7 April 2026
Beranda blog Halaman 35883

Yayasan: Lebih Dari 600 Anak Hilang di Italia Sejak 2009

Jakarta, Aktual.co — Yayasan amal anak-anak Italia, Telefono Azzurro (Telepon Biru), merilis bahwa, lebih dari 600 anak telah hilang di negara tersebut, sejak 2009.

Pada kenyataannya lebih dari 15.000 anak, di kebanyakan antara mereka orang asing, telah hilang di Italia selama 40 tahun belakangan, kata Kementerian Dalam Negeri Italia.

Kementerian tersebut bekerjasama dengan Telefono Azzurro mengenai masalah anak hilang.

Sedangkan Profesor Neuro-Psikiatri Anak di University of Modena dan Presiden Telefono Azzurro, Ernesto Caffo mengungkapkan, hilangnya anak-anak di negara Pizza itu karena berbagai sebab yang berkaitan dengan kesulitan hidup dan kemiskinan.

“Banyak anak melarikan diri dari rumah mereka dengan harapan memperoleh hidup yang lebih baik di Italia atau luar negeri. Anak lain yang terlahir dari orang tua bermacam negara menjadi korban penculikan anak untuk orang tua internasional,” ia menjelaskan, dikutip dari Xinhua, Selasa (26/5).

Tapi juga ada banyak kasus, tambah Caffo, kasus itu berkaitan dengan eksploitasi seks atau kerja pada anak yang menjadi pendatang gelap dari negara yang bermasalah.

Anak-anak seperti itu, yang seringkali tak disertai atau melarikan diri dari pusat imigrasi Italia, menjadi tak terlihat di kota besar dan dapat dengan mudah jatuh ke tangan penjahat yang memanfaatkan kerentanan mereka.

Fenomena itu telah meningkat tajam dalam beberapa tahun belakangan akibat meningkatnya aliran pendatang gelap ke Italia, sedangkan usia korban makin rendah, katanya.

Profesor tersebut menyeru pemerintah Eropa agar berbuat lebih banyak untuk menyambut anak-anak yang tak ditemani, melindungi mereka dan menemukan penyelesaian guna membantu mereka tumbuh di lingkungan yang sehat.

Artikel ini ditulis oleh:

PSSI: Putusan Sela dan Pertemuan Wapres Dimensinya Berbeda

Jakarta, Aktual.co — Direktur Hukum PSSI, Aristo Pangaribuan memandang putusan sela PTUN atas gugatan PSSI dengan hasil pertemuan antara Menpora Imam Nahrawi bersama Wapres Jusuf Kalla memiliki dimensi dan kekuatan hukum yang berbeda.

“Pertemuan di Wapres dengan putusan sela jangan disamakan. Kalau itu (pertemuan di Istana Wapres) eksekutif, putusan sela yudikatif,” ujar Aristo Pangaribuan di Jakarta, Selasa (26/5).

Menurut Aristo, kedua hasil tersebut memiliki kekuatan hukum masing-masing, namun masih bisa dipergunakan secara bersamaan.

“Nanti dua keputusan itu akan sinergi satu sama lain,” ujar dia.

Alumnus Universitas Indonesia tersebut mengatakan dua hasil keputusan bisa berjalan berbarengan, apabila memiliki konteks yang tidak jauh berbeda.

“Tapi kalau yang di Wapres keputusannya A, di PTUN putusannya B, itu yang repot,” ujar dia.

Sementara Deputi V Bidang Keharmonisan dan Kemitraan Kemenpora Gatot S Dewa Broto juga mengatakan keputusan hasil pertemuan di Istana Wapres dengan putusan sela merupakan dua hal berbeda.

“Itu dua hal yang berbeda, jangan disamakan. Lagipula pertemuan dengan Pak Wapres juga bertepatan dengan sidang putusan sela,” kata Gatot.

Seperti diketahui, pertemuan antara Menpora dan Wapres di Istana Wapres, Senin (25/5), menelurkan tiga solusi penyelesaian pembekuan PSSI.

Yang pertama keputusan tetap pada pembekuan PSSI, opsi kedua mencabut pembekuan, dan ketiga adalah�SK direvisi kemudian PSSI diminta agar diaktifkan kembali namun Tim Transisi tetap eksis.

Terkait keeksisan Tim Transisi yang berada dalam opsi nomor tiga tersebut bertentangan dengan putusan sela yang menunda keberlakuan SK Menpora nomor 01307.

Pembentukan Tim Transisi untuk mengambil alih wewenang PSSI diatur dalam SK tersebut, yang saat ini masa keberlakuannya ditunda hingga putusan akhir.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemendikbud Tetapkan Tanggal 12 Oktober Sebagai Hari Museum

Malang, Aktual.co — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menetapkan tanggal 12 Oktober sebagai hari Museum Nasional. Hal ini didapat setelah adanya pertemuan nasional museum 2015 di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (26/5).

Direktur Kebudayaan dan Permuseuman, Hari Widianto, mengatakan tanggal itu dipilih lantaran kongres nasional pertama membahas soal museum digelar pada 12-14 Oktober 1962 di Yogyakarta.

Kala itu, sebanyak sepuluh resolusi dihasilkan, sehingga mampu mewarnai dunia per-museuman hingga tahun 2015.

“Sebanyak 40 orang turut dalam kongres museum pertama di Indonesia, ada 10 resolusi, dan tujuh diantaranya masih dipakai hingga saat ini,” kata Hari di Malang, Jawa Timur, Selasa (26/5) malam.

Dijelaskannya, agenda pertemuan nasional museum saat ini selain penetapan hari museum nasional, juga membahas blueprint museum pada tahun mendatang.

“Kami juga membahas bagaimana potensi ekonomi kreatif yang bisa dihasilkan oleh museum,” tandasnya.

Sementara itu Dirjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kacung Marijan, mengatakan museum yang baik adalah tanda majunya sebuah negara.

“Museum banyak menyimpan benda-benda sejarah, karena sejarah inilah jalan masa depan bangsa bisa dirintis,” kata Kacung.

Lebih lanjut dijelaskan, kehebatan manusia Nusantara pada zaman dahulu, sebenarnya bisa digambarkan dari keberadaan museum disamping peninggalan sejarah.

“Karenanya membangun museum bukan kita lantas terpaku pada sejarah, melainkan metoda pembelajaran betapa hebatnya kita pada zaman dahulu,” pungkas Kacung.

Artikel ini ditulis oleh:

Atlet Bulutangksi SEA Games Ikuti Indonesia Terbuka 2015

Jakarta, Aktual.co — Atlet bulu tangkis yang mengikuti SEA Games 2015 di Singapura, juga akan mengikuti perhelatan Indonesia Open 2015 yang akan digelar 2-7 Juni mendatang, kata Manajer Tim Bulu Tangkis SEA Games 2015 Lius Pongoh.

“Tampilnya atlet pelatnas di Indonesia Open kali ini tidak akan memengaruhi penampilan di SEA Games Singapura,” kata Lius Pongoh di Jakarta, Selasa (26/5).

Lius memperbolehkan para atlet yang akan berlaga di SEA Games 2015 untuk bermain di Indonesia Open guna mengambil kesempatan untuk meningkatkan posisinya di daftar pemain peringkat dunia.

Kategori kompetisi Indonesia open yang merupakan super series premier adalah turnamen kelas dunia yang berguna mengumpulkan nilai untuk mengikuti Olimpiade Brasil tahun 2016.

Lius menerangkan atlet masih bisa mengikuti Indonesia Open sebelum berlaga di SEA Games, karena jadwal pertandingan yang tidak berbenturan.

“Jadwal pertandingan cabang bulu tangkis baru dimulai 10 Juni 2015, sedangkan pertandingan Indonesia Open 2-7 Juni mendatang,” kata Lius.

Lius juga meyakini bahwa pertandingan Indonesia Open yang diikuti atlet tidak akan memengaruhi performa di SEA Games 2015 di Singapura.

Artikel ini ditulis oleh:

Indef: Sektor Industri Defisit Energi

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus mengatakan sektor industri sedang menghadapi kondisi defisit energi.

“Sektor industri memang konsumen terbesar energi, pangsanya rata-rata sekitar 42 persen tiap tahun. Tapi tetap kekurangan karena kebanyakan sumber energi diekspor pemerintah,” kata Ahmad dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (26/5).

Dia menjelaskan, produksi berbagai jenis energi nasional pada dasarnya dapat mencukupi kebutuhan untuk sektor industri, namun sebagian besar hasilnya terpaksa diekspor karena sejumlah permasalahan infrastruktur.

Selain itu, sumber energi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sektor industri ternyata merupakan komoditas impor dari luar negeri, tukasnya.

Dengan kata lain, defisit energi tidak hanya disebabkan kurangnya produksi, tapi juga akibat hasil energi tersebut diperuntukkan demi kepentingan ekspor, sehingga untuk pemenuhan dalam negeri harus impor.

“Karena terbatasnya smelter, maka sumber daya energi mentah diekspor. Kemudian sektor industri memenuhi kebutuhan mereka dengan mengimpor energi dalam bentuk siap pakai,” ujarnya menjelaskan.

Ahmad memaparkan, konsumen energi nasional selain sektor industri antara lain rumah tangga mencapai rata-rata 11 persen, sektor komersil 4,3 persen, transportasi 37 persen, dan sektor lainnya sekitar tiga persen.

Pada sektor industri sendiri, sumber energi terbesar yang digunakan antara lain bahan bakar minyak (bbm) sekitar 28 persen, gas 26 persen, dan batu bara juga sekitar 26 persen.

“Sektor industri hanya mendapat tujuh persen batu bara dari dalam negeri. Karena 79 persen untuk pasar ekspor, dan 14 persen sisanya digunakan untuk pembangkit listrik,” tutur Ahmad.

Sedangkan pada sumber energi berupa gas, sebesar 47,8 persen untuk kepentingan ekspor, sementara untuk pemenuhan liquid petroleum gas (lpg) harus diperoleh dari impor, ujarnya menambahkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Masih Evaluasi, Kejagung Belum Pikirkan Eksekusi Mati Jilid III

Jakarta, Aktual.co — Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, sampai saat ini belum ada jadwal eksekusi mati setelah sebelumnya dua kali dilakukan eksekusi sejumlah terpidana mati kasus narkoba.
“Kami belum menjadwalkan eksekusi terpidana mati. Sebelumnya, kejaksaan sudah melakukan dua kali eksekusi terpidana mati pada 2015,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Banda Aceh, Selasa (26/5).
Jaksa Agung mengaku, saat ini sedang mengevaluasi pelaksanaan dua kali eksekusi terpidana mati, yang dilakukan beberapa waktu lalu. Evaluasi ini untuk melihat di mana kelemahan atau kekurangan pelaksanaan sebelumnya.
Menurut dia, kejaksaan selaku eksekutor ingin mencermati satu per-satu pelaksanaan eksekusi terpidana mati sebelumnya. Tujuannya tentu untuk penyempurnaan pelaksanaan berikutnya.
“Kami tentu ingin pelaksanaan eksekusi mati berikutnya lebih sempurna. Karena itulah, kami sekarang sedang mengevaluasi apa yang telah dilakukan sebelumnya,” kata Prasetyo.
Menyangkut eksekusi terpidana mati berikutnya, Jaksa Agung mengatakan pihaknya sedang menginventarisasi siapa yang akan dieksekusi. Mereka yang dieksekusi harus tuntas segala permasalahannya.
“Artinya, mereka yang dieksekusi nanti tidak meninggalkan masalah hukum sekecil apapun. Apapun masalah hukum yang mereka tempuh, itu hak terpidana dan harus dipenuhi,” kata dia.
Lebih seratus terpidana mati di Indonesia belum dieksekusi. Sementara itu, pada 2015 ini, kejaksaan telah melakukan dua kali eksekusi terhadap terpidana mati.
Eksekusi pertama dilakukan terhadap enam terpidana mati pada Minggu (18/1), dan eksekusi kedua dilakukan terhadap delapan terpidana mati pada Rabu (29/4).

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain