7 April 2026
Beranda blog Halaman 35877

Soal Uji Lab Beras Sintetis, Jokowi Minta Pertanggungjawaban Sucofindo

Jakarta, Aktual.co — Kisruh hasil uji laboratorium terkait beras plastik juga menjadi sorotan tajam pihak Istana. Presiden Jokowi disebutkan akan segera meminta pertanggungjawaban hasil uji laboratorium dari sejumlah pihak, termasuk hasil uji laboratorium Sucofindo. Pasalnya, hasil uji laboratorium yang dilakukan Sucofindo berbeda dengan hasil uji laboratorium Puslabfor Polri, BPOM, serta Kementerian Perdagangan.

“Ya harus (tanggungjawab). Ini ada dua hasil lab, sampelnya sama, metodenya sama, kok hasilnya beda,” ujar Anggota Tim Komunikasi Presiden Jokowi, Teten Masduki, di Istana Kepresidenan, Jakarta, ditulis Rabu (27/5).

Seperti diwartakan sebelumnya, hasil uji laboratorium Sucofindo menyebutkan bahwa salah satu sampel beras mengandung polyvinyl chloride. Senyawa yang digunakan pada polymer pipa, kabel, dan lantai. “Untuk keperluan industri,” kata Kepala Bagian Pengujian Laboratorium, Adisam ZN beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut dikatakan dia, isu beras plastik ini tidak ada kaitannya dengan rencana pemerintah untuk impor beras.

“Impor beras akan dilakukan dan sudah disampaikan kepada presiden, kalau memang cadangan kita dan panen kita diperlukan impor, ya impor. Tapi kalau memang dari hasil panen raya ini dan cadangan cukup, maka tidak,” tuturnya.

Sebelumnya pada Selasa (26/5) siang, Presiden Joko Widodo menggelar rapat mendadak dengan menteri terkait dan juga Kepala Kepolisian Jenderal Badrodin Haiti membahas isu beras plastik, termasuk penjelasan hasil penyelidikan dan uji laboratorium.

“Presiden meminta agar semua jajaran pemerintahan memastikan bahwa keluhan itu segera direspon. Tapi sampai saat ini, kami bisa yakinkan bahwa beras plastik itu tidak ada,” kata Teten Masduki.

Artikel ini ditulis oleh:

Fahri: Mahasiswa Sebut Presiden Jokowi Bohong Itu Wajar

Jakarta, Aktual.co — Aksi Ketua BEM UI Andi Aulia Rahman di media sosial Twitter yang menyebut Presiden Joko Widodo bohong adalah hal wajar. Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (27/5).
Fahri menilai, saat ini gerakan mahasiswa yang ada sekarang zamannya sudah berbeda dengan mahasiswa pada ’98. “Jadi jangan heran bila mahasiswa memanfaatkan dunia maya sebagai alat aksinya. Namanya juga mahasiswa. Mau kritis di mana pun bebas aja selama kritisnya itu membangun untuk pemerintah,” kata Fahri.
Untuk itu Fahri meminta semua pihak menghargai jerih payah mahasiswa sekarang dalam mengkritisi pemerintah. Lantaran mahasiswa adalah agen perubahan untuk bangsa Indonesia ke depan.
“Aksi ini adalah bentuk kontrol untuk pemerintah. Sudah sepatutnya kita hargai,” demikian Fahri.

Artikel ini ditulis oleh:

Waspadai Payudara Gatal Bisa Sebabkan Kulit Alami Peradangan

Jakarta, Aktual.co — Sebagian wanita pasti pernah mengalami rasa gatal yang cukup mengganggu di bagian Payudara Anda. Anda harus mengetahui bahwa, penyebab paling umum gatal pada payudara, lantaran oleh kondisi atopic dermatitis (atau eczema) yang tak lain adalah kondisi kulit mengalami peradangan.

Penyebab timbulnya atopic dermatitis dapat menyebabkan, timbulnya kulit kering, kulit gatal hingga ruam. Yang paling fatal yakni, dapat menyebabkan kanker payudara.

Perlu Anda ketahui bahwa gatal pada payudara tidak hanya berasal dari luar. Kondisi hamil juga dapat menyebabkan payudara mengalami pembesaran. Hal tersebut dapat membuat kulit tertarik serta meregang sehingga menimbulkan rasa gatal dan kulit pecah-pecah.

Kondisi ini paling berisiko dialami oleh ibu yang baru melahirkan dan sedang dalam masa menyusui. Para ibu yang menyusui juga dapat mengalami penyumbatan aliran ASI (atau terpapar bakteri) yang menjadi penyebab timbulnya mastitis.

Gejala lain terjadinya mastitis meliputi adanya payudara yang membengkak, terasa lunak, memerah serta terasa sakit dan terasa terbakar saat menyusui.

Ada beberapa faktor lainnya yang juga bisa menyebabkan timbulnya rasa gatal pada payudara dan putingnya. Misalnya:
1. Deterjen atau sabun pembersih yang digunakan untuk mencuci pakaian maupun pakaian dalam.
2. Adanya tambahan kandungan pada pewangi buatan yang bersentuhan dengan kulit.
3. Kandungan dalam sabun mandi yang tak cocok dengan kulit
4. Adanya ketidakcocokan antara kulit payudara dengan serat kain wol
5. Kulit di payudara mengalami alergi terhadap bahan pakaian dalam Anda.

Gatal pada payudara yang perlu Anda waspadai adalah jika puting tertarik ke dalam, payudara kemerahan, adanya benjolan, cairan yang keluar dari puting serta adanya perubahan abnormal pada puting maupun payudara.

Gejala awal gatal payudara yaitu, ditandai dengan keinginan untuk menggaruk kulit di sekitar payudara yang diikuti dengan rasa tak nyaman.

Karena terasa gatal, Anda pun otomatis menggaruk kulit yang halus di sekitar payudara, sehingga dapat mengakibatkan kulit berubah warna menjadi kemerahan, membengkak, pecah-pecah atau bersisik tebal. Meski menggaruk membantu sedikit menghilangkan rasa gatal, namun kerusakan kulit menjadi salah satu dampaknya.

Saat payudara dan sekitar payudara terasa gatal, cara merawatnya adalah dengan membasuh air hangat dengan sabun berbahan lembut untuk mengurangi rasa gatal. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan krim tanpa tambahan pewangi maupun pewarna atau krim corticosteroids ( atas petunjuk dokter pemeriksa ) juga dapat meredakan radang pada kulit.

Selain itu, hindari bahan yang dapat menimbulkan alergi karena dapat membuat gatal semakin parah. Namun, jika rasa gatal tak kunjung hilang setelah beberapa hari atau semakin memburuk, maka segera lah periksakan ke dokter terdekat.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemkot Tangerang Gelar Lomba Pendidikan

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kota Tangerang menggelar pekan pendidikan guna meningkatkan kualitas siswa/mahasiswa melalui berbagai macam lomba.

“Pekan pendidikan merupakan ajang mempromosikan sekolah dan peningkatan kualitas siswa/mahasiswa melalui lomba-lomba,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Ahmad Lutfi di Tangerang, Rabu (27/5).

Sejumlah sekolah taman kanak-kanak (TK) hingga universitas ikut meramaikan kegiatan tersebut.

Kegiatan itu biasanya digelar di dalam ruangan, pada tahun ini diselenggarakan di luar ruangan agar menarik minat masyarakat.

“Kami harapkan masyarakat bisa mendapatkan informasi dalam mencari sekolah yang sesuai dengan keinginan. Yang paling penting kualitas pendidikan di Kota Tangerang terus meningkat,” katanya.

Kegiatan yang digelar 23-30 Mei, diikuti 52 stand dan diisi oleh berbagai sekolah mulai dari TK, Universitas hingga PKBM.

Adapun perlombaan yang digelar yakni seperti marching band, moden dance, got’s talent, lomba mewarnai, lomba bidang studi IPA, bahasa inggris, matematika SD, bahasa indonesia SD dan story telling competition.

Selain itu ada juga acara hiburan seperti penampilan barongsai, nonton bareng film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk.

Pentas kreatifitas sekolah, konser paduan suara juara nasional (SMAN 8), atraksi marching band (SMKN 6), play ground, pemutaran film karya siswa eltimedia Sekolah Bhakti Anindya dan life music.

Diharapkan dengan adanya pekan pendidikan maka akan terwujud sebagai kota pelajar di Kota Tangerang seiring dengan peningkatan sarana belajar.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan bila peningkatan sarana belajar dan kualitas siswa akan terus dilakukan.

Melalui program “Tangerang Cerdas”, Pemkot menjamin seluruh anak – anak bisa bersekolah tanpa masalah biaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Ahok Tetap Gusur Warga Pinangsia Meski Rumahnya Dikepung Warga

Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)  menanggapi santai soal kejadian rumahnya ‘dikepung’ warga yang terancam digusur. Menurutnya, hal tersebut masih wajar.

“Ya saya pikir ya biasa ya orang kayak gitu mau bilang gimana. Kan mereka sudah dateng ke sini waktu itu,” kata Ahok di Balai Kota, Rabu (27/5).

Ahok menilai, warga yang tinggal di Kawasan Pinangsia Ancol, Jakarta Utara itu salah karena menempati lahan yang bukan diperuntukkan untuk tinggal. Dia juga menegaskan sudah melakukan pendekatan persuasif sebelum memutuskan untuk menggusur.

“Waktu itu kan dia minta setelah ujian nasional baru akan pindah. Sekarang kalau tunggu lagi, pasti alasannya mau tunggu lebaran, bertahun-tahun,” kerutnya.

Mantan Bupati Belitung inipun bergeming dengan aksi warga yang ‘mengepung’ rumahnya semalam. Dia memastikan akan tetap menggusur rumah warga yang berjejer di bawah jalan layang.

“Penggusuran kita ga ada toleransi. Harus digusur. Mau demo saya nyerang rumah saya pun tetap saya akan bongkar,” tegasnya.

Semalam (Selasa 26/5), ratusan warga mendatangi rumah pribadi Ahok di kawasan elit di Kompleks Pantai Mutiara Nomor 39 Blok Y, Penjaringan, Jakarta Utara. Mereka menolak rencana penggusuran yang akan dilakukan Ahok.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Dibalik Teror Beras Plastik, Ada Skenario Besar Untuk Rusak Ketahanan Pangan?

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin mengemukakan bahwa dibalik teror peredaran beras plastik terdapat desain atau skenario besar yang berbahaya baik bagi ketahanan pangan RI ataupun kondisi ketentraman masyarakat.

Pasalnya, kata dia, harga beras plastik seharusnya jauh lebih mahal dari beras pada umumnya, karena material plastik yang terkandung didalamnya bahkan lebih mahal dari gabah dan beras itu sendiri.

“Oleh karena itu, saya kira kepentingannya bukan sekedar kepentingan bisnis, tapi ada juga kepentingan lain yang bisa merusak ketahanan pangan dan merusak kondisi ketenteraman masyarakat,” kata Andi dalam siaran pers yang diterima, Rabu (27/5).

Politikus PKS ini menilai, ada beberapa faktor dan motif dari peredaran beras plastik. Pertama, bisa karena adanya mafia beras yang menginginkan dibukanya keran impor beras oleh pemerintah. Kedua, adanya upaya pengalihan isu, dan motif politik untuk membuat kegaduhan, sehingga masalah-masalah besar dan penyimpangan yang ada tenggelam begitu saja.

“Sehingga masyarakat disibukkan dengan isu-isu yang sengaja diciptakan seperti beras ini,” tukasnya.

Agar tidak terjadi perdebatan berlarut-larut, Andi mendesak pemerintah untuk menyelidiki dan mengusut tuntas terkait kasus peredaran beras plastik.

Dalam hal ini, Andi mendorong pembentukan Panitia Khusus (Pansus) ataupun satgas untuk mengusut peredaran beras plastik. “Karena hal ini bukan hal yang sederhana seperti yang dibayangkan orang. Ini kita dorong supaya menjadi kepedulian semua pihak. Komisi III dengan hukumnya, Komisi VI dengan perdagangannya, sehingga tidak menjadi kepedulian Komisi IV saja,” ujar Andi.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain