4 April 2026
Beranda blog Halaman 35939

Kunjungi Iran, Pemerintah Bahas Kerjasama Infrastruktur dan Energi

Jakarta, Aktual.co — Menteri ESDM Sudirman Said bersama Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Sofyan Djalil tengah melakukan kunjungan kerja ke Iran. Kunjungan kerja ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia dengan Presiden Republik Islam Iran di Konferensi Asia Afrika (KAA) 23 April 2015 lalu. Salah satu pokok diskusi dalam pertemuan bilateral tersebut adalah kerja sama di sektor energi.

“Kunjungan kerja Delegasi Indonesia ke Iran melakukan empat jenis pertemuan yang dilakukan secara simultan, pertemuan tersebut yaitu, Joint Commission, Bilateral Menteri ESDM dan Menteri Perminyakan Iran, Pertemuan Komite Infrastruktur dan Energi serta pertemuan teknis dengan melibatkan National Oil Company (NOC),” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (25/5).

Selain itu, sambung dia, disepakati pula poin peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bentuk pelatihan, pertukaran pengalaman dan keahlian di sektor migas, seperti LNG, CNG dan lainnya.

“Pemerintah Indonesia dan Republik Islam Iran juga sepakat untuk membentuk Komite Infrastruktur dan Energi. Komite ini akan bertugas untuk memonitor butir-butir kesepakatan kerjasama agar dapat berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Ia menerangkan, Indonesia dan Iran memiliki berbagai kesamaan antara lain, mayoritas kedua penduduk sama-sama Islam. Kesamaan tersebut diharapkan akan mempermudah, mempercepat dan mendorong terlaksananya kerjasama kedua negara.

“Selain kesamaan agama, faktor lainnya yang diharapkan dapat mempermudah adalah, demand Indonesia terhadap minyak bumi akan semakin naik ke depan. Di sisi lain, Iran memerlukan konsumen baru untuk menyerap produksi minyak”, terangnya.

Dikatakannya, hingga saat ini ada beberapa hal yang perlu dikaji lebih lanjut, yaitu terkait dengan sistem pembayaran yang perlu dibahas oleh bank sentral kedua negara.

“Ini terkait dengan sanksi PBB. Dalam waktu dekat ini, bulan Juni, delegasi Iran akan berkunjung ke Indonesia untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut dan memastikan agar kerjasama ini bisa segera berjalan,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Densus 88 Ringkus Terduga Teroris Jaringan Santoso

Jakarta, Aktual.co — Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror berhasil meringkus sembilan terduga teroris yang tergabung dalam Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso. 
“Yang ditangkap (hidup) adalah AQ, Az, S, F, Ai, H dan N,” ujar  Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Agus Rianto, kepada wartawan di Mabes Polri, di Jakarta, Senin (25/5).
Dua diantaranya, diketahui tewas setelah baku tembak dengan polisi.”Saat ini masih diperiksa DNA-nya untuk memastikan identitas,” kata Agus soal dua terduga teroris yang tewas.
Ia mengatakan, rangkaian penangkapan jaringan Santoso itu berlangsung sejak Jumat (22/5) hingga Senin (25/5). 

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Soal Rohingya, Din: Bantu dengan Serius, Termasuk Tegas dengan Myanmar

Jakarta, Aktual.co — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin meminta pemerintah berempati terhadap umat Islam, dalam hal ini penanganan terhadap etnis Rohingya yang saat ini berada di tempat penampungan sementara di Aceh dan Sumatera Utara.
“Bantu saudara kita dari Rohingya dengan serius. Nasib mereka terkatung-katung. Termasuk tegas dengan Myanmar,” kata Din, Senin (25/5).
Dia menegaskan bahwa Myanmar bisa saja dikeluarkan dari keanggotaan ASEAN karena telah melanggar HAM berat terkait etnis Rohingya.
“Kita di era Suharto dulu dikenal punya sikap tegas. Jangan hanya karena demi solidaritas ASEAN jadi bungkam. Myanmar itu anak baru, jangan dibiarkan melunjak,” ucapnya.
ASEAN dinilai menyimpan bom waktu jika membiarkan dan tak melakukan penekanan terhadap junta militer Myanmar.

Artikel ini ditulis oleh:

Budi Waseso Bantah Penyerangan TVRI karena Lalai

Jakarta, Aktual.co — Dalam sidang kasus dugaan pencemaran nama baik, Kabareskrim Polri Komjen Pol Budi Waseso membantah penyerangan kantor TVRI Gorontalo, akibat kelalaiannya sewaktu menjabat sebagai Kapolda Gorontalo.
“Saya dituding melakukan pembiaran dalam penyerbuan TVRI saat itu, padahal saya datang ke TKP setelah tahu TVRI diserang. Saat saya tiba di sana sudah ada Kapolres juga,” ujar dia saat menjadi saksi di Pengadilan Negeri Gorontalo, Senin (25/5).
Budi menjadi saksi dalam kasus pencemaran nama baik yang menyeret Gubernur Gorontalo Rusli Habibie sebagai terdakwa, saat Pilkada Kota Gorontalo tahun 2013. Meski demikian Budi mengakui sebelum terjadi penyerangan, jumlah kekuatan polisi tidak maksimal sehingga massa berhasil menduduki kantor tersebut.
Dia juga menjelaskan, proses hukum terhadap pelaku tidak tuntas, karena seluruh korban menolak untuk melaporkan kasus itu ke polisi. “Padahal saya sudah membujuk rayu para korban untuk melapor, bahkan saya bersedia mengamankan mereka di rumah saya sendiri demi keamanan korban. Tapi tidak ada yang berani.”
Penyerangan kantor LPP TVRI Gorontalo terjadi pada Senin, 25 Maret 2013, yang menyebabkan beberapa jurnalis mengalami kekerasan. Tujuh wartawan mengalami pemukulan, ancaman, intimidasi dan perampasan kamera saat meliput massa pendukung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Adhan Dambea-Inrawanto Hasan yang melakukan penyerangan.
Massa memprotes pemberitaan TVRI terkait putusan PTUN Manado, yang mengabulkan gugatan pasangan Marten Taha-Budi Doku dan Feriyanto Mayulu-Abdurahman Bachmid terhadap KPU Kota Gorontalo. Massa menuntut Kepala Stasiun TVRI meminta maaf melalui siaran langsung televisi tersebut, serta melalui koran lokal.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kembangkan Pembangunan Infrastruktur, Pemerintah Buat RUU Arsitek

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan beragam upaya guna mengembangkan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia.
“Termasuk dalam upaya tersebut adalah disahkannya Undang-undang No 11 Tahun 2014 tentang keinsinyuran oleh DPR RI tahun lalu, yang menjadi pijakan hukum utama bagi seluruh kegiatan Iptek dan engineering di Indonesia,” kata Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kemenpupera Hermanto Dardak dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (25/5).
Menurut dia, dengan terciptanya UU tersebut maka masyarakat yang menggunakan jasa insinyur di Tanah Air juga memiliki standar pelayanan.
Selain itu, berbagai langkah lainnya yang telah dilakukan pemerintah termasuk memetakan potensi industri dan kebutuhan infrastruktur strategis di setiap provinsi.
Kemudian, melakukan kajian tentang ketersediaan dan kebutuhan sumber daya, menata regulasi, dan memulai persiapan pembentukan bank infrastruktur yang akan menjadi kunci pembiayaan yang selama ini tidak optimal.
Ia juga mengungkapkan, dengan adanya Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, ke depannya akan ada konsep pengembangan infrastruktur yang dibagi ke dalam beragam wilayah pengembangan strategis.
“Sehingga dalam pelaksanaan dan penyelenggaraannya, seluruh Insinyur nasional diharapkan dapat benar-benar memberikan kontribusinya,” jelasnya.
Sebelumnya, Dirjen Pembiayaan Perumahan Kemenpupera Maurin Sitorus mengingatkan bahwa dengan memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015, penting pula untuk menjadikan arsitek di Indonesia menjadi profesi yang bersaing.
Untuk itu, pihaknya juga telah melakukan sejumlah kunjungan kerja guna mendapatkan masukan yang substansif dan konstruktif terkait dengan Rancangan Undang-Undang (RUU) Arsitek.
“RUU Arsitek ini sudah mendesak karena akan berdampak langsung kepada bangsa kita dari sisi lapangan pekerjaan, kesejahteraan dan keprofesian,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

WALHI: Reklamasi Teluk Jakarta Sudah Pasti Berdampak Buruk

Jakarta, Aktual.co — Direktur Eksekutif WALHI DKI Jakarta Puput TD Putra mengatakan pelaksanaan reklamasi Teluk Jakarta bertabrakan dengan peraturan.
“Terkait dengan peraturan pusat dengan DKI bertabrakan peraturannya karena menurut pusat di KKP Teluk Jakarta masuk zonasi strategis nasional. Jadi izin itu harus melalui KKP juga. Sedangkan DKI tidak melakukan kordinasi yang berkelanjutan dengan KKP,” ujar Puput saat dihubungi di Jakarta, Senin (25/5).
Jika dilihat dari lingkungan hidup, WALHI melihat itu berdampak bagi kehidupan sekitar, khususnya Teluk Jakarta. Dengan adanya reklamasi, ekosistem bisa terganggu. Pekerjaan nelayan terganggu karena ekosistem mati, ikannya rusak, ikan bermigrasi keluar Teluk Jakarta dan nantinya kesulitan mencari ikan.
“Dari sisi sosial budaya juga akan ada pergeseran, karena reklamasi otomatis budaya akan tersingkir dengan sendirinya,” tuturnya.
Puput menyebut reklamasi bukan untuk masyarakat kecil tetapi untuk pembangunan kantor, hotel, apartemen dan lainnya yang jelas kelasnya tak tercapai oleh masyarakat nelayan.
“Sudah pasti dampaknya buruk. Karena kalau kita melihat karakteristik Jakarta itu tidak bisa disamakan dengan Korea, Belanda atau lainnya. Yang jelas Jakarta masuk ke dataran yang lebih rendah,”
“Kalau hukum alam air mengalir dari atas ke bawah, Jakarta di bawah. Kalo kita tambah dengan reklamasi otomatis air laut akan naik. Ketinggian akan berubah. Air dari sungai akan terhambat kelaut, otmatis berbalik ke darat,” tambahnya.
Walapun, lanjutnya, dari pengembang menyatakan akan ada alat yang memompa, tetapi tidak menjamin nantinya akan berjalan dengan baik.
“Alih-alih adanya pembangunan reklamasi ini kan dampak banjir sudah terlihat, seharusnya pemprov belajar dari itu,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain