3 April 2026
Beranda blog Halaman 35921

KAI Daop VI: Tiket Kereta Lebaran Masih Tersedia

Jakarta, Aktual.co —   Tiket kereta api tambahan Lebaran keberangkatan dari beberapa stasiun di Daerah Operasi VI Yogyakarta sudah mulai habis dipesan, namun masih menyisakan tiket untuk keberangkatan pada hari-hari tertentu.

“Sebagian besar tiket untuk keberangkatan dari Yogyakarta atau Solo ke Jakarta dan Bandung sudah mulai habis dipesan. Tetapi, penumpang masih bisa memilih keberangkatan pada tanggal lain dengan tiket yang masih tersedia,” kata Manager Corporate Communications PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta Gatut Sutiyatmoko di Yogyakarta, Senin (25/5).

PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta akan menjalankan empat kereta tambahan selama masa Angkutan Lebaran 2015 yaitu kereta Argo Lawu Fakultatif, Taksaka Lebaran, Sancaka Lebaran dan Lodaya Lebaran dengan total 3.528 tempat duduk.

Gatut mengatakan, tiket kereta api tambahan dari Jakarta ke Yogyakarta untuk keberangkatan 12-16 Juli sudah habis dipesan, dan untuk keberangkatan dari Yogyakarta ke Jakarta pada saat arus balik yaitu 20-26 Juli sebagian besar sudah habis, namun masih ada kereta yang menyisakan tempat duduk.

“Misalnya saja untuk Taksaka Lebaran masih menyisakan banyak tempat duduk,” ucapnya.

Sedangkan tiket tujuan Bandung dari Solo dan Yogyakarta untuk keberangkatan 19-26 Juli sudah habis dipesan begitu pula dari Bandung ke Solo atau Yogyakarta untuk keberangkatan 14-15 Juli sudah habis dipesan.

Tiket kereta tambahan Sancaka tujuan Surabaya masih menyisakan banyak tempat duduk, begitu pula untuk Sancaka reguler baik keberangkatan pagi atau malam hari.

Selain itu, tiket kereta reguler dari Jakarta ke Yogyakarta atau Solo untuk keberangkatan 9-18 Juli sudah habis dipesan, sedangkan dari Yogyakarta ke Jakarta habis dipesan untuk keberangkatan 20-27 Juli.

“Masih ada tiket untuk keberangkatan ke Jakarta pada 19 Juli yaitu Taksaka Pagi dan Argo Lawu. Masih ada sekitar 100 tiket,” tuturnya.

Gatut mengingatkan, pembelian tiket harus dilakukan secara benar yaitu membeli di stasiun atau di tempat reservasi lain seperti minimarket dan agen resmi tiket atau melalui pembelian secara online.

“Pastikan nama penumpang yang berangkat dengan nama penumpang di tiket sama. Petugas di pintu ‘boarding pass’ akan meminta bukti kartu identitas diri yang asli,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Bupati Bogor: PNS Wajib Laporkan Harta Kekayaan ke KPK

Jakarta, Aktual.co — Bupati Bogor, Nurhayanti menyatakan semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, wajib melaporkan harta kekayaan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk pencegahan korupsi sejak dini.

“PNS wajib mengisi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK untuk pencegahan tindak pidana korupsi di Kabupaten Bogor,” kata Bupati Bogor, Nurhayanti, Senin (25/5).

Ia mengatakan sudah melakukan penandatangan pernyataan bersama tentang komitmen pencegahan korupsi terintegrasi di lingkungan Provinsi Jawa Barat. Komitmen ini diharapkan mampu mendongkrak secara signifikan tingkat kepatuhan wajib LHKPN di Pemkab Bogor.

“Laporan LHKPN menjadi sarana kontrol masyarakat dan uji integritas para penyelenggaran negara,” katanya.

Menurut dia melakukan pelaporan LHKPN bisa memberikan manfaat bagi pelapor. Karena menambah sifat kejujuran, keterbukaan dan tanggung jawab, serta menjauhkan dari potensi konflik kepentingan publik dan kepentingan pribadi.

“Saya berkomitmen akan melakukan pencegahan tindak korupsi di tingkat Pemkab Bogor,” ujarnya.

Sesuai Peraturan Gubernur Nomor 55 Tahun 2015 tentang LHKPN. Maka, kata dia, seluruh PNS di Pemkab Bogor wajib taat mengisi formulir LHKPN untuk memaksimalkan pencegahan tindak pidana korupsi karena LHKPN bisa menjadikan penyelenggara negara yang bersih dan transparan.

Sementara itu beberapa hari lalu dan sekarang sudah ada beberapa Kepala Dinas dan Sekertaris Daerah Kabupaten Bogor diperiksa oleh KPK. Terkait LHKPN dan beberapa kasus yang pernah terjadi di Pemkab Bogor.

“Untuk sementara ini belum ada PNS Pemkab Bogor yang diamankan Polisi atau KPK,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Ketua Balegda Bantah Terima ‘Kado’ 5 Miliar Loloskan Raperda Zonasi

Jakarta, Aktual.co —Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI M Taufik membantah kalau mereka ‘diguyur’ suap dari salah satu pengembang reklamasi Teluk Jakarta untuk memuluskan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K). 
Taufik malah balik bertanya saat dikonfirmasi mengenai tudingan yang dilontarkan pengamat Amir Hamzah mengenai adanya ‘kado’ dari pengembang. “Kadonya apa? Yang mau disuap apanya?” ujar dia, saat ditemui di Kebon Sirih, Jakarta, Senin (25/5).
Politisi Gerindra ini meminta LSM ataupun pihak yang menudingnya terima suap haruslah memiliki bukti. “Kalau mau mengungkap sesuatu, harusnya temen-temen LSM berdasarkan bukti,” ujar dia.
Ditemui terpisah, Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi, malah mengaku tidak tahu menahu soal adanya dugaan suap tersebut. Dia malah menduga itu cuma isu-isu miring. Kalau pun dugaan tersebut ada, kata dia, pasti nantinya akan terlihat. 
Isu suap itu awalnya mencuat dari pernyataan mantan Sekretaris DPD Partai Demokrat Irfan Gani. “Kabar yang saya terima para pimpinan dewan sudah menerima uang suap untuk meloloskan Raperda zonanisasi menjadi peraturan daerah (perda). Karena perda ini menjadi pintu masuk untuk meloloskan mega proyek  reklamasi,” kata Irfan, beberapa waktu lalu.
Suap itu, kata dia, diterima para pimpinan dewan dari salah satu perusahaan yang mengerjakan megaproyek reklamasi di pantai utara Jakarta.  Meskipun Irfan tidak spesifik menyebut nama perusahaan yang dimaksudnya.
Namun politisi Demokrat ini yakin uang suap itu dikucurkan untuk meloloskan Raperda Zonasi di tingkat pimpinan dewan. Setelah ada kucuran dana itu, Irfan memastikan pengesahan Raperda Zonasi bakal mulus-mulus saja atau tidak bakal alot. 

Artikel ini ditulis oleh:

Tarik Investor ke Indonesia Timur, Kadin Bentuk Lembaga Khusus

Jakarta, Aktual.co — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan membentuk lembaga khusus untuk menjaring pendanaan pembangunan, dan juga sebuah lembaga untuk menarik aliran investasi di Kawasan Timur Indonesia.

Lembaga pendanaan itu bernama “East Indonesia Development Funds”. Sedangkan lembaga investasi tersebut akan berbentuk Perseroan Terbatas Investasi Indonesia Timur.

“Lembaga ini akan mengoptimalkan kebutuhan pendanaan dan investasi di lima sektor prioritas utama yakni energi, infrastruktur, pangan, perikanan dan kelautan, serta akses pembiayaan,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Koordinator Wilayah Timur, Annar S. Sampetoding, di Jakarta, Senin (25/5).

Penetapan lima sektor tersebut berdasarkan prioritas dan agenda nasional, serta potensi yang tersedia di berbagai wilayah di Indonesia Timur.

Selain membentuk lembaga pendanaan dan investasi, Annar menuturkan Kadin juga akan membentuk koperasi Kadin Indonesia Timur.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

DPRD DKI Dituding Disuap 5 Miliar, Loloskan Raperda Zonasi

Jakarta, Aktual.co —Pernak-pernik seputar Rancangan Peraturan Daerah Rencana zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) berkembang di seputaran DPRD DKI.
Mulai dari pro-kontra raperda yang dianggap sebagai ‘pintu masuk’ megaproyek reklamasi, hingga isu suap dari salah satu pengembang ke Badan Legislasi Daerah (Balegda) untuk goal-kan Raperda Zonasi.
Pengamat politik Jakarta Amir Hamzah menuding DPRD DKI telah menerima ‘kado’ untuk membahas Raperda Zonasi. Jumlahnya pun menggiurkan, Rp 5 miliar.
Amir mengaku sudah mencium adanya upaya ‘kongkalikong’ tersebut. Hal itu, ujar dia, tidak terlepas pula dari upaya memonopoli secara terselubung sejumlah proyek di DKI.
“Pembahasan raperda zonasi pulau harus menjadi perhatian. Karena diduga adanya ‘kado’ yang diberikan perusahaan swasta untuk meloloskan pembahasan Raperda tersebut,” ujar Amir, Senin (25/5).
Isu suap itu awalnya mencuat dari pernyataan mantan Sekretaris DPD Partai Demokrat Irfan Gani. “Kabar yang saya terima para pimpinan dewan sudah menerima uang suap untuk meloloskan Raperda zonanisasi menjadi peraturan daerah (perda). Karena perda ini menjadi pintu masuk untuk meloloskan mega proyek  reklamasi,” kata Irfan, beberapa waktu lalu.
Suap itu, kata dia, diterima para pimpinan dewan dari salah satu perusahaan yang mengerjakan megaproyek reklamasi di pantai utara Jakarta.  Meskipun Irfan tidak spesifik menyebut nama perusahaan yang dimaksudnya.
Namun politisi Demokrat ini yakin uang suap itu dikucurkan untuk meloloskan Raperda Zonasi di tingkat pimpinan dewan. Setelah ada kucuran dana itu, Irfan memastikan pengesahan Raperda Zonasi bakal mulus-mulus saja atau tidak bakal alot. 

Artikel ini ditulis oleh:

Mahal dan Langka, Elpiji Melon di Riau Capai Rp30.000 per Tabung

Jakarta, Aktual.co — Harga jual gas elpiji bersubsidi untuk ukuran tiga Kilo Gram (Kg) di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau ditingkat pengecer melambung hingga mencapai Rp30.000 per tabung dari sebelumnya hanya seharga Rp22.000 hingga Rp23.000.
“Sekarang harganya Rp30.000,” ujar salah seorang ibu rumah tangga Khomariah di Tembilahan, Senin (25/5).
Dia mengatakan selain harganya yang melambung keberadaan gas elpiji yang kerap disebut “tabung melon” itu juga sulit untuk didapatkan karena stok yang ada di pengecer juga kosong.
“Tidak hanya mahal, tapi mencarinya juga susah,” ungkapnya.
Selain itu dia juga mengungkapkan bahwa kelangkaan gas elpiji untuk ukuran 3Kg ini sudah terjadi sejak beberapa pekan lalu dan tidak sedikit masyarakat yang kecewa karena pulang dengan tangan kosong.
“Kita sudah antri di pankalan pun terkadang juga tidak kebagian,” ujarnya.
Salah seorang karyawan di salah satu pangkalan yang ada di Tembilahan mengakui bahwa sejak pekan lalu pangkalan lebih ramai dikunjungi oleh pembeli. “Beberapa pekan ini banyak pembeli yang datang namun bukan pelanggan biasanya, dan dalam waktu satu jam stok elpiji dipangkalan sudah habis” katanya.
Ikbal mengatakan untuk pangkalan Barkat yang terletak di Jalan Imam Bonjol Tembilahan harga gas elpiji ukuran 3 Kg tidak mengalami kenaikan, mereka masih menjual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp19.200 pertabungnya.
“Harganya masih normal,” ujarnya.
Sementara itu, Edi Cahyono pemilik pangkalan yang berada di Jalan Bahruddin Yusuf mengatakan gas nya sudah habis terjual karena pangkalannya sedang mendapat pengurangan pasokan dari agen. “Hari ini pasokan kami dari agen hanya 120 tabung dan sudah habis terjual,” ungkapnya.
Dia mengatakan karena pangkalannya mendapat pengurangan stok gas dari agen, pihaknya menaikkan harga gas ukuran 3 Kg ini lebih tinggi dari harga HET nya yaitu sekitar Rp800 hingga Rp1.500 pertabungnya.
“Pertabungnya kami jual dari harga Rp20.000 hingga Rp22.000,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain