4 April 2026
Beranda blog Halaman 35909

Sempat Melemah, IHSG Bergerak ke Zona Hijau Pagi Ini

Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini masih kurang daya. IHSG dibuka melemah tipis 3 poin. Pada perdagangan preopening, IHSG menipis 3,296 poin (0,06%) ke level 5.285,066. Sedangkan Indeks LQ45 berkurang 0,838 poin (0,09%) ke level 920,081.

Membuka perdagangan, Selasa (26/5/2015), IHSG turun tipis 2,019 poin (0,04%) ke level 5.286,715. Indeks LQ45 melemah tipis 1,065 poin (0,12%) ke level 919,854.

Investor domestik yang mulai kepincut saham-saham yang harganya terkena koreksi menjadi sentimen gerak IHSG ke zona hijau pagi ini. Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG bertambah 11,552 poin (0,22%) ke level 5.299,914. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 2,074 poin (0,23%) ke level 922,993.

Pada perdagangan hari ini, Selasa (26/5), Asjaya Indosurya Securities memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak di kisaran 5.271 – 5.369. “IHSG mengalami koreksi wajar,” kata Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya dalam risetnya, Selasa (26/5).

Ia menjelaskan bahwa potensi untuk menuju level resisten 5.369 masih terlihat cukup kuat. “Momentum koreksi sehat dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi pembelian,” ujarnya.

Pasalnya, sambung dia, dalam timeframe jangka pendek maupun panjang, IHSG masih bertahan didalam jalur uptrend.
“Hari ini IHSG berpotensi melakukan t-bound,” ungkap dia.

Dalam risetnya, William juga memaparkan sejumlah saham yang patut disoroti pada perdagangan hari ini adalah BBNI, JSMR, BWPT, AALI, UNVR, INDF, dan ACES.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi: Kasus Pembunuhan Relawan Jokowi Dilimpah ke Pomal

Jakarta, Aktual.co — Kasus pembunuhan yang menimpa Jopi Peranginangin yang merupakan aktivis dan juga relawan Jokowi akhirnya dilimpahkan ke Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal).

Hal tersebut disampaikan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Wahyu Hadiningrat saat dihubungi, Selasa (26/5).
 
“Kasus itu sudah dilimpahkan dari kemarin ke Pomal,” ujarnya.

Dikatakan Wahyu untuk kasus lebih lanjut pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke pihak Pomal dalam menyelidiki kasus tewasnya Jopi yang juga seorang aktivis agraria.

“Kalau mau konfirmasi silahkan ke Pomal,” tegasnya.

Untuk diketahui Jopi Peranginangin tewas setelah mengalami tusukan dibagian punggung setelah bertikai oleh orang tak dikenal di sebuah tempat hiburan malam kawasan Kemang, Jakarta Selatan beberapa hari lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Mendag Gobel Klaim Bawang Merah Impor di Pasaran Indonesia Produk Ilegal

Jakarta, Aktual.co — Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menegaskan bahwa bawang merah impor yang membanjiri pasar Indonesia merupakan produk ilegal karena pihaknya belum mengeluarkan izin impor produk hortikultura tersebut.

“Saya belum tahu kalau ada yang masuk, saya belum pernah keluarkan izin, baru akan kami keluarkan,” kata Rachmat di sela Rakernas dan Trade & Investment Forum di Jakarta, Senin (25/5).

Menurut dia, bawang merah yang dikabarkan membanjiri pasar Indonesia bisa jadi merupakan produk ilegal karena izin impornya belum dikeluarkan Kementerian Perdagangan. Ia bahkan menyebut produk bawang merah tanpa izin impor itu sebagai produk selundupan karena tak berizin.

“Kalau enggak ada izinnya, pasti selundupan. Indonesia kan negara besar, negara kepulauan, ditutup di sini masuk di mana,” katanya.

Rachmat mengatakan, pihaknya baru berniat mengeluarkan izin impor bawang merah setelah berdiskusi dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman tentang kebutuhan produk hortikultura yang semakin meningkat jelang Ramadan.

“Kondisi pasar sekarang suplai dan kebutuhannya sudah mulai terasa karena masa panennya dibandingkan kebutuhan kita di bulan puasa itu tidak ‘ketemu’, makanya salah satu alternatifnya impor untuk menjaga stabilitas harga,” katanya. Sebelumnya dikabarkan bawang merah impor yang diduga berasal dari Vietnam, Thailand, India hingga Myanmar membanjiri Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Artikel ini ditulis oleh:

Status Hadi Poernomo Diputus Sore Ini

Jakarta, Aktual.co — Sidang lanjutan gugatan praperadilan yang diajukan oleh mantan Direktur Jenderal Pajak Hadi Poernomo mamasuki babak akhir. Sore ini, hakim tunggal Haswandi akan menetapkan keputusan perihal hasil praperadilan.
Sejak awal melawan Komisi Pemberantasan Korupsi atas penetapan tersangka, Hadi tanpa didampingi kuasa hukumnya. Mantan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan itu sendiri saat membacakan berkas mulai dari permohonannya hingga persidangan tahap kesimpulan. (Baca juga: Tak Didampingi Pengacara, Hadi Poernomo Bacakan Sendiri Permohonan Praperadilan)
Seperti diketahui, permohonan praperdalian yang diajukan oleh Hadi Poernomo dengan Nomor perkara: 36 PID.PRAP/2015/PN.JKT.SEL terkait dengan penetapan tersangka terhadap dirinya dan juga penyitaan yang dilakukan oleh KPK. (Baca juga: Takut Kalah, Tiga Kotak Kontainer Dibawa KPK Lawan Hadi Poernomo)
Hadi yang ditetapkan sebagai tersangka sejak 21 April 2014, diduga mengubah telah Direktur Pajak Penghasilan mengenai keberatan SKPN PPh BCA. (Baca juga: Sidang Hadi Poernomo Diwarnai Perdebatan Ahli dan KPK)

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Investor Timur Tengah Kepincut Obligasi Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan investor asal Timur Tengah mulai mempunyai minat atas instrumen surat utang dalam valuta asing milik pemerintah Indonesia, terutama untuk obligasi syariah berdenominasi dolar AS atau sukuk global.

“Kalau dulu-dulu, investor sukuk didominasi AS dan Eropa, sekarang kita ‘surprise’ dari Timur Tengah dan Asia selain Indonesia, cukup banyak masuknya,” kata Menkeu menanggapi penerbitan sukuk global di Pontianak, ditulis Selasa (26/5).

Bambang Brodjonegoro menceritakan antusiasme tersebut terlihat ketika dirinya melakukan “roadshow” sukuk global di Dubai, karena tawaran untuk membeli obligasi syariah tersebut sudah muncul sebelum dirinya melakukan presentasi.

“Di Dubai ,mereka langsung mau masuk (penawaran) 100 atau 200 langsung, padahal saya belum presentasi apa-apa. Jadi itu ada ‘eagerness’, padahal dulu mereka ragu-ragu dan konservatif kalau mau masuk ke Indonesia,” katanya.

Selain itu, minat investor Timur Tengah juga muncul karena pemerintah Indonesia menunjuk dua bank internasional yang punya keterkaitan langsung dengan kawasan tersebut sebagai “underwriter”. “Minat juga muncul karena sentimen bagus di pasar sukuk karena sukuk pemerintah atau ‘sovereign’ itu jarang, baru Indonesia dan Malaysia, kebanyakan dilakukan swasta. Mereka juga melihat ini jaminannya lebih kuat,” tambah Menkeu.

Bambang juga menganggap perbaikan peringkat utang dari lembaga pemeringkat Standard&Poor’s (S&P) untuk Indonesia ikut membantu promosi sukuk global, apalagi investor Timur Tengah memiliki pengalaman buruk terkait sukuk yang diterbitkan swasta. “Dulu sukuk perusahaan di Dubai pernah kolaps dan ‘default’. Kalau ‘sovereign’ ini bagus dan kita punya rating S&P membaik itu membantu juga, banyak yang mau jadi investor. Karena biasanya Timur Tengah baru masuk kalau sudah ‘investment grade’,” katanya.

Terkait penerbitan surat utang valas secara keseluruhan, pemerintah berencana untuk fokus pada penerbitan obligasi nonrupiah, sebagai antisipasi terhadap pembalikan modal terkait rencana penyesuaian suku bunga acuan Bank Sentral AS atau The Fed. “Kita memang mau menambah yang nonrupiah surat utangnya, karena rupiah ini kepemilikan asingnya masih tinggi dan itu berpotensi kena ‘sudden reversal’ kalau ada apa-apa, jadi itu untuk mengantisipasi risiko,” jelas Menkeu.

Waktu yang tepat Untuk itu, Menkeu memastikan penerbitan obligasi berdenominasi Euro atau Euro Bonds yang akan dilakukan pemerintah pada waktu yang tepat dengan bunga yang kompetitif.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia menerbitkan obligasi syariah berdenominasi dolar Amerika Serikat atau Sukuk Global senilai dua miliar dolar AS, dengan tenor 10 tahun dan jatuh tempo pada 2025. Penerbitan Sukuk Global ini dicatatkan di Singapore Stock Exchange dan NASDAQ Dubai (dual listing). Setelmen dilaksanakan pada 28 Mei 2015. Sukuk tersebut diterbitkan pada harga par dengan imbalan 4,325 persen dan memperoleh peringkat Baa3 dari Moody’s, BB+ dari S&P dan BBB- dari Fitch.

Penerbitan ini merupakan penerbitan keenam Sukuk berdenominasi dolar AS oleh pemerintah dan keempat kalinya diterbitkan dalam Islamic Global Medium Term Notes (Islamic GMTN) atau program yang telah ditingkatkan menjadi senilai 10 miliar dolar AS.

Setelah roadshow ke beberapa kota pusat keuangan syariah di kawasan Asia, Timur Tengah dan Eropa, transaksi ini mendapat respon yang sangat baik dari para investor global dan menghasilkan jumlah penawaran lebih dari 6,8 miliar dolar AS dari 240 investor dan kelebihan permintaan (oversubscribed) 3,4 kali.

Sementara, distribusi investor berdasarkan wilayah adalah sebesar 41 persen investor Syariah dan Timur Tengah, 21 persen investor Amerika, 16 persen investor Eropa, 12 persen investor wilayah Asia selain Indonesia, dan 10 persen investor Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

IHSG Berpotensi “T-Bound”

Jakarta, Aktual.co — Pada perdagangan hari ini, Selasa (26/5), Asjaya Indosurya Securities memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak di kisaran 5.271 – 5.369.
mengatakan

“IHSG mengalami koreksi wajar,” kata Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya dalam risetnya, Selasa (26/5).

Ia menjelaskan bahwa potensi untuk menuju level resisten 5.369 masih terlihat cukup kuat. “Momentum koreksi sehat dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi pembelian,” ujarnya.

Pasalnya, sambung dia, dalam timeframe jangka pendek maupun panjang, IHSG masih bertahan didalam jalur uptrend.
“Hari ini IHSG berpotensi melakukan t-bound,” ungkap dia.

Dalam risetnya, William juga memaparkan sejumlah saham yang patut disoroti pada perdagangan hari ini adalah BBNI, JSMR, BWPT, AALI, UNVR, INDF, dan ACES.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain