6 April 2026
Beranda blog Halaman 35949

Jual Kue Kering Plus Sabu, Ibu Beranak Empat Dicokok Polisi

Jakarta, Aktual.co — Johariah (52) seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai penjual kue kering terpaksa harus berurusan dengan petugas kepolisian. Pasalnya Johariah kedapatan memiliki barang haram narkotika jenis sabu. Pelaku sendiri ditangkap saat tengah berdagang kue di Pasar Inpres Jelambar, Jakarta Barat.

“Penangkapan ibu empat anak itu berdasarkan laporan dari masyarakat ada penjual kue kering edarkan sabu,” ujar Kapolsek Metro Tanjung Duren, Kompol Rokhmad Hari Purnomo kepada wartawan, Senin (25/5).

Dikatakan Hari bahwa Johariah mengaku menjual barang haram tersebut didapat dari seorang berinisial A. “Tersangka mendapatkan sabu dari seorang kurir yang diperintahkan oleh pria berinisial A yang saat ini masih buron,” katanya.

“Begitu pun dengan hasil penjualan sabu, dikirim melalui transfer. Saat ini kasusnya masih kami kembangkan, tersangka utama pemasok sabu kepada tersangka perempuan ini masih kami buru,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Herpes Zoster Sangat Bahaya! Ini Solusinya bagi Penderita

Jakarta, Aktual.co —  Herpes merupakan ruam kulit yang menyakitkan. Terkadang muncul luka. Hal ini juga dapat disebut dengan Herpes Zoster, cacar ular, (atau Zoster saja).

Biasanya satu dari lima orang yang terkena Herpes Zester akan mengalami nyeri syaraf dalam jangka waktu panjang. Belum lagi, sebagian pasien Herpes Zoster sembuh dari nyeri bersamaan dengan penyembuhan luka.  Tapi, satu dari lima orang yang terkena Herpes Zoster akan mengalami ‘postherpetic neuralgia’ (PHN).

Sedangkan, PHN merupakan nyeri syaraf yang dapat berlanjut setelah penyembuhan luka, berkisar dari ringan hingga berat serta menggangu gerak dari area tubuh yang terkena. PHN itu dapat berlangsung dalam beberapa bulan atau beberapa tahun lamanya.

Menurut Katz J & Melzack R, di dalam buku tentang pengukuran nyeri Herpes Zoster dan PHN yakni, lebih nyeri ketimbang melahirkan. Dalam sebuah studi   disebutkan pada 2004 lalu,  yang dirancang menggambarkan rasa nyeri akut Zoster dan menilai dampaknya terhadap pasien (N=110) 96 persen mengalami nyeri akut pada pasien ini : 45 persen dilaporkan mengalami nyeri setiap hari dan 42 persen dilaporkan Zoster yang mereka alami adalah sangat buruk dan sangat menyiksa.

Pencegaha Herpes Zoster:
Berita baiknya adalah saat ini penyakit Herpes Zoster bisa dicegah dengan vaksinasi. Untuk mengenai informasi lebih lanjut mengenai Herpes Zoster ini, Anda bisa menayakannya langsung dengan dokter yang telah dipercaya mengenai vaksinasi Herpes Zoster tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

“Rakyat Menanti Dampak Efisiensi USD22 Juta yang Diumbar Pertamina”

Jakarta, Aktual.co — Meski selalu mengklaim mampu menghemat sebesar USD22 juta, unit usaha PT Pertamina (Persero) yakni Integrated Supply Chain (ISC) dituding masih belum terbukti menghasilkan efisiensi pasca fungsi pengadaan yang semula diemban Petral dialihkan ke unit usaha yang dipimpin Daniel Purba itu.
“Komponen harga jual BBM itu kan ada harga beli (pengadana), plus harga penyimpanan, plus pajak (PPN dan PBBKB), plus margin kepada Pertamina. Nah, komponen paling besar kan pengadaan, harusnya kalau ada penghematan dalam segi pengadaan, harusnya ada penurunan harga jual BBM ke masyarakat,” kata pengamat kebijakan energi Yusri Yusman kepada Aktual di Jakarta, Senin (25/5).
Ia berpendapat bahwa rakyat menunggu untuk merasakan dampak dari efisiensi yang diumbar-umbar Pertamina.”Rakyat menunggu ujungnya itu BBM murah. Kalau tidak, berarti ini hanya angka di atas kertas. Buktikan dong dengan memberi dampak kepada masyarakat,” kata Yusri.
Sebelumnya, hal senada juga diutarakan oleh ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika. Menurutnya, tolak ukur untuk menilai efektif atau tidaknya upaya membubarkan Petral adalah turunnya harga bahan bakar minyak (BBM).
“Ya ujung-ujungnya bagi rakyat itu, wah itu dibubarin begini, mafia begini, mafia itu kita dari dulu cerita mafia juga kan kita enggak tau. Bagi rakyat itu yang penting, oh iya harga BBM turun berkat itu. Itu jelas dirasakan. Tetapi kalau dengan dibubarkan, nggak ada dampaknya terhadap harga BBM, terhadap biaya pengadaan BBM, jadi buat apa. Artinya kan ada tujuan loh,” ungkap Kardaya.
Klaim Pertamina atas penghematan sebesar USD22 juta berkat pengadaan melalui ISC pun dinilai Kardaya sebagai ungkapan yang tanpa bukti nyata.
“Efisiensi itu artinya kan biayanya lebih murah kan, kalau biayanya lebih murah berarti jualnya lebih murah dong. Sekarang kamu misalnya, ada pengadaan atau beli barang murah, kan jualnya lebih murah. Kalau pengadaannya lebih murah lalu jualnya nggak turun apa-apaan ini,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kasus Pencemaran Nama Baik, Bareskrim Usut Laporan Prof Romli

Jakarta, Aktual.co — Badan Reserse Kriminal Mabes Polri siap melakukan pengusutan perkara pencemaran nama baik, yang dilakukan Wakil Koordinator Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho, Koordinator ICW Adnan Topan Husodo, dan Said Zainal Abidin penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Prof Romli Atmasasmita.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Prastowo mengaku, akan mengagendakan pemeriksaan terhadap saksi, antara lain pelapor, terlapor, hingga saksi-saksi dari sejumlah media massa. Kliping artikel dari sejumlah media massa yang memuat pernyataan terlapor disertakan dalam laporan itu.
“Kita tengah membuat rencana administrasi terlebih dahulu sebelum memeriksa korban, terlapor, hingga saksi-saksi dari media massa,” kata dia lewat pesan singkat, Senin (25/5).
Romli telah mengadukan tiga orang ke Badan Reserse Kriminal Polri pada Kamis (21/5) pekan lalu terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik. Romli merasa pernyataan ketiga terlapor di sejumlah media massa telah mencemarkan nama baiknya. 
Romli juga menyerahkan kliping artikel yang mengutip pernyataan ketiga terlapor, yakni harian Kompas, Tempo, dan the Jakarta Post. Artikel-artikel itu antara lain memuat pernyataan Emerson bahwa rekam jejak Romli tidak ideal untuk mengikuti seleksi calon pimpinan KPK. 
Adapun Adnan mempertanyakan integritas dan komitmen Romli dalam pemberantasan korupsi karena menjadi saksi ahli yang meringankan Budi Gunawan dalam sidang praperadilan. Sementara itu, kutipan pernyataan Zainal menyebut Romli pro koruptor karena menjadi saksi ahli yang meringankan Budi dalam sidang tersebut.
“Buat saya secara pribadi, pernyataan mereka-mereka itu sangat berharga. KPK itu undang-undangnya saya yang buat, tapi saya malah dianggap pecundang oleh mereka,” ujar Romli.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Petral dan ISC Ibarat Air Keruh yang Dipindahtempatkan

Jakarta, Aktual.co — Aktivis Politik Ratna Sarumpaet angkat bicara terkait polemik pembubaran anak usaha PT Pertamina (Persero) yakni Pertamina Energy Trading limited (Petral).
Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana membenahi tata kelola migas di Indonesia, bukan hanya sekedar gebrakan membubarkan Petral yang dituding sebagai sarang mafia.
“Yah kalau Petral itu kan sebenarnya mafia-mafia yang ada disitu kan itu diujung, sudah di hulu, jadi sebenarnya itu persoalannya udah soal tata kelola, kita kan sudah tahu sendiri Pertamina bermasalah, in another way, Petral juga sangat bermasalah, disitulah mafia migas dikelola,” ungkap Ratna saat berbincang dengan Aktual, ditulis Senin (25/5).
Ia menjelaskan, sekarang kalau mau memperbaiki Petral harusnya perbaiki dulu bagaimana memenuhi stok supaya mafia-mafia ini tidak leluasa bergerak, supaya mereka (mafia) lebih memihak kepada kita (rakyat Indonesia).
“Toh Petral itu kan kita yang punya, yang dibikin malah dibuang, ibarat botol air mineral itu Petral, airnya kita taruh dulu disini (Pertamina), botolnya dibuang, tapi karena ini air kotor, yah tetap saja mengotori pertamina,” jelas dia.
Ia menambahkan, integrated supply chain (ISC) Pertamina yang kini mengemban fungsi pengadaan, harus bisa memberikan dampak kepada masyarakat.
“Meski sekarang fungsi pengadaan sudah ada di isc, tapi apakah dijanjikan atau tidak ke kita, apakah setelah Petral bubar ISC lebih efisien, lalu BBM akan turun? Harus ada dampak dong, so what’s the point?,” tambahnya.
“Yah makanya, karena bukan tata kelolanya yang diperbaiki, jangan-jangan Petral tidak perlu dibuang, asalkan tata kelolanya betul-betul memihak untuk penghematan sehingga kita bisa mengalokasikan BBM untuk rakyat,” tutup dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Akhir Kisruh Kemenpora dan PSSI

Ketua Dewan Kehormatan PSSI Agum Gumelar (kanan) berbincang dengan Wakil Ketua Umum PSSI hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Surabaya Hinca Panjaitan (kiri) seusai pertemuan dengan Wapres Jusuf Kalla yang membahas kisruh Kemenpora-PSSI di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (25/5). Wapres Jusuf Kalla menyatakan telah ada titik temu silang pendapat Kemenpora dan PSSI sehingga kegiatan persepakbolaan di bawah naungan PSSI bisa aktif kembali. ANTARA FOTO/Andika Wahyu

Berita Lain