7 April 2026
Beranda blog Halaman 35880

Makin Lesu, Rupiah Tembus Level Rp 13.230

Jakarta, Aktual.co — Laju nilai tukar Rupiah terhdap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini masih berada di zona pelemahan. Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index, Rabu (27/5), mata uang Garuda berada di posisi Rp13.230 per dolar AS, melemah 0,08% atau 10 poin dibanding pada penutupan perdagangan Selasa (26/5) kemarin yakni di posisi Rp.13.220.

NH Korindo Securities Indonesia dalam risetnya mengemukakan, Rupiah masih akan tertekan oleh penguatan dolar AS.

“Sentimen yang sama masih mempengaruhi laju dolar AS, mulai dari imbas pernyataan The Fed di akhir pekan sebelumnya hingga masih melemahnya laju Euro seiring sikap keras kepala dari Yunani untuk menyelesaikan masalah utangnya,” ujar Kepala Riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, Rabu (27/5).

Menurutnya, sentimen yang ada masih kurang kuat mendukung adanya kenaikan melihat laj dolar  yang masih kuat melaju.

“Untuk itu, tetap mewaspadai potensi pelemahan lanjutan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Suara Keras `Sangkakala Kiamat` di Langit, Tanda Kiamat? Ini Kajian Ilmiahnya

Jakarta, Aktual.co —  Beberapa hari terakhir, warga dunia terguncang dengan suara cukup keras seperti Terompet Malaikat Israfil  “Terompet Sangkakala Kiamat” dari langit. Suara “Terompet Sangkakala” itu sejauh ini dilaporkan telah terdengar di wilayah Australia, Jerman, Amerika Serikat, Kanada, Ukraina, Belarusia, dan sebagian kawasan Asia, Afrika, bahkan hingga Antartika.

Suara tersebut begitu menggelegar sehingga dapat membuat bulu kuduk siapapun yang mendengarnya berdiri ketakutan.

Beberapa orang di berbagai negara tersebut sukses merekam suara-suara aneh itu dan mengunggahnya di YouTube. Video paling terbaru sejauh ini di-uppload tertanggal 4 April 2015 di salah satu wilayah di Jerman.

Suara misterius itu melengking, dan memekakkan telinga makhluk hidup. Sebagian orang bahkan menggambarkan mirip “Sangkakala” pertanda hari Kiamat telah tiba.

Tapi, terlepas dari opini publik, Ahli Geologi, David Deming, dari University of Oklahoma menyatakan, bahwa fenomena yang disebut “The Hum”- suara misterius dan tidak bisa dilacak yang terdengar di lokasi tertentu di seluruh dunia oleh 2 hingga 10 persen populasi dunia.

Dalam Journal of Scientific Exploration, Deming menulis sumber dari The Hum dapat mencakup transmisi telepon dan pesawat udara yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat untuk tujuan komunikasi kapal selam.

Namun, Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, memiliki pendapat yang berbeda. Menurut NASA, Bumi memiliki emisi radio alami.

“Bila manusia punya antena, bukan telinga, maka akan mendengar suara-suara aneh yang datang dari Planet kita sendiri. Peneliti menyebutnya “tweeks, whistlers, dan sferics.”

“Emisi radio alami Bumi yaitu, nyata dan meskipun kita sebagian besar tidak menyadari keberadaannya, tapi ada di sekitar kita sepanjang massa.”

Namun demikian, selain pendapat ilmiah di atas, Aktual.co hadirkan beberapa teori ilmiah lain yang menjelaskan fenomena “Suara Sangkakala” tersebut.

1. Suara Gesekan di Atmosfer
Teori pertama, menyebutkan bahwa suara “Sangkakala Kiamat” itu disebabkan oleh tekanan di atmosfer Bumi. Tekanan atmosfer didefinisikan sebagai gaya per satuan luas yang diberikan terhadap permukaan dengan berat udara di atas permukaan tersebut.

Ada lagi teori yang mengatakan suara-suara itu muncul dari kereta api dalam reaksinya terhadap rel dan kabel listrik.

2. Suara dari Lempeng Bumi
Sebagian besar peneliti atau ilmuwan Mancanegara menerangkan, bahwa suara yang diibaratkan mirip sangkakala Malaikat Israfil tersebut merupakan gesekan lempeng tektonik. Lempeng tektonik yaitu, potongan kerak dan mantel teratas Bumi, yang kemudian disebut sebagai Litosfer.

Ketebalan lempeng bisa sekitar 100 km dan terdiri dari dua jenis bahan utama yakni, kerak samudera (juga disebut sima silikon dan magnesium) dan kerak benua (sial silikon dan aluminium).

3. Riset NASA dan CIA
Teori ketiga, mengungkatkan, bahwa suara “Terompet Sangkakala” itu berasal dari riset pemerintah AS, CIA dan NASA,  bernama High Frequency Active Auroral Research Program (HAARP).  Pemerintah AS menggunakan HAARP sebagai senjata luar angkasa dan alat pengubah cuaca.

4. Suara Kiamat Alam Semesta
Teori keempat, banyak masyarakat yang menganggap suara mirip terompet itu adalah tanda-tanda Kiamat akan datang. Aaron Traylor, warga Kota Montana, AS, merekam pengalamannya mendengar suara dari langit pada 18 Februari 2012 lalu.

Dia mengaku, sangat terkejut dimana suara yang dia dengar mirip suara “Terompet Sangkakala”, penanda akhir zaman.

“Meski saya berusaha mencari jawaban logis atau ilmiah, gagasan bahwa ini tanda akhir zaman bermunculan di kepala saya. Bagaimana bila suara ini termasuk tanda-tanda tersebut,” beber Traylor.

Artikel ini ditulis oleh:

HMP Molor, PDIP Berupaya Lindungi Ahok

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik Budegtting Metropolitan Watch (BMW) Amir Hamzah mengatakan bahwa Hak Menyatakan Pendapat (HMP) terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan molor. Karena pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta melindungi pelanggaran undang-undang yang dilakukan oleh Ahok.

“Tapi kelihatannya hasil penelusuran saya rupanya ada komitmen antara Megawati dengan Ahok, komitmen itu menjadi tugas PDIP untuk melindungi Ahok,” ujar Amir Hamzah kepada wartawan, di jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kemarin (26/5).

Amir menambahkan bahwa perlindungan PDIP terhadap Ahok di Jakarta akan menjadi boomerang di mata rakyat. Pasalnya partai yang disukai oleh rakyat jelata ini, mendukung pelanggaran yang selama ini dilakukan oleh Ahok.

“PDIP untuk melindungi Ahok, tapi nantinya Kedepan PDIP bukan lagi partai rakyat jelata yang selama ini di gembor-gemborkan, jadi PDIP akan menjadi partai yang melindungi pelanggaran undang-undang,”sambungnya.

Pria berdarah Maluku ini pun menghimbau, agar pimpinan Dewan tidak terjebak komitmen antara PDIP dan Gubernur Ahok. “Yang menjadi korban anggota dewan,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Terancam Digusur, Warga ‘Kepung’ Rumah Ahok di Penjaringan

Jakarta, Aktual.co — Rumah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ‘dikepung’  warga Selasa (26/5) malam. Rumah Ahok dikawasan elit Perumahan Pantai Mutiara, Nomor 39 Blok Y, Penjaringan, Jakarta Utara, di demo warga yang menjadi korban gusur Pemerintah DKI di Kawasan Pinangsia Ancol.

Camat Penjaringan, Jakarta Utara, Yani Wahyu Purwoko mengungkapkan, rumah Ahok di satroni warga Pinangsia, Ancol, Pademangan yang terancam akan digusur.

“Mereka berdemo karena tempat tinggal di bawah kolong tol Ancol yang akan digusur,” ujar Yani ketika dihubungi wartawan, Selasa malam.

Selain itu ketika ditanya berapa massa yang mendatangi kediaman mantan Bupati Belitung Timur itu, Yani belum mengetahui, pasalnya dia tengah berada dijalan dan sedang menuju kediaman Ahok.

“Yang jelas itu tidak berizin, akan kami bubarkan,” kata dia.

Dihubungi terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Utara, Iyan Sopyan Hadi mengatakan dia berserta tim sedang meluncur ke rumah Ahok, untuk menjaga dan mengamankan para masyarakat yang tengah meluapkan emosinya.

“Mereka berdemo karena rumahnya digusur. Dan demonya tidak berizin,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Tjahjo Kecewa dengan Daerah Yang Terlambat Anggarkan Pilkada

Jakarta, Aktual.co — Mendagri Tjahjo Kumolo mengaku kecewa dengan keterlambatan sejumlah kepala daerah untuk menjalankan tanggung jawab menyiapkan anggaran pilkada. Pasalnya, Kemendagri belum lama ini telah mengeluarkan aturan sebagai payung hukum untuk melindungi kepala daerah saat menyiapkan pendanaan pilkada serentak. 
“Jangan sampai bupati dan gubernur serius hanya kalau dia mau maju lagi. Giliran tak mau mencalonkan, kemudian lalai terhadap tanggung jawab,” kata Tjahjo, di Jakarta, Selasa (26/5). 
Menurut Tjahjo, pihaknya akan memberikan sanksi bagi kepala daerah, mulai dari skors hingga dibebastugaskan dari jabatannya. Rencananya, Permen pemberian sanksi akan diterbitkan pada pekan ini.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Reydonnyzar Moenek mengatakan, saat ini masih ada 15 pemerintah daerah yang masih belum menganggarkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak. Seharusnya, seluruh daerah itu menandatangani naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) untuk anggaran pilkada serentak yang akan digelar akhir tahun ini

Artikel ini ditulis oleh:

Mendagri akan Keluarkan Sanksi Bagi Daerah Lalai Anggarkan Pilkada

Jakarta, Aktual.co — Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, akan bersikap tegas terhadap daerah yang lalai menyediakan anggaran Pilkada. Sikap tegas itu akan dituangkan dalam Peraturan Menteri (Permen) dalam waktu dekat. 
“Nanti ada Permen khusus memberikan sanksi bagi kepala daerah yang tidak menyiapkan anggaran pilkada,” kata Tjahjo, di Jakarta, Selasa (26/5).
Tjahjo menjelaskan, ada bermacam-macam sanksi yang akan diberikan bagi kepala daerah yang lalai memberikan anggaran pilkada, sanksi tersebut mulai dari skors hingga dibebastugaskan dari jabatannya.
“Permen ini akan terbit dalam pekan ini,” tutupnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Jenderal Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Reydonnyzar Moenek mengatakan, saat ini masih ada 15 pemerintah daerah yang masih belum menganggarkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak. Seharusnya, seluruh daerah itu menandatangani naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) untuk anggaran pilkada serentak yang akan digelar akhir tahun ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain