3 April 2026
Beranda blog Halaman 35920

Komisi IX: BPJS Belum Maksimal

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi IX DPR RI Irgan Chairul Mahfizd menilai pelaksanaan BPJS Kesehatan belum sepenuhnya maksimal dijalankan.
Anggota Fraksi PPP ini bahkan mengatakan ada beberapa hal yang menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan BPJS kesehatan. Pertama, yakni terkait keluhan tentang pasien yang terlantar karena keterbatasan ruang, tenaga kesehatan yang belum merata dan keterbatasan fasilitas kesehatan.
“Tenaga kesehatan yang biasanya numpuk di kota, pusat. Sementara di pelosok masih kurang tenaga kesehatan, baik dokter, perawat, bidan, puskesmas juga belum merata, kalaupun ada kadang alatnya, obatnya belum tentu ada,” ujar Irgan di DPR Jakarta, Senin (25/5).
Selain itu, lanjutnya, sistem rujukan dalam BPJS juga menjadi persoalan ketika jarak tempuh pasien dengan rumah sakit rujukan berjauhan. Menurutnya, seringkali yang menjadi rujukan dokter adalah rumah sakit yang sudah memiliki nama.
“Padahal harusnya berjenjang, rumah sakit tipe D, C, B, A, ini langsung ke A atau yang populer. Akibatnya menumpuk, dan ketika pasien tidak dapat ruangan kan jadi problem. Sehingga rumah sakit yang masih mampu menampung tidak dapat pasien. BPJS harusnya beri informasi ‘real time’ rumah sakit mana yang bisa dikunjungi,” ungkapnya.
DPR menyoroti ihwal anggaran kesehatan sebesar lima persen dari APBN. Menurutnya, realisasi yang ada saat ini masih jauh dari alokasi anggaran tersebut.
“Sekarang masih satu koma sekian persen, belum capai dua persen. Saya harapkan, pemerintah di tahun 2016 ini alokasi kesehatan lima persen akan terpenuhi,”
“Ini kan demi Nawacita juga, untuk meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia. Tidak komit namanya kalau alokasi untuk yang lain cukup banyak tapi untuk kesehatan sedikit.”

Artikel ini ditulis oleh:

Bangunan Unik & Megah di Kuwait (1): Masjid As-Sadiqa Fatimatul Zahra

Jakarta, Aktual.co —Kuwait merupakan negara yang kaya akan minyak. Negara itu diapit oleh tetangganya yang cukup berpengaruh seperti Arab Saudi di selatan, Irak utara dan Iran di timur.

Penduduk Kuwait, secara tradisional mencari nafkah dari pembuatan kapal, budidaya mutiara, perikanan, dan beternak.

Minyak telah mengubah perekonomian negara Kuwait karena  membantu negara ini membiayai berbagai program kesejahteraan sosial bagi warganya.

Negeri Arab Teluk yang satu ini bertabur Masjid indah. Tak sekedar unik, tapi juga megah dan mewah dan tentu saja padat dengan jemaah terutama di bulan Ramadan.

Berikut beberapa Masjid unik di negara Kuwait
Masjid Agung Kuwait
Masjid Agung Kuwait berada di Mubarak al-Kabir Street / Arabian Gulf Street dikawasan Sawaber, kota Kuwait. Lokasinya berdiri berseberangan dengan Istana Sief (Sief Palace), Istana yang terkenal dengan Menara Jam-nya yang besar seperti layaknya Big Ben di London atau Jam Gadang di Bukit Tinggi (Sumatera Barat).

Istana Sief merupakan pusat pemerintahan Kuwait, lokasinya persis berad di tepian teluk Kuwait. Masjid Agung Kuwait merupakan salah satu contoh dari arsitektural Islam yang sempurna di jantung kota Kuwait. Dan, kehadirannya menjadi salah satu daya tarik utama di kota ini.

Perpaduan antara gaya arsitektur tradisional Islam dan keindahan kaligrafi menjadi ciri utama Masjid ini. Sisi kiblat masjid di hias dengan kaligrafi Al Quran dengan gaya Kufi menggunakan perpaduan warna dan bentuk yang menawan, memunculkan karakter dan warna khas Padang Pasir dan kawasan Teluk tempatnya berdiri.

Ruang utama Masjid dilengkapi dengan empat lampu gantung yang sangat indah memadukan material tembaga dan kayu menghasilkan perpaduan yang indah alami menggantung dari kubah utama. Salah satu ukiran kaligrafi indah di Masjid ini adalah ukiran kaligrafi Asma Ul Husna (99 nama-nama Allah SWT).

Masjid As-Sadiqa Fatimatul Zahra
Bangunan ini menjiplak bangunan Taj Mahal di India. Warga kota Kuwait yang ingin menyaksikan keindahan bangunan Taj Mahal, kini tidak perlu jauh jauh ke India.

Pemerintah Kuwait telah membangun sebuah Masjid dengan meniru bentuk bangunan Taj Mahal di India. Taj Mahal – nya Kuwait itu diberi nama Masjid As-Sadiqa Fatimatul Zahra.

Masjid bergaya Taj Mahal ini merupakan salah satu tujuan wisata religi paling populer di Kuwait selain Masjid Agung Kuwait yang merupakan Masjid Nasional.

Lokasi-nya berdiri tak jauh dari Bandara Internasional Kuwait, menjadikannya sebagai salah satu pemandangan indah bagi para penumpang pesawat yang melintas.

Tampilan luar Masjid ini memang dibangun meniru Taj Mahal namun bagian dalamnya sama sekali berbeda. Taj Mahal dibangun sebagai Maosoleum (makam) bagi Mumtaz Mahal, istri dari Shah Jehan (Raja dari Kerajaan Islam Mughal) tahun 1632 sebagai bentuk cintanya yang mendalam. Namun Taj Mahal di Kuwait ini adalah sebuah Masjid, di dalamnya tentu saja berupa ruang salat lengkap dengan mihrab dan mimbar.

Artikel ini ditulis oleh:

Akademisi: Libatkan Pemda Dalam Perizinan Migas

Jakarta, Aktual.co —   Pengamat ekonomi dari Universitas Putra Batam Suyono Saputra mengatakan Pemerintah Daerah harus dilibatkan dalam perizinan usaha minyak dan gas bumi demi mendorong eksplorasi migas.

“Pemerintah daerah harus dilibatkan dalam usaha migas, seperti halnya usaha mineral dan batu bara,” kata dia di Batam Kepulauan Riau, Senin (25/5).

Ia mengusulkan hal itu agar dimasukkan dalam RUU Migas yang saat ini sedang disusun DPR bersama pemerintah.

Suyono menilai hubungan antara perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama Migas dengan pemerintah daerah relatif tidak bagus, terutama KKKS yang beroperasi di Natuna dan Anambas Kepri.

“Perusahaan Migas merasa hubungannya dengan pemda sudah cukup dengan pembagian Dana Bagi Hasil dan CSR, selain itu tidak,” kata dia.

Padahal ada banyak persoalan yang lahir dari proses eskporasi migas di daerah. Dan pada akhirnya harus ditangani Pemda.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Komisaris Pertamina Tolak Diperiksa KPK

Jakarta, Aktual.co — Komisaris PT Pertamina, Sahala Lumban Gaol menolak dijadikan saksi meringankan untuk tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bahan bakar Tetraethyl Lead tahun anggaran 2004-2005, Suroso Atmo Martoyo (SAM).
“Sahala Lumban Gaol tidak berkenan untuk diperiksa sebagai saksi yang meringankan untuk tersangka SAM, sesuai permintaan SAM,” beber Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Priharsa Nugraha, saat dikonfirmasi, Senin (25/5).
Karena alasan itu, Sahala yang dijadwalkan untuk dimintai keterangan oleh penyidik KPK, urung memenuhi panggilan tersebut.
“Yang bersangkutan tidak hadir dan telah membuat pernyataan tertulis kepada penyidik,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Suroso merupakan salah satu tersangka dalam kasus pengadaan TEL untuk Pertamina tahun anggaran 2004-2005. Dia diduga melakukan perbuatan melanggar hukum dengan menyetujui Innospec Ltd sebagai pemasok TEL.
Selain Suroso, KPK juga menetapkan Direktur PT Soegih Interjaya, Willy Sebastian Lim sebagai tersangka. Perusahaan yang Willy pimpin diketahui merupakan agen Innospec di Indonesia.
Dalam Surat Dakwaan Willy, Suroso kedapatan melakukan penunjukkan langsung kepada Innospec sebagai pemasok TEL untuk Pertamina. Bahkan, Suroso juga memahalkan  harga TEL per metrik ton, dari penawaran sebesar 9.250 menjadi 10.250 Dollar Amerika Serikat (AS).

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Polisi: Beras Plastik Beredar di Bogor Diperiksa Laboratorium

Jakarta, Aktual.co — Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto, menyatakan tiga laboratorium sedang melakukan memeriksa beras yang diduga beras plastik yang beredar di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Tiga laboratorium yang dijadikan rujukan Polres Bogor adalah laboratorium IPB, BPPOM dan Pusat Laboratorium Forensik Polri,” kata Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto, Senin (25/5).

Ia mengatakan sebelum hasil uji laboratorium keluar, maka Polres Bogor belum bisa menyatakan beras yang diamankan beberapa waktu lalu mengandung plastik.

“Kita tidak bisa andai-andai, apalagi menyatakan beras plastik itu berasal dari daerah tertentu,” katanya.

Ia menyatakan untuk sementara ini, beras di wilayah hukum Polres Bogor masih aman di konsumsi oleh masyarakat. Semua anggota Polres Bogor selalu siap siaga memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Bogor.

“Jika ada hal-hal yang mencurigakan segera melapor ke kantor polisi terdekat,” katanya.

Ia mengatakan Polres Bogor, memang telah melakukan penggerebekan gudang penyimpanan beras yang diduga plastik di Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor. Ada sekitar 50 karung beras yang diduga mengandung plastik dan dua karung beras raja lele.

“Gudang itu, milik AR (45),” katanya.

Ditemukan setelah ada laporan dari masyarakat ke polisi. Setelah diselidiki ternyata benar ada beras diduga plastik yang berasal dari Karawang, Jawa Barat.

Namun, kata dia, belum bisa dipastikan kebenaranya kalau beras yang diduga plastik dari Karawang. Polisi masih terus melakukan penyeledikan kebenaranya, anggota sudah diturunkan ke lapangan.

“Pokoknya sebelum ada hasil dari uji lab, Polisi belum bisa menyatakan ada beras plastik yang masuk ke Kabupaten Bogor dari Karawang,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Alm Istri Yudi Latif Sosok Ramah: Ditangisi Guru Ngaji Hingga Tukang Koran

Jakarta, Aktual.co — Kabar duka tengah menyelimuti Cendikiawan dan juga salah satu Komisaris Aktual.co, Yudi Latif, MA,Ph.D. Pasalnya sang istri Linda Rahma Natalia telah berpulang menghadap sang Khalik akibat kecelakaan mobil Mercy B 8538 GT di Tol JORR, pada Senin (25/5) Dini hari.

Linda diketahui berangkat menuju Tasikmalaya bersama Ibunya, dua anaknya dan seorang pembantu rumah tangga, pada Jumat (22/5) lalu.  Hal itu diungkapkan oleh Ibrahim yang merupakan teman dekat Yudi sekaligus mantan  Ketua RW 01 tempat Yudi saat ini tinggal.

“Jumat kalau tidak salah pergi sama ibunya yang biasa tinggal disini, dua anaknya sama pembantunya, mereka sempet lambaikan tangan berpamitan sama kami yang suka nongkrong di sini (sebelah rumah Yudi latif, red), ” ujar Ibrahim
Dimata Ibrahim, Linda merupakan sosok wanita yang mandiri, ramah, dan juga taat  pada suami.

“Sepengetahuan saya, beliau  itu ramah sekali, jika bertemu seseorang pasti ia menyapa, Ibu juga orangnya mandiri, untuk anak-anak dia ingin tangannya sendiri yang melakukan aktivitasnya, padahal punya supir, tetapi tetap ia sendiri yang antar jemput anak, kalau ada pak Yudi, dia itu harmonis, meladeni, orang sekitar sini juga tahu itu,” jelasnya mengenang sosok Almarhumah.

Ia juga menceritakan, bahwa banyak pedagang disini yang bersedih, Almarhumah telah pergi untuk selama-lamanya, mulai dari guru ngaji, sampai ke tukang koran semua bersedih.

“Ibu dan semua anaknya rutin ngaji dua minggu sekali, gurunya sampai nangis tersedu-sedu melihat kejadian ini, bahkan tukang Koran, tukang sampah dan tukang tempe yang selalu berhubungan dengan ibu dalam hal rumah tangga semua kaget dan bersedih mendengar kabar itu,” ungkap Ibrahim

Ibrahim juga mengatakan bahwa pak Yudi sempat menceritakan bahwa pemakaman istrinya di Tasikmalaya telah diungkapkan oleh Almarhumah satu bulan sebelumnya.

“Pak Yudi cerita bahwa istrinya pernah menanyakan, kalau kamu meninggal nanti mau dikubur dimana? Saat itu pak Yudi belum berani menjawab sedangkan sang Almarhumah mengatakan bahwa kalau aku yang meninggal aku ingin di kubur di kampungku di Tasik,” kisah Ibrahim mengenang.
 
Dalam kejadiaan naas tersebut, Ibrahim mengaku, menaruh hormat  kepada Yudi Latif selaku suami yang ditinggalkan. Ia salut karena tak mudah menjadi sosok yang tegar dengan adanya musibah seperti ini.

“Yang saya salut adalah ketegaran dan ketabahan pak Yudi. Ia masih sanggup memberikan sambutan untuk memohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahan almh istri, dan keluarganya. Bahkan, ia pun dengan tegar mengucapkan rasa terima kasih kepada sejumlah politisi dan pejabat yang hadir,” ucap Ibrahim.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain