11 April 2026
Beranda blog Halaman 35858

Sore Nanti Bertemu Dengan BPK, DPR Bahas Usulan Komisi II

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR RI, Agus Hermanto mengatakan jika sore nanti akan menggelar pertemuan dengan Badan pemeriksa Keuangan (BPK). Pertemuan itu, sambung dia, menindaklajuti usulan Komisi II DPR untuk mengaudit kinerja keuangan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Sehabis paripurna. Jam 14.30 WIB ada rapat koordinasi pimpinan Komisi I sampai XI dengan BPK. Ada usulan dari Komisi II agar BPK untuk audit KPU,” kata Agus di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (28/5).
Politikus Demokrat itu juga mengatakan, usulan dari Komisi II DPR dinilainya sangat bagus, dan penting. Karena anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak sangatlah besar, jadi alangkah baiknya mengandeng BPK untuk melakukan audit tersebut.
“Maunya seperti itu agar bisa tahu kinerja keuangan KPU dalam Pilkada serentak. Tapi, lihat nanti,” ujar dia.
Sementara itu, dari agenda kegiatan pertemuan yang dikeluarkan oelh BPK, pertemuan dengan DPR RI itu akan digelar pada pukul 16.30 WIB.
“Pertemuan BPK RI dengan DPR RI terkait permintaan audit KPU. Kamis,28 Mei 2015, Pukul 16.30 WIB,” seperti yang dikutip dari agenda BPK RI.
Sebelumnya sempat diberitakan, Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarulzaman mengatakanya, dalam rapat internalnya Komisi II sudah menyepakati agar BPK melakukan audit terhadap KPU. Sebab, dana untuk penyelenggaran Pilkada serentak naik dari Rp4 triliun menjadi Rp7 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Dokter: Kenali & Temukan Solusi Kelainan Genital pada Anak Laki-laki

Jakarta, Aktual.co — Orangtua dihimbau agar mengenali dan memahami ragam kelainan genital pada anak laki-lakinya sejak dini. Kelainan pada alat kelamin laki-laki sangat bervariasi.

Misalnya, ukuran penis kecil (mikropenis), penis tidak muncul atau buried penis (umumnya karena tertutup lemak, red), lubang kencing tidak normal, lubang terletak di bagian bawah (hipopadia), buah zakar (testis) yang tidak turun, dan lainnya.

“Jadi guna memberikan informasi berharga bagi masyarakat tentang bahannya kelainan genital pada anak laki-laki apabila tidak segera dikoreksi sejak dini akan merepotkan dan kompleks nantinya, ” kata Prof.Dr.Hardiarto Mangunnegoro, SpP (K), FCCP, Direktur RS Siloam ASRI, ditemui di ballroom Hotel Arya Duta, Jakarta, Kamis (28/5).

Prof Hardiarto menjelaskan, bahwa dalam jangka panjang, kelainan genital pada anak laki-laki yang tidak dikoreksi akan mengakibatkan dampak buruk. Seperti, infertilitas, tumor atau kanker, hipospadia , dan lainnya.

“Orangtua harus cermat dalam menerencanakan sunat untuk anak mereka. Pilh sunat yang konvesional saja, ada pendarahan karena sampai saat ini cara itu adalah paling aman dibandigkan sunat laser,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengusaha Tiongkok Kepincut Kerjasama Perdagangan dan Pariwisata di Bali

Jakarta, Aktual.co — Para pengusaha dari Meizhou Provinsi Guangdong di Republik Rakyat Tiongkok yang melakukan kunjungan ke Bali tertarik untuk menjalin hubungan kerja sama perdagangan dan sektor pariwisata dengan daerah ini.

“Kami datang ke Indonesia, khususnya ke Bali ingin menjalin hubungan kerja sama di bidang perdagangan dan pariwisata karena kedua negara ini ada kemiripan dan kesamaan dalam sektor tersebut,” kata Huang Qiang, kepala rombongan pengusaha dari Meizhou, RRT, di Kuta, Bali, Rabu (27/5) malam.

Rombongan pengusaha tersebut selama di Bali didampingi oleh Perkumpulan Hakka Bali, untuk bertemu sejumlah pengusaha di Pulau Dewata dan selanjutnya mengadakan kunjungan ke objek wisata.

Huang Qiang mengatakan, dengan kunjungan ke Bali, maka pihaknya lebih mengetahui kondisi dan keadaan penduduk setempat, sehingga bisa memetakan apa saja yang bisa dikerjasamakan dengan pengusaha Pulau Dewata.

“Kami selama ini hanya bisa mendapatkan informasi melalui media bahwa Bali terkenal dengan objek pariwisatanya. Setelah kami ke sini memang pariwisata Bali cukup menarik,” ujarnya, didampingi Konjen RRT Hu Yinquan dan Ketua Umum Hakka Bali Sutikno Wibowo.

Ia mengatakan, dengan mengajak rombongan ini, pihaknya akan memberi informasi potensi apa saja yang bisa dikerjasamakan dengan pengusaha Bali.

Begitu juga, kata Huang Qiang, pengusaha Bali juga bisa melakukan ekspor produksi lokal Bali ke RRT, khususnya ke Provinsi Mizhou.

“Kami siap bekerjasama dengan pengusaha Bali. Potensi Bali yang dimiliki bisa diekspor ke negara kami, begitu juga produk-produk kami bisa juga dipasarkan di Bali,” katanya lagi.

Ketua Umum Hakka Bali Sutikno Wibowo menyambut baik kedatangan rombongan pengusaha RRT tersebut, karena dengan kedatangan mereka, maka potensi dalam perdagangan bisa dipasarkan di sana.

“Kedatangan pengusaha dari Tiongkok memberi peluang bagi pengusaha Bali untuk mengekspor produk-produk dari Bali, begitu juga kunjungan wisatawan dari Negeri Tirai Bambu itu diharapkan terus meningkat setiap tahunnya,” ujar Sutikno, didampingi pengurus Hakka Bali lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

‘Jurus’ Andalan Ahok: Tuding Aksi Warga Pinangsia ‘Setingan’

Jakarta, Aktual.co —Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali keluarkan ‘jurus’ andalan menghadapi pihak yang mengusik kebijakannya.
Kali ini tudingan dia arahkan kepada ribuan warga Pinangsia Ancol yang Selasa (26/5) malam lalu menggeruduk komplek tempat tinggalnya di Perumahan Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara.
Dia menyatakan aksi mengepung kediamannya bukanlah murni aksi warga. “Jadi pola ini kita udah hafal. Pola permainan orang yang dudukin ini terutama orang yang punya lahan,” kata Ahok di Balai Kota, Kamis (28/5).
Modusnya, oknum-oknum yang punya lahan mengajak warga yang tinggal di pinggiran kali yang hendak digusur untuk bekerjasama. 
“Minta tunda sebulan untuk bongkar sendiri, ternyata satu bulan itu dia mau mengusir yang nyewa. Yang sewa itu ngga ada KTP Jakarta, dia suruh pergi dulu karena misalnya kamu punya sewaan 10 kamu sewa buat orang luar Jakarta, kalau 10 kita hitung ga dapat rusun dong, nyewa,” ungkap Ahok. 
Setelah itu, oknum pemilik lahan kata Ahok memasukkan warga yang memiliki KTP Jakarta. Tujuannya agar kebagian rumah susun untuk kemudian disewakan kembali.
“Kalau kamu ngga ada rumah dan rumahmu dibongkar dikasih rusun, kamu langsung pindah ngga? Pasti. Kenapa ngga karena mereka bukan yang butuh rumah, tapi cari pembeli siapa yang mau sewa siapa yang mau beli. Kalau ga ada yang mau, dia tutup pintu gorden, nyalain lampu, supaya kesannya ada orang,” bebernya.
Kata Ahok, dirinya tidak akan memberikan kelonggaran kepada para warga yang tinggal di jalur hijau maupun bantaran sungai.
Sebelumnya pada Selasa (26/5) malam sekitar pukul 22.00 WIB, ratusan warga yang rumahnya akan digusur mendatangi kediaman Ahok di Jakarta Utara. 
Tak ada respon dari Ahok, keesokan paginya (Rabu 27/5) warga menggeruduk kantor Ahok di Balai Kota. Ahok memang menemui perwakilan warga tersebut, namun bukan solusi yang diberikan, Ahok justru ‘menyemprot’ warga tersebut karena mendatangi rumah pribadinya malam hari.

Artikel ini ditulis oleh:

Kabareskrim Pengendapan Uang di Bank Swasta Bentuk Penyimpangan

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Bareskrim Polri terus mendalami kasus dugaan korupsi payment gateway di Kementrian Hukum dan HAM dengan tersangka Denny Indrayana.
Namun, tersangka Denny Indrayana saat digarap Selasa (26/5) kemarin ‘ngotot’  tidak bersalah. Bahkan, pengendapan uang di bank swasta yang menjadi pokok tindak pidana menurut Denny bukan bagian dari tindak pidana korupsi.
Menanggapi hal tersebut, Kabareskrim Komjen Budi Waseso menegaskan, ‎pengendapan uang negara walau satu hari di bank swasta adalah bentuk penyimpangan.
“Dikala ada kewajiban harus setor ke kas negara. Tapi malah didiamkan dulu di bank yang bukan milik negara. Itu jadi dugaan ada penyimpangan,” kata Budi Waseso di Mabes Polri, Kamis (28/5).
Jenderal bintang tiga yang akrab disapa Buwas ini menambahkan dengan diendapkan uang tersebut, maka ada nilai bunga sekian persen. “Karena itu ada kerugian negara. Itulah yang disebut penyimpangan keuangan negara,” kata dia.
Dalam kasus ini, diketahui uang pembayaran payment gateway dari para pembuat paspor tidak langsung ‎disetorkan ke kas negara, melainkan diendapkan sehari di bank swasta. Penyidik Bareskrim minggu lalu sudah memeriksa pihak bank swasta yang digunakan untuk mengendapkan uang tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

DPR: Jokowi Harus Ubah Status Bulog

Jakarta, Aktual.co — Komisi IV DPR RI mendorong pemerintahan Jokowi untuk melakukan perubahan status Badan Urusan Logistik (Bulog) yang saat ini masih berstatus Perum.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi perubahan status ini diperlukan untuk memperkuat fungsinya.
“Status Bulog harus dirubah dari perum menjadi Lembaga Pemerintah non kementrian (LPNK) yang langsung bertanggungjawab kepada presiden,” ujar Viva Yoga Mauladi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/5).
Viva mengatakan Bulog akan berperan aktif dan memiliki tanggung jawab terkait persoalan pangan.
“Bulog yang harus memberikan up date data real time langsung kepada Presiden tentang penyerapan, kelangkaan beras, dan bahan pangan lainnya,” jelasnya
Lebih lanjut Viva menjelaskan bahwa sesuai amanat UU Pangan, pemerintah harus membentuk Badan otoritas Pangan di tahun 2015 ini. Nantinya, badan ini bisa saja menggabungkan badan ketahanan pangan dan Bulog menjadi satu.
“Jika pemerintah tidak membuat badan khusus di bidang pangan, maka pemerintah akan melanggar UU,” katanya
Selain itu, Viva juga mendorong agar Bulog harus diberi tambahan kewenangan oleh Presiden dalam pengelolaan tata niaga pangan selain beras. Misalnya gula, kedele, jagung.
“Bahan pangan haruslah dikendalikan negara. Negara harus hadir di tengah masyarakat melalui instrumen-instrumennya, salah satunya adalah badan otoritas pangan,” tambahnya

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain