit dan masih dirawat dan keluarga semestinya mengetahui keluarga apa penyakit pasien, karena itu hak. Setiap kita tanya perawatnya, jawabannya bayar dulu,” ujar Agus.
Atas kasus tersebut, dirinya juga akan melayangkan somasi kepada rumah sakit. “Ya, ini akan kita somasi. Saya akan tembuskan ke Gubernur, DPRD Sumut dan Menteri Kesehatan,” ucap dia.
Sementara itu, bayi Bilqis saat ini sudah dibawa kembali ke Kota Tebing Tinggi untuk dikebumikan oleh pihak keluarga.
Saat wartawan berupaya mengkonfirmasi ke pihak manajemen RSU Bunda, pengawai mengatakan Humas Permata tidak sedang berada di tempat. 

Artikel ini ditulis oleh:

Asosiasi Sepakbola Palestina dan Israel Berdamai

Jakarta, Aktual.co — Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) mencabut mosi mereka, yang meminta Israel untuk diskors dari FIFA.

Mosi itu dimasukkan dalam agenda di Kongres FIFA, namun Presiden PFA Jibril Rajoub mengatakan dirinya telah dibujuk untuk membatalkannya. “Saya memutuskan untuk membatalkan skors namun itu tidak berarti bahwa saya menyerah dalam perlawanan,” ucapnya, dilansir dari Reuters, Jumat (29/5).

PFA menuding Israel merintangi aktivitas-aktivitasnya dan membatasi perpindahan pemain antara Gaza dan Tepi Barat yang diokupasi Israel.

Israel menggunakan alasan-alasan keamanan untuk penerapan pembatasan-pembatasan, dan asosiasi sepak bola negara itu berargumen bahwa pihaknya tidak memiliki kendali atas kekuatan-kekuatan keamanan.

Badan sepak bola dunia telah berupaya memecahkan masalah ini selama dua tahun, dan Blatter pada bulan ini berkunjung ke wilayah itu dan bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmud Abbas.

Artikel ini ditulis oleh:

Spanduk Tolak Raperda Zonasi Terpasang di Kebon Sirih

Jakarta, Aktual.co —Spanduk menyatakan penolakan terhadap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Rencana zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K), muncul di halaman gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Di spanduk itu tertulis pemasang berasal dari organisasi kepemudaan Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) dan Himpunan Persaudaraan Pemuda Pelajar Pecinta Alam Indonesia (Hipperpala). 
Ketua GPN DKI Hendry Wilman mengakui mereka sengaja memasang spanduk sebagai simbol penolakan terhadap Raperda Zonasi. Yang mereka anggap sebagai pintu masuk megaproyek reklamasi Teluk Jakarta yang bakal menimbulkan kerusakan alam.
“Merebut hak masyarakat pesisir, Raperda ini juga rawan disusupi pengembang untuk golkan kemauannya demi memuluskan reklamasi,” kata Wilman, di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (29/5).
Tak hanya pasang spanduk, kedua ormas itu juga sebarkan brosur penolakan terhadap penjualan properti Pluit City di Pulau G. Mereka desak izin dan proses pengerjaannya untuk segera dibatalkan. 
“Itu sekarang sudah berjalan, kita minta DPRD proaktif, desak Gubernur Ahok untuk mencabut ijin itu,” kata Wilman.
Sambung dia, “Reklamasi akan merebut hak masyarakat lokal, para nelayan, reklamasi kita anggap kekerasan kepada lingkungan yang didiamkan. Jangan gadaikan Jakarta kepada pengembang, selamat kan tanah si Pitung,” ujar dia.
Tidak puas menggelar spanduk di bilangan Kebon Sirih, mereka lanjutkan aksinya hingga masuk ke dalam Gedung DPRD. Sambil menyebarkan brosur penolakan Raperda Zonasi kepada sejumlah anggota DPRD.
Brosur tersebut berisi pelanggaran yang dilakukan Gubernur Ahok terkait ijin reklamasi yang sudah terlanjur diberikan kepada pengembang.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain