4 April 2026
Beranda blog Halaman 35938

GPN Desak DPRD DKI Tidak Membahas Raperda Zonasi

Jakarta, Aktual.co —Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) mendesak DPRD DKI untuk tidak membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K).
Surat penolakan yang ditujukan ke Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi diantarkan langsung siang ini ke Sekretariat Dewan.
Ketua GPN Hendri Wilman mengatakan Rapeda Zonasi merupakan “pintu masuk” pelaksanaan mega proyek reklamasi Teluk Jakarta yang bakal merugikan masyarakat pesisir dan menghancurkan biota laut.
“Kita menolak reklamasi, menurut pandangan kami reklamasi sendiri adalah kekerasan kepada lingkungan, maka kami memohon kepada Ketua dewan untuk menolak dibahasnya rapeda ini,” kata Wilman, di DPRD DKI, Kebon Sirih, Senin (25/5).
Kata Wilman, GPN dan Himpunan Persaudaraan Pemuda Pelajar Pecinta Alam Indonesia (Hipperpala) mempermasalahkan SK yang dikeluarkan Ahok Nomor 2238 Tahun 2014 tentang ijin reklamasi ke salah satu pengembang.
Dia menuturkan Gubernur Ahok harus mencabut ijin tersebut dan menghentikan segala bentuk upaya-upaya legitimasi reklamasi di kawasan pluit.
“Itu kan Kawasan Stategis Nasional (KSN), senyatanya itu bukan kewenangan Gubernur. Kita minta ijin itu dicabut, dihentikan segala kegiatannya, termasuk jual beli. DPRD harus menyelamatkan tanah si Pitung dari reklamasi,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Tolak Eksepsi Fuad Amin, Majelis Minta Jaksa Lanjutkan Sidang

Jakarta, Aktual.co — Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menegaskan, bahwa surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap terdakwa Fuad Amin Imron sudah sesuai ketentuan KUHAP.
Oleh karena itu, Majelis Hakim menolak nota keberatan (eksepsi) tim Penasihat Hukum Fuad Amin selaku terdakwa kasus dugaan suap terkait jual beli gas alam di Bangkalan, Madura.
“Menyatakan keberatan tim penasihat hukum Fuad Amin tidak dapat diterima. Kedua, menyatakan surat dakwaan penuntut umum tanggal 24 April 2015 telah memenuhi syarat formil dan materil sesuai ketentuan Pasal 143 ayat 2 huruf a dan b KUHAP dan sah menurut hukum, serta dapat diterima sebagai dasar pemeriksaan perkara,” papar Hakim Ketua Muchammad Muhlis, saat membacakan putusan sela di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/5).
Dalam nota eksepsi-nya, Penasihat Hukum Fuad Amin menyatakan keberatan mengenai kewenangan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) untuk mengadili perkara kliennya.
Namun demikian, hal itu tidak digubris oleh Majelis Hakim. Menurut Hakim Muchlis, Pengadilan Tipokor Jakarta berwenang mengadili perkara Fuad Amin dengan berpijak pada Pasal 84 ayat 3 dan ayat 4 KUHAP.
Selain itu, Majelis Hakim juga melihat bahwa perkara Fuad Amin memiliki keterkaitan dengan perkara pidana yang telah disidangkan dan diputus pada Pengadilan Tipikor Jakarta, yakni perkara Antonius Bambang Djatmiko dan Abdur Rouf.
“Dari kedua ketentuan pasal 84 ayat 3 dan ayat 4 tersebut, adalah sangat jelas bagi seorang yang melakukan beberapa tindak pidana di berbagai daerah hukum PN dapat disidangkan di salah satu PN dengan melakukan penggabungan pidana,” papar Muhlis.
Majelis Hakim juga menolak keberatan tim pengacara Fuad pada poin kedua, terkait wewenang penyidik dan JPU KPK untuk memeriksa dan menuntut tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan Fuad Amin. Penasihat Hukum beralasan, Jaksa tidak bisa menuntut TPPU Fuad Amin sebelum berlakunya Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.
“Terhadap keberatan dimaksud (TPPU), Majelis Hakim tidak sependapat, sesuai ketentuan Pasal 75, Pasal 95 UU Nomor 8 Tahin 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. Menimbang, dapat disimpulkan penyidik dan penuntut umum KPK dapat melakukan penyidikan dan penuntutan terhadap TPPU yang dilakukan sebelum berlakunya UU Nomor 8 Tahun 2010,” terang Hakim Muhlis.
Seperti diketahui, Jaksa KPK mendakwa Fuad Amin telah menerima uang Rp 18,050 miliar. Uang tersebut, diberikan oleh PT Media Karya Sentosa (MKS) sebagai balas jasa kepada Fuad Amin terkait bisnis pembelian dan penyaluran gas alam.
Fuad Amin juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang pada periode 2010-2014 dengan total harta lebih dari Rp 230 miliar. Dan pada dakwaan ketiga, Jaksa KPK juga mendakwa Fuad melakukan pidana pencucian uang pada tahun 2003-2010 dengan total uang dan aset mencapai Rp 54,9 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pria Ini Tewas Tertimpa Batu Akik

Jakarta, Aktual.co — M Jubir alias Rustam (42) pencari batu alam giok Aceh tewas setelah tertimpa bongkahan batu akik sebberat sekitar dua ton di kawasan Alu Tengku, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.
Kapolres Nagan Raya AKBP Agus Adrianto melalui Kapolsek Beutong IPDA Banta Amad yang dihubungi di Nagan Raya, Senin mengatakan, peristiwa naas tersebut terjadi pada Minggu (24/5) pukul 14.20 WIB saat korban bersama rekanya Anto tengah mencongkel batu Giok Aceh di bawah bongkahan batu alam tersebut.
“Dia duduk sambil mencongkel-congkel batu giok yang berada di sekitar lokasi Alu Tengku, kemudian batu seberat dua ton berada di atas batu giok yang sedang dicongkel ini bergeser akhirnya jatuh menimpa kepala sebelah kanan dan menghimpit tubuhnya,” kata polisi.
Korban yang tercatat sebagai warga Dusun Cot Sala, Gampong (desa) Kulam Jeurneh, Kecamatan Beutong ini sehari-hari bekerja sebagai pencari batu alam bersama dengan ribuan masyarakat lain di kawasan pedalaman Alu Tengku berjarak sekitar 3-4 jam perjalanan dari ibu kota kecamatan tersebut.
Kapolsek Ipda Banta Amad menjelaskan, korban meninggal di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) karena terhimpit bongkahan batu alam dua ton ini, jasad korban berhasil dievakuasi sekitar tiga jam pasca kejadian dibantu oleh warga lain yang berada di lokasi pencarian batu akik.
“Kita membawa dua unit alat penderek kesana untuk mengevakuasi tubuh korban yang terjepit, dibantu warga yang lain sekitar pukul 19.00 WIB jasad korban baru berhasil kita evakuasi dan mengantarkan ke rumah duka,” imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan, di kawasan setempat tidak pernah sepi warga yang mencari batu giok Aceh dengan beragam jenis seperti Idocres, Solar, Nefred, Solmed, Black Jade dan banyak jenis lainnya sehingga menjadi sumber perekonomian masyarakat pedalaman setempat.
Kejadian ini bukan yang pertama untuk musibah demikian, jauh sebelum itu juga pernah ditemukan kasus orang meninggal karena tertimpa kayu, kawasan pedalaman ini tidak pernah sepi dikunjungi masyarakat sebagai ladang ekonomi keluarga.
“Untuk mengambil foto melakukan identifikasi saja kita tidak diizinkan oleh masyarakat sekitar meski kami sudah kompromi dan memberi pengertian. Kawasan itu boleh dibilang ada seribuan warga setiap hari masuk mencari nafkah mencari batu giok Aceh,” katanya menambahkan.
Alu Tengku merupakan sungai kecil dengan air begitu jernih yang didalam air tersebut dipenuhi dengan bongkahan batu alam, apabila dilihat secara kasad mata juga jelas perbedaan batu alam biasa dengan batu metamorfosis atau batu giok Aceh.
Para pencari batu alam di kawasan itu bukan hanya usia dewasa bahkan sampai ke tingkat usia remaja dengan penghasilan rata-rata per minggu bisa mencapai Rp3-5 jutaan, akibatnya sebagian besar petani pedalaman setempat beralih profesi mencari batu giok Aceh.

Artikel ini ditulis oleh:

Yudi Latif Harus Tetap Semangat Melawan Kebodohan di Negeri Ini

Jakarta, Aktual.co — Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi turut berbelasungkawa atas wafatnya istri cendekiawan Yudi Latif, Linda Natalia Rahma yang meninggal dunia pada, Senin (25/5) dini hari.
Mantan juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid ini berharap, setelah di tinggalkan istri yang merupakan sang motivator, Yudi tegar dan tetap semangat demi menjalankan tugas yang lebih besar.
“Pertama saya turut berduka, ini bagi Yudi ini (istri) istilahnya ini kan spirit utamanya. Saya berharap dengan wafatnya sang istrinya ini tetap semangat, tetap menunaikan tugas negara karena itu lebih besar,” ujar Adhie kepada Aktual.co di rumah duka, Jl Bunga Lily, Veteran Bintaro, Jakarta Selatan.
Dia pun berpesan kepada sahabatnya itu, agar tidak larut dalam suasana duka. Karena, kata Adhie, negara saat ini sedang membutuhkan ide dan gagasannya. “Karena negara sangat membutuhkan pikiran-pikiran Yudi Latif.”
Adhie pun tak mengungkiri, bagi Yudi, istri dan keluarga merupakan spirit melawan kebodohan di Republik ini. Sehingga, dia berharap agar Yudi tetap memiliki semangat perjuangan yang lebih besar meski telah ditinggalkan sang istri.
“Intinya memang istri dan keluarga memang merupakan spirit melawan kebodohan di Republik ini. Tapi saya berharap Yudi tetap memiliki spirit perjuangan yang seharusnya lebih besar dari yang sekarang.”
Sekedar informasi, Istri pengamat politik Yudi Latif, Linda Natalia Rahma, meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di Tol JORR sekitar pukul 01.56 WIB, Senin (25/5) dini hari.
Diketahui, ibu dari dua anak itu baru saja menyekar almarhum ayahnya di Tasikmalaya, Jawa Barat. Linda sendiri bertolak ke Tasikmalaya pada Jumat (22/5). Kemudian, pada Minggu (24/5) malam, mereka kembali pulang ke Jakarta.
Di dalam mobil Mercy B 8538 GT yang dikemudikan istri Yudi terdapat lima orang, yakni Linda, ibunda Yudi Latif dan kedua anaknya serta satu asisten rumah tangga.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pakai Hijab Sepekan, Terry Putri: Ini Wujud Syukur Saya

Jakarta, Aktual.co — Hampir sepekan, setelah memutuskan diri untuk berhijab, presenter Terry Putri mengatakan, bahwa apa yang dilakukannya itu semata-mata hanya ingin bertakwa kepada Sang Maha Kuasa.

“Cuman kalau ditanya karena peristiwa apa proses hijabnya. Pertama karena mikir, dengan apa yang telah Allah SWT berikan selama ini untuk saya. Selain itu hijab sebagai satu aturan dari Allah SWT. Buat aku nikmat Tuhan yang mana lagi yang harus kau dustakan, ” tutur Terry Putri, ditemui di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (25/5).

“Jadi inilah bentuk wujud syukur saya, makanya sekarang saya ingin membuat Tuhan tersenyum. Makanya aku menginnginkan sekarang ada di jalan Allah SWT, ” sambungnya.

Menurut bintang sinetron ‘Sheila’ ini, pasca dirinya berhijab, terutama dalam masalah kenyamanan, dirinya mengaku ujian yang datang dari media sosial seringkali diterimanya. Lanataran, kata ia, penggemar dan temannya merasa terkejut melihat perubahan pada dirinya.

“Yang jelas, di sini aku nggak mau menjadi orang yang kufur nikmat. Karena selama ini ketenangan yang belum aku dapat. Selama ini aku hanya dapat kesenangan dalam pekerjaan selama menyelami dunia entertaint. Buat aku bahagia itu ketenangan dalam hati. Kalau sekarang aku swicth, ketenangan dalam hati, ketenangan sabar yang pengin aku dapat dengan berhijab ini,” paparnya lagi.

“Intinya berhijab ini bukan karena mantannya kawin kan ada orang yang seperti itu. Tapi kalau aku sih, menilai hihab itu, adalah pertanggung jawaban kita masing-masing ke Allah SWT. Itu yang belum belum pernah aku rasakan selama 30 tahun hidup, ” katanya lagi menutup pembicaraan.

Artikel ini ditulis oleh:

Kunjungi Iran, Pemerintah Bahas Kerjasama Infrastruktur dan Energi

Jakarta, Aktual.co — Menteri ESDM Sudirman Said bersama Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Sofyan Djalil tengah melakukan kunjungan kerja ke Iran. Kunjungan kerja ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia dengan Presiden Republik Islam Iran di Konferensi Asia Afrika (KAA) 23 April 2015 lalu. Salah satu pokok diskusi dalam pertemuan bilateral tersebut adalah kerja sama di sektor energi.

“Kunjungan kerja Delegasi Indonesia ke Iran melakukan empat jenis pertemuan yang dilakukan secara simultan, pertemuan tersebut yaitu, Joint Commission, Bilateral Menteri ESDM dan Menteri Perminyakan Iran, Pertemuan Komite Infrastruktur dan Energi serta pertemuan teknis dengan melibatkan National Oil Company (NOC),” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (25/5).

Selain itu, sambung dia, disepakati pula poin peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bentuk pelatihan, pertukaran pengalaman dan keahlian di sektor migas, seperti LNG, CNG dan lainnya.

“Pemerintah Indonesia dan Republik Islam Iran juga sepakat untuk membentuk Komite Infrastruktur dan Energi. Komite ini akan bertugas untuk memonitor butir-butir kesepakatan kerjasama agar dapat berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Ia menerangkan, Indonesia dan Iran memiliki berbagai kesamaan antara lain, mayoritas kedua penduduk sama-sama Islam. Kesamaan tersebut diharapkan akan mempermudah, mempercepat dan mendorong terlaksananya kerjasama kedua negara.

“Selain kesamaan agama, faktor lainnya yang diharapkan dapat mempermudah adalah, demand Indonesia terhadap minyak bumi akan semakin naik ke depan. Di sisi lain, Iran memerlukan konsumen baru untuk menyerap produksi minyak”, terangnya.

Dikatakannya, hingga saat ini ada beberapa hal yang perlu dikaji lebih lanjut, yaitu terkait dengan sistem pembayaran yang perlu dibahas oleh bank sentral kedua negara.

“Ini terkait dengan sanksi PBB. Dalam waktu dekat ini, bulan Juni, delegasi Iran akan berkunjung ke Indonesia untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut dan memastikan agar kerjasama ini bisa segera berjalan,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain