11 April 2026
Beranda blog Halaman 35854

Kadiv Humas: Mudah-mudahan Besok Datang Praperadilan Novel

Jakarta, Aktual.co — Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kali akan menggelar sidang praperadilan yang diajukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Jumat (29/5) besok.
Apakah dalam sidang besok pihak Polri akan hadir?
“Saya belum jelas untuk sidang praperadilan besok, nanti dikonfirmasi,”kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (28/5).
Jika pada persidangan sebelumnya Senin (25/5) kemarin pihak Polri tidak datang, maka Polri, kata Anton, selaku termohon akan datang.
“Mudah-mudahan tim Polri bisa datang,”pungkasnya.
Diketahui pada persidangan perdana Senin (25/5), Polri tidak hadir sehingga sidang praperadilan soal penahanan dan penggeledahan yang diajukan Novel, tersangka kasus ‎dugaan pidana penembakan tersangka pencurian sarang burung walet.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok Merangkak Naik

Malang, Aktual.co — Harga kebutuhan bahan pokok memasuki bulan Ramadan di Kota Malang sudah menunjukkan tren kenaikan.

Pantauan Aktual di beberapa pasar seperti Pasar Blimbing dan Pasar Besar Kota Malang, beberapa komoditas seperti gula, bawang merah dan telor, sudah mengalami kenaikan harga meski bulan Ramadan jatuh tingga minggu lagi.

Harga gula yang semula Rp10.000 kini sudah dijual Rp12.000 per-kilogramnya, untuk harga telor dari semula Rp17.000 naik menjadi Rp19.000.

“Beberapa hari terakhir harganya sudah cenderung naik mas,” kata Matnawi, salah seorang pedagang di Pasar Kebalen, Kamis (28/5) di Malang, Jawa Timur.

Kenaikan harga paling drastis ada pada komoditas bawang merah, harga mulanya Rp 25.000 per kilogramnya, kini sudah membumbung hingga Rp30.000 per kilogramnya.

Belum diketahui pasti apa penyebab harga bawang merah naik, yang pasti kenaikan itu membawa dampak pada tingkat pembelian konsumen di Malang.

As’ad salah seorang pedagang bawang merah di Pasar Blimbing mengakui adanya penurunan penjualan sejak harga melambung. “Harga bawang merah naik, jadi pembelian menurun,” tukasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Malang, Tri Widyani, mengaku sudah melihat tren kenaikan harga sejak beberapa hari terakhir. “Harga memang naik, namun hanya untuk beberapa komoditas saja,” kata Tri.

Menjelang bulan Ramadan nanti, pihaknya mengaku akan menggelar operasi pasar agar ada solusi penekanan harga di pasaran. “Akan ada operasi pasar dan sidak pada distributor untuk mengetahui apakah adan penimbunan atau tidak,” tegas dia

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

LIPI: Keanekaragaman Hayati Penting Untuk Kemajuan Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Kepala Pusat Peneliti Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Witjaksono, mengatakan keanekaragaman hayati Indonesia sangat penting untuk kemajuan ekonomi, sosial, lingkungan dan pengambil keputusan pembangunan di tingkat lokal dan nasional.

“Masyarakat sangat perlu meningkatkan kepedulian penjagaan keanekaragaman hayati dengan pendataan penting,” kata Kepala Pusat Peneliti Biologi LIPI, Witjaksono di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/5).

Ia mengatakan sesuai pernyataan Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati beberapa waktu lalu di Cibinong, supaya data keanekaragaman hayat dapat dimanfaatkan banyak pihak.

Maka masyarakat bisa memberikan dukungan sejak eksplorasi, kompilasi, pengolaan data dan informasi melalui pembangunan ‘data base’ yang terpercaya dan berkelanjutan.

“Kalau dukungan sudah maksimal maka masyarakat akan sejahterah,” katanya.

Ia menjelaskan Pusat Penelitian Biologi LIPI akan terus menggali keanekaragaman hayati Indonesia dan potensinya. Peneliti LIPI sudah melakukan uji ekspedisi pendataan hayati di lapangan yang telah melakukan pendataan keanekaragam hayati.

Mulai dari Mekongga, Sulawesi Tenggara, Lengguru, Papau Barat, Enggano, Bengkulu, Tambora, Nusa Tenggara Barat.

“Permintaan hasil penelitian berbasis ilmu pengetahuan semakin meningkat untuk pemerintah, swasta dan masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan, dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti biologi senior LIPI, Sarjiya Antonius telah berhasil memanfaatkan kekayaan mikroba Indonesia untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

“Semoga semua hasil penemuan dan kajian menjadi sumbangsih bagi kesejahteran masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Peneliti kimia bahan alam LIPI, Andria Agusta mengatakan peneliti obat-obatan dari hayati di Indonesia masih kekurangan penelitiannya.

“Peneliti hanya mendapatkan dana ‘Gross Domestic Product’ (GDP) hanya 0,09 persen dari keseluruhan Indonesia,” katanya.

Ia mengatakan sebab dana minimal inilah menjadi salah satu kendala bagi peneliti untuk menemukan obat berkualitas internasional. Sebenarnya tahun 2014 pemerintah telah menargetkan dalam MP3EI untuk menaikan angka dana penelitian menjadi satupersen.

” Kenyataannya hingga saat ini belum terealisasikan,” katanya.

Ia menjelaskan sebenarnya Indonesia banyak memeliki peneliti yang kompeten. Namun, kenyataannya sekarang, banyak bahan obat yang berada di Indonesia 95 persen adalah import dari negara lain.

” Hasilnya, kategori obat Indonesia belum ada satupun yang dihasilkan dari Indonesia,” katanya.

Ia berharap pemerintah Indonesia bisa memberikan bantuan dana agar obat-obat asli Indonesia muncul dengan kualitas internasional.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Soal Private Jet, Komisi VII akan Meminta Klarifikasi Sudirman Said

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi VII Mohammad Suryo Alamy menegaskan sebagai pejabat negara, Menteri ESDM perlu menjaga etika dan dapat memisahkan fasilitas tersebut merupakan hak atau bukan.
“Dalam rapat-rapat memang biasanya lazim ada pelayanan tapi harus dilihat juga azaz kepantasannya,” ujar Suryo di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/5).
Menurutnya, KPK sebagai komisi antirusuah pun telah memiliki standar fasilitas yang dikatagorikan gratifikasi sehingga penggolongan jet pribadi ini dapat diserahkan langsung pada KPK. Berdasarkan Pasal 12B Ayat (1) UU 31/1999 juncto UU 20/ 2001 yang dimaksud dengan “gratifikasi” adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjawalan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya.
Gratifikasi, sambungan dalam penjelasan pasal itu, baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik.
Suryo mengatakan, Komisi VII yang menjadi mitra Kementerian ESDM pun menyatakan akan memanggil Sudirman dan meninta klarifikasi terhadap hal ini.
“Saya yakin minggu depan akan ditanya, tak hanya tentang ini tapi juga masalah mafia migas, dan kerusuhan pernyataannya ke Mantan Presiden SBY,” katanya.
Sudirman Said diketahui naik private jet yang dicarter dari Singapura-Medan-Singapura dan dibiayai Petral saat blusukan ke kantor Petral pada 9 Mei 2015. Pada Jumat sore, 8 Mei 2015, Sudirman tiba di Singapura bersama Faisal Basri selaku Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi. Pada malam harinya, Sudirman dan Faisal dengan ditemani Direktur SDM Pertamina Dwi Wahyu Daryoto, dan Dirut Integrated Supply Chain (ISC) Daniel Purba bertemu dengan Direktur Utama Petral di Hotel Four Season.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Kronologis Kecelakaan Maut Bus Masuk Sungai

Medan, Aktual.co — Kecelakaan maut truk masuk sungai terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Tepatnya di Desa Mas Nauli, Kecamatan Sirandorung, sekitar pukul 07.00 Wib, Kamis (28/5) pagi.
Tragis, sebanyak 17 pelajar terdiri dari 10 pelajar SMA dan 7 pelajar SMP yang merupakan warga Kecamatan Manduamas menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut itu. 5 pelajar lainnya mengalami luka berat dan harus dirawat secara intensif.
Camat Manduamas Sehat Munthe yang dikonfirmasi Aktual.co menyebutkan, saat ini, para korban sudah dijemput dari puskemas oleh keluarga dan dibawa ke rumah duka.
“Itu korbannya, semua warga Kecamatan Manduamas. Tapi kejadian kecelakaan terjadi di Desa Mas Nauli, Kecamatan Sirandorung. (Korban) sudah, sudah dibawa ke rumah duka,” terang Sehat kepada Aktual.co dari balik seluler.
Kecelakaan itu dialami sebuah truk yang dimodifikasi sedemikian rupa dan digunakan sebagai bus pengangkut anak-anak sekolah dan karyawan sebuah perusahaan kelapa sawit, PT. SGSR.
“Itu sebenarnya truk, yang dimodifikasi untuk mengangkut anak-anak sekolah dan karyawan perusahaan itu (menyerupai bus-red). Tiap pagi memang bawa anak-anak. Karena kan, di desa itu yang ada sekolah SD, jadi yang SMP dan SMP sekolah ke pusat kecamatan,” tutur Sehat.
Terpisah, Kapolsek Manduamas, AKP Endah Iskandar menjelaskan, kecelakaan tragis itu bermula saat ban sebelah kanan bagian depan truk secara tiba-tiba terlepas.
Truk tak dapat dikendalikan oleh supir. Akibatnya, truk terbalik dan terjun ke dalam bekas galian parit perkebunan sawit PT.SGSR sedalam 3 meter. Galian parit itu disebutkan penuh air bercampur lumpur.
“Ya oleng, terbalik masuk ke dalam parit bekas galian tersebut. Sementara mungkin karena air bercampur lumpur. Korban saat di evakuasi berlumpur semua,” tutur Kapolsek Endah.
Jumlah korban, sempat simpang siur. Awalnya, korban diperkirakan mencapai 19 orang. 17 yang sudah berhasil di evakuasi dan 2 lagi masih pencarian. Sementara 5 korban lainnya mengalami luka berat. Belakangan diketahui, jumlah korban tewas hanya 17 orang.
“Yang positif 17 orang, 5 luka berat. Yang dua lagi simpang siur, posisi kan gak dikenal, yang mencari sepupunya,” terang Kapolsek.
Atas kecelakaan itu, pihak kepolisian telah menetapkan seorang tersangka, Rahmatdani. Yang merupakan supir truk pengangkut puluhan pelajar itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Komisi XI Apresiasi Pemerintah Soal Pengaturan Ekonomi

Jakarta, Aktual.co — Komisi XI DPR mengapresiasi pemerintah yang sudah memberi keyakinan bahwa penyelenggaraan ekonomi negara bisa diatur dengan baik.
“Saya rasa, risiko fiskal di APBNP sudah diatur bagus, ritme dijaga, paling tinggal diatur lebih detil,” ujar Anggota Komisi XI Misbakhun di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/5).
Menurutnya, Pemerintah perlu mendorong realisasi belanja modal yang bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Sebagai contoh, lebih dari Rp290 triliun anggaran negara sudah siap keluar lewat kontrak-kontrak.
“Kalau masih kontrak, kan belum direalisasikan. Kalau bisa itu didorong segera dilaksanakan. Belanja rutin juga harus jadi pendorong. Karena harus diakui, kualitas pembangunan kita saat ini masih tergantung spending Pemerintah,” katanya.
Terkait pembiayaan defisit, Misbakhun mengingatkan agar pemerintah menghindarkan kemungkinan menggunakan fasilitas pinjaman yang terlalu mengikat. “Entah multilateral atau bilateral, kalau mendikte kita, itu tak boleh,” tegasnya.
Dia juga mendorong agar Kementerian Keuangan membuat laporan lebih detil terkait pendapatan pajak negara dan hambatan-hambatannya.
Sebelumnya, Menkeu Bambang Brodjonegoro mengakui adanya potensi resiko fiskal dalam pelaksanaan APBN-P 2015. Sebab berdasarkan realisasi APBN-P 2015 per 22 Mei, terdapat penerimaan perpajakan yang berpotensi lebih rendah dari target. Selain itu, penyerapan belanja kementerian dan lembaga secara alamiah terealisasi kurang dari 100 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain