4 April 2026
Beranda blog Halaman 35907

Dua Kali Tak Hadiri Rapat Bamus, Ahok Tak Mau di Salahkan

Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah pihaknya selaku eksekutif tidak ‘mengindahkan’ undangan DPRD DKI untuk menghadiri Rapat Badan Musyawarah (Bamus) guna membahas tiga rancangan Peraturan Daerah (Raperda).

“Kalau saya nggak mungkin nggak datang eksekutif. Mungkin koordinasi saja saya belum tanya jelas,” kata Ahok menanggapi santai di Balai Kota, Selasa (26/5).

Mantan Bupati Belitung ini bahkan balik menuding undangan dewan yang tidak masuk ke kantornya.

“Makanya nggak mungkin nggak datang, nah undangannya masuk ke mana. Saya nggak tahu,” ungkapnya.

Sebelumnya, DPRD DKI menjadwalkan agenda rapat Bamus pada Kamis (21/5) minggu lalu. Bahkan saat dijadwal ulang pada Senin (25/5) kemarin, eksekutif kembali tidak hadir hingga rapat terpaksa ditunda untuk kedua kalinya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Satu Keluarga Alami Keracunan, Polisi: Beras Sampel Sedang Diselidiki

Jakarta, Aktual.co — Kepala Satuan (Kasat) Reserse Krimiminal Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho mengatakan bahwa pihaknya saat ini telah menerjunkan personilnya untuk menyelidiki penyebab keracunan yang dialami satu keluarga di Depok, Jawa Barat.

“Kami sudah turun dan sudah kami ambil sampelnya, masih kami selidiki,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (26/5).  

Dikatakan Teguh bahwa pihaknya tengah menyelidiki asal Naiman (52) yang berprofesi sebagai petugas kebersihan di lingkungan Perumnas Depok I menerima beras yang didapat dari jatah bulanan.

“Kami masih mencari dari sumbernya. Kami ambil sampelnya lalu kami uji. Ujinya di laboratorium Bareskrim,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya satu keluarga yang tinggal di Depok, Jawa Barat tiba-tiba mengalami keracunan setelah menyantap nasi yang dimasaknya. Alhasil satu keluarga itu pun terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami mual dan pusing akibat menyantap nasi tersebut.

Naiman (52) yang berprofesi sebagai petugas kebersihan di lingkungan Perumnas Depok I mengaku kalau keluarganya terpaksa dirawat di rumah sakit karena diduga keracunan beras plastik.

“Berasnya dari sumbangan warga, beras itu campuran hasil dari warga, yang masak istri,” katanya,  Selasa (26/5).

Dirinya mengaku awalnya menyantap sajian yang dihidangkan oleh istrinya tidak terjadi hal yang aneh. Namun setelah menyantap nasi yang telah dimasak oleh istrinya itu, tiba-tiba membuat  mual pada keesokan harinya.

“Rasanya mual dan pusing,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Banyak Hotel Banting Harga Akibat Pertumbuhan Ekonomi RI Lesu

Jakarta, Aktual.co — Pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I tahun 2015 hanya tumbuh sebesar 4,7 persen, angka tersebut jauh dari target prediksi yang sebesar 5,7 persen. Pun perkiraan pertumbuhan ekonomi RI sepanjang 2015 hanya mampu menyentuh angka 5,4 persen saja.

Kondisi pertumbuhan ekonomi RI yang masih tak berdaya tersebut tak ayal membuat dampak buruk di beberapa sektor. Tak hanya sejumlah perusahaan industri yang menjadi korban dan harus gulung tikar, sektor properti pun kini diketahui dalam kondisi buruk.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roslaeni mengemukakan, di sektor properti, perhotelan menjadi yang terparah terkena dampak perekonomian yang lesu. Dikatakan dia, banyak perhotelan yang akhirnya banting harga hingga 30 persen.

“Paling berat itu sebenarnya terjadi di hotel. Karena sudah banyak yang banting harga sampai 30%. Karena demand nya itu turun,” ungkapnya di sela-sela acara Rakernas, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (25/5)

Dalam hal ini, kata Rosan, dalam catatan perbankan, perhotelan paling sering mengalami kredit bermasalah atau NPL (Non Performing Loans). Banyak hotel yang akhirnya tidak melunasi pinjaman yang sudah jatuh tempo.

“NPL itu banyak yang berasal dari hotel. Karena terjadi banyak pembangunan dan demand menurun, lalu mereka banting harga. Tapi kan margin hotel itu tipis sekali. Jadi saat banting harga itu mereka nggak untung dan nggak bisa bayar utangnya di bank,” lanjutnya kemudian.

Kondisi ini, kata Rosan, tentu berbeda dengan kondisi tiga tahun terakhir, permintaan hotel masih sangat tinggi lantaran pertumbuhan ekonomi yang masih diatas enam persen.

“Kalau properti hampir 3 tahun ini mengalami pertumbuhan yg signifikan. Sekarang ekonomi melambat dan otomatis properti seperti hotel yang high end itu agak stagnan,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemkab Tangerang Upayakan Distribusi Guru Secara Merata

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, mengupayakan distribusi para guru secara merata tiap sekolah sesuai kebutuhan dan keahlian yang dimiliki sehingga tidak terkesan asal-asalan.

“Harus ada analisis dan pemetaan guru, bukan hanya berdasarkan kekurangan saja,” kata Sekretaris Daerah Pemkab Tangerang Iskandar Misyad, Selasa (26/5).

Iskandar mengatakan bila sudah ada analisis dan pemetaan, maka kekurangan guru satu sekolah tidak akan terjadi.

Selama ini para guru hanya betah mengajar di suatu tempat dengan berbagai alasan, meski berdasarkan aturan sebagai pegawai harus bersedia ditempatkan dimana saja.

Padahal sesuai data BPS tahun 2013 jumlah guru di Kabupaten Tangerang sebanyak 12.284 orang tersebar pada 29 kecamatan dan terbanyak berada di Kecamatan Kelapa Dua, Cikupa, Curug dan Kosambi.

Bahkan para guru hanya menumpuk pada sekolah di perkotaan sementara di perbatasan dengan Kabupaten Serang seperti di Kecamatan Jayanti, Kronjo dan di Cisoka masih kurang.

Masalah serupa terjadi terhadap guru yang mengajar di beberapa sekolah di perbatasan dengan Kabupaten Bogor, Jawa Barat seperti di Cisauk dan Legok.

Alasan para guru tersebut yakni masalah jauh dari tempat tinggal dan transportasi tidak memadai.

Dia mengatakan saat ini pemindahan guru hanya sekedar melihat dari kekurangan satu sekolah saja dan diambil dari sekolah lain yang kelebihan guru.

Padahal tindakan itu terkesan asal-asalan untuk mengisi kekosongan, tanpa ada suatu mempertimbangkan kemampuan guru tersebut.

Pihaknya untuk ke depan berupaya melakukan analisa dan kemampuan guru tersebut untuk dapat dipindahkan ke tempat lain.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pansel KPK Siap Bekerja

Panitia Seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terdiri dari praktisi dan akademisi berbagai bidang memberikan keterangan kepada wartawan usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/5). Panitia Seleksi KPK terdiri dari Ketua Destry Damayanti ekonom, ahli keuangan dan moneter, Enny Nurbaningsih Pakar Hukum Tata Negara, Harkrituti Haskrisnowo Pakar Hukum Pidana dan HAM, Betti S Alisjabana ahli IT dan manajemen, Yenti Garnasih pakar hukum pidana ekonomi dan pencucian uang, Supra Wimbarti ahli psikologi SDM dan pendidikan, Natalia Subagyo ahli tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi, Diani Sadiawati ahli hukum, Meuthia Ganie-Rochman ahli sosiologi korupsi dan modal sosial. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Santap Beras Sumbangan, Satu Keluarga Dilarikan ke Rumah Sakit

Jakarta, Aktual.co — Kasus beras plastik yang membuat masyarakat merasa khawatir terjadi. Kali ini satu keluarga yang tinggal di Depok, Jawa Barat  tiba-tiba mengalami keracunan setelah menyantap nasi yang dimasaknya. Alhasil satu keluarga itu pun terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami mual dan pusing akibat menyantap nasi tersebut.

Naiman (52) yang berprofesi sebagai petugas kebersihan di lingkungan Perumnas Depok I mengaku kalau keluarganya terpaksa dirawat di rumah sakit karena diduga keracunan beras plastik.

“Berasnya dari sumbangan warga, beras itu campuran hasil dari warga, yang masak istri,” katanya,  Selasa (26/5).

Dirinya mengaku awalnya menyantap sajian yang dihidangkan oleh istrinya tidak terjadi hal yang aneh. Namun setelah menyantap nasi yang telah dimasak oleh istrinya itu, tiba-tiba membuat  mual pada keesokan harinya.

“Rasanya mual dan pusing,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain