7 April 2026
Beranda blog Halaman 35879

Iwan Sumule: Sudirman Said dan Faisal Basri Peroleh Gratifikasi?

Jakarta, Aktual.co — Juru bicara Prodem, Iwan Sumule mempertanyakan apakah Menteri ESDM Sudirman Said dan Faisal Basri menikmati gratfikasi.
Iwan menjelaskan, pengertian gratifikasi terdapat pada penjelasan Pasal 12B Ayat (1) UU 31/1999 juncto UU 20/ 2001. Dijelaskan dalam pasal itu bahwa, yang dimaksud dengan “gratifikasi” dalam ayat ini adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjawalan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik.
Dalam acara ILC, kata Iwan, Faisal Basri mengakui bahwa dia bersama Sudirman Said mengunakan privat jet, terbang dari Singpura menuju bandara Kualanamo Sumatra Utara dan tagihan privat jet ditagihkan kepada Petral.
“Perlu diketahui Petral dan PES adalah anak perusahaan BUMN dan cucu Perusahan BUMN dan SUDIRMAN SAID adalah menteri sebagai pejabat negara. Mari kita jernih melihat masalah siapa yang terlibat dalam lingkaran mafia migas,” kata Iwan.

Artikel ini ditulis oleh:

Keluarga Anggota DPR Fraksi Nasdem Dapatkan Itimidasi

Jakarta, Aktual.co — Keluarga anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem Ahmad Sahroni, Budi Soleh 46 tahun, menjadi korban kekerasan oleh penagih hutang atau debt collector. Padahal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjamin tidak akan ada lagi tindakan premanisme dalam aksi debt collector tersebut.
Budi menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika bersama keluarganya melintas di sekitar kawasan Pusat Grosir (PGC) Cililitan, Jakarta Timur, pada Selasa (26/5) sekitar pukul 11.30 WIB.
“Sejak dari Halim, saya merasa sudah diikuti karena sempat melihat mobil Honda jazz biru mengikuti dengan pelan,” kata Budi yang dikonfirmasi wartawan, di Jakarta, Rabu (27/5).
Tidak lama kemudian, komplotan tersebut menggedor-gedor mobilnya, dan memaksa mobil berhenti dengan alasan nomor pajak kendaraan sudah mati. “Pertama di stop kendaraan keluarga saya di lampu merah Cililitan, dengan alasan bahwa kendaraan plat nopol belum perpanjang pajaknya.”
Setelah sempat terjadi adu mulut di pinggir jalan, korban kemudian meminta pertolongan ke Pos Polisi (Pospol) Cililitan, Jakarta Timur. Setibanya di Pospol, aksi debt collector bukannya mereda. Seakan tidak takut akan keberadaan polisi, di tempat itu komplotan debt collector malah kembali mengintimidasi dan bahkan mengancam akan membunuh keluarganya.
Sempat terjadi aksi dorong-mendorong sehingga memaksa korban berteriak minta tolong. Berkat bantuan polisi, akhirnya keributan bisa dilerai. Kemudian, debt collector tersebut memaksa mengajak ke kantor asuransi di bilangan Tanah Kusir (Citifin asuransi). Di tempat itu, Budi mendapatkan identitas salah satu penagih hutang atas nama Iwan Setiawan.
Budi mengaku, sebelumnya surat kendaraannya, mobil Honda CRV hitam tahun 2004 digadaikan untuk keperluan anak kuliah. “Karena keperluan anak kuliah, terpaksa saya ‘sekolahkan’ selama dua tahun. Jatuh tempo September, tapi terus kepakai akhirnya tertunda,” ujarnya.
Budi, yang masih merupakan paman dari Ahmad Sahroni, menjelaskan, surat-surat kendaraan digadaikan ke Leasing Citifin. Atas kasus ini dia pun sudah membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Timur.
Sementara itu, anggota Komisi XI DPR Ahmad Sahroni, mengaku sangat menyesalkan peristiwa itu, apapun bentuknya tidak diperbolehkan karena hanya meresahkan masyarakat.
Pascakejadian ini, Sahroni pun mengaku sudah melaporkannya kepada Ketua Dewan OJK. “Sudah saya laporkan juga ke OJK. Aksi premanisme apapun bentuknya tidak diperkenankan. Apalagi ada upaya perampasan seperti ini,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Denny Indrayana Tetap Ngotot Tak Korupsi Program Payment Gateway

Jakarta, Aktual.co — Kuasa hukum Denny Indayana, Herus Widodo tetap ngotot kliennya tidak melakukan korupsi di program pembayaran paspor secara elektronik atau payment gateway di Kementerian Hukum dan HAM.
“Program payment gateway benar-benar untuk pelayanan publik. Jadi tidak ada maksud untuk melakukan perbuatan yang oleh Mabes Polri dikategorikan sebagai korupsi,” kata Heru di Mabes Polri, Selasa (26/5) malam.
Menurut dia, program payment gateway tersebut dirancang dengan tujuan meningkatkan pelayanan publik dalam pembayaran paspor. Pada Selasa (26/5), Denny diperiksa sebagai tersangka dalam kasus tersebut. 
Dalam pemeriksaan yang berlangsung hampir sembilan jam, bekas Wamenkumham itu dicecar oleh penyidik dengan 43 pertanyaan seputar kasus yang menjeratnya.
“Ini lanjutan pemeriksaan sebelumnya. Isinya mengklarifikasi pertemuan-pertemuan yang tidak semuanya Pak Denny tahu ketika saat itu dia menjadi Wamen,” ujarnya.
Dalam kasus payment gateway, penyidik baru menetapkan satu orang tersangka, yakni Denny Indrayana. Denny dikenakan pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 dan pasal 23 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UUU No. 31 Tahun 199 jo pasal 421 KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Sementara Kadivhumas Polri Irjen Anton Charliyan menyatakan, berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan menunjukkan ada indikasi kerugian negara sebesar Rp 32 miliar dari pengadaan proyek tersebut. Selain itu didapati pula adanya pungutan liar senilai Rp 605 juta.
Penyelidikan Polri bermula dari laporan BPK pada Desember 2014. Kemudian pada 10 Februari 2015, Bareskrim Polri menerima laporan Andi Syamsul Bahri atas dugaan keterlibatan Denny Indrayana dalam kasus korupsi ketika masih menjabat sebagai Wamenkumham.
Polri juga sudah memeriksa puluhan saksi dalam penyidikan, termasuk di antaranya mantan Menkumham Amir Syamsuddin dan Dirut PT Bank Central Asia, Tbk, Jahja Setiaatmadja.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Teror Beras Plastik Diduga Sebagai Skenario Untuk Hancurkan Bulog

Jakarta, Aktual.co – Sebagian kalangan menilai bahwa peredaran beras plastik di pasaran bukan semata karena ingin meraup keuntungan bisnis, lebih dari itu terselip motif lain seperti pengalihan isu hingga motif politik di dalamnya. Anggota Komisi IV, Firman Soebagyo turut angkat bicara terkait motif dalam kasus peredaran beras plastik ini. Menurutnya, motif dibalik peredaran beras plastik adalah skenario untuk menghancurkan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).

Firman curiga ada sekelompok tertentu yang berusaha ingin menghancurkan Bulog dengan mengedarkan beras plastik hingga dicampur ke beras raskin (beras miskin).  “Ini rekayasa sedemikian rupa oleh kelompok tertentu yang ingin menghancurkan Bulog. Karena itu sekarang sudah mulai ada juga beras plastik ditemukan bercampur di raskin (beras miskin). Raskin itu siapa pennyelengaraanya? Bulog,” kata Firman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, ditulis Rabu (27/5).

Politikus dari Fraksi Golkar ini menduga ada kelompok yang khawatir Badan Urusan Logistik (Bulog) diperkuat menjadi lembaga buffer stock (penyangga harga) atau menjadi lembaga pangan nasional. Sehingga mafia pangan jadi tidak bisa lagi mengendalikan harga beras dan meraup keuntungan besar.

Kelompok yang mengatur distribusi beras itu, lanjut dia, paling diuntungkan dengan kisruh harga pangan, lantaran harga beras saat ini dikendalikan oleh mekanisme pasar dan sangat terpengaruh hukum supply-demand.

Hingga kini belum dapat dipastikan melalui jalur mana beras plastik ini masuk ke pasaran. Apabila melalui jalur ilegal, tentu tidak dapat dipastikan dari mana beras sintetis ini masuk. Namun jika menggunakan cara impor legal, akan muncul isu beras impor premium disusupi beras plastik.

“Beras campuran itu indikasinya adalah satu disebarkan ke pasaran. Dua dimasukkan ke Bulog tadi supaya posisinya terpojokkan. Muncul ketidakpercayaan publik, sehingga pemerintah mengambil kebijakan bubarkan bulog. Ini politiknya,” terang dia.

Sayangnya, Firman tidak serta-merta menyebutkan dengan rinci pihak yang diduga ingin menghancurkan Bulog. Dia meminta agar pihak terkait melakukan investigasi untuk meneliti masuknya beras itu legal atau ilegal.

Sebelumnya, pemerintah dan Polri juga telah mengumumkan hasil penelitian atas sampel beras sintetis tersebut. Berdasarkan uji atas sampel beras yang dilakukan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM), Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Pusat Laboratorium Forensik Polri, ternyata tidak ditemukan beras yang bercampur plastik.

“Hasil pemeriksaan laboratotium forensik itu negatif. Tidak ada unsur plastik dari hasil pemeriksaan laboratorium itu,” ujar Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (26/5).

Untuk mempertegas hasil uji laboratorium itu, kata Badrodin, dirinya bersama Menteri Perdagangan Rahmat Gobel telah meminta sample yang masih tersisa di Sucofindo untuk diperiksa lagi di laboratorium BPOM dan Puslabfor Polri. Sebab, sebelumnya penelitian Sucofindo menunjukkan adanya kandungan sintetis dalam beras yang diuji.

Namun, dari pemeriksaan ulang itu ternyata tak ditemukan kandungan sintetis. “Hasilnya juga negatif,” tegas Badrodin.

Artikel ini ditulis oleh:

ITW: Pemerintah Harus Jaga Keselamatan Pemudik Jelang Lebaran

Jakarta, Aktual.co — Indonesia Traffic Watch (ITW) mengingatkan agar pemerintah agar berupaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas pada musim mudik Lebaran 2015 yang sudah diambang pintu. Dalam hal ini ITW menilai bahwa pemerintah harus serius menyiapkan infrastruktur dan sarana prasarana lalu lintas dan angkutan jalan.Serta menyiapkan transportasi umum yang bisa memberikan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, Kelancaran lalu lintas.
 
“Apabila jumlah kecelakaan dan korban jiwa meningkat pada musim mudik 2015 nanti, itu adalah bukti, pemerintah belum maksimal menjaga keselamatan warganya saat menggunakan jalan raya. Padahal pemerintah wajib mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” kata Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan kepada aktual.co, Rabu (27/5).
 
Dikatakan Edison bahwa persoalan lalu lintas dan angkutan jalan khususnya memasuki musim mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri, masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Karena musim mudik sendiri tingkat kemacetan dan kecelakaan merupakan peristiwa paling mengerikan. Dimana setiap musim mudik jumlah korban jiwa di jalan raya terus berjatuhan.
 
Edison menjelaskan, jumlah kecelakaan pada  saat arus mudik dan arus balik Lebaran pada 2014 tercatat sebanyak 3.057 kejadian, sedangkan pada 2013 sebanyak 3.675 kasus. Sementara jumlah korban jiwa akibat kecelakaan pada musim mudik 2014 sebanyak 538 jiwa sedangkan pada 2013 sebanyak 686 orang.
 
“Pemerintah harus serius menjaga keselamatan warganya, jangan membiarkan rakyatnya mati sia-sia di jalan raya,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Sentimen Negatif Global dan Regional, IHSG Dibuka Turun 24 Poin ke Level 5.296,237

Jakarta, Aktual.co — Imbas dari sentimen negatif di bursa global dan regional, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini dibuka di teritori negatif. Pada perdagangan preopening, IHSG jatuh 24,664 poin (0,46%) ke level 5.296,237. Sedangkan Indeks LQ45 anjlok 6,269 poin (0,68%) ke level 921,484.

Mengawali perdagangan, Rabu (26/5/2015), IHSG dibuka turun 23,453 poin (0,44%) ke level 5.297,448. Indeks LQ45 dibuka melemah 6,189 poin (0,67%) ke level 921,546. Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG berkurang 20,208 poin (0,39%) ke level 5.299,958. Sementara Indeks LQ45 mundur 5,179 poin (0,56%) ke level 922,574.

NH Korindo Securities Indonesia dalam risetnya mengemukakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin diwarnai technical rebound, yang mampu bergerak naik Padahal, dari chart sebelumnya  mengindikasikan  terjadinya peluang pelemahan.

“Tetapi, meningkatnya aksi beli, terutama didukung aksi beli asing membuat laju IHSG mampu mengesampingkan peluang pelemahan tersebut,” ujar Kepala Riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada,Rabu (27/5).

Angin segar pada IHSG juga terjadi dari kenaikan pada laju bursa saham Asia dan diiringi ekspektasi positif terhadap peluang kenaikan rating (pasca kenaikan outlook). Bahkan aturan relaksasi LTV dan GWM-LDR turut membawa dampak positif pada IHSG.

Pada perdagangan Rabu (27/5) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 5.280-5.296 dan resisten 5.335-5.358. Menurutnya, ekspektasi akan terjadinya pelemahan kembali dapat dilampaui dengan penguatan yang cukup tinggi. Tren pelemahan pun sedang di coba untuk di tahan.

“Akan tetapi, di tengah laju kenaikan tersebut juga dimanfaatkan untuk profit taking sehingga berpotensi kembali berbalik arah melemah. Untuk itu, tetap mewaspadai potensi pembalikan arah melemah,” pungkasnya.

Sementara itu,  First Asia Capital  dalam risetnya mengemukakan, imbas kondisi global yang kurang kondusif, IHSG akan bergerak variatif dan cenderung rawan koreksi.

“Kondisi pasar global yang kurang kondusif tersebut diperkirakan akan mempengaruhi psikologis pasar pada perdagangan hari ini,” terangnya.

“Tren penguatan dolar telah berdampak negatif terhadap pelemahan rupiah yang akan mempengaruhi pergerakan harga saham. Turunnya harga komoditas juga akan kembali menekan harga saham emiten berbasiskan komoditas,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain