4 April 2026
Beranda blog Halaman 35906

Anak Buah Rini Soemarno Tolak Diperiksa, Ini Penjelasan KPK

Jakarta, Aktual.co — Komisaris PT Pertamina Sahala Lumban Gaol menolak dimintai keterangannya oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Sahala yang juga tercatat sebagai staf ahli kementerian BUMN itu, sebelumnya akan diperiksa di kasus korupsi PLT TEL Pertamina tahun 2004-2005.
Penolakan Sahalan itu disampaikan melalui surat tertulis kepada penyidik KPK. “Yang bersangkutan telah membuat pernyataan tertulis kepada penyidik bahwa yang bersangkutan tidak berkenan untuk diperiksa sebagai saksi yang meringankan untuk tersangka SAM (Suroso Atmomartoyo),” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Selasa (26/5).
Pemeriksaan Sahala sebagai saksi, kata Priharasa atas permintaan Suroso. Untuk diketahui, berdasarkan putusan pengadilan Southwark Crown, Inggris, pada 18 Maret 2010 lalu, Innospec Limited dinyatakan terbukti telah melakukan penyuapan terhadap mantan Dirjen Minyak dan Gas, Rahmat Sudibyo dan Suroso Atmomartoyo.
Dalam kasus yang ditangani KPK ini, PT Soegih Interjaya merupakan principal agen Innospec untuk proyek tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Walhi: Reklamasi Dilanjutkan Berarti Ada Rezim Otoriter Properti

Jakarta, Aktual.co — WALHI menolak reklamasi Teluk Jakarta dilanjutkan.  WALHI pun menilai ada rezim otoriter properti jika reklamasi dipaksa diteruskan. Direktur Eksekutif WALHI Jakarta Puput TD Putra menghimbau agar reklamasi dihentikan.
Puput juga mempertanyakan ketegasan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dalam perencanaan reklamasi tersebut.
“Hentikan dan cabut perpres nya. Karena kalau kita telusuri muaranya ke kebijiakan. Kemana Ahok yang selalu merespon dengan tegas tapi yang satu ini kok tidak berani tegas, malah seperti lebih pura-pura tidak tahu dengan masalah sebenarnya. Ada siapa sih di belakang reklamasi ini ?” ujar Puput di Jakarta, Selasa (26/5).
Sementara itu, terkait boleh tidaknya teluk-teluk Indonesia direklamasi, Puput mengatakan boleh saja asal tidak banyak yang dirugikan.
“Kita tidak pernah anti pembangunan tapi kalau banyak merugikan tidak usah di paksakan. Indonesia luas kenapa harus di sentralkan. Masih banyak yang kosong kenapa di Jakarta,” katanya
“Ini kan berarti ada rezim otoriter properti yang memaksakan  Ini negara mau di jual atau bagaimana ?” tambahnya

Artikel ini ditulis oleh:

Claudia Cynthia Bella: Pakai Hijab Hidup Makin Lengkap

Jakarta, Aktual.co —Belum lama berhijab, tren gaya pakaian hijab artis Claudia Cynthia Bella pun banyak diminati masyarakat.  Perempuan yang pernah menjadi personel grup BBB (Bukan Bintang Biasa) menanggapinya dengan wajah sumeringah.

“Alhamdulillah, aku juga masih belajar soalnya, ” kata Bella kepada Aktual.co, ditemui di Transtv, kawasan Tendean, Jakarta Selatan.

Bella menuturkan, bahwa hijab sesuai syar’i seharusnya dipakai oleh Muslimah Indonesia.  Kenang ia, saat dirinya berhijab, hidup yang dijalaninya terasa lengkap.

“Hijab itu sesuatu yang memang  diharuskan. Dan, hijab adalah pelindung, pelengkap aku. Karena semenjak aku pakai hijab hidup aku semakin lengkap, ” tuturnya.

“Ternyata kalau pakai jilbab itu nggak seribet seperti yang aku bayangin, pakai jilbab itu nggak ngurangin aktivitas juga, pakai jilbab itu justru aku jadi lebih sederhana, ” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

PT KAI Sediakan Tiket Mudik Promo Untuk Keberangkatan H-10 Hingga H+10

Jakarta, Aktual.co — PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menyediakan tiket murah meriah (Murmer) untuk pengguna jasa angkutan kereta api selama masa angkutan lebaran melalui Program Promo Mudik Lebaran 2015.

Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun Eko Budiyanto di Madiun, mengatakan tiket murah Promo Mudik Lebaran 2015 tersebut hanya berlaku untuk tiket reguler dan tidak berlaku untuk pembelian reduksi atau diskon lainnya.

“Selain itu, tiket promo juga khusus untuk keberangkatan H-10 sampai dengan H+10 atau saat masa angkutan lebaran berlangsung, yakni sejak 7 Juli sampai dengan 28 Juli 2015,” ujar Eko kepada wartawan, ditulis Selasa (26/5).

Adapun pemesanan tiket dapat dilakukan sejak 25 April hingga 28 Juli mendatang, dengan harga tiket mulai dari Rp39.000 hingga Rp149.000, tergantung jenis keretanya.

Terdapat sejumlah kereta komersial di wilayah Daop VII Madiun yang dapat dibeli dengan tarif “Promo Mudik Lebaran 2015”. Di antaranya KA Gajayana (Malang-Gambir), KA Bima (Malang Gambir), KA Turangga (Surabaya-Bandung), KA Bangunkarta (Surabaya-Gambir), dengan harga tiket Rp149.000.

Kemudian, KA Sancaka (Surabaya-Yogyakarta) dengan tarif Rp99.000 dan Rp79.000 serta KA Malabar (Malang-Bandung) harga tiket promonya masing-masing Rp149.000, Rp99.000 dan Rp79.000. KA Malioboro Ekspress (Malang-Yogyakarta) dengan tarif Rp99.000 dan Rp49.000, KA Mutiara Selatan (Bandung-Surabaya) dengan tarif Rp79.000 dan KA Majapahit (Malang-Jakarta) dengan tarif Rp99.000.

“Kalau ketersediannya jelas terbatas, karena yang menentukan masih ada atau sudah habis adalah PT KAI pusat dan tiket tersebut tidak dapat dibatalkan,” katanya.

Ia menambahkan penyediaan tiket murah melalui Program Promo Mudik Lebaran 2015 tersebut bertujuan untuk mengomunikasikan kepada masyarakat bahwa tiket KA itu dapat diperoleh dengan harga terjangkau. “Sehingga membantu memfasilitasi dan mendukung masyarakat untuk menggunakan kereta api pada masa angkutan mudik dan balik lebaran tahun ini,” kata Eko.

Data Humas PT KAI Daop Madiun mencatat tiket kereta api untuk lebaran secara nasional telah terjual hingga 70 persen. Jumlah penjualan hingga 70 persen itu belum termasuk dengan tiket kereta tambahan lebaran. “Jika digabung dengan tiket kereta tambahan yang baru dibuka 11 Mei 2015, maka penjualan tiket lebaran secara nasional mencapai 60 persen,” kata Manajer Komersial PT KAI Daop VII Madiun, Dedi.

Pihaknya yakin penjualan tiket akan habis seiring memasuki bulan Ramadhan dan masa angkutan lebaran mendatang. Hal itu juga didukung dengan pelayanan pembelian tiket pada H-90 sebelum keberangkatan kereta.

Artikel ini ditulis oleh:

Ahok Kecam Tebar Ancaman, Djarot Bela PNS

Jakarta, Aktual.co — Ancaman Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk kembali merombak jajaran PNS mendapat tanggapan dari Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat. Djarot menegaskan, PNS dan seluruh pejabat DKI tidak perlu takut dengan banyaknya ancaman Gubernur Ahok.

“Kalau kau (PNS) bekerja sesuai prosedur dan ketentuan, dengan hari yang bersih dan tidak melakukan mark up atau rekayasa, tidak perlu takut, untuk apa?” kata Djarot di Balai Kota, Selasa (26/5).

Djarot mengakui jika saat ini banyak pejabat dilingkungan Pemprov DKI yang takut untuk dimutasi, rotasi ataupun diturunkan jabatannya.  

Djarot pun mencoba ‘mendinginkan’ suasana dengan meminta para pejabat dan PNS DKI tidak menjadikan ancaman Gubernur Ahok sebagai beban.

Menurut dia, seharusnya mereka semua tidak perlu risau dengan ancaman tersebut jika mereka telah melakukan kerja yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Potensi Kawasan Timur Indonesia Belum Tersentuh, Jokowi Salahkan Pemerintah Sebelumnya

Jakarta, Aktual.co — Dalam gelaran Rakernas Kadin Indonesia bagian Timur di Jakarta, Senin (25/5) kemarin, Presiden Joko Widodo mengemukakan terkait rencana besarnya membangun kawasan Indonesia Timur.  Menurutnya, potensi yang ada belum termanfaatkan dengan baik akibat permasalahan infrastruktur yang belum dibangun. Dimana infrastruktur yang ada seperti pelabuhan dan jalan tidak mampu menampung distribusi produksi.

Jokowi sempat mengatakan bahwa hal tersebut lantaran pemerintah atau para menteri sebelumnya tidak melakukan blusukan. “Kenapa enggak dikerjakan? Karena mungkin pemerintahnya (sebelumnya) enggak pergi ke sana dan setelah melihat, saya putuskan di lapangan, sudah dimulai. Bagian pelabuhan, jalan, irigasi. Investasi silakan masuk, tapi jangan semua. Sebesar 70% dipegang BUMN dan 30% dipegang swasta,” kata Jokowi, dalam Rakernas Kadin Indonesia bagian Timur di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (25/5).

Lebih lanjut Jokowi mencontohkan, salah satu kabupaten di Merauke, Kabupaten Wapeko memiliki bentang tanah datar seluas 4,6 juta hektare (ha),  namun setelah diidentifikasi, yang siap dikerjakan dan digunakan untuk tanam padi, jagung dan tebu baru 1,2 juta ha.

Padahal, kata Jokowi,  jika tanah seluas 4,6 juta ha tersebut dikerjakan seluruhnya akan menghasilkan produk pertanian yang melimpah ruah. Pasalnya, 1 ha tanah bisa menghasilkan 8 ton padi untuk sekali masa panen. Dengan demikian, total luas tanah tersebut akan dapat menghasilkan 37 juta ton sekali panen.

“Dua kali panen berarti 74 juta ton. Kalau tiga kali panen 110 juta ton. Hanya dari satu kabupaten. Padahal produksi nasional kita 60-70 juta ton,” ‎imbuh dia.

Oleh sebab itu, lanjut Jokowi, perlu adanya keseriusan dalam memanfaatkan dan mengerjakan potensi tersebut, agar mendatang panen bisa berlimpah dan swasembada pangan pun tercapai.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain