12 April 2026
Beranda blog Halaman 35851

Wapres: PSSI Sudah Aktif

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, memberikan komentar terkait dengan putusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), yang memenangkan PSSI terhadap Surat Keputusan (SK) Menpora Imam Nahrawi.

“PSSI sebenarnya sudah kembali aktif setelah dikeluarkannya putusan sela PTUN,” kata JK di Kantornya, Jakarta, Kamis (28/5).

Dijelaskan JK, SK pembekuan PSSI secara otomatis sudah tercabut sendiri dengan adanya putusan sela tersebut.

“Dicabut atau tidak dicabut, sama saja sebenarnya, karena secara hukum, bukan SK (pembekuan PSSI) yang tertinggi,” jelasnya.

Kendati demikian, ia belum mengetahui perkembangan pengaktifan kembali organisasi yang dipimpin oleh La Nyalla Mattalitti itu. “Saya belum tahu,” katanya.

Sebelumnya, dalam pertemuan di Istana Wakil Presiden, Senin (25/5), JK memanggil Menpora Imam Nahrawi dan Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan. Dalam pertemuan itu, JK meminta kepada Menpora untuk mencabut dan merevisi SK pembekuan PSSI itu.

Selain Menpora dan Waketum PSSI, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh mantan Ketum PSSI, Agum Gumelar dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo.

Artikel ini ditulis oleh:

Awas! Pembahasan Raperda Zonasi Rawan Disusupi ‘Titipan’ Pengembang Reklamasi

Jakarta, Aktual.co —Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) atau biasa disebut Raperda Zonasi rawan ‘disusupi’.
Disampaikan Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), Abdul Halim, dari hasil pembacaannya terhadap naskah akademik Raperda Zonasi, ternyata isinya masih cenderung umum. “Tidak banyak mendiskusikan persoalan pengolahan wilayah pesisir Teluk Jakarta,” ujar dia, kepada Aktual.co, Kamis (28/5).
Namun, kata dia, patut diwaspadai bakal banyak ‘titipan’ dari para pengusaha saat proses pembahasan Raperda. Pola ‘titipan’ pengusaha yang masuk saat proses pembahasan, kata dia, bukan sekedar hisapan jempol. 
Tutur Abdul, hal serupa pernah terjadi saat pembahasan Undang-Undang. Dimana tiba-tiba diberikan hak penggunaan wilayah pesisir akumulatif selama 60 tahun bagi investor asing. “Barulah setelah itu dibatalkan karena bertentangan dengan UUD 45. Proses revisinya juga diubah menjadi izin lokasi dan izin pemanfaatan. Tapi dari segi substansi sama,” kata dia.
Diketahui, hingga kini DPRD DKI masih belum lakukan pembahasan Raperda Zonasi. Bahkan dewan Kebon Sirih seakan sikapnya terbelah dengan Raperda itu, ditambah lagi ada terpaan isu suap.
Beberapa hari lalu, Ketua F-Demokrat Lucky P Sastrawiria mengatakan sebagian dewan berpendapat selama pembahasan raperda dilakukan dewan, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) harus mencabut dulu izin terhadap pengembang Pulau G.
Kata Lucky, kelompok dewan yang berpendapat seperti ini menilai Raperda Zonasi sangat erat kaitannya dengan megaproyek reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta. “Permintaan itu disampaikan saat dewan membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Ahok,” ujar dia, di DPRD DKI, Kebon Sirih, Selasa (26/5).
Dewan yang menolak Raperda Zonasi, ujar dia, menilai jika pembahasan tetap dilakukan, maka DPRD telah bersikap inkonsisten. Sebab dalam pembahasan LKPJ Ahok, DPRD DKI justru meminta agar izin reklamasi dicabut. 
Sedangkan sebagian dewan lain, tutur Lucky, berpendapat tidak masalah pembahasan Raperda Zonasi dilakukan. Sebab kelompok ini berpendapat Raperda Zonasi tidak ada hubungannya dengan megaproyek reklamasi. 
Salah satu yang yang berpendapat seperti itu adalah Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI Jakarta M Taufik. mengatakan ada kekeliruan dari sejumlah pihak yang menolak dibahasnya Raperda Zonasi. Dikatakan Taufik kekeliruan itu datangnya bukan hanya dari LSM. Tapi juga anggota DPRD sendiri, yang mengaitkan Raperda Zonasi dengan dasar hukum Revisi Perda Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Reklamasi dan Rencana Tata Ruang Pantura. 
Padahal ujar Taufik, kedua raperda tersebut adalah dua rancangan peraturan daerah yang berbeda. Dimana substansi dari RZWP3K mengarah kepada pemetaan dan pemanfaatan pulau-pulau kecil. “Raperda Zonasi (RZWP3K) itu beda dengan (raperda) reklamasi. Zonasi itu berbeda, jadi Zonasi itu nanti (mengatur) pulau-pulau itu untuk apa. Apakah untuk konservasi, untuk pariwisata atau perkampungan,” kata Taufik awal Mei lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Sentimen Global Bikin IHSG Turun 15,98 Poin

Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun sebesar 15,98 poin seiring dengan pergerakan bursa saham di kawasan Asia.

IHSG BEI ditutup melemah sebesar 15,98 poin atau 0,30 persen menjadi 5.237,40. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 2,70 poin (0,30 persen) menjadi 910,22.

Periset mengatakan bahwa bursa saham domestik bergerak balik arah ke area negatif setelah sempat menguat pada sesi perdagangan tadi pagi. IHSG BEI belum cukup kuat mempertahankan posisinya di level positif menyusul pergerakan mayoritas bursa saham eksternal yang mengalami pelemahan.

“Bursa saham Hang Seng yang terkoreksi cukup mempengaruhi bursa saham di regional Asia, termasuk indeks BEI,” ujar Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo di Jakarta, Rabu (28/5).

Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar saham asing yang kembali berada dalam posisi lepas saham menambah sentimen negatif bagi bursa saham Indonesia. Dalam data perdagangan saham di BEI , tercatat pelaku pasar asing membukukan jual bersih atau “foreign net sell” sebesar Rp482,887 miliar pada Kamis (28/5) ini.

Sementara itu, Analis HD Capital Yuganur Wijanarko memperkirakan bahwa pada perdagangan akhir pekan (Jumat, 29/5) besok, indeks BEI berpotensi bergerak menguat. Aksi jual diperkirakan terhenti seiring dengan pelaku pasar yang akan kembali melakukan aksi beli secara selektif setelah indeks BEI mengalami koreksi selama dua hari terakhir.

“Koreksi indeks BEI memberikan kesempatan bagi pelaku pasar untuk kembali masuk, secara teknikal indeks BEI dapat menuju level batas atas ke 5.335 poin,” katanya.

Tercatat frekuensi saham di BEI mencapai 230.082 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 3,42 miliar lembar saham senilai Rp3,90 triliun. Sebanyak 104 saham bergerak naik, dan 164 saham turun, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 123 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 626,90 poin (2,23 persen) ke level 27.454,31, indeks Nikkei naik 78,88 poin (0,39 persen) ke level 20.551,46 dan Straits Times melemah 7,17 poin (0,21 persen) ke posisi 3.417,77.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Perpres Nomor 57 Tahun 2015 Hilangkan Jabatan Gatot Dewa Broto

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), kehilangan satu deputinya, yakni Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan yang dipimpin oleh Gatot Sulistiantoro Dewa Broto. Hal ini berdasarkan Peraturan Presiden nomor 57 tahun 2015, terkait dengan Kemenpora.

Dikutip dari laman Sekretaris Kabinet, Kamis (28/5), dari lima kedeputian yang dimiliki Kemenpora, kini hanya ada empat deputi yang akan membantu Menpora Imam Nahrawi dalam tugasnya.

“Dibandingkan dengan struktur sebelumnya, maka jumlah kedeputian yang sebelumnya ada 5 (lima) berkurang 1 (satu) menjadi 4 (empat). Selain itu, beberapa kedeputian mengalami perubahan nama, termasuk juga nama-nama tupoksi Staf Ahili,” bunyi pernyataan Setkab dalam laman resminya.

Perpres tersebut ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Mei 2015 lalu.

Dan berikut deputi yang ditandatangani oleh Presiden Jokowi dalam Perpres nomor 57 tahun 2015:

1. Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda 2. Deputi Bidang Pengembangan Pemuda 3. Deputi Bidang Pembudayaan Pemuda 4. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga.

Dengan demikian, nasib Gatot Dewa Broto, belum jelas keberadaannya, karena dalam pernyataan di laman tersebut, tidak dijelaskan nasib Gatot yang menjadi juru bicara Menpora itu.

Seperti diketahui, Gatot merupakan tokoh sentral dalam konflik antara Menpora dengan PSSI.

Sebelumnya, struktur organisasi di Kemenpora terdiri dari lima deputi, yaitu Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga dan Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Olahraga.

Artikel ini ditulis oleh:

Denty: Saya Ingin Frans Rasakan Apa Yang Saya Rasakan

Jakarta, Aktual.co — Mantan staf administrasi Anggota DPR RI fraksi Hanura Frans Agung Mula Putra, Denty Novriany Sari berharap Mahakamah Kehormatan Dewan (MKD) memberikan keadilan bagi dirinya.
Dengan harapan, sambung Denty, apa yang dirasakannya hari ini juga dirasakan oleh politikus Hanura tersebut.
“Bisa ditindaklanjuti keinginan saya tercapai. Saya ingin dia (Frans Agung) rasakan apa yang saya rasakan, diberhentikan dan saya dapat pesangon,” kata Denty usai diperiksa MKD, dalam rapat internal yang dilakukan secara tertutup, di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (28/5).
Sebelumnya sempat diberitakan, Denty mengungkapkan gelar doktor yang digunakan oleh Frans Agung adalah palsu. Denty melaporkan kepada MKD soal pemecatannya secara sepihak tanpa pesangon, dan juga menyertai penggunaan gelar doktor palsu.
Sementara itu, terkait pelaporan Frans terhadap dirinya ke pihak kepolisian, Denty dengan tegas mengatakan tidak akan gentar bahkan malah akan melaporkan balik anggota Komisi II DPR RI tersebut.
“Saya siap, saya juga akan lapor balik. Gelar doktornya akan saya laporkan, itu tidak benar, dan dia belum selesai. Saya akan laporkan gelar palsu yang dipakai di kartu nama bapak,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

RI-Swedia Jajaki Kerjasama Energi Terbarukan

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Indonesia dengan Swedia tengah menjajaki kerja sama energi terbarukan melalui diskusi kedua belah pihak yang diwakili oleh duta besar dan pebisnis kedua negara di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (28/5).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said yang hadir membuka diskusi itu menyatakan bahwa kerja sama kedua negara sangat potensial digelar mengingat kedua negara memiliki potensi baik dari segi sumber daya alam dan teknologi. “Mereka (Swedia) tidak memiliki sumber daya fosil dan cadangan minyak dan gas tetapi dengan kemampuan inovasi teknologi, mereka bisa menyediakan listrik lebih dari separuh milik Indonesia,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa dengan kemampuan teknologi inovasi yang dimiliki negara yang berada di dekat Kutub Utara itu mampu menghasilkan hampir 35 ribu megawatt listrik, atau lebih dari separuh kemampuan Indonesia yakni sekitar 53 ribu megawatt. “Mereka memiliki pengalaman dalam energi terbarukan. Kami belajar dari mereka. Ini yang mau disepakati. Pertemuan hari ini lebih membicarakan hal teknis,” imbuhnya.

Dalam pertemuan dua hari itu, dibahas potensi kerja sama yang dilakukan melalui skema pemerintah dan pemerintah dan bisnis dan bisnis. Dalam diskusi tersebut hadir Duta Besar Indonesia untuk Swedia, Dewa Made Sastrawan dan Duta Besar Swedia untuk Indonesia Johanna Brismar Skoog, Dewan Energi Nasional dan beberapa perwakilan bisnis kedua negara.

Dewa Made mengatakan bahwa kedua negara telah menandatangani nota kesepakatan Indonesia-Swedia Inisiatif untuk Solusi Teknologi Berkelanjutan (INSISTS) pada tahun 2012. Melalui INSISTS, kata dia, menjadi acuan bagi Indonesia dalam mengadopsi inovasi Swedia itu dalam hal menajemen sistem penanganan sampah untuk energi listrik.

“Saat ini beberapa universitas di Indonesia sedang mengadakan penelitian menyangkut teknologi hibrida dengan mengandalkan kekuatan air mikro atau “Hybrid unit of micro hydropower” yang sesuai dengan arus sungai di Indonesia,” katanya.

Dia mengharapkan, “micro hydropower” itu bisa digunakan dan diproduksi luas di Indonesia dan diharapkan diekspor ke negara ketiga.

INSISTS tersebut, lanjut dia, memfasilitasi Indonesia dalam mengaplikasikan inovasi untuk pembangunan ekonomi sekaligus sebagai model untuk mengadopsi “Triple Helix” yang melibatkan universitas, industri dan pemerintah.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain