12 April 2026
Beranda blog Halaman 35844

Palyja Lakukan Pemeliharaan Fasilitas Produksi Air Minum

Jakarta, Aktual.co — PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) akan melakukan pemeliharaan fasilitas produksi dan distribusi air minum di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan-1 pada Sabtu (30/5).

“Rehabilitasi IPA Pejompongan-1 dilakukan mulai pukul 10.00 sampai 22.00 WIB,” kata Kepala Divisi Komunikasi Palyja Meyritha Maryanie, Kamis (28/5).

Pekerjaan rehabilitasi tersebut akan berpengaruh terhadap produksi dan pasokan air minum untuk sementara waktu di beberapa wilayah pelayanan Palyja.

Wilayah-wilayah yang akan mengalami penurunan pasokan, antara lain Mangga Dua Selatan, Gambir, Petojo Utara, dan Duri Pulo.

Selain itu pasokan akan terhenti sementara untuk wilayah Bendungan Hilir, Gambir, Cikini, Kebon Kelapa, Mahpar, Mangga Besar, Tangki, Taman Sari, Pasar Baru, Karang Anyar, Kartini, Jatipulo, Cideng, dan Petamburan.

Kemudian, Kebon Melati, Penjaringan, Pekojan, Roa Malaka, Ancol, Pinangsia, Mangga Dua Selatan, Angke, Jembatan Lima, Tambora, Glodok, Keagungan, Tanah Sereal, Duri Utara, Krukut, Duri Selatan.

“Pasokan air minum Palyja baru akan kembali normal secara bertahap pada hari Minggu, 31 Mei 2015 mulai pukul 12.00 WIB,” tutur Meyritha.

Selama pekerjaan rehabilitasi IPA Pejompongan-1 itu berlangsung, PT Palyja menyediakan air melalui truk-truk tangki secara gratis untuk keadaan darurat, seperti rumah sakit dan lain-lain.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh pelanggan agar mengisi bak-bak penampungan dan menghemat penggunaan air untuk mengantisipasi gangguan suplai air,” ungkap Meyritha.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Menteri Rini Panggil Sucofindo Terkait Tes Beras Plastik

Jakarta, Aktual.co — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno akan memanggil PT Sucofindo (Persero) terkait hasil tes sample beras plastik.

Hal ini disebabkan hasil tes Sucofindo menyatakan beras yang diuji terbukti mengandung plastik, berbeda dengan lima lembaga lainnya yang justru menyatakan aman. Lima lembaga tersebut yakni, Pusat Laboratorium Forensi (Puslabfor) Polri, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Badan Litbang Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan serta laboratorium pusat kuliner di Puspitek Serpong.

“Saya juga menanyakan, hasilnya kenapa beda, padahal kan samplenya yang diambil sama. Di BPOM nggak ada indikasi itu. Mengapa hal ini bisa terjadi,” kata Rini saat ditemui di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Kamis (28/5).

Untuk itu, Rini meminta anak buahnya di Sucofindo untuk memberikan laporan detail terkait hasil sample beras yang diujinya itu.

“Saya sudah minta ke Sucofindo supaya saya diberikan hasil yang detailnya seperti apa. Nanti hari Senin,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Wapres Nilai Kasus Penangkapan Pejabat FIFA Berbeda dengan PSSI

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, berkomentar terkait penangkapan pejabat tinggi FIFA oleh FBI, terkait dugaan korupsi.

Dikatakan JK, penangkapan pejabat tinggi FIFA itu berbeda dengan kasus yang terjadi di Indonesia antara PSSI dengan Menpora Imam Nahrawi.

“Penangkapan pejabat FIFA itu berbeda dengan masalah PSSI. Kalau kasus FIFA, itu orangnya yang ditangkap, tapi kalau di Indonesia, itu PSSI-nya yang dibekukan,” ucap JK di kantornya, Jakarta, Kamis (28/5).

Pernyataan ini sekaligus menjadi sindiran bagi Menpora Imam Nahrawi, yang mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pembekuan PSSI tertanggal 17 April lalu.

“Mustinya kalau salah, orangnya (yang ditindak) bukan PSSI-nya. Oleh karena itu jadi banyak masalah,” sindirnya.

Menurut dia, penangkapan tersebut dilakukan demi membangun persepakbolaan yang lebih baik ke depannya, bukan malah sebaliknya, membekukan organisasinya.

Kalla pun menilai tindakan tegas yang diambil kepada para pejabat FIFA tersebut tepat dilakukan dibanding membekukan FIFA. Sehingga pertandingan sepak bola pun masih dapat terus berjalan. 

Seperti diketahui, pihak kepolisian Swiss melakukan operasi penangkapan lebih dari 10 pejabat tinggi Federation of International Football Association (FIFA) di Zurich, Swiss, karena dugaan korupsi, seperti dilansir New York Times, Rabu (27/5).

Artikel ini ditulis oleh:

Peruri: Tidak Ada Penambahan Uang Jelang Lebaran

Jakarta, Aktual.co — Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) menyampaikan bahwa tidak ada pesanan khusus untuk menambah jumlah uang menjelang bulan Ramadhan.

“Ini sudah ditentukan oleh Bank Indonesia. Mereka sudah menentukan jumlah uang yang harus dicetak selama satu tahun, sudah diperhitungkan, jadi tidak ada pesanan khusus,” kata Direktur Teknik dan Produksi Perum Peruri Subandrio di Jakarta, Kamis (28/5).

Ketika ditemui dalam konferensi pers, ia menjelaskan bahwa selaku bank sentral, BI telah menentukan jumlah uang yang harus dicetak pada bulan Desember, dan Perum Peruri harus menyelesaikan pesanan pada Januari di tahun mendatang.

Dia memaparkan, untuk target pencetakan uang kertas bulan Maret 2015 sebesar 551 juta bilyet, namun yang telah dicetak mencapai 807 juta bilyet.

Sedangkan target untuk uang logam ialah 145 juta keping, dan realisasinya baru mencapai 141 juta keping, tuturnya menambahkan.

Lebih lanjut, target pencetakan uang pada triwulan pertama 2015 (Januari-Maret) ialah 1,9 miliar bilyet uang kertas, dan realisasinya telah dicetak hingga 2,1 miliar bilyet.

Untuk uang logam, target pada triwulan pertama 2015 ialah 335 juta keping, dan yang sudah direalisasikan mencapai 340 juta keping, ujarnya menjelaskan.

Akan tetapi, katanya, walaupun tidak ada pesanan tambahan menjelang Ramadhan, namun pesanan dari BI secara keseluruhan mengalami peningkatan setiap tahunnya.

“Mungkin ini mengikuti peningkatan jumlah penduduk, sehingga berpengaruh juga ke penggunaan uang kertas. Juga dengan adanya ‘clean money policy’ (kebijakan uang bersih),” tuturnya.

Ia menjelaskan, “clean money policy” merupakan sebuah kebijakan dari pemerintah untuk melakukan penggantian terhadap uang kertas yang telah rusak atau tidak layak edar.

“Kami dapat laporan bahwa di daerah masih banyak uang yang lecek dan kotor. Sehingga kebijakan dari bank sentral ialah segera menarik dan memperbarui uang-uang tersebut,” tutur Antonius.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pemprov Sumatera Utara Segera Nonaktifkan Wabup Nias Selatan

Medan, Aktual.co — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mengatakan bahwa Mendagri sudah menerbitkan surat pemberhentian sementara (Penonaktifan) Wakil Bupati Nias Selatan (Nisel) Hukuasa Ndruru.
Hal itu terungkap dari Kepala Biro Otonomi Daerah (Otda) Pemprovsu Jimmy Pasaribu kepada wartawan saat dihubungi melalui telepon, Kamis (28/5) siang.
“Jadi dengan surat (Pemberhentian)itu nanti, Pemprovsu akan secepatnya melakukan pemberhentian sementara Wakil Bupati Nias Selatan Hukuasa Ndruru,” ujar Jimmy.
Dijelaskan Jimmy, pihaknya telah melayangkan surat penonaktifan Hukuasa Ndruru dua pekan lalu. Selama dua minggu itu surat tersebut diproses di Kemendagri. Menurut standar operasional prosedur (SOP), katanya, maksimal surat tersebut akan diproses selama 14 hari.
“Makanya dengan adanya penerbitan surat penonaktifan itu, Pemprovsu akan secepatnya melakukan pemberhentian  Hukuasa Ndruru dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Nisel,” tukasnya.
Pengajuan penonaktifan Hukuasa Ndruru sebagai Wakil Bupati Nisel, sambung Jimmy, dilakukan karena Hukuasa Ndruru diduga terindikasi kasus korupsi pengadaan lahan Balai Benih Induk (BBI) di Kabupaten Nias Selatan.
Hukuasa Ndruru, didakwa Jaksa Penuntut Umum melakukan dugaan korupsi secara bersama-sama yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp9,9 miliar.
Informasi dihimpun, sidang penuntutan terhadap Hukuasa Ndruru yang dijadwalkan berlangsung kemarin, Rabu (28/5) di Pengadilan Negeri (PN) Medan akhirnya ditunda. Dikabarkan, penundaan disebabkan, Hukuasa Ndruru tengah menghadiri pengebumian kerabatnya yang meninggal dunia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Besok, BPK Laporkan Audit KPU ke DPR

Jakarta, Aktual.co — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit terhadap KPU dan akan melaporkannya ke DPR, Jumat (29/5) besok. 
“Termasuk didalamnya lembaga KPU yang menggunakan uang negara. Dan kalau itu yang diminta maka kami akan men-summary dan memberi highlight kembali kepada DPR. Sehingga apakah itu cukup, tapi ada juga permintaan untuk yang sifatnya kedepan,” ujar Ketua BPK RI Harry Azhar Aziz di DPR, Jakarta, Kamis (28/5).
Harry menuturkan, BPK pernah melakukan audit terhadap kesiapan pemerintah menghadapi bencana.Pasalnya, bencana belum terjadi, uang belum tersedia, berapa kebutuhan uang, bagaimana sistem organisasi yang harus siap menghadapi bencana, apa jenis bencananya, dan lain sebagainya.
“Kira-kira begitu juga dengan KPU. Karena ini pilkada serentak 269 daerah akan melakukan pilkada serentak, apakah siap seluruh daerah. Apakah KPU siap, apakah polisi siap, dan lain-lain. Audit jenis apa yang mau dilakukan?” tuturnya.
Untuk itu, lanjutnya, keputusannya, besok sore akan dilakukan pertemuan teknis antara komisi II dan III.
“Yang dengan anggota kami, anggota BPK, anggota I pak Agung Firman dalam bentuk rapat konsultasi untuk mengetahui apa sesungguhnya sifat dan jenis audit yang diharapkan bisa kami lakukan,” ungkapnya.
Selain itu, ditanya terkait apakah permintaan DPR itu keseluruhan atau hanya pilkada saja. Harry menjelaskan, hal tersebut yang akan dibicarakan antara Komisi II, III, dan anggota I BPK.
Sementara, soal permintaan audit investigatif yang diajukan DPR, Harry menyebut semua juga akan dibicarakan besok.
“Kalau di surat yang masuk ke kami itu permintaannya audit kinerja. Tapi mungkin saja itu berubah setelah besok pertemuan,” katanya.
Terkait kendala teknis jika audit BPK diminta selesai satu bulan oleh DPR, Harry mengatakan tergantung permintaan.
“Nah makanya jadi disampaikan oleh anggota I tadi bahwa tergantung permintaannya. Kalau permintaannya ada 10, maka waktunya tidak mungkin satu minggu atau satu bulan. Mungkin barangkali perlu 6 bulan. Tapi kalau permintaannya dikecilkan jadi 5 poin, mungkin tiga bulan. Permintaannya dikecilkan jadi 3, mungkin 2 bulan. Permintaan satu ya mungkin sebulan bisa.”

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain