5 April 2026
Beranda blog Halaman 35948

JK Panggil Menpora, Pembekuan PSSI Diminta Dicabut

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta Menpora Imam Nahrowi merevisi Surat Keputusan Menpora yang tak mengakui kegiatan PSSI.
Hal ini dikatakan Jusuf Kalla saat bertemu dengan Menpora Imam Nahrowi, di Istana Wapres, Jakarta, Senin (25/5).
“Tadi sudah ketemu dengan Menpora. Disepakati yang pertama sepakk bola nasional harus tetap jalan, tetap kompetisi dengan baik, nah tentu karena itulah maka PSSI harus aktif lagi,” kata JK.
Hasil pertemuan ini akan dilaporkan menpora ke presiden, sehingga diharapkan permasalahan yang terjadi diantara Kemenpora dengan PSSI segera selesai.
Pencabutan pembekuan PSSI ini juga dilakukan agar terhindar dari sanksi FIFA.
Selain menpora, hadir juga Wakil Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo dan mantan Ketum PSSI Agum Gumelar.

Artikel ini ditulis oleh:

Tentara Irak Kembali Lancarkan Serangan Balasan ISIS di Pangkalan Militer

Semarang, Aktual.co — Pasukan Irak kembali menyerang kelompok terroris Negara Islam (ISIS) yang telah melancarkan serangan balasan dari pangkalan militer utama Irak dan ibu kota negara yang berdekatan dengan wilayah Ramadi.

Wakil Gubernur provinsi Anbar, Faleh al-Eissawi mengatakan, bahwa Irak menolak serangan ISIS di kota Khalidiya, dan kemudian meluncurkan serangan ofensif menuju kota Husayba.

Pejuang suku Sunni, pasukan keamanan Irak dan milisi Syiah bergabung untuk melancarkan serangan balik yang signifikan pertama di wilayah tersebut, sejak ISIS menguasai Ramadi, ibukota provinsi Anbar yang didominasi Sunni, awal bulan ini.

Pertempuran di kawasan Ramadi telah mendorong ribuan warga sipil melarikan diri dalam beberapa pekan terakhir.  Dimana ISIS, kelompok Islam ekstremis telah  menguasasi sebagian besar wilayah dari Irak dan Suriah (dengan
menyebutnya Khilafah Islam), yang telah membabi buta (brutal) tidak hanya melawan militernya, namun juga warga sipil yang dituduh mendukung kebijakan pemerintah (atau yang bertentangan dengan ISIS).

Di wilayah Ramadi, saksi mata mengatakan, bahwa Militan ISIS dieksekusi orang di jalan yang mereka dituduh bekerja sama dengan pemerintah.

“Mereka membunuh siapa saja yang mereka dituduh, dengan polisi atau tentara,” kata seorang saksi, dilansir dari laman CNN.

Artikel ini ditulis oleh:

Gubernur Riau nonaktif Annas Maamun Dituntut Enam Tahun Penjara

Jakarta, Aktual.co — Gubernur Riau nonaktif Annas Maamun dituntut enam tahun penjara terkait kasus suap alih fungsi lahan kebun kelapa sawit, di Kabupaten Kuantan Singingi Riau di Pengadilan Tipikor, Bandung, Senin (25/5).
Sidang tuntutan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Barita Lumban ini, hanya berlangsung sekitar 10 menit karena sebelumnya pada Rabu (20/5) tim JPU dari KPK telah membacakan sebagian surat tuntutannya.
Pembacaan tuntutan pada pekan lalu sempat terhenti karena terdakwa Annas terpaksa dilarikan ke rumah sakit, karena muntah di ruang sidang. 
Jaksa Irene menuturkan terdakwa Annas terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar pasal 12 huruf a dan b Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi.
“Sehingga meminta majelis hakim yang menangani perkara ini supaya menjatuhkan hukuman selama enam tahun penjara dan denda Rp250 juta subsidair lima bulan kurungan,” kata Jaksa Irene.
Dia mengatakan, ada sejumlah hal yang memberatkan terdakwa seperti terdakwa dinilai tak mendukung program pemerintah yang tengah giat memberantas korupsi. “Sementara hal yang meringankan, terdakwa sudah lanjut usia dan belum pernah dihukum,” katanya.
Sidang akan dilanjutkan pada Senin (1/6) pekan depan dengan agenda penyampaian nota pembelaan terdakwa Annas.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Sidang Praperadilan Novel Baswedan Kembali Ditunda

Jakarta, Aktual.co — Hakim Praperadilan, Suhairi, kembali menunda sidang praperadilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Pasalnya, pihak termohon yakni Bareskrim Mabes Polri tidak hadir.
“Ternyata sudah dipanggil tapi saudara termohon tidak hadir juga di ruang sidang,” ujar hakim tunggal, Suhairi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (29/5).
Oleh karenanya, hakim menunda persidangan hingga Jumat (29/5).”Sebab itu harus dipanggil lagi sehingga sidang ditunda hingga Jumat, 29 Mei 2015,” kata Hakim.
Sebelumnya hakim memutuskan agar sidang ditunda hingga Senin (1/6). Namun pihak Novel segera mengajukan keberatan, lantaran sesuai dengan peraturan perundang-undangan, penundaan sidang untuk memanggil pihak termohon atau tergugat hanya diberi waktu tiga hari.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Dinilai Realistis

Jakarta, Aktual.co — Proyeksi pertumbuhan ekonomi di atas lima persen (5,3-5,4 persen) yang dilakukan Bank Indonesia hingga akhir pelaksanaan APBN 2015 di nilai kalangan pengamat sebagai hal yang realistis.
Pengamat Ekonomi dari Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang Dr Thomas Ola Langoday, SE,M.Si, berpendapat proyeksi itu realistis karena sesuai dengan kondisi riil perekonomian.
“Terutama memperhitungkan pengaruh dari tekanan-tekanan global sebagai pemicu terjadinya perlambatan pertumbuhan sejak 2014 hingga triwulan I-2015,” katanya, di Kupang, Senin (25/5).
Bank Indonesia masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2015 akan mendekati batas bawah perkiraan BI yakni 5,4 persen.
“Pada 2015 BI melihat (pertumbuhan) ada di tingkat bawah 5,4 persen. Jadi seandainya selama ini masih menargetkan ada di 5,4-5-8 persen, BI perkirakan di batas bawah sebetulnya. Kami akan lakukan review di Semester II/2015,” kata Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo.
Dekan Fakultas Ekonomi Unwira Kupang itu menyebut pada tiga bulan pertama 2015, pertumbuhan ekonomi memang tumbuh melambat hanya 4,6 persen dibandingkan triwulan-triwulan sebelumnya yakni hanya 4,71 persen.
Namun katanya harus diakui bahwa pertumbuhan yang nampak melambat dalam awal tahun ini (triwulan pertama) umumnya bersifat situasional karena pergerakan ekonomi secara makro telah ikut memicu tingkat pertumbuhan yang rendah.
Jadi tidak perlu risau karena pertumbuhan ekonomi sepanjang 2015 masih bisa di atas 5 persen kendati pada triwulan I-2015 hanya tumbuh 4,6.
Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2015 dapat mencapai 5,3 persen. “Pada semester kedua 2015 nanti, ketika proyek-proyek infrastruktur pemerintah bisa diakselerasi, maka pertumbuhan akan cepat dan bisa melampaui di atas lima persen,” katanya.
Dia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada bulan Januari hingga Maret 2015 berada pada tingkat 4,6 persen atau yang paling rendah sejak tahun 2009.
Ini diakibatkan oleh pada sektor pertanian terjadi kemunduran periode tanam, kemudian harga atau juga produksi minyak mentah juga turun karena harga internasional juga sedang turun.
Kemudian juga katanya impor bahan baku, impor barang modal dan impor barang-barang konsumsi juga terjadi penurunan sehingga mempengaruhi impor barang modal terhadap investasi di pembentukan modal tetap bruto.
Karena itu Pemerintah perlu mengantisipasi potensi berlanjutnya penurunan konsumsi domestik yang terlihat dari data penurunan impor bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari-April 2015.
Sebab rendahnya impor bahan baku/penolong pada April dapat mengindikasikan semakin menurunnya kinerja industri, padahal tren konsumsi tinggi yakni saat Bulan Ramadhan dan Lebaran tinggal 1,5 bulan lagi, terhitung dari akhir April hingga 18 Juni 2015.
Dia memperkirakan menurunnya konsumsi domestik tersebut dikarenakan semakin menurunnya permintaan masyarakat, dan tekanan nilai tukar rupiah, yang kembali menyentuh kisaran Rp13.000 per dolar AS, telah menghambat agresivitas industri.

Artikel ini ditulis oleh:

Komisi I: TNI Jangan Terpancing Provokasi OPM

Jakarta, Aktual.co — Komisi I DPR RI menghimbau TNI untuk tidak mudah terpancing provokasi gerakan kriminal bersenjata maupun gerakan separatis yang menantang berperang.
“TNI harus tetap low profile dengan mengedepankan ‘smart power’ melalui optimalisasi operasi intelijen bekerja sama dengan institusi lain,” ujar Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq, di Jakarta, Senin (25/5).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menyebut kawasan yang semakin rentan dalam konflik politik dan militer harus diperhatikan serius oleh pemerintah Indonesia.
Menurutnya, gerakan separatis seperti Organisasi Papua Merdeka menginginkan pemerintah Indonesia bereaksi menggunakan hard power.
“Gerakan separatis seperti OPM memang ingin pemerintah bereaksi dengan ‘hard-power’ karena mereka akan ambil keuntungan banyak,” katanya
Mahfudz mengatakan masalah di Papua tidak akan pernah bisa dipisahkan dari kepentingan aktor-aktor luar negeri. Karena itu dia meminta pemerintah Indonesia dan TNI tidak terpancing provokasi tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain